
Setelah menghabiskan waktu untuk mengeluarkan isi hati mereka berdua Adrian mengajak Ausky ke rumah sakit sebelum pulang ke mansion untuk menjenguk wanita paruh baya yang di tolongnya karena menjadi korban tabrak lari,
Ausky dengan manja melingkarkan tanganya pada lengan Adrian karena merasa kesal pada beberapa perawat yang sempat mencuri pandang dan melirik wajah tampan sang suami,
" Kenapa cemberut gitu, gak enak lihatnya"
" Mereka mencuri pandang pada wajah suamiku, dasar perawat centil, gak lihat ada istrinya"
" He he,, biarkan saja aku mana tertarik wanita lain"
" Itu sekarang karena ada aku, coba kalau sendiri pasti mereka deketin kamu"
" Oke, besok aku akan pergi dan keluar dengan masker, kalau perlu pakai topeng"
Ausky makin di buat kesal karena candaan suaminya, ia pun sengaja mencubit pinggangnya hingga sang empu meringis kesakitan,
" Aw,, sakit sayang, kapan dikasih yang enak enak aku selalu saja di kasih yang sakit sakit"
" Baiklah, kalau mau yang enak enak ada syaratnya"
" Apapun syaratnya asal aku bisa"
" Nanti malam ya, kita udah sampai dimana ruanganya, aku hampir lelah"
Adrian pun masuk ke salah sebuah ruangan dan di sana ada perempuan paruh baya yang sedang duduk dan melamun,
" Selamat siang nyonya"
" Ah, iya siang tuan, jangan panggil saya nyonya, panggil bu atau bibi saja"
" Em baiklah bu, ini kenalkan istri saya Ausky Putri"
__ADS_1
" A,, A, Ausky Putri""
Irawati menatap lekat wajah Ausky tanpa berkedip, ingatanya pun sejenak kembali ke masa lalu, saat ia menjual bayi kecilnya 20 tahun silam pada Dewiya Sungkar, karena tergila gila dengan harta, dan lagi ayah bayinya tidak bisa menikahinya karena istrinya yang tidak mau di madu dengan pelayanya sendiri,
" Apa ibu Ira baik baik saja"?
" Iya tuan, maaf, saya sudah boleh pulang hari ini, dan saya hanya punya ini sebagai jaminan biaya yang tuan keluarkan"
" Bu ira tidak usah sungkan kami iklas menolong bu Ira, dan lagi luka ibu Ira hanya luka ringan jadi tidak banyak biaya pengobatan"
" Tapi tolonglah, terima gelang ini sebagai hadiah saja dari ibu buat istri tuan"
" Tapi bu,,
" Tidak enak menolak pemberian orangorang sayang ayo terima saja"
Mau tak mau Ausky menerima gelang permata biru safir itu dari wanita yang baru di kenalnya,
" Ibu tinggal di rumah kecil ibu gak yakin kalian mau masuk ke rumah ibu"
" Tidak apa, kami akan antarkan ibu pulang"
Adrian menggandeng tangan istrinya namun tetap memapah tubuh rapuh Irawati yang baru saja sembuh mereka pun mengantarkan Irawati sampai rumahnya,
Rumah kecil hanya berukuran 6 meter hanya ada satu kamar dan dapur kecil kamar mandi di belakang rumah,
" Bu apa pekerjaan ibu sehari hari, bagaimana kehidupan ibu selama ini" dan gelang yang di pakai istriku itu bukan gelang biasa, seharusnya bisa ibu pakai untuk keperluan ibu bila mendesak"
" Ibu bekerja di warung makan di seberang jalan sana, membantu mengupas sayuran juga mencuci piring"
" Apa ibu ada keluarga lain, anak atau suami"?
__ADS_1
" Ibu tidak bersuami, tapi karena kesalahan ibu pernah melahirkan, dan bayi ibu perempuan, pasti ia saat ini seumuran dengan istri tuan"
" O ya, dimana dia bu, siapa tau kita bisa jadi saudara kan"?
Ausky melotot tak percaya pada suaminya, yang menanyakan keberadaan putri ibu itu,
"Sayang, jangan salah paham dong,
" Hemm,, hemm,, putri ibu entah dimana, hiks,, hiks,,
" Kok ibu malah nangis, maksud saya kalau ada anak mengpaa ibu hidup sendiri"?
" Waktu itu ayah bayi ibu tidak bisa menikahi ibu, jadi putri ibu terpaksa ibu berikan pada orang, namun ibu percaya orang itu keluarga kaya pasti putri ibu tidak kekurangan apapun"
" Oh, begitu ya bu, maaf saya tidak bermaksud mengorek luka lama ibu, kami akan segera pulang jika ibu butuh bantuan saya ibu bisa hubungi saya, ini kartu nama saya, ibu bisa kapan saja menghubungi saya atau istri saya, ini kartu nama istri saya"
" Terimakasih tuan, hiks,, hiks,, nona tentu sangat bahagia punya suami sebaik tuan, ibu berdoa semoga kalian berdua selalu bahagia dan melahirkan dengan lancar,"
"Terimakasih doa ibu, kami sama sama kehilangan ibu sejak kecil jadi kami akan menganggap ibu Ira sebagai ibu kami, kami permisi"
Ira pun tidak kuasa lagi menahan perasaanya dan dengan linangan air mata ia memeluk Ausky dan Adrian sebelum mereka pergi dari rumah kecil itu,
(๐๐ถ๐ต๐ณ๐ช๐ฌ๐ถ, ๐ข๐ฌ๐ถ ๐บ๐ข๐ฌ๐ช๐ฏ ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ถ ๐ฑ๐ถ๐ต๐ณ๐ช๐ฌ๐ถ ๐ฃ๐ข๐บ๐ช ๐ฌ๐ฆ๐ค๐ช๐ญ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฌ๐ถ๐ต๐ถ๐ฌ๐ข๐ณ ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ถ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฌ๐ฆ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข ๐ฏ๐บ๐ฐ๐ฏ๐บ๐ข ๐๐ฆ๐ธ๐ช๐บ๐ข,๐๐ถ๐ด๐ฌ๐บ ๐ฎ๐ข๐ข๐ง๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ช๐ฃ๐ถ ๐ฏ๐ข๐ฌ, ๐ช๐ฃ๐ถ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฎ๐ข๐ฌ๐ด๐ถ๐ฅ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ซ๐ถ๐ข๐ญ ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ถ, ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ช๐ฃ๐ถ ๐ญ๐ข๐ฌ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ฆ๐ฎ๐ช ๐ฌ๐ฆ๐ฃ๐ข๐ช๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ฆ๐ฃ๐ข๐ฉ๐ข๐จ๐ช๐ข๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ถ ๐ฏ๐ข๐ฌ, ๐ซ๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ค๐ช ๐ช๐ฃ๐ถ ๐ฃ๐ช๐ญ๐ข ๐ด๐ข๐ข๐ต๐ฏ๐บ๐ข ๐ฏ๐ข๐ฏ๐ต๐ช ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ถ ๐ต๐ข๐ถ ๐ฌ๐ข๐ญ๐ข๐ถ ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ธ๐ข๐ฏ๐ช๐ต๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ฆ๐ญ๐ข๐ฉ๐ช๐ณ๐ฌ๐ข๐ฏ๐ฎ๐ถ ๐ฉ๐ช๐ฌ๐ด,, ๐ฉ๐ช๐ฌ๐ด๐ด, ๐ข๐ฎ๐ฑ๐ถ๐ฏ๐ช ๐ข๐ฌ๐ถ ๐๐ถ๐ฉ๐ข๐ฏ,๐ช๐ซ๐ช๐ฏ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ข๐ฌ๐ถ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ช๐ฏ๐จ๐ช๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฆ๐ญ๐ถ๐ฌ ๐ฑ๐ถ๐ต๐ณ๐ช๐ฌ๐ถ ๐ญ๐ข๐จ๐ช, ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ช๐ฏ๐ฅ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ๐บ๐ข)
*****
Happy Reading sayangโคโฃ๐๐๐๐๐๐๐
Salam sehat, semangat buat pembaca, mohon dukunganya
Love you moreeeeeee๐ฅฐ๐๐ฅฐ
__ADS_1
TBC