
" Ibu,, kenapa ibu belum pulang"
Suara parau keluar dari bibir Adrian yang memerah karena suhu tubuhnya yang masih panas, hingga ia kerap mengigau,
Ausky yang masih berbaring di sofa karena tidak tega membiarkan Adrian dalam kondisi sakit dan terbaring sendiri pun melangkah dan duduk di tepi ranjang, ia menempelkan punggung tangannya pada kening Adrian yang mulai basah dengan keringat, ia pun mengambil tissue dan perlahan membersihkan keringatnya,
" Cepat sadar dan sembuh,jika kamu sakit sakitan siapa yang akan menyayangi bayiku nanti, bukannya kamu sudah berjanji akan menyayanginya hah"!!
Ausky hanya bicara sendiri ia kesal namun juga sedih ia juga tidak tega, bagaimanapun juga sikap Adrian selalu baik dan manis kepadanya meskipun ia sendiri selalu kasar jutek dan acuh,
Saat tengah malam Adrian terjaga dengan baju yang basah oleh keringat, ia tersadar dan melihat perlahan kalau itu bukan kamarnya, melainkan kamar istrinya, ia perlahan bangkit dan berjalan menuju sofa dimana sang istri tertidur,
Dengan tubuh yang masih lemas ia berjuang sekuat tenaga memindahkan tubuh sang istri ke ranjang tidurnya, setelah puas memandang wajahnya, juga membenarkan selimutnya Adrian keluar dari kamar itu menuju kamarnya dan mengganti pakaiannya dengan pakaian satpam dengan sekuat tenaga ia berjalan keluar dan meminta sopir mengantarkan ke perusahaan,
" Tuan baru saja pingsan, bagaimana mungkin tetap lembur, kalau tambah parah bagaimana"? tanya Aryo sang sopir keluarga Moreno,
" Aku sudah lebih baik, aku sudah meminum obat, aku hanya akan memastikan perusahaan ayah mertuaku aman bang"
" Apa tuan tidak tertekan dengan semua sikap nona, dan untuk apa anda harus berkorban sejauh ini"
" Aku tidak tau bang, aku sudah bertekad saat aku berjanji di depan penghulu dan saksi itu artinya aku berjanji pada Tuhanku, dan aku takut melanggarnya, jadi aku harus memberikan dan menjalankan kewajibanku sebagai suami, dan aku juga pasrah jika nona akhirnya menceraikan aku nantinya"
" Tuan pria yang baik, semoga Tuhan membukakan pintu hati nona hingga ia menyadari ketulusan hati tuan Adrian"
" Aku tentu saja tidak bisa berharap lebih, aku hanya orang miskin, dan kita udah sampai bang, terimakasih sudah mengantarkan aku, besok pagi aku akan pesan ojek online saja, jika nona tidak bertanya jangan bilang padanya jika aku masuk kerja malam ini"
" Baik tuan, tapi ada baiknya saya jemput, naik ojek tidak cocok untuk orang sakit"
" Saya tidak selemah itu bang, tenang saja"
__ADS_1
Setelahnya Adrian berjalan menuju pos dan terkejut saat menatap ke atas nampak lampu direktur masih menyala, ia pun akhirnya sampai di depan pos, namun ia terkejut saat memasuki ruangan pos, nampak penjaga malam itu tak berdaya bersimbah darah dalma keadaan tangan dan kaki terikat, mulut di lakban wajah lebam,
Dalam kepanikannya ia segera meraih ponselnya dengan tangan gemetar ia segera melaporkan kejadian tersebut pada polisi, sebagai staf penjaga tentu Adrian tau apa yang harus dilakukannya, setelah menghubungi polisi, ia bergegas menuju lift untuk naik ke lantai atas namun sayang lift ternyata tidak berfungsi dan ia pun berlari menaiki tangga darurat berjuang untuk sampai ke atas, meskipun tubuhnya merasa kepayahan namun ia tetap tidak menyerah hingga sampai di depan ruangan direktur utama namun pintunya terkunci dari dalam,
Merasa sudah tidak punya tenaga lagi untuk mendobraknya ia pun berusaha mencari sesuatu untuk membukanya namun hasilnya nihil, dan saat itu justru pintu ruangan pun terbuka dan muncul dua prang pria bertopeng hitam menenteng sebuah ransel yang Adrian yakin itu berkas penting milik perusahaan.
" Tinggalkan berkas berkas itu, kamu pencuri, dan kalian tidak akan bisa pergi dengan selamat dari sini"
" Ha ha ha, nyamuk kecil kamu pikir kami akan takut dengan gertakan mu,kamu yang akan kami habisi sebelum kami pergi"
Bugh,, Bugh,
Tiba tiba seorang dari mereka berdua menyerang Adrian. pertarungan tidak seimbang pun terjadi. Adrian pun babak belur di lantai tak berdaya,sedikit karena tubuhnya yang lemah bahkan luka senjata tajam mengenai dadanya hingga mengeluarkan da*** h yang tidak sedikit,
Samar ia pun mendengar mobil polisi mendekat hingga ia bisa sedikit merasa lega sebelum akhirnya matanya terpejam dan tidak sadarkan diri,
Polisi segera mengepung tempat itu dan baku tembak dengan dua orang penjahat yang mencoba membawa kabur berkas berkas penting perusahaan,
******
Di sebuah clup malam yang mewah khususnya di ruang VIP Jason sudah gelisah ia bahkan hampir menghabiskan dua botol wine untuk menemaninya namun orang yang di tunggunya belum juga datang,
Ia mulai kesal dan marah panggilannya pun tak direspon pesan pesan juga belum,
" Sialan kamu Ray, kamu mengabaikan aku, mau main main dengan aku rupanya, dan semua itu pasti ada kaitannya dengan gadis muda itu, dasar brengsek, akan ku buat gadis itu menyesal mendekati kekasihku,
Jason mencoba bangkit dari duduknya, dan hendak pergi dari ruangan itu, namun saat ia memegang handle pintu saat yang sama pintu pun terdorong dari luar,
Sosok pria tampan dan berwajah dingin itu pun masuk begitu saja dan meletakkan bokongnya dengan kasar ke tempat duduk,dan menyandarkan kepalanya,
__ADS_1
" Mengapa kamu datang terlambat, dan mengabaikan panggilanku"
Tanpa kata Raymon membuang ponselnya yang low bad kesamping kursi yang ia duduki,
" Ada apa kenapa kamu diam saja"
" Aku lelah sekali, hari ini kasus yang harus aku tangani sangat berat, aku belum bisa menyelesaikannya,jangan banyak tanya dulu"?
" Sayang tapi aku merindukan kamu, bisakah malam ini bersamaku"?
" Aku letih sekali Jason, bisakah kau mengerti, "
" Hem, aku akan servis kamu sayang tenang saja,"
" Hah,, kau tak pernah mau mendengarkan aku, kamu selalu egois, aku selalu menuruti semua permintaan kamu, tapi kamu"
Tanpa basa basi lagi Jason menyerang Raymon dengan sentuhan sentuhannya, dan entah apa yang terjadi diantara mereka berdua hanya mereka yang tauπππ
Tengah malam Raymon terbangun dalam keadaan yang berantakan, ia sedih karena hal yang buruk itu tak bisa dihindarinya, ia mengingat Adriana gadis polos dan manis yang sedang dan selalu ada dalam pikirannya,
Dengan langkah gontai Raymon meninggalkan ruangan itu ia menatap nanar sebentar pada sosok pria yang tertidur pulas diatas sofa, ia mendengus kesal dan keluar untuk pulang ke apartemennya,
Malam semakin larut saat ia tiba di apartemennya yang sepi sunyi, ia menyalakan lampu dan masuk ke dalam kamar, tak lupa ia mencharger ponselnya, dan bergegas membersihkan tubuhnya yang lengket bekas bibir Jason yang tak berhenti menyerangnya,
Setelah selesai mandi ia merebahkan tubuhnya di atas ranjang dan menghidupkan ponsel yang kehabisan daya, sebuah senyuman lebar tergambar saat foto seorang gadis manis itu menghiasi layar ponselnya,
" Adriana, ah, mengapa wajahmu terus menggangguku, bahkan aku begitu takut kamu meninggalkan aku jika kamu tau siapa diriku yang sebenarnya, aku rasa aku pria normal karena bisa jatuh cinta padamu, oh Tuhan tolong aku"!! aku merindukan gadis itu, apa yang harus kulakukan "
Hingga larut malam dan malam menjelang pagi Raymon sama sekali tidak terlelap, saat suara adzan subuh berkumandang justru matanya mulai berat dan tertidur,
__ADS_1
*****