Janda Pilihan Mama

Janda Pilihan Mama
Seperti apa jatuh cinta


__ADS_3

Mobil yang di kendarai Bima pun akhirnya tiba di rumah milik Fahmi, satpam pun membuka gerbang dan membantu Bima membawa tubuh kekar sang bos, Monica menyuruh mereka membawa Fahmi di kamar bawah agar lebih mudah,


" Aini, gadis kecilku, maafkan aku, aku mencintaimu Ni,aku ter- lam- bat, me- nya- dari,, A- ini"


Bima terperanjat mendengar racauan dari mulut pria yang baru saja di baringkanya di atas ranjang,


"๐˜ˆ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช ,,๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฌ๐˜ช๐˜ฏ ๐˜ˆ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฅ ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ˆ๐˜ฃ๐˜ช,


" Om duduk dulu bibi sudah membuatkan kopi untuk om di meja,


" Baik terima kasih, jadi repot,


"๐˜‰๐˜ช๐˜ด๐˜ข ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ต ๐˜ซ๐˜ถ๐˜จ๐˜ข ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข๐˜ต๐˜ข, ๐˜จ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ช๐˜ด ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช,


Bima melangkah keluar dari kamar itu sementara Monica membuka sepatu om nya, membuka kemejanya, juga menyeka wajah juga dadanya yang kotor oleh minuman beralkohol, setelahnya ia keluar menemui Bima,


" Kasih no rekening om saya akan mengganri uang yang tadi buat ganti rugi"


" Aku bilang tidak usah, simpan uangmu untuk kebutuhan kamu, kamu belum bekerja kan,


" Tapi itu tanggung jawabku om"


" Sudah jangan di bahas lagi, kedepan jangan di ulangi, selesaikan masalah dengan hati yang dingin, tidak semua masalah bisa selesai dengan uang,


Monica hanya diam tanpa expresi, sebagai gadis yang baru lulus SMA,pikiranya memang belum dewasa dan Bima memahami hal itu,


" Apa om kamu menyukai seorang wanita dan patah hati, tadi dia tidak sadar memanggil nama wanita dan mengatakan dia mencintai wanita tersebut?


" Emm,, sepertinya, dan tolong jangan diingat,


" Orang mabuk akan bicara jujur dari dalam hatinya, dan maaf apakah Aini yang dimaksud adalah istri Abizard?


" emm, anu itu,, tentu bukan dan lupakan,


" Baik ini sudah malam aku akan pulang,terimakasih untuk kopinya,dan jika diijinkan aku ingin punya nomor ponselmu,


" Untuk apa om,,


" Ya untuk pertemanan saja, kapan kapan aku akan mengundangmu ke acara launching cafe om yang baru buka,


" Emm, baiklah,


Monica menerima sodoran handphon milik Bima dan menyimpan nomornya di handphone pria itu,


Bima pun berdiri dan melangkah menuju pintu untuk keluar, namun hal yang tak terduga terjadi begitu saja, saat Monica yang sedang berbalik badan untuk masuk, rambutnya yang tergerai panjang justru nyangkut di kancing kemeja Bima, karena saat itu ia masih membelakangi pintu dan sedang menatap punggung gadis itu,


" Awh,,


" Ah maaf, tunggu sebentar aku akan melepaskan rambutmu dari kancing bajuku, mendekatlah,


Mau tak mau Monic berjalan mundur makin mendekat ke tubuh Bima, hingga pria itu menelan salifa melihat lehernya yang putih dan aroma segar dari rambutnya,


" Selesai, maafkan aku, aku tidak sengaja,


Bima masih memegang rambut indah milik Monic saat gadis itu berbalik dan menatap wajahnya dari dekat,


" Om, rambutku,,


" Ah iya,, aku pulang, maaf,, selamat malam"


Bima pun melangkah gontai menuju mobilnya, jika ditanya hatinya masih ingin dekat dengan gadis itu, tapi jika di tanya logikanya gadis itu baru lulus SMA, dan masih sangat muda untuk dia dekati, namun ia sendiri bingung dengan perasaanya, semudah itu tertarik pada seorang gadis,



Setelah mendapatkan kejutan dari Reno yang menyatakan jika dirinya dan sang kakak Adrian adalah putra kandung dari Moreno Sungkar justru wajah gadis manis yang selalu ceria itu kini menjadi murung, ia terus merindukan sang bunda dan bertanya dalam hati dimana ibunya berada,



" Sudah dek, jangan murung terus kita berdoa semoga mama baik baik saja dimanapun dia berada"

__ADS_1



"Aku belum sempat mengingat wajah mama kak,di foto itu mama masih muda, tapi kita akan mencari kemana?



Adrian yang memang sangat menyayangi adiknya dari kecil sampai sekarang pun memberi pelukan hangat dan mengelus kepalanya dengan lembut,



" Jika takdir kita tidak bertemu mama, paling tidak kita masih bertemu dengan papa, kita harus bersyukur bukan!!



" Papa sudah menemukan mama kalian,



Dari luar kamar suara Reno pun menggema mengejutkan mereka,



" Papa,,,



Adrian dan Adriana menyebut papanya bersamaan,



" Dimana mama kenapa tidak papa bawa pulang, hiks, hiks,, apakah ini mimpi, aku bertemu dengan kedua orang tua kandungku,



" Sayang kamu tidak bermimpi nak, ini papa kamu, tapi papa belum bisa membawa pulang mama kalian, bahkan papa belum mengatakan jika kalian berdua sudah bersama papa,




" Dek, sabar, sebaiknya dengarkan dulu penjelasan dari papa,



Reno pun menceritakan pertemuanya dengan Yunita di rumah Kayla, Reno juga menceritakan alasan Yunita meninggalkan putra putri mereka,



" Maafkan papa yang tidak bisa mengurus keluarga papa, bahkan saat mama kalian pergi papa juga tidak tau jika mama mengandung Adriana,



Mereka pun berpelukan bertiga, Reno sangat bahagia begitu juga dengan Adrian dan Adriana, dan tanpa mereka sadari dari blaik pintu Ausky tengah berdiri dan menatap haru pada ayah dan anak tersebut,



" Sayang, kemarilah mengapa hanya berdiri di situ,



" Aku tidak ingin mengganggu kebahagiaan kalian bang"



" Dan kebahagian kita belum lengkap tanpa kamu, kita keluarga, kita jangan berpisah lagi,



Ausky pun mendekati mereka dan memeluk sang daddy dilengan kanan, sedangkan Adriana di lengan kiri,

__ADS_1



" Kalian putra putri papa, dan semoga kita segera bertemu dengan saudari perempuan kalian,



" Amin, amin,



" Sekarang waktunya kita beristirahat, besok papa akan mengatur jadwal untuk kita bisa bertemu dengan mama kalian,



" Rasanya aku tidak akan bisa tidur, aku ingin menunggu pagi agar bisa cepat bertemu dengan mama,



" Tidak begitu juga sweety, bisa sakit jika kamu tidak tidur, ayo tidur di kamar papa, dari kamu bayi papa belum pernah tidur dengan putri papa, papa takut sebentar lagi ada yang meminang dan membawamu pergi,dan mulai sekarang papa ingin bisa lebih dekat dengan putri papa,



" Daddy,



\*Sayang, kamu jangan cemburu, kamu wajib tidur dengan suami kamu, bukan dengan daddy lagi,



Akhirnya tawa riang keluar dari mulut mereka, dan mereka pun masuk ke kamar masing masing,



Di kamar Reno


" Apa putri papa sudah punya pacar?


DEG,


" Eh kok papa tanya begituan,apa gak boleh pacaran ya pah,


" Jawab saja, jika iya siapa pria itu, papa harus yakin putri papa tidak di buat main main,


Adrana terdiam dan menghela nafas perlahan, sebelum jujur pada sang papa,


" Udah di tembak pa, tapi aku masih belum yakin dengan rasaku ini apa, belum pernah juga jatuh cinta itu seperti apa rasanya,


" Hahaha,, polos banget putri papa, papa cuma mau mengingatkan hati hati dan pandailah memilih teman pria papa takut kamu salah dalam menilai seorang pria,


Adriana hanya terus mendengarkan petuah dari sang papa hingga lama lama matanya terasa berat dan tertidur pulas di ranjang mewah milik sang papa, sedangkan Reno membelai wajah putrinya hingga kelopak matanya mulai berkaca,membayangkan penderitaan mereka saat kecil jauh dari kedua orang tuanya, bahkan harus tinggal di panti asuhan,


Ia menyelimuti tubuh sang putri, dan mencium keningnya, untuk kemudian memilih tidur di atas sofa bed,




HAPPY Reading๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ



Salam sehat ayangku semuanya,



see you


__ADS_1


TBC


__ADS_2