
Dalam kepanikan Abi melihat sang istri di bawah ancaman pistol yang mengarah pada kepalanya Ausky justru makin menempel pada tubuh Abi seperti ulat,
" Tembak, tembak aku wahai penjahat,aku hidup karena Allah dan aku mati juga karena Allah, tapi jangan pernah membawaku atau menyentuhku"
Monica makin geram dengan aksi penjahat itu dengan kemampuan yang dia miliki ia segera bergerak cepat memberi tendangan maut pada pria besar yang sedang mengancam Aini,ia menyerang dengan gerakan cepat, dan Aini pun berlari keluar untuk mencari bantuan namun sayangnya pria perampok lainya menangkapnya kembali, dan membawa tubuhnya seperti karung beras memasukkannya kedalam mobil,
Abi dan Bima serta yang lain segera membantu Monica melawan tiga pria bersenjata pistol itu,tembakan beberapa kali terdengar di ruangan itu namun untungnya pengunjung cafe semua sudah berhasil melarikan diri saat mereka terlibat perkelahian,
Di dalam mobil Aini memukul mukul kaca jendela dengan frustasi, dan pria itu sudah siap memegang kemudi namun sebelumnya ia menutup mulut dan hidung Aini dengan sapu tangan yang sudah ada obat biusnya hingga Aini terkulai tak berdaya,di depan mobil mendadak Ausky muncul, ia melempar senyum sinis pada pria perampok itu,
" Turunlah tuan aku ingin bernegosiasi sebentar padamu, aku punya banyak uang untukmu"
Pria itu turun dari kursi kemudi, dan mendekati Ausky,
" Apa kamu juga mau ikut nona, hah benar benar rejeki kami jika itu maumu"
" Di cek Ini ada uang dua ratus juta kau ambil dan bawa pergi jauh wanita itu jangan sampai ia kembali kesini, dia wanita yang merebut kekasihku, ayo cepat lakukan perintahku, dan ingat kalau sampai dia kembali dan kamu bocorkan rahasiaku aku sudah mencatat no plat mobilmu, aku bisa membuatmu masuk penjara, cepat pergi temanmu sudah kalah"
" Baiklah"
Pria penjahat itu menerima lembaran cek dari Ausky dan pergi meninggalkan halaman parkir cafe milik Bima,
Saat Monica, Abi dan Bima keluar memanggil nama Aini saat itu justru mereka melihat Ausky merintih berpura pura kesakitan di lantai halaman parkir,
" Dimana istriku, Sky dimana Aini,"
" Maafkan aku Bi, aku,, aku tidak bisa mencegahnya, istrimu di bawa pergi oleh" hiks hiks"aku di dorong penjahat itu saat ingin menolongnya"
" Ya tuhan, aku harus mencari kemana,"
" Kearah mana mobil yang membawanya pergi"Monica dengan polosnya bertanya pada Ausky
" Ke ke selatan"( ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ต๐ข๐ฌ ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ฆ๐ฎ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐จ๐ข๐ฅ๐ช๐ด ๐ญ๐ช๐ข๐ณ) Ausky mengumpat dalam hati, dan ia sedang berbohong, karena sebenarnya penjahat itu membawa Aini ke arah utara,
Tanpa memperdulikan Abi yang justru memperhatikan Ausky,. Monica masuk kedalam mobilnya dan berpikir mengejar penjahat yang membawa Aini,
Di dalam mobil ia memasang earphone untuk menghubungi Fahmi agar mencari bantuan,
" Kau pulanglah naik taxi aku akan membuat laporan ke kantor polisi"
" Tapi kakiku sakit sekali ahh,, "
" " Kalau begitu aku akan membawamu ke rumah sakit setelah dari kantor polisi"
Abi pun menggendong tubuh Ausky masuk kedalam mobilnya,dengan pikiran kacau dan wajah yang terlihat pucat Abi melajukan mobilnya menuju kantor polisi, dalam hatinya ia diselimuti rasa cemas yang sangat dalam baru kini ia sadar kalau ia bukanlah suami yang baik dia merasa bodoh dan tidak bisa menjaga satu orang istri saja, belum lagi saat ia harus menghadapi kemarahan mamanya,
Di tempat lain Aini mulai membuka matanya, ia terkejut karena tidak bisa menggerakkan tangan dan kakinya, dan rupanya tangan dan kakinya terikat kuat dengan sebuah kursi di dalam ruangan yang gelap dan dingin,
" Tolong,,,,,, tolong,,,, apakah ada orang di luar, tolong lepaskan aku"
__ADS_1
Tidak lama kemudian teriakan demi teriakan yang menggema di ruangan itu membangunkan tidur seseorang dan membuatnya mendobrak pintu dengan kasar.
BRAK
" Dasar gadis brengsek, hari belum terang dan kau berisik sekali.berani mengganggu tidurku hah, apa kau sudah bosan hidup"
" Aa,,apa salahku kenapa kau lakukan ini padaku tuan, biarkan aku kembali ke rumahku, jika uang yang kau inginkan aku akan memberikanmu"
" Diam,! !! kau adalah aset berharga, dan seseorang akan membeli tubuhmu dengan harga yang sangat mahal,aku tidak tergiur dengan uangmu yang tidak seberapa"
" Ya Allah, jadi kamu salah satu dari komplotan penjahat yang memperjual belikan manusia"
" Jangan banyak bicara aku mau tidur lagi,"
" Eh tunggu tuan aku mau ke kamar mandi, apa aku harus buang kotoran di sini"
" Hah dasar wanita brengsek, merepotkan sekali,"awas kalau berani kabur"
Pria besar yang menjaga Aini melepas ikatan tali pada kaki Aini, namun tangannya tidak di lepaskan hingga Aini masih memprotes,
" Bagaimana aku membersihkan kotoranku jika tanganku masih kau ikat,'
Pria itu melepas ikatan tangan Aini dan menariknya menuju kamar mandi dengan kasar dan segera mendorong tubuhnya hingga Aini tersungkur di lantai kamar mandi, takut tawanan melarikan diri pria itu menjaga Aini di depan pintu,
Namun tidak lama kemudian ponsel pria itu berdering,
" Halo, ada apa tuan"
" Baik bos, aku segera berangkat, "
Tok
Tok
Tok
" Keluar kau,, kita akan segera pergi"
Hening tiada suara,
" Nona apakah kau sudah tuli"ayo keluar atau aku dobrak pintunya.
" I,, i,, ya tunggu, perutku masih sakit"
Di dalam Aini sedang mencoba menjebol closet duduk yang hampir rusak, ia berpikir akan melawan pria besar itu sebisanya dengan benda itu,dia berpikir lebih baik mati jika itu takdirnya dari pada harus di jual ke luar negeri, belum ada kata kalah bila belum mencobanya, ia mengumpulkan keberanian sedikit demi sedikit,
" Sepertinya kuncinya rusak tuan aku tidak bisa membukanya, cobalah mencari sesuatu untuk membukanya atau kau dobrak saja"
" Brengsek, minggir kau"
__ADS_1
DUG
DUG
DUG
Akhirnya dengan tiga kali tendangan pintu pun rusak dan hampir roboh mengenai tubuh Aini, dan bersamaan dengan itu Aini memukul pria berbadan besar itu dengan potongan closet yang rusak itu sekuat tenaganya di bagian tengkuknya, dan sesaat pria itu mengerang kesakitan dan sedikit terhuyung,
Aini tidak menyiakan kesempatan itu ia pun berlari dengan cepat tanpa tujuan menembus gelapnya malam bahkan ia juga tidak memakai sepatunya,
" Berhenti kau, aku akan menangkap dan membunuhmu wanita brengsek"
Aini terus berlari tak tentu arah karena ia tau pria itu semakin dekat dengan jaraknya,masih beruntung pria itu perutnya buncit hingga ia masih kesulitan berlari, namun harapan terbit karena samar samar ia mendengar suara adzan subuh berkumandang dari sebuah masjid di sebuah perkampungan kecil,
Ia pun berlari dengan kaki yang mulai pincang dengan luka luka di bagian telapaknya, ia bernafas tersengal sengal dan berteriak minta tolong .
" Tolong,, tolong,, tolong,, saya di culik dan hendak dijual, tolonglah saya,,
Sekelompok pria yang ingin pergi ke masjid menoleh ke belakang dan berhamburan ke arah Aini yang sudah terjatuh pingsan di tanah, dan pria besar itu pun hampir menyeret tubuhnya saat para pria yang hendak ke masjid itu tiba,
" Hentikan"ujar seorang pria yang masih muda dan gagah,
" Ini bukan urusan kalian gadis ini istriku, aku berhak membawanya"
" Siapapun dia, kita tidak perduli, tapi melihat kondisinya dia butuh pertolongan, ikut kami ke balai warga karena kami yakin anda bukan orang baik,
" Benar gadis ini berteriak minta tolong karena diculik dan hendak dijual"ujar pria yang lain,
DOR,,
DOR
DOR
Suara tembakan memecah kesunyian pagi itu, dan dari kejauhan tampaklah beberapa warga berlarian ke asal suara,
Aini kini berada dalam ancaman senjata api milik pria penjahat tersebut,
" Jika kalian mendekat, gadis ini akan binasa di tanganku"
Pria penjahat itu menyeringai tajam kepada semua orang yang sudah mengelilinginya,
*****
Assalamu'alaikum
๐๐๐๐ hai hai hai
salam sehat semangat baca,
__ADS_1
jangan lupa jempolnya di gerakan sedikit saja,, dan penulis ๐๐โคberterimakasih
TBC