
kabar gembira tentang hasil dari dokter waktu itu nyatanya sampai sekarang belum membuahkan hasil juga. padahal kami sudah sebisa mungkin menerapkan pola hidup sehat, dan tak lupa sholat hajat dan sedekah kami tunaikan. aku tau tidak ada usaha yang sia-sia. mungkin jika Allah belum memberi kepercayaan kepada kami itu karena Allah tau kami lebih kuat untuk di beri ujian ini. tak ada yang berubah dari mas Agam. dia selalu seperti biasa walau hari-hari kami dilalui tanpa hadirnya buah hati. namun berbeda dengan ibu mertuaku. aku merasa semakin kami berusaha untuk mendapatkan anak beliau semakin menekan kami berdua.
hari ini toko meubel mas Agam semakin rame dari biasanya belum lagi orderan masuk untuk paket pernikahan yang sudah beberapa di kerjakan oleh tukang kami. toko cabang di kota sebelah pun tak kalah ramai dari toko ini. Alhamdulillah Allah selalu memberikan Rizki lebih berupa materi kepada kami.
siang itu saat aku melayani para pembeli terlihat ada sebuah Mobil parkir didepan. itu adalah mobil orang tuanya mas Agam. hampir setiap hari mereka memang selalu mampir untuk melihat keadaan toko kami. ibu dan bapak mertua pun langsung turun dan masuk ke dalam seperti biasanya. sedangkan aku masih sibuk melayani pembeli.
" nah gam gitu dong kasih istri mu itu kesibukan jangan cuma diam di rumah terus. badannya suruh gerak bias hormon nya bagus jadi bisa cepat punya anak. dulu nih ya ibu waktu nikah sama bapakmu ibu tuh sering beres-beres rumah olahraga pokoknya gak leha-leha deh jadi nya badan selalu tetap fit. iya gak pak?"
tanya Bu Nanik kepada pak Saeful yang masih asik dengan gawai nya.
" nadia juga sering kesini ko Bu bantuin aku. apalagi toko cabang yang di sana maju itukan hasil kerjanya Nadia yang pandai mempromosikan toko kami"
setelah para pembeli menyelesaikan transaksi nya aku pun menghampiri mertua ku yang sedang duduk di dekat mas Agam. ku Salami mereka dengan rasa penuh hormat.
" Nad gimana bulan ini kamu udah telat datang bulan belum"
lagi-lagi ibu mertuaku menanyakan hal itu padaku. hampir tiap bulan beliau menanyakan hal itu. namun semakin lama semakin kesini aku pun merasa semakin risih. aku harus bagaimana kalau memang Allah belum menghendaki.
" belum Bu ,aku baru saja selesai haid bulan ini"
" coba kalian periksa lagi ke dokter kalau perlu kalian melakukan inseminasi atau bayi tabung. kan banyak tuh artis-artis yang susah hamil mereka nyoba program itu."
" Bu sudahlah jangan terlalu mendesak mereka"
kali ini pak Saeful pun angkat bicara. mungkin beliau juga merasa bosan dengan keinginan istri nya itu yang jelas-jelas itu semua hanya menunggu kehendak dari Allah.
" bapak nih gimana sih ya harus usaha dong. kalau diam saja gak tau prospek kedepannya gimana. Agam tuh harus punya keturunan untuk bisa mewarisi usaha-usahanya pak"
pak Saeful pun hanya bisa menghela nafas panjang mendengarnya. pak Saeful memang orang yang banyak diam dan terkesan selalu menghindari perdebatan.
" gam lebih baik kamu segera jadwalkan untuk program bayi tabung atau inseminasi. kalau kalian berdua ini sehat ya harusnya gak akan susah-susah amat dong buat punya anak"
__ADS_1
" astaghfirullah Bu. ibu kayak yang yakin sama kekuasaan Allah saja Bu. mungkin Allah memang belum memberikan kepercayaan anak kepada kami Bu."
terlihat mas Agam sangat emosi. mungkin dalam hati kecil mas Agam dia juga sangat merindukan sosok anak Hadir di tengah keluarga ini. terlihat dari Sorot matanya mas Agam sangat merasa terpukul atas tekanan yang di berikan ibu nya itu.
" nanti kita jadwalkan untuk program bayi tabung atau inseminasi ya mas nanti biar aku telpon bagian customer service-nya di rumah sakit kemaren."
" dek kamu yakin?"
" kenapa enggak mas ,kita harus coba dulu kan"
aku pun berusaha meyakinkan mas Agam agar lebih sedikit melegakan hatinya.
" nah gitu dong kalau usaha yang ini belum ada hasil juga terpaksa gam kamu cari istri lagi"
deg .. mendengar ucapan ibu mertuaku seketika hatiku runtuh. aku seperti merasa jadi tempat pembuatan anak saja yang kalau sudah tak bisa memproduksi anak di abaikan begitu saja.
"Bu jaga bicara ibu dong Bu. pernikahan bukan hanya tentang memiliki keturunan atau tidak Bu. tapi tentang janji dan komitmen kita kepada Allah " tegas mas Agam menentang ide ibu nya itu.
mendengar perkataan ibu mertua hatiku benar-benar runtuh aku pun segera pergi dari ruang itu tanpa memperdulikan rasa sopan santun kepada mereka.
" nad ..Nadia .." panggil mas Agam yang melihat aku pergi begitu saja
" Bu ibu sih kalau ngomong asal ceplos aja. Nadia jadi tersinggung kan Bu"
" gam istri kamu aja yang baperan. kan ibu cuma berpendapat aja "
mas Agam pun langsung lari mengejar ku ke dalam. di sana air mata ku benar-benar tak bisa di bendung lagi. tak menyangka ibu mertuaku tega bicara seperti itu hanya karena aku belum bisa memberikan nya seorang cucu.
" nad.... " sapa mas Agam padaku dengan penuh hati-hati.
" mas .. kalau memang aku gak bisa memberikan Mu keturunan aku siap mas kalau kamu mau mencari perempuan lain tapi tolong lebih baik mas ceraikan saja aku. rasanya aku tak kan sanggup kalau harus di madu mas" tangis ku semakin pecah di hadapan mas Agam. mas Agam pun langsung memeluk ku dengan erat.
__ADS_1
" Nadia....kita sama-sama berjuang ya.jangan pernah mengucapkan kata cerai nad hanya karena urusan soal rezeki anak. Nadia.... mas sangat mencintai kamu. dan kamu tahu itu. hanya karena ingin mendapatkan anak mas gak mungkin mengorbankan perasaan kita nad...gak semudah itu mas bisa menerima wanita lain dalam hidup mas. lagipula kita kan mau mencoba program inseminasi kita akan berusaha sama-sama lagi "
" bagaimana kalau progam inseminasi nya gagal" tanya ku pada mas Agam sambil melihat wajahnya dalam dekapannya.
" kita coba bayi tabung "
" bagaimana kalau gagal juga mas?" tanya ku lagi pada mas Agam. rasanya aku benar-benar sudah tak memiliki semangat untuk itu.
" kita akan terus mencoba dan mencobanya lagi. Allah gak tidur Nad .. kita akan selalu berusaha dan berdoa supaya kita segera bisa di beri keturunan yang Sholeh dan Sholehah" ucap mas Agam seraya mengelus kepalaku dan mencium keningku. seketika hati ini menjadi jauh lebih tenang.
...****************...
Hari demi hari berlalu saat nya untuk jadwal inseminasi pun telah tiba. aku dan mas Agam segera pergi menuju rumah sakit. sesampainya kami di rumah sakit. kami pun kembali melakukan serangkaian tes yang dilakukan sebelum kami melakukan inseminasi. biaya inseminasi memang lumayan cukup besar. namun itu tak menjadi halangan untuk kami. karena ini salah satu jalan ikhtiar kami untuk mendapatkan keturunan mudah-mudahan Allah memudahkan segalanya.
setelah serangkaian tes kami lakukan akhir nya proses inseminasi pun di lakukan.
deg-degan itu yang aku rasakan. jika ini berhasil rasa khawatir ku akan perkataan ibu mertua mungkin akan hilang seketika. tapi rasa was-was belum selesai sampai sini saja. rasa takut gagal dalam proses ini pun kerap menghantui pikiran ku.
" nad bismillah ya ..kamu jangan tegang serah kan semuanya sama Allah"
begitu yang selalu mas Agam katakan untuk menenangkan hati ini.
setelah Prosen inseminasi selesai.dokter pun meminta aku betres beberapa hari di rumah sakit .tapi aku menolaknya. karena bagaimanapun istirahat di rumah jauh lebih nyaman daripada di sini.
" baik Bu kalau ibu mau betrest di rumah tidak apa-apa tapi usahakan ini benar-benar istirahat ya jangan melakukan apapun kalau bisa. " ucap dokter memberi sara kepada kami.
" baik dok kami akan melakukan saran dari dokter "
" iya pak Bu nanti hasil inseminasi ini bisa terlihat bulan depan atau beberapa Minggu ke depan tergantung dari proses pembuahannya cepat atau tidak kalau bulan depan ibu haid lagi berarti proses inseminasi ini belum dikatakan berhasil dan mengulang lagi setelah haid ibu selesai dan kalau bisa istrinya jangan dibiarkan terlalu banyak pikiran ya pak"
" baik dok pasti saya akan jaga istri saya dengan penuh hati-hati "
__ADS_1
setah semua proses dilakukan kami pun segera pulang ke rumah dengan penuh harapan dan asa yang besar. mudah-mudahan proses ini bisa membuahkan hasil tanpa harus mengulang nya lagi.