
" Agam , Nadia kalian kan menikah sudah hampir lima tahun. tapi sampai sekarang kalian belum juga memiliki keturunan. kami ini sudah semakin tua. kami takut kalau-kalau kami sudah tidak ada umur lagi kami belum sempat menimang cucu" ujar ibu mertua Bu Nanik ibu mertuaku.
sementara Bapak mertuaku hanya menyimak apa yang di bicarakan ibu mertua.
" sabar Bu, mungkin Allah belum memberikan rezeki anak kepada kita" ucap mas Agam dengan Santai dan hati-hati
" Allah tuh gak akan mengubah nasib seorang hamba-nya kalau hambanya tidak mau berusaha mengubahnya gam"
Agam pun terdiam mendengar ucapan ibunya.
" maksudnya ibu tuh apa bicaranya seperti itu?"
" maksud ibu coba kalian sekali-kali cek ke dokter siapa tau salah satu di antara kalian ada yang bermasalah dalam mempunyai keturunan. gam ibu sama bapak ini udah tua loh."
" baik Bu nanti aku sama Nadia kita akan sama-sama cek ke dokter dan mulai ikut program kehamilan gimana dek kamu setuju gak?"
tanya mas Agam padaku seraya membelai kerudung ku.
" aku sih setuju aja mas"
" kalau ibu si yakin ya gam kalau kamu tuh laki-laki normal dan sehat"
lagi-lagi ibu mertua ku mengeluarkan kata-kata pedasnya lagi untukku. sebenarnya sudah biasa tapi entah kenapa kali ini perkataan begitu membuat aku tersinggung.
"bu maksud ibu apa sih?"
tanya mas Agam sambil menghentakkan sendok ke piring. sepertinya mas Agam mulai terpancing emosinya.
" sudah-sudah jangan ribut di meja makan. gak baik nanti keberkahan yang Allah beri takut hilang begitu saja" ujar bapak mertua yang mulai menengahi perdebatan antara ibu dan anak itu.
setelah kami selesai makan aku pun segera membereskan piring-piring kotor dan membawa nya ke dapur. satu persatu piring aku cuci seperti biasa. namun tiba-tiba ada ibu mertua datang sambil membawa sisa makanan tadi untuk di simpan di lemari makan.
"Nad ibu tuh sangat menginginkan cucu ,apa kamu gak kasian sama ibu Nad?"
" Bu Nadia juga ingin segera punya anak. tapi perkara rezeki anak tidak ada yang tau Bu"
" ibu ngerti itu.gak usah kamu sok ngajarin ibu.yang ibu maksud apa kamu selama ini tidak berusaha sama sekali untuk segera mendapatkan keturunan?"
" Bu segala macam cara sudah kami lakukan. mulai dari memakan kurma muda, meminum daun safron madu penyubur kehamilan. mungkin memang Allah belum kasih rezeki nya aja Bu"
__ADS_1
" usaha kamu mungkin kurang keras Nad, "
" saya minta doa ibu juga ya mudah-mudahan dengan doa ibu bisa memudahkan segalanya Bu"
" ya pastilah ibu pasti akan selalu berdoa untuk kebahagiaan anak ibu"
setelah piring kotor semua aku cuci. aku pun segera pergi ke ruang tamu untuk ikut bergabung dengan suami dan bapak ku yang sedang meminum teh di depan tv. sementara ibu mertua ku beliau masih beres-beres di dapur. entah apa yang ia bereskan perasaan dapur ku gak pernah terlalu kotor.
" ini mas cemilannya " ku sodorkan piring yang berisi kue untuk menemani ngobrol.
ya, ibu dan bapak mertua ku memang sering berkunjung ke rumah. jarak rumah kami memang tidak terlalu jauh. mungkin karena mas Agam anak lelaki satu-satunya ibu selalu merasa kangen dengan mas Agam. tak lama kemudian ibu pun menyusul kami ke ke ruang Tamu.
" gam kapan kalian akan pergi ke dokter kandungan?"
" iya nanti kiat jadwal dokter nya dulu dan menyesuaikan jadwal ku Bu"
" jangan lama-lama ya ibu sudah pengen punya cucu gam"
" iya Bu"
......................
sesampainya di rumah sakit aku pun segera mengambil nomor antrian di bagian pendaftaran dan langsung menuju ke ruang tunggu.
" dek kamu seperti nya sangat cemas"
" gak papa ko mas, aku cuma sedikit tegang"
" gak usah tegang. serahkan hasilnya sama Allah"
stelah beberapa nomor di panggil tibalah saatnya giliran kami yang masuk ke ruang dokter.
" bismillah" ucap kami berdua sebelum memasuki ruang dokter.
" selamat pagi pak Bu silahkan duduk "
aku dan mas Agam pun segera duduk di kursi yang sudah tersedia di depan meja dokter tersebut.
" silahkan ada yang bisa saya bantu pak bu?" ucap dokter itu kepada kami dengan ramah.
__ADS_1
" begini dok kami ini sudah menikah hampir lima tahun. tapi sampai saat ini kami belum di beri keturunan dok. saya ingin mengecek kondisi kami masing-masing apakah kami subur atau gimana dok"
ucap mas Agam menceritakan kepada dokter secara gamblang. sementara aku hanya duduk sambil menyimak apa yang di ucapkan mas Agam.
" baik , memang rezeki anak kita tidak ada yang tau ya pak Bu, namun tidak ada salahnya untuk terus berikhtiar. sebelumnya apa ibu pernah ada masalah dalam siklus haidnya?" tanya dokter itu padaku
" gak ada dok. Alhamdulillah dari gadis sampai sekarang siklus haid saya selalu normal dok"
" baik. apakah bapak saat berhubungan intim selalu mengalami ejakulasi dini. maaf kalau pertanyaan saya terlalu fulgar. tapi ini memang sudah jadi bagian dari proses pemeriksaan ini pak Bu?"
"tidak dok, kami berhubungan intim durasinya selalu normal"
" baik pak bu kalau begitu saya periksa satu persatu dulu ya"
lalu dokter pun segera mengambil alat untuk memeriksa kami berdua.
setelah kami berdua di periksa kami pun kembali keluar dari ruang dokter dan menunggu hasil lab keluar. tak lama kemudian selang sekitar satu jam kami sudah mendapatkan hasilnya. dan kami pun segera menemui dokter kandungan tadi.
" baik pak Bu ini hasil lab nya sudah keluar ya. saya bacakan dulu."
terlihat dokter membuka amplop itu dan rasanya detak jantung ini semakin berdegup kencang. tak bisa di pungkiri aku takut kalau-kalau aku yang mengalami masalah kesuburan. bagaimana kalau seandainya iya. apa yang terjadi dengan pernikahan ku dan mas Agam. belum lagi terlintas di pikiran ku tentang sikap ibu mertua terhadap ku bagaimana kalau aku yang mandul apa yang akan dilakukan ibu mertua terhadapku. ah pikiran ini rasanya sangat kacau.
" bismillahirrahmanirrahim ya Allah mudah-mudahan hasil nya memberikan kabar baik untuk kami berdua. Allahumma Yassir wala tuassir" begitulah doa yang ku lantunkan dalam hati ini. aku pun memegang tangan mas Agam agar hati ini lebih merasa dikuatkan.
" pak Bu dari hasil lab yang saya baca ini bapa dan ibu sehat ya semuanya normal hasilnya bagus"
" jadi dok ?" tanya ku penasaran
" iya jadi bapa dan ibu semuanya sehat tidak ada masalah kesuburan di antara kalian. ibu dan bapak tetap jaga pola makan dan pola hidup yang sehat saja banyak makan-makanan bergizi dan rutin berolahraga"
" jadi kesimpulannya kami bisa mempunyai keturunan kan dok" aku pun memastikan lagi pernyataan yang dokter berikan tadi
" iya Bu" jawab dokter itu sambil tersenyum
" Alhamdulillah " jawab kami serempak.
" kalau gitu saya akan resep kan vitamin untuk bapak dan ibu ya "
dokter pun segera menulis kan resep nya pada kami. dan kami pun segera keluar dari ruangan dokter menuju apotek dimana kami mengambil resep vitamin yang di berikan dokter tadi. setelah selesai kami pun bergegas pulang dan segera memberi tahu kabar ini kepada keluarga nya mas Agam.
__ADS_1