Janda Pilihan Mama

Janda Pilihan Mama
Romansa


__ADS_3

Dikamar mewah sebuah apartemen, Moreno yang lelah dan pusing berdebat dengan putrinya akhirnya menghubungi Bella dan mengajaknya menginap di apartemen yang di belinya tanpa sepengetahuan putrinya,


"Bella,, ah kamu nikmat sekali,rasanya aku tak ingin mengakhirinya, aku mau lagi, bahkan setiap hari rasanya tubuhmu bikin aku ketagihan dan bagai candu"


Moreno menggulingkan tubuhnya kesamping tubuh Bella, dan masih memeluknya, menghirup udara sepuasnya dan mengatur nafasnya yang bagai sehabis berlari jauh,


" Aku letih tuan, berhentilah,ini sudah dua jam, besok aku harus bekerja, tak ada lelah lelahnya sih,, aku mau mandi badanku sudah lengket semua"


GREPP


Moreno justru menangkap tubuh langsing Bella saat ia hendak turun dari ranjang, dan posisi Bella kini justru di atas tubuh pria yang bisa di bilang tidak muda lagi, namun masih sangat perkasa diatas ranjang, bahkan badanya pun masih bugar dan vit,


" Ahhhh


Lagi lagi Reno memulai dan mengulang kegiatan panas yang kesekian kalinya, namun kini Bella yang mendominasi permainan, tangan Moreno melingkar di pinggang ramping Bella dan seolah ikut memberikan dorongan pada Bella untuk terus menghentakkan pinggulnya,setelah bermandi keringat saling mengejar kenikmatan surga duniawi, keduanya pun terlelap begitu saja, karena sudah sangat kelelahan,sesaat setelah pelepasan terakhirnya,


Pagi pun tiba, suasana dingin masih menyelimuti tubuh polos kedua insan berbeda generasi itu hingga mereka tetap terbuai di alam mimpi, namun suara suara dari perut Bella akhirnya membangunkan keduanya, dengan berat keduanya mulai membuka mata dan Bella tersenyum kikuk mendapati kepalanya justru berada di ceruk leher Moreno,pria dewasa yang awalnya terpaksa ia layani karena butuh uang untuk biaya sekolah adiknya,namun setelah mengenal lebih jauh Bella pun merasa nyaman melakukanya dengan pria yang umurnya terpaut jauh dengannya,


" Kenapa dengan pipimu, hah apa kamu malu sudah tidur di dalam pelukanku"?apa kamu masih mau nambah lagi tapi malu mengatakannya"?


" Em,, ini,, ini pertama kalinya, saya tidur bersama pria"


" Nyaman kah??


" Ih apaan sih"


Bella semakin malu dan bergerak ingin bangun dari ranjang dan membersihkan diri,


" Kenapa buru buru, mau kemana, aku sudah memesan makanan kita akan sarapan berdua"


" Aku mau mandi dan bekerja, aku masuk jam 9,00,aku harus bersiap tuan"


" Tidak ada, mulai sekarang kamu berhenti kerja di cafe itu"


" Apa maksud tuan, berhenti kerja, aku tidak bisa tuan, aku akan bersi,,,


" emmhh


Belum sempat Bella mengakhiri kata katanya, bibirnya sudah di bungkam oleh bibir Moreno, ci*** n yang rakus dan yang sepersekian detik mampu melemahkan pertahanan, Bella,


" Hah,, hah,, hah,, tuan kau ini keterlaluan"

__ADS_1


" Itu hukuman kalau kamu tidak menuruti kata kataku, mulai sekarang kamu hanya bekerja untukku, tinggal di apartemen ini dan menyambut aku, memberi pelukan hangat saat aku pulang dan lelah"


" Huft


" Jangan kesal, ayo aku gendong ke kamar mandi kita mandi berdua,dan gosok punggungku"


" Dasar mesum, emang kuat tuan mau gendong aku, gak takut encok,,


" Kamu berani meremehkan aku, itu berarti hukuman kamu tambah satu"


Moreno mengerlingkan satu bola matanya dan menggendong tubuh langsing Bella hingga masuk ke dalam kamar mandi,


( kelanjutannya mandi berdua di kamar mandi di pikir sendiri ya guys 😏😄😄)


*****


Seminggu pun berlalu kini Moreno tidak lagi pulang ke mansion utama, ia memilih pulang ke apartemen dan menghabiskan waktu bersama Bella, karena hanya Bella yang bisa membuatnya nyaman, apalagi di mansion ia akan terus mendapat tekanan dan kemarahan dari putrinya yang terus menyalahkan karena harus menikah dengan pria dari desa,


Namun setiap hari Moreno tetap masih mendapat kabar tentang putrinya melalui Adrian yang kini juga berkerja di perusahaan miliknya,


" Pak Adrian dipanggil tuan Reno ke ruangannya"


" Baik mbak Susi saya segera kesana"


Susi Sekretaris Moreno dengan centil membenahi dasi Adrian yang berantakan, Adrian tidak bisa menolak namun ia sengaja membuang arah pandanganya saat merasa wajah Susi sangat dekat dengan wajahnya,


" Sudah pak, silahkan"


Akhirnya Adrian merasa lega, wanita cantik yang berpakaian kurang bahan itu pun berlalu, dengan kerlingan matanya yang menurutnya genit,


"Ada apa tuan memanggil saya"


" Bagaimana kabar istrimu, dan berapa kali aku bilang jangan panggil tuan,aku ayah mertuamu"


" Maaf, tapi ini kantor, saya tidak enak jika ada yang mendengarnya"


" Apa peduliku pada mereka, aku rasa kini saatnya kamu harus fokus membantu memajukan perusahaan, belajarlah lebih banyak dengan Bastian, aku mulai lelah dan haris ada yang meneruskan memimpin perusahaan ini"


" Maksud tu,, eh bapak, a- apa, dan maaf saya akan memanggil tuan dengan sebutan bapak, jika diijinkan, karena itu juga sebutan untuk bapak saya dulu"


" Huh,, aku keberatan tapi jika kamu ingin dan nyaman terserah saja, lalu dimana bapak kamu sekarang, apa ada di desa,? jika ia ada di desa ajak kemari untuk bertemu besannya bukan"

__ADS_1


" Maaf pak, menurut cerita bibi yang merawat aku dan adikku, ibuku meninggalkan bapak saat kami kecil,aku belum sempat mengenal bapak kandungku"


" Lalu sekarang ibumu dimana,jika masih ada di desa jemput dia biar kalian bisa berkumpul di sini"?


" Menurut cerita bibi yang merawat kami, ibu pergi bekerja ke luar negeri untuk menghidupi kami, namun dua tahun berlalu ibu tidak ada kabar jadi bibi meninggalkan dan menyerahkan kami ke panti asuhan, namun sayang, panti asuhan itu mengalami kebakaran dan kami di pungut jadi anak angkat seorang ibu yang tidak punya keluarga,"


" Kisah hidupmu sedih sekali son, berarti ibu angkat kamu saja bawa kemari"!!


" Beliau sudah meninggal dunia setahun yang lalu"


" Ya tuhan, berarti kamu hanya punya adikmu sekarang, jika begitu jemput dia, biar dia menyelesaikan pendidikannya disini, aku akan menanggung biayanya"


" Jangan pak" saya tidak bisa memanfaatkan status saya, adik saya memang akan menetap di kota ini, tapi ia akan tinggal di panti asuhan milik almarhum suami nona Aini, ia akan bekerja di sana sambil kuliah"


" Kamu itu menantuku, jangan sungkan padaku, dan mulai saat ini kamu harus belajar menggantikan posisiku, aku sudah tua dan lelah, sedangkan putriku sudah jadi pembangkang, dia menghabiskan banyak uang mendirikan perusahaan untuk kekasihnya, dan kini pria itu koma tidak berguna, akhirnya ia sendiri yang repot mengurus perusahaan itu"


" Saya bersedia melakukan pekerjaan apa saja pak, tapi tidak untuk menggantikan posisi bapak"


" Aku tidak suka penolakan, siang ini sebelum makan siang ada meeting dengan klien dari kota A, pelajari ini dan kamu yang akan mempresentasikannya,"


" Pak, maaf, aku takut gagal,jangan saya, masih banyak yang pandai dan handal, di perusahaan ini, mengapa harus saya yang bodoh,"?


" Karena hanya kamu yang aku harapkan, dan aku memberimu kesempatan untuk belajar hingga suatu saat nanti kamu bisa jadi orang yang sukses,tidak direndahkan lagi oleh istrimu"


Adrian hanya terdiam membeku, ia merasa gugup dan tidak yakin, bagai ketiban durian runtuh, siang itu ia mendapat kepercayaan dari sang mertua,


Moreno menyuruh Susi untuk membantu dan mempersiapkan Adrian di tengah acara meeting nantinya, tentu saja Susi wanita sexy itu sangat girang,


" Ah,, pak Adrian yang tampan, akhirnya ada kesempatan untuk dekat dengan dia, ya tuhan, aku seperti melayang saat didekatnya, wajahnya bag oppa dari korea, oh got,,aku tidak sabar ingin bermain main dengan dia, bentuk tubuhnya menggoda iman, ah,,aku yakin dia pria perkasa diatas ranjang"


Pyar


" Apa yang kau lakukan, lihat kemejaku kotor dan basah, bukankah akan ada meeting penting siang ini, huh"


" Ma-- ma af pak, tidak sengaja, saya akan mengganti kemeja pak Adrian tunggulah di sini sebentar"


Susi yang sedang bermonolog tentang Adrian tidak sadar berjalan menunduk dengan jus segar yang memang rencananya akan ia berikan pada Adrian, namun sebelum sampai ke ruangan Adrian, ia justru bertabrakan dengan pria itu hingga kemeja Adrian kotor dan basah oleh orange jus tersebut,


*****


𝘏𝘢𝘱𝘱𝘺 𝘳𝘦𝘢𝘥𝘪𝘯𝘨😍😍😍

__ADS_1


𝘛𝘉𝘊


__ADS_2