Janda Pilihan Mama

Janda Pilihan Mama
Jadi tukang becak


__ADS_3

Aini terlihat sangat antusias setelah makan siang yang terlambat itu Abi mengajaknya berjalan jalan ke Marlboro, senyuman terus tersungging manis,sinar matanya berbinar indah, meskipun ia hanya membeli barang barang yang sangat sederhana menurut Abi, namun begitu saja Aini sudah sangat terlihat bahagia.


Abi juga tidak melepaskan genggaman tangannya pada istri kecilnya itu, hingga terkesan romantis bagi siapa saja yang memandangnya.


" Kamu antusias sekali, keringatmu ck,, "


Abi mengambil tissue dari tas pinggangnya dan membersihkan keringat di dahi Aini. ia juga merapikan rambut Aini yang sudah bercampur keringat,


" Terimakasih kak, apa kakak belum capek"?


" Mau kemanapun aku siap mengantarkan asal kamu hari ini senang"aku masih kuat"


" Besok saja, kita kembali ke hotel aku lihat kakak lelah,tapi aku ingin berkeliling dulu naik becak, apa kakak tidak keberatan"


" Kenapa keberatan, ayolah pilih becak yang ingin kamu tumpangi" kita bisa berkeliling kemanapun"


Aini pun berjalan mendekati bapak tua yang sedang menunggu penumpang, tubuhnya kurus, pakaian sederhana hanya mengenakan kaos pendek bergambar merk sabun, celana komprang dibawah lutut.ia juga mengalungkan handuk kecil dilehernya, tak lupa caping yang hampir usang menutupi kepalanya.


Aini sesaat termenung dan melihat sosok bapak tukang becak itu ia pun mengingat sosok ayahnya, yang dulu memang hanya tukang becak,


" Selamat siang bapak, saya ingin keliling naik becak bapak"


" Eh,, iya siang nona dan aden, boleh mau dibawa jalan kemana non dan aden"


" Nini,, apa kamu tega kita berdua naik becak bapak, kasihan bapak sudah terlihat tua dan lelah"


" Itu pekerjaan saya sehari hari den, sudah biasa, tua tua begini saya masih roso den kalau hanya bawa aden dan non jangan sungkan"


" Begini saja pak, saya sewa becak bapak, nanti saya yang akan mengayuh becak ini untuk istri saya"


Abi membuka tas pinggangnya mengeluarkan lima lembar uang seratusan ribu dan diberikan kepada bapak tukang becak tersebut.


" Ini buat sewa becaknya, dan saya titip belanjaan istri saya disini bisa kan pak"

__ADS_1


" Wah, ini uang sewanya kebanyakan den, ini saya ambil satu lembar saja, dan jangan khawatir saya akan jaga barang aden"


" Anggap ini rejeki bapak hari ini, terimalah uang suami saya pak" kita iklas"


" Subhanallah, alhamdulilah, ya allah, terimakasih den, dan non, semoga allah selalu memberi kesehatan di manapun dan sampai kapanpun aden dan non berada" amin.


" Amin"" Abi dan Aini serempak meng aminkan doa bapak tukang becak itu,


Abi pun mulai menaiki becak tersebut, dan Aini tersenyum penuh kebahagiaan menatap suaminya yang terlihat sangat lucu duduk di atas becak siap mengayuh, ia juga memakai caping milik bapak itu, dan terkesan aneh,


" Sampai kapan kamu akan berdiri menatapku, ayolah, nanti keburu petang"


" Iya kak, kakak sangat lucu, jangan cepat cepat ya kak, aku takut kakak ga bosa bawa becaknya"


" oh, istriku meremehkan aku, kita lihat, aku ini serba bisa, ini cuma becak, Helikopter saja aku bisa"


Hari itu pun Aini sangat bahagia ia begitu bahagia hanya dengan perlakuan sederhana dari Abi sang suami, canda tawa sepanjang perjalanan berkeliling Marlboro pun terus bergulir begitu saja, hingga sore pun tiba saat mereka berdua kembali ke hotel tempat mereka menginap.


" Bersihkan tubuhmu aku akan keluar sebentar, jangan kemana mana, sampai aku kembali.jangan membuka pintu jika itu bukan aku"


" Kakak mau kemana, apa tidak lelah"


" Aku akan menemui teman lama, ada hal yang ingin aku bicarakan"


Abi pun melangkah keluar dari kamar itu, ia berjalan menuju lobby hotel dan sebuah taxi online sudah menunggunya, ia pun masuk dan mengarahkan sopir taxi ketempat tujuannya,


Di sebuah restoran mewah di hotel xxx, seorang gadis cantik duduk dengan gelisah, sesekali ia melirik ke arah lobby untuk memastikan sosok yang ia tunggu akan segera muncul di hadapannya


" Jika kau tidak datang aku akan hancurkan wanita pelakor itu Abi, lihat saja apa yang bisa aku lakukan"


Tap


Tap

__ADS_1


Tap


Suara langkah sepatu mendekat dan sosok tampan dan gagah itu pun akhirnya tertangkap pandangan netra gadis yang tak lain adalah Ausky,


Abi sungguh telah dibuat tak berdaya saat Ausky terus saja merengek dan mendesak bahkan mengancam agar Abi mengatakan dimana keberadaanya saat ini.


" Abi, akhirnya kamu datang juga"


Tanpa rasa malu berada ditempat umum Ausky langsung memeluk Abi dan terisak di dada bidang Abi,


Abi pun tak kuasa dan membawanya duduk menyandarkan kepalanya di bahunya, ia juga merangkulnya dengan tangannya.


" Kamu kejam Bi, kamu jahat, kamu khianati cintaku, kamu menikah dengan wanita lain, mengapa Bi, kamu,,, hiks,, hikss,, "


" Tenangkan dirimu, aku juga punya banyak pertanyaan padamu, jangan salahkan aku saja, lalu kemana dirimu selama ini, apa kamu menganggap aku masih ada dua tahun ini"?


" Aku tidak menghubungimu karena terpaksa demi kamu dan keluargamu" Daddy mengancam jika aku menghubungimu lagi, daddy akan menghancurkan perusahaan mama kamu"diantara keluarga kita masing masing mereka punya masa lalu yang kelam dan juga berujung dendam, itulah sebabnya, daddy membawaku pergi ke London"


Abi hanya menghela nafas dengan berat dan menghembuskan perlahan, dadanya menjadi sesak mendengar kisah gadis yang dicintainya yang sudah membuatnya hampir gila, kini gadis pujaan hatinya, di depan mata, di pelukannya, namun di saat yang sama ia juga sudah menikah ia berpikir sanggupkah ia menyakiti gadis polos dan lembut sebaik Aini istrinya,


Ia juga mengakui dalam hatinya belumlah tumbuh rasa cinta, namun rasa sayangnya yang berawal karena kasihan mulai menguasai pikirannya


" Aini, maafkan aku, jika nanti terpaksa menyakitimu" Abi bersuara lirih dalam hatinya,


******


Assalamu'alaikum


πŸ‘‹readers, yang budiman, ikuti terus kisahnya ya jangan lupa mohon juga dukungannya, , salam sehat,


*****


TBC

__ADS_1


.


__ADS_2