Janda Pilihan Mama

Janda Pilihan Mama
kerusuhan


__ADS_3

Setelah menjemput Aini di kampus untuk pulang Abi memilih masuk kedalam kamarnya ia benar benar gelisah bila harus terus berhadapan dengan Aini,


sementara di ruang makan Aini hanya makan berdua saja dengan Kayla,


" Nak mama minta tolong antarkan makan siang untuk Abi ke kamarnya mungkin ia capek atau tidak enak badan"setelah itu istirahatlah, nanti sore akan datang pengacara almarhum suamimu, ia ingin bertemu dengan kamu"


" Baik nyonya saya akan bawa makan siang untuk kak Abi, dan untuk apa pengacara itu datang menemui saya"?


" Kita akan tau nanti setelah kedatanganya sayang,"


Aini mengambil makan siang untuk Abi dan berjalan menaiki tangga ia juga dengan susah payah mengetuk pintu karena tangannya untuk menyangga nampan yang berisi makanan.


TOK


TOK


TOK


" Masuklah tidak dikunci"


Aini membuka pintu dan masuk membawa makan siang Abi yang sedang bermalas malasan di ranjang dengan benda pipih di tangannya.


" Makan dulu kak, nanti sakit,wajah kakak sedikit pucat, aku akan carikan obat setelah ini"


" Aku ga papa kenapa repot aku juga bisa makan nanti di meja makan"


" Ini perintah nyonya, ayolah, nanti dia kecewa jika aku turun tanpa piring kosong, aaakk,, ini enak selagi hangat"aku masak soup jagung kesukaan kakak.


Abi terkejut tiba tiba saja Aini mendekatkan sendok yang terisi makanan didepan mulutnya dan mencoba menyuapinya. mana mungkin dia menolak jerih payahnya.dan ia pun membuka mulutnya, sekali seumur hidupnya baru kali ini dia disuapi gadis bahkan Ausky pacarnya belum pernah menyuapinya meski mereka sering makan malam romantis berdua.


(" Kamu gadis yang polos dan lembut, aku takut menyakitimu jika aku menikahi mu, karena hati ini masih untuk wanita lain")


Sambil mengunyah makanan yang disuapkan Aini kedalam mulutnya, Abi terus bermonolog sendiri dan sesekali menatap wajah gadis di depannya itu dengan canggung.


" Alhamdulilah, habis, istirahatlah kak, aku permisi"


" Terimakasih, lain kali jangan repot, aku bisa sendiri"dan soup buatan kamu yang terlezat yang pernah aku makan.


Sekilas tersungging senyuman tipis dari bibir mungil Aini sebelum ia melangkah keluar kamar Abi.


Ceklek


Suara pintu tertutup kembali dan Abi masih menghirup aroma tubuh Aini yang tertinggal di ruangan itu, sangat menenangkan jiwanya dan menghembuskan perlahan lahan,

__ADS_1


Diruang tengah Kayla sedang duduk bersantai dan menikmati secangkir teh hangat yang sempat disuguhkan Aini,


" Sayang duduklah dulu, sedari pulang kampus kamu terus bergerak"


" Tidak apa nyonya, apa nyonya butuh yang lain biar saya ambilkan"


" Iya sayang, aku butuh yang lain"


" Baik nyonya, katakan itu"


Kayla mengambil telapak tangan Aini dan mengusapnya perlahan, ia menatap wajah gadis polos yang sedang bersimpuh di depannya.


" Sayang, maafkan aku jika aku egois, tapi apakah kamu mau menuruti permintaan wanita tua ini jika aku meminta sesuatu"


" Aku akan berusaha jika itu membuat nyonya bahagia"nyonya sudah menganggap saya putrimu, dan aku akan berusaha menganggap permintaan nyonya adalah perintah ibuku"


Kayla tersenyum simpul, membelai wajah Aini dengan punggung tangannya, dan butiran bening pun jatuh membasahi pipinya yang mulai mengendur.


Aini masih diam dan menatap bingung dengan ekspresi Kayla, yang mendadak sendu dan melow.


" Sayang, sebelum tutuk usiaku aku ingin melihatmu menikah dengan putraku Abizard, aku yakin kamu satu satunya gadis yang dikirimkan Tuhan untuk Abizard"


𝙊𝙃 𝙈𝙮 𝙂𝙤𝙙


" Sayang, aku tau ini berat bagimu, tapi ini juga berat bagiku, niatku ingin agar kamu memiliki keluarga yang akan melindungimu nanti, percayalah, Abizard sebenarnya baik ia selalu terlihat arogan itu karena dia juga manusia biasa, ia kehilangan sesuatu yang menurutnya berharga hingga ia berubah menjadi dingin seperti itu"hatinya kosong dan jiwanya kesepian"


" Nyonya, saya baru saja kehilangan suami, bahkan bila ditanya saya sangat merindukan suami saya, benih benih cinta yang baru mulai tumbuh di hati saya belum bisa aku pupus" hikss,, hikss"Aini menangis dan menenggelamkan kepalanya dipangkuan Kayla.


" Aku mengerti sayang, bahkan masa iddah kamu masih dua bulan lagi, tapi aku mohon berpikirlah mulai sekarang, aku tidak muda lagi nak, bahkan sakit aku juga tak kunjung sembuh, aku hanya ingin melihat Abi menikah dengan orang yang tepat sebelum aku tiada nanti"dan aku yakin itu kamu nak"


" Nyonya akan segera sembuh jika minum obat setiap hari dan menuruti nasehat dokter, sekarang istirahatlah mari ke kamar nyonya"


Aini mendorong kursi roda Kayla dan membawa masuk ke kamarnya.


Sementara sepasang mata yang dari tadi melihat adegan dan mendengar pembicaraan kedua wanita itupun masuk lagi kedalam kamarnya.


" Mama, kenapa mama memutuskan sendiri tanpa bicara padaku dulu, aagghh,, "Abi membanting tubuhnya di atas kasur, dan bayangan dua wanita muncul lagi di benaknya seolah berkejaran diruang netranya.Ausky dan Aini.


Abi mengusap wajahnya dengan kasar bangkit dari ranjang dan menyambar jaket juga kontak mobil bergegas pergi keluar,


Sedangkan Aini juga gelisah tidak bisa tidur siang karena berpikir tentang permintaan Kayla.ia juga berpikir tak mungkin hidup sendiri selamanya, ia menginginkan keturunan butuh kehangatan keluarga sebagai naungan, tempat pulang dan berkumpul namun mengingat Abi yang masih bujangan dan dirinya yang sudah menyandang status janda,karena tidak tenang dan gelisah Aini memilih pergi dan sebelumnya berpamitan pada Surti Art di rumah Kayla,


Aini melajukan motornya dan berhenti didepan sebuah cafe yang cukup rame,

__ADS_1


Aini sengaja duduk dan memesan creamy latte dingin, juga makanan ringan, baru saja mulai menikmati pesanannya dua orang pemuda langsung duduk menghampirinya,


" Hai cantik, boleh kita gabung, penuh banget kursinya" Sapa mereka berdua tanpa canggung langsung duduk disebelah Aini sambil menggodanya.


" Silahkan tapi maaf saya permisi seseorang sudah menunggu diluar"


" Ehh,, tunggu cantik, ini pesananmu belum dimakan" ujar seorang pria yang satunya lagi dan malah memegang pergelangan tangan Aini dan menariknya hingga Aini terduduk lagi.


" Lepaskan!!! siapa anda berani pegang dan main tarik tangan saya"


" Halah, pegang doang, jangan sok suci deh lo,, lo itu cuma jande kan,sombong amat sih"


Dari jarak yang tanpa mereka sadari sepasang mata elang melotot dan tangan mengepal kuat siap menghantam dua sosok pria kurang ajar itu dan tak lama kemudian.


BUGGH


Seorang pria dihantam pukulan yang mendadak hingga tubuhnya langsung terjatuh dan tersungkur dilantai.sinar matanya memerah penuh amarah.


" Lo siapa berani ngehina calon istri gue hah"Abi menarik kerah baju pria yang satunya lagi dan siap meninju wajahnya. namun Bima segera melerai mereka.karena pengunjung cafe mulai tidak nyaman dengan kerusuhan itu.


" kak Abi,, terimakasih"


" Aini kamu tidak papa kan, kenapa kamu pergi sendiri dan tidak bilang padaku. bagaimana jika aku tak disini tadi"


" Bi.,, lo kenal cewek ini? Bima bertanya penuh selidik pada Abi. melihat pembicaraan Abi sangat hangat pada pengunjung cafenya.


" Kenalkan dia Aini"


" Bima,


" Aini,,


Bima pun mengajak mereka berdua masuk keruangan pribadinya di lantai dua.


*****


👋🙋🙋 hai hai hai readers,, salam sehat ya buat kalian.


Semangat baca semoga menghibur,


mohon maaf masih tersendat sendat up nya,always busy now,,


TBC

__ADS_1


__ADS_2