Istri Pilihan Putri Ku.

Istri Pilihan Putri Ku.
Keputusan David.


__ADS_3

Rindu tapi pura-pura tidak butuh. Begitulah yang Bella lakukan kepada David suaminya. Ketika David datang. Bella bukan menyambut dengan senyuman seperti wanita yang sedang rindu pada umumnya. Justeru bibir nya manyun seperti pantat ayam ketika hendak bertelur.


Kendati demikian, David pun bersikap dingin, bukan seperti David yang selama ini Bella kenal. Bella pikir karena adanya wanita lain di samping David. Namun hati David kini sudah penuh luka. Luka tak berdarah, yang di torehkan Bella selama bertahun-tahun. Kini luka hati David sudah membengkak bak bisul yang sudah akan meletus.


"Ngapain kamu kesini?!" Bella melengos.


"Saya mau menjenguk kamu," jawab David formal.


Bella terkejut mendengar panggilan David yang awalnya selalu memanggil sayang, kini berubah saya. Bella semakin geram. Ia pikir istri kedua David yang menghasut.


"Nggak usah sok perhatian Dav!" tandas Bella.


David ambil kursi yang berada di dekat ranjang, kemudian menggeser nya, menjauh hingga mentok tembok. David melungguhkan bokongnya perlahan.


"Ya... sebenarnya saya juga banyak pekerjaan kok Bella, tapi walupun bagaimana... kamu masih istri saya." David menatap kedepan dengan tatapan kosong.


"Kok rasanya terkesan tidak ada rasa kemanusiaan jika saya tidak meluangkan waktu sedikit untuk menjenguk kamu," jawab David pelan. Namun tidak menatap lawan bicara.


Masih istri saya? Apakah David benar-benar akan menceraikan aku? Oh tidaaak...


"Mulai besok! Sebaiknya tidak usah lagi datang kesini, Dav! Urus saja istri barumu!" ketus Bella. Tapi sebenarnya hanya di mulut. Dalam hati Bella ingin David duduk di sebelahnya seperti biasa. Merawat seperti dulu ketika ia sakit, dan memberikan ciuman-ciuman kecil. Namun bukan Bella jika tidak gengsi.


Bella merasakan perutnya sebenarnya sudah tidak kuat menahan lapar. Tapi mengapa, David tdak menanyakan padanya seperti biasa. Sudah makan belum? batin Bella.


"Menurut saya, tidak usah kamu ajari, saya sudah tahu Bella. Mungkin memang seharusnya saya tidak usah kesini lagi" ujar David.


Bella menatap nyalang wajah David. Bukan jawaban itu yang diharapkan Bella. Tetapi Bella ingin dirayu seperti yang sudah-sudah.


"Ya sudah! Kalau begitu, pergi kamu dari sini! Aku tidak mau melihat kamu lagi!" usir Bella. Walaupun diusir juga, nanti pasti David datang lagi. Bella masih terus menghalu.


"Baik! Saya juga tidak ingin lama-lama disini," David beranjak pergi.


"Tunggu!" Bella menghentikan langkah David ketika hendak membuka pintu.

__ADS_1


"Ada apa lagi... bukankah kamu mengusir saya"


David menatap Bella yang sedang menatapnya horor. Pria tampan itu menarik napas berat. Mengapa ada orang seperti istrinya, sudah diberi teguran, hingga tangan dan kaki nya patah, tetapi sikap dan perilaku Bella tidak berubah.


David benar-benar menyerah, tidak ada lagi yang harus dipertahankan dalam rumah tangganya, yang semakin lama semakin menyakinkan ini.


Ia akui, memang gagal mendidik Bella. Ia gagal membersihkan hati Bella, walaupun tidak bisa. Bim salabim menyulap batu kali menjadi berlian. Namun setidaknya seperti tujuan awal ketika akan menikahi Bella. Ia berharap bisa menyamarkan noda hitam, walaupun tidak akan menjadi putih sempurna.


Semoga tidak diminta bertanggungjawab-ban oleh Tuhan di alam yang abadi. Doa David dalam hati.


Kedua nya saling diam, dari jarak jauh di depan pintu dan di ranjang. Larut dalam pikiran masing-masing.


Bella pikir, David tidak akan menuruti kata-kata nya. Yang Bella ingin David tidak pergi dan tetap membujuknya. Namun mengapa? Suaminya pergi sungguhan? Bella benar-benar kecewa.


"Bella..." David mengejutkan lamunan Bella. "Ada apa lagi kamu menahan saya, saya masih banyak pekerjaan diluar sana," kilah David. Sebenarnya David bukan orang sejahat itu. Ia tipikal pria yang perhatian tentu lebih mementingkan keluarga daripada pekerjaan, tetapi kali ini rasa sabarnya menghadapi Bella sudah hilang entah kemana.


Bella menatap tajam wajah David. Bella benar-benar tidak percaya akan perubahan David kepadanya saat ini.


"Ceraikan aku!" sinis Bella.


"Baiklah Bella. Mulai hari ini aku talak kamu. Secara agama kita sudah bukan suami istri lagi," tegas David tidak ada keraguan lagi.


Deg.


Hati Bella bagai tersayat sembilu. Tentu Bella tidak ingin David menuruti ucapanya seperti sekarang. Bella merasa dadanya sesak.


"Bella, aku talak kamu dalam keadaan sadar, tidak emosi seperti sebelumnya. Saya ingin walupun kita sudah bukan suami istri, tidak lantas saling membenci. Terimakasih, kamu sudah mengisi hari-hari saya selama 6 tahun," David mendongak menatap langit-langit agar air matanya tidak jatuh.


"Maaf, selama saya menjadi suami kamu, tidak bisa menjadi suami sempurna seperti yang kamu harapkan Bella. Nyatanya semua yang saya lakukan selalu salah di mata kamu" 😭😭😭.


Tes.


Air mata David pun akhirnya jatuh ke pipi. Cepat-cepat ia seka dengan punggung tangan, jangan sampai Bella tahu. Bahwa David kini menjadi pria rapuh.

__ADS_1


Bella tidak sepatah kata pun berbicara. Ia rasanya ingin memeluk pria yang masih ia cintai ini, tapi apalah daya. Kali ini bukan hanya tangan dan kaki nya yang terasa tidak mampu ia gerakan. Namun sekujur tubuh Bella seolah-olah lumpuh.


"Saya kira cukup sampai disini Bella, saya akan selalu berdoa, semoga kamu mendapat suami pengganti yang sempurna,"


Kreett.


David menggeser kursi mengembalikan ke tempat semula, setelah David beranjak dari duduk nya.


"Tetapi ingat pesan aku Bella, jika kamu mendapat jodoh yang ketiga nanti. Entah siapapun itu. Jadilah istri yang patuh, karena itu surgamu," tulus David. Kali ini ia bersandar di tembok. Sempat menoleh menu makan siang Bella yang belum disentuh. Namun kali ini David sudah tidak ada niatan untuk membujuk mantan istri nya itu lagi agar makan.


"Saat ini dengan kesabarannya Adnan mantan suami kamu, sudah mendapat istri baik hati dan sholehah Bella," David memberi contoh.


"Kenapa kamu membandingkan aku dengan wanita lain Dav," Bella tidak terima. "Apa kamu juga akan membandingkan aku dengan wanita barumu itu? Iya?!"


"Saya bukan bermaksud membandingkan kamu dengan siapa pun, tapi saya hanya ingin, kamu pun bisa menjadi wanita shalehah dan pria yang mendambakan kamu nanti, merasa bangga," tegas David.


"Saya akan urus, surat cerai, tenang saja, kamu nanti tinggal tanda tangan saja,"


David mengakhiri pembicaraan kali ini David benar-benar pergi.


Bella masih seperti bermimpi mendengar kata-kata David.


"Daviiiid...." pekik Bella. Dengan susah payah ia pindah ke kursi roda hendak mengejar David berniat memeluknya dari belakang. Namun ia tidak bisa menjalankan roda karena hanya satu tangan. Bella menangis sejadi jadinya.


Inilah akhir perjalan rumah tangga nya dengan David, hanya sampai bertahan sampai 6 tahun lebih.


"Tidaaakk... aku tidak mau kalah dengan wanita itu, aku tidak mau! Aku tidak mau..."


Glek!


Bella jatuh pingsan di kursi roda.


***********

__ADS_1


"Maaf reader kesangan Buna. kalau ada yang tidak puas dengan keputusan yang Buna ambil. Karena ini sudah sesuai skenario. 🙏🙏🙏.


__ADS_2