ISTRI UNTUK SUAMIKU

ISTRI UNTUK SUAMIKU
Allah tau yang terbaik untuk hamba-nya


__ADS_3

Menjelang sore hari mas Agam pun pulang dari toko nya. tapi aku tak bisa menyambut kedatangan nya saat dia membuka pintu rumah. aku hanya masih bisa terbaring di kasur. tak lama mas Agam pun datang ke kamar untuk menemui ku.


" assalamualaikum sayang" ucap mas Agam seraya mengulurkan tangannya sambil mencium keningku


" waalaikumsalam mas kamu sudah pulang mas ,udah makan ?"


" belum dek . mas mau mandi dulu. gimana kondisi kamu hari ini? "


" Alhamdulillah seperti biasanya mas. oh iya mas tadi Sani dan Nia datang kesini. ibu juga datang"


" oh ya? sering-seringlah ajak Sani sama Nia kesini biar kamu gak terlalu bosan. ibu kesini mau ngapain?" mungkin ini saat yang tepat aku membicarakan soal jamu yang di berikan ibu.


" ibu kesini mampir sebentar ikut makan di sini bareng terus ibu juga bawain aku jamu mas"


" oh iya itu tadi juga ibu sama bapak mampir ke toko ibu juga bilang katanya mau ngasih jamu sama kamu"


" mas aku bingung bukannya aku mau nolak pemberian dari ibu tapi kan aku sedang dalam masa program dari rumah sakit nah apa bisa di campur-campur sama jamu minum nya"


dengan sangat hati-hati aku pun berbicara pada mas Agam untuk menanyakan pendapat nya.


" ya mas pikir sih gak ada salahnya nyoba dek, kamu minum nya di jeda sama vitamin yang di berikan dokter jamu kan bahan-bahan nya herbal "


" tapi mas aku ragu"


" ragu kenapa,ibu tuh beli jamu pasti gak di tempat sembarangan dek apalagi ibu kan sangat menginginkan kamu hamil"


aku pikir mas Agam akan mencari tahu soal kebenaran jamu ini boleh di minum apa tidaknya. ternyata kami malah sedikit berdebat. aku pun tak ingin melanjutkan perdebatan di kala suamiku baru saja pulang bekerja.


" iya mas ya udah mas mandi dulu sana abis itu makan"


ujar ku yang sambil memberikan senyuman manis untuk mas Agam dan mengakhiri perdebatan masalah jamu.


" iya dek nanti itu jamu nya di minum sebelum tidur aja ya"


" iya mas"


tak lama kemudian mas Agam pun pergi ke kamar mandi. aku pun segera mengambil gawai untuk mencari tahu tentang jamu ini. terlihat di halaman pencarian memang bahan-bahan yang di gunakan jamu ini terbuat dari bahan herbal semuanya. dan ini memang di peruntukan untuk orang yang sedang melakukan program kehamilan.


setelah mas Agam selesai mandi kami pun makan ke meja makan untuk makan malam bersama.


tak lupa kami pun menunaikan sholat isya berjamaah walaupun aku hanya bisa sholat di atas kasur. lalu kami pun membaca Qur'an bersama-sama sebelum melanjutkan ke pulau mimpi.


setelah kami membaca Qur'an bersama sebelum tidur mas Agam pun membuatkan aku jamu yang tadi siang di bawa oleh ibu. aku pun segera meminumnya tak lupa ku bacakan basmalah sebelum meminumnya.


dan kami pun sama-sama terlelap dalam tidur .


...****************...


Satu bulan berlalu setelah proses inseminasi dilakukan. ada rasa deg-degan karena memang sampai saat ini belum ada tanda-tanda akan haid.


aku pun berinisiatif menyuruh mas Agam untuk membelikan testpack.

__ADS_1


" mas aku boleh minta tolong gak ?"


"apa dek?"


" tolong belikan aku testpack ya di apotek dekat sini"


" kamu hamil dek ?"


tiba-tiba raut muka mas Agam berubah menjadi sedih bahagia dan terlihat dari sorot matanya berbinar haru saat menyuruhnya untuk membeli testpack.


" iya-iya mas pergi sekarang ya"


lalu mas Agam pun dengan penuh semangat langsung pergi ke apotek terdekat.


tak lama dia pun datang.


" mas cepet banget si"


"iya mas buru-buru tadi bawa motornya takut kamu nunggu nya kelamaan"


aku pun segera pergi ke kamar mandi untuk mengecek apakah aku hamil atau tidak.


debar jantung semakin kencang saat aku menunggu hasilnya keluar.


'shalallahu 'alaa Muhammad


shalallahu 'alaa Muhammad


begitu lah yang aku lantunkan dalam hati sebelum aku melihat hasilnya. tapi aku pun tak berani melihat hasilnya sendirian. aku segera menemui mas Agam dan mengajak nya untuk melihat bersama-sama.


" mas ."


" gimana dek?" tanya mas Agam penasaran.


" aku belum liat hasilnya. gak berani mas"


" ya udah kita liat sama-sama ya"


" mas kalau hasilnya belum bagaimana?" tanya ku kepada mas Agam dengan nada takut dan gemetar.


" bismillah dek serahkan semuanya sama Allah yah apapun hasilnya. yuk kita lihat sama-sama"


bak seperti akan mendapatkan undian atau tidak nya jantung ini semakin berdegup kencang.


" mas "


" apalagi dek mas penasaran banget ini"


" sama aku juga penasaran tapi aku takut mas kecewa"


" kalau hasilnya belum sesuai yang seperti yang kita harapkan ya kita usaha lagi dek"

__ADS_1


dengan membaca basmalah bersama-sama aku dan mas Agam pun segera melihat hasil testpack yang sedang aku pegang.


deg..... saat kami melihatnya bersama-sama terlihat ada garis satu sangat tebal dan satu nya lagi samar. sangat samar sekali.


" mas ini artinya apa ya"


" mas kurang tau dek. setahu mas kalau hamil garisnya itu dua kan"


" iya mas. tapi ini ko? mas lihat deh ada garis satu lagi tapi samar banget garis nya"


ku terawang-terawang testpack yang sedang aku pegang dan memang terlihat ada garis satu lagi yang begitu samar.


" iya dek tapi samar banget garisnya"


"mas kita ke dokter aja yuk"


aku pun mengajak mas Agam untuk segera pergi ke dokter dan menanyakan hal ini.


kami pun segera pergi ke rumah sakit tempat kami melakukan program inseminasi. sesampainya di sana nomor antrian kami pun sudah terpanggil. dan kami segera memasuki ruang dokter yang biasa menangani ku. aku pun menjelaskan kejadian tadi pagi dan menunjukkan testpack nya kepada dokter.


" kalo terlihat dari testpack si seperti nya ini positif bu. tapi ini samar banget ya garisnya.kita coba USG saja ya Bu untuk memastikan apakah ibu hamil apa tidak"


" baik dok kalau perlu USG nya yang 4D dok" ujar mas Agam dengan begitu semangat nya.


" baik pak"


lalu dokter pun segera memeriksakan perut ku dengan alat ultrasonografi yang di pegang oleh dokter. dengan harap penuh cemas akan hasilnya kami pun sama-sama berpegangan tangan untuk saling menguatkan .


" Bu kalau di lihat dari sini si belum ada tanda-tanda kehamilan bu. rahim ibu masih kosong belum ada tanda-tanda pembuahan di sini"


dokter pun mengecek nya secara berulang-ulang dan melihat-lihat kondisi rahim Ku.


" sepertinya memang belum terjadi pembuahan Bu. Mungkin ibu bisa tunggu satu atau dua Minggu ke depan supaya hasilnya bisa terlihat apakah benar terjadi pembuahan atau tidak. "


" jadi kami harus menunggu satu Minggu ke depan dok?" tanya mas Agam untuk memastikan.


" benar pak Bu. mungkin hormon HCG pada diri Bu Nadia rendah jadi saat di testpack garis nya samar sekali dan ibu sampai sekarang juga belum haid kan. itu bisa jadi karena hormon Bu. dan lagi yang terlihat di USG juga menunjukkan belum adanya tanda-tanda kehamilan pada Bu Nadia. sebaiknya bapa dan ibu menunggu satu Minggu ke depan apakah benar hasilnya sudah positif atau belum"


ya Allah rasanya hati ini sudah lelah seperti di ombang ambing oleh ombak. rasa was-was dan deg-degan kian melanda tak kunjung berhenti.


" Baiklah dok kami akan menunggu satu Minggu ke depan dan nanti kami kesini lagi dok"


" baik pak bu. jangan lupa istri nya tetap harus bed rest ya di rumah"


" baik dok terimakasih dok"


kami pun keluar dari ruangan dokter dengan rasa sedikit kecewa namun juga ada sedikit harapan.


" mas aku capek hatiku seperti di ombang ambing tak karuan menunggu hasilnya "


" sabar dek ..serahkan semuanya sama Allah percayalah Allah tau yang terbaik untuk hamba-nya "

__ADS_1


__ADS_2