Janda Pilihan Mama

Janda Pilihan Mama
Saat kau pergi


__ADS_3

Mendung senja dan gerimis yang mulai turun membasahi bumi seakan mengiringi kesedihan yang dialami seorang wanita yang kini sedang bersimpuh didepan brankar rumah sakit dikota B,


Suaminya baru saja dinyatakan meninggal oleh dokter karena sakit yang dideritanya sangat serius, yaitu kanker otak stadium tiga


meskipun pernikahan mereka sangatlah berbeda generasi terpaut umur, Aini Rahmawati yang baru genap berumur sembilan belas tahun, dan suaminya Agastya Saputra Narendra sudah berumur tiga puluh lima tahun, namun suaminya sangat menyayanginya, bahkan ia bisa melanjutkan kuliah yang sempat tertunda karena terpancang biaya yang memang tidak ada,


Ibunya yang hanya jualan pecel dan gorengan tidak sanggub lagi membiayai pendidikanya, sang ayah juga sudah meninggal karena sakit asma menhaun yang dideritanya,


" mas, maafkan semua kesalahanku padamu, bahkan aku belum bisa menunaikan kuwajibanku sebagai seorang istri, "


" beristirahatlah dengan tenang, semoga Allah melimpahkan rahmat- nya dan selalu bersamamu"


๐™€๐™ฃ๐™ฉ๐™–๐™ ๐™ข๐™š๐™ฃ๐™œ๐™–๐™ฅ๐™– ๐™๐™–๐™ฉ๐™ž๐™ ๐™ช ๐™ฉ๐™š๐™ง๐™ช๐™จ ๐™œ๐™š๐™ก๐™ž๐™จ๐™–๐™


๐™–๐™ฅ๐™– ๐™ฎ๐™–๐™ฃ๐™œ ๐™ ๐™–๐™ฃ ๐™ฉ๐™š๐™ง๐™Ÿ๐™–๐™™๐™ž


๐™–๐™ž๐™ง ๐™ข๐™–๐™ฉ๐™– ๐™ฅ๐™ช๐™ฃ ๐™Ÿ๐™–๐™ฉ๐™ช๐™ ๐™ฉ๐™–๐™  ๐™ฉ๐™š๐™ง๐™ฉ๐™–๐™๐™–๐™ฃ


๐™ข๐™š๐™ก๐™ž๐™๐™–๐™ฉ๐™ข๐™ช ๐™ฉ๐™š๐™ง๐™™๐™ž๐™–๐™ข


๐™ฉ๐™š๐™ง๐™ฃ๐™ฎ๐™–๐™ฉ๐™– ๐™ ๐™–๐™ช ๐™ฅ๐™š๐™ง๐™œ๐™ž ๐™ฉ๐™ช๐™  ๐™จ๐™ก๐™–๐™ข๐™–๐™ฃ๐™ฎ๐™–


๐™ฉ๐™ž๐™ฃ๐™œ๐™œ๐™–๐™ก๐™ ๐™–๐™ฃ ๐™™๐™ž๐™ง๐™ž๐™ ๐™ช ๐™™๐™–๐™ฃ ๐™˜๐™ž๐™ฃ๐™ฉ๐™–๐™ ๐™ช


๐™–๐™ฅ๐™– ๐™ ๐™–๐™ช ๐™ข๐™š๐™ก๐™ž๐™๐™–๐™ฉ ๐™™๐™–๐™ฃ๐™ข๐™š๐™ฃ๐™™๐™š๐™ฃ๐™œ๐™–๐™ง ๐™ฉ๐™–๐™ฃ๐™œ๐™ž๐™จ ๐™ ๐™š๐™๐™ž๐™ก๐™–๐™ฃ๐™œ๐™–๐™ฃ ๐™™๐™–๐™ง๐™ž๐™ ๐™ช


๐™—๐™–๐™ง๐™ช ๐™จ๐™–๐™Ÿ๐™– ๐™ ๐™ช๐™ž๐™ฃ๐™œ๐™ž๐™ฃ ๐™ ๐™–๐™ช ๐™ฉ๐™–๐™ช ๐™ฅ๐™š๐™ง๐™–๐™จ๐™–๐™–๐™ฃ๐™ ๐™ช, ๐™ฅ๐™–๐™™๐™–๐™ข๐™ช


Ceklek


suara pintu terbuka dan seorang wanita paruh baya, berjalan sambil terisak, huaaaaaa,, Agas,, Agas bangun ini mama, kenapa kamu pergi secepat ini huaaaa,,,

__ADS_1


" iklaskan mas Agas ma, biarkan dia tidur dengan tenang"


" dasar wanita bre****,, wanita rendahan, pasti kamu yang sudah membuatnya meninggal, kamu ingin merebut dan menguasai hartanya hungga kamu menggunakan cara licik untuk membunuhnya"


bagai disambar petir Aini mendengar suara lantang mama mertuanya yang menuduhnya ingin mengusai harta almarhum suaminya,


" astaghfirullah,, tidak begitu ma, itu,, itu tidak benar"


" muka saja polos, pakai gamis pakai hijap eh,, taunya maling kau ya, sekarang keluar dari sini,, pergi kau jauh jauh,, jangan kembali"!!


Samanta terus menyeret Aini keluar dari ruangan itu dan mendorongnya dengan kasar hingga tubuh mungilnya tersungkur dilantai,


" ya Allah, kuatkanlah hati hamba" janganlah Engkau berikan ujian cobaan dan persoalan persoalan hidup yang hamba tidak sanggub memikulnya"


dengan bersusah payah Aini bangkit berdiri dan berjalan menyusuri koridor rumah sakit, ia tak tau harus kemana, bahkan untuk pulang ke kampung halaman saja ia tidak memiliki uang sedikitpun,


Aini duduk disalah satu kursi diruang tunggu sebuah kamar rawat inap entah milik siapa,


udara yang dingin menusuk tulang membuatnya menggigil,


" ya Allah, apa yang harus kulakukan, beri hamba petunjukMu, haruskah aku meninggalkan jasad suami hamba yang baru saja meninggal, akankah aku menjadi istri durhaka,"


Ia berusaha menghubungi nomer pak Said, sopir pribadi suaminya, yang sering mengantar jemput kalau ia pergi kuliah,


dan tak lama kemudian panggilan pun terhubung,


" Asalamualaikum pak Said, bisakah saya meminta bantuan bapak, saat oni hanya bapak yang saya harap bisa menolong saya"


" Ada apa nona Aini dan bantuan apa yang anda maksud,"


Dengan sedih Aini menceritakan keadaanya hingga ahirnya pak Said bersedia untuk menjemputnya,

__ADS_1


" Ini mobil siapa pak, bukan milik mas Agas"


" Bukan non, ini pinjam punya teman baik saya, kalau pakai mobil tuan Agas, takut salah karena mama tiri tuan Agas sangat tegas orangnya"


" Jadi, mama Samanta hanya mama tiri mas Agas"


" benar non, setelah tuan Narendra meninggal ia bertengkar terus dengan tuan muda Agas, dia pun pergi entah kemana namun berhasil mengambil salah satu toko perhiasan milik tuan Rendra menjadi atas namanya"


" ya Allah, semoga saja dia disadarkan dan kembali ke jalna yang benar,"


" sebaiknya nona saya antar kerumah tuan, tapi jangan lama lama ambil barang seperlunya saja, dan cepat tinggalkan rumah itu, "


" tapi saya harus kemana pak, ini malam hari"


" tidurlah dirumah saya dulu, besok baru nona pikirkan"


" terimakasih pak, jika tidak ada pak Said entah nasib saya seperti apa"


Malam pun semakin larut, Aini melangkah pergi dari rumah mewah almarhum suaminya setelah mengemasi beberapa pakaian juga barang barang yang penting saja,


Aini memandang sedih foto pernikahan yang terpajang indah diatas ranjang tidur mereka,


"Maafkan aku mas, terimakasih untuk semua yang telah kamu berikan" selamat jalan mas"


Aini melangkah keluar dan meninggalkan rumah dengan segala kemewahanya untuk memulai perjalanan barunya,


******


asalamualaikum,, readers,


mohon maaf bila mana tulisan saya masih berantakan, belum pas, baru belajar, nantikan ebisode berikutnya yah, salam sehat,

__ADS_1


๐Ÿ˜€๐Ÿ˜ƒ๐Ÿ˜„๐Ÿ’ช๐Ÿ’ช๐Ÿ’ชsemangat,,,


TBC


__ADS_2