
Selama dua hari Aini dirawat di rumah sakit, dan Fahmi tetap menjaganya meskipun sikap Aini datar dan dingin terhadapnya,
Hari itu Aini sudah pulang dari rumah sakit dan ia memutuskan tinggal dulu di rumah Adrian untuk menunggu pengacara almarhum suaminya Agastya, Ramon Sitoga,
" Minumlah susu ini, biar bayi dalam kandunganmu sehat"!!
" Iya, untuk apa kak Fahmi repot mengurusku"?
" Aku tidak repot, aku lakukan ini karena aku merasa harus bertanggung jawab padamu"
" Ya,, andai saja ibuku masih ada, aku tak kan seperti ini"
"Kak Aini,, bukan hanya ibunya kakak yang akan pergi meninggalkan dunia ini, tapi kita hanya menunggu giliran saja bukan"?
Adriana yang melihat sikap Aini pun mencoba menetralisir keadaan, ia tau Aini sangat kecewa pada Fahmi,
Aini hanya terdiam membeku dan membisu,
Sedangkan Fahmi hanya menunduk, ia seperti sedang berhadapan dengan makhluk yang menyeramkan,nyalinya menciut, nafasnya tercekat, mengingat kejadian lima tahun silam,
" Kak, ayolah jangan menolak kebaikan orang lain, minumlah susu buatan kak Fahmi, kasihan bayi kakak butuh nutrisi, apalagi kalau kakak stres dia juga akan mengalaminya di dalam kandungan kakak,"
Fahmi bahkan tidak menyangka Adriana, gadis muda yang baru saja lulus SMA, bisa berkata seperti wanita dewasa,
" Jadi kapan rencanamu kembali ke kota untuk menjenguk suamimu"?
" Mungkin besok, jika hari ini tuan Ramon datang,"
" Baiklah, dan Adriana, sebaiknya kamu juga ikut ke kota, kamu bisa kuliah di kota, aku rasa kamu tidak aman tinggal di sini sendirian"
" Biaya hidup di kota mahal kak, bagaimana nanti aku bisa, bahkan aku tidak mungkin bisa meneruskan pendidikanku ke jenjang berikutnya"
" Aku mengerti, tapi aku ada penawaran untuk kamu, jika kamu mau kamu bisa kuliah dan bekerja, kamu bisa tinggal bersama monica,"
" Hah, serius kak, terus kerja apa"?
" Aku yang akan urus besok, jadi bersiap saja"!
" Dek, kamu bisa juga tinggal dengan kakak nantinya, aku belum tau bagaimana kehidupanku berikutnya, aku butuh teman, kita bisa mengurus yayasan peninggalan almarhum suamiku nanti"
Aini juga berpikir mengajak Adriana ikut dan menemaninya mengurus yayasan amal yang pembangunannya hampir selesai,
" Tawaran Aini juga lebih bagus lagi, kelak ia ada yang membantu karena perutnya nanti juga akan semakin besar dan butuh seseorang"
Ditengah perbincangan mereka tiba tiba saja terdengar kegaduhan di luar pagar bambu rumah Adrian,
" Keluar kalian, jangan mengotori dan mencemari desa ini"!!
" Iya cepat keluar, sebelum kami bakar rumah kamu Adriana"
Suara gaduh saling sahut menyahut terdengar dari halaman, bahkan ada lemparan batu batu kecil dan kayu mengena rumah kayu yang hampir rapuh itu,
" Ada apa ini bapak bapak, juga ibu ibu"?
__ADS_1
Adriana keluar lebih dulu dan heran melihat beberapa warga desa mendatangi rumahnya,
" Hai Adriana, jangan sok polos kamu" kami tidak menyangka di balik kepolosan wajahmu ternyata kamu itu seorang perempuan murahan"!!
" Hah,, apa maksud pak Azam,, saya bingung"
" Kau masih pura pura bodoh, mana pria yang masuk kedalam rumahmu itu" bahkan sudah dua hari ia di rumahmu bukan"
" Usir mereka, usir mereka, mereka telah berzinah di desa kita, seret mereka dan arak keliling kampung"
Teriakan orang orang di luar pun membuat Fahmi geram dan ia pun keluar menemui warga yang berteriak teriak merundung Adriana.
" Kalian salah paham dengan saya, maaf saya datang kesini untuk menjemput adik saya Aini, kenapa kalian menyebar fitnah, Adriana gadis baik baik"
" Halah itu alasan kamu saja, ayo kita arak keliling kampung, dan buka baju kalian berdua"
" Hah, kalian keterlaluan, aku tidak melakukan apapun, dan kalianlah yang akan aku tuntut karena mencemarkan nama baik orang lain"
" Halah udah salah masih bertingkah, ayo paksa dan bawa dia ke kantor kelurahan, setelah itu kita arak saja"
" Hiks,, hiks,, tidak aku tidak seperti itu, lepaskan, lepaskan aku, kalian salah paham"
Aini yang mematung di balik pintu kembali merasakan sakit pada perutnya, namun ia tetap memaksa keluar untuk melihat dan mencoba menolong Adriana dan Fahmi,
" Hentikan bapak ibu, aku sudah melaporkan kejahatan kalian ke polisi, dengan seenaknya kalian menuduh dan memfitnah kami, jika kalian tidak ingin masuk ke dalam sel, kalian bubar"
" Oh, beraninya kamu bersuara di depan kami, bahkan mungkin kau juga sama sama perempuan gak bener, dan kau yang mengajak Adriana menjadi ikutan gak bener hah"
Pria yang di panggil juragan itu mendekati Aini dan tiba tiba mendekatkan wajahnya pada telinga Aini,
" Hahaha,, perempuan ini juga sudah mencoba menggodaku dua hari yang lalu, bukankah artinya kita juga harus membawanya"
PLAK
Tamparan keras dari Fahmi mendarat di wajah pria yang memfitnah Aini, hatinya tersulut emosi melihat ada orang berani menghina Aini,
Fahmi Mencengkeram kerah baju pria tua itu hingga tubuhnya sedikit terangkat,
" Siapa anda berani menghina adik saya hah, apa anda ingin tau siapa saya dan apa yang bisa saya lakukan pada anda pak tua"!!
" Hah, kenapa kalian diam saja habisi pria brengsek ini"!! dan seret wanita wanita ini usir mereka"!!
Pria tua itu rupanya masih mencoba memprovokasi warga dan mencoba melepaskan cengkraman tangan Fahmi,
BUGH
BUGH
Beberapa pria segera menyerang Fahmi membabi buta dengan pukulan juga tendangan, kegaduhan pun tak terelakan lagi, Fahmi di keroyok beberapa orang warga, dan tentu saja ia sedikit kewalahan, meskipun ia jago bela diri namun pertarungan jelas tidak seimbang,
DOR
DOR
__ADS_1
Dentuman suara tembakan menghentikan perkelahian antara Fahmi dan warga desa,
"Angkat tangan kalian, jika tidak kalian akan aku tembak"!!!
Aini memeluk tubuh Adriana yang bergetar hebat ketakutan dan menangis histeris mendengar suara tembakan,
Seorang pria menodongkan senjata api dan menyuruh warga angkat tangan,
Dan tak lama kemudian bunyi sirine mobil polisi mendekati rumah Adriana,
" Bisa dijelaskan apa yang terjadi di sini"??
Seorang polisi bertanya dan mendekati Ramon yang masih terlihat memegang senjata api,
" Mereka merundung klien saya, memfitnah yang bukan bukan tanpa bukti"
" Klien, "maksud anda??
" Nyonya Aini dan nona Adriana adalah klien saya, perkenalkan saya Ramon Sitoga pengacara nyonya Aini,
" Baiklah, karena kebetulan anda seorang pengacara kita bisa selesaikan masalah ini di kantor polisi, warga yang terlibat harus ikut kami dan menjelaskan nanti di kantor polisi"
Mendengar itu wajah wajah mereka langsung panik dan nampak ketakutan,
Aini mendekati Ramon dan segera menyambutnya, sementara warga terpaksa diangkut dengan mobil patroli untuk pemeriksaan,
" Terimakasih om, om datang tepat pada waktunya"
" Ya, untung saja, om akan mengurus masalah ini dan jangan khawatir lagi, dan apa aku tidak salah lihat bukankan dia tuan Fahmi Abraham, dari Abraham Company "?
" Benar tuan Ramon, senang bertemu anda"
" Bagaimana anda bisa berada di sini tuan Fahmi"?
" Ceritanya panjang, akan saya katakan nanti, sebaiknya kita urus dulu masalah ini"
Fahmi dan Ramon pergi meninggalkan rumah Adriana menuju kantor kepolisian setempat,
" Kak,, apa perut kakak sakit lagi"? berbaringlah aku akan buatkan susu hangat dulu"
" Iya, terimakasih dek, aku beruntung bisa mengenalmu, kamu sangat baik, saat tak ada yang peduli padaku,ternyata masih ada orang setulus dan sebaik kamu"
Adriana menyunggingkan senyuman tipis tapi manis, dan berlalu menuju dapur membuatkan susu untuk Aini,
Aini pun membalas senyuman Adriana dan teringat ponsel lamanya saat ia meninggalkan apartemen miliknya belum pernah ia mengaktifkannya, ia pun berjalan dan membuka kopernya, mencoba menghidupkan daya pada ponsel itu,
*****
assalamu'alaikum,,
hai hai 👋👋👋
masih lanjut ya kak ceritanya,, pokoknya buat pembaca emmuuaacchh,, salam sehat dan mohon dukungannya,, 😁😁😁
__ADS_1
TBC