Janda Pilihan Mama

Janda Pilihan Mama
Hanya Pemuas


__ADS_3

" Nyonya makanlah dulu ini sup hangat mungkin bisa membantu sedikit agar badan nyonya hangat"


" Terima kasih dan maaf sudah merepotkan kamu, nanti sore putriku akan datang bersama keluarga kecilnya, tolong bilang sama pelayan menyiapkan menu makanan untuk makan malam"


" Baiklah nyonya, nanti saya akan mengurusnya" sekarang nyonya makanlah dulu"


Yunita, wanita dewasa yang masih nampak segar dan cantik itu pun kini bekerja sebagai asisten pribadi Kayla, awalnya ia hanya mendaftar menjadi karyawan butik milik Kayla, namun ketrampilan dan kecerdasan Yunita membawanya pada posisi asisten Kayla,


Setelah mengurus Kayla yang sedang sakit, Yunita berpamitan untuk pergi ke butik untuk memantau karyawan juga menyelesaikan banyak pekerjaan,


Ia pun diijinkan membawa mobil milik Kayla untuk memperlancar pekerjaannya,


Saat berhenti di lampu merah sekilas ia menengok ke samping dan terlihat samar wajah pria muda yang ia kenal,berada di dalam kursi kemudi,


" Armando,,


Saat yang sama seorang pria tampan di dalam mobil itu juga menoleh dan menatap sebentar pada wanita yang tak lain Yunita, mereka saling menatap sebentar hingga suara klakson mobil di belakangnya membuyarkan lamunan mereka masing masing,


Yunita segera melesat dan membawa mobil milik sang bos dengan kecepatan lebih, ia sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk tidak mengenang masa lalu yang kelam dan sangat hitam,


Dimana berawal dari sebuah satu kesalahan, saat Armando merayakan pesta ultah ke 18, dirumahnya, ia di jebak oleh teman temanya yang jahil, mencampurkan obat pada minumannya, ia pun menyalurkan hasratnya pada ibu sambungnya sendiri,


Yunita menatap jalanan dengan pandangan mata yang mulai berkaca dan mengembun, ia mengingat dengan jelas setelah malam panas bersama putra sambungnya, ia justru menjadi ketagihan, ia memanfaatkan Armando untuk menjadi pemuas nafsunya,


Dengan kemolekan tubuhnya ia sering memancing dan menggoda sang putra hingga kejadian itu terulang dan terus berulang bertahun tahun,


Lamunan Yunita justru tanpa sadar membawanya ke sebuah jalanan sepi, ia masih menjalankan mobil itu dan tak tau arah, namun mobil di belakangnya membuatnya terkejut, ia mulai ketakutan saat mobil itu mendahuluinya dan berhenti di depan mobil sang bos menghadang jalannya,


Ia pun menghentikan mobil Kayla, dan memberanikan keluar untuk menemui sang pengemudi mobil di depannya,


" Keluar, dan siapa kau, mengapa menghalangi jalanku, ini bukan jalan nenek moyang kamu!!!

__ADS_1


Kaca mobil samping kemudi terbuka,


DEG


Wajah pria tampan dan beraura dingin terlihat jelas di depan mata Yunita, ada perasaan bahagia namun juga kesedihan dalam hati Yunita,


" Nando,, kamu,,,


" Ya ini aku,, masuklah kedalam mobilku aku ingin bicara"


" Aku harus ketempat kerjaku, maaf, tidak ada lagi yang harus kita bicarakan"


" Oh, tidak ada ya, dan selamat nyonya Yunita, kamu memang hebat, baru satu bulan yang lalu kamu meninggalkan papaku, kini mobil mewah sudah ada di tanganmu, pria kaya raya mana lagi yang kau goda dengan tubuh molek itu"


Jlep


Hati Yunita begitu sakit mendengar hinaan yang keluar dari mulut Armando,


" Jaga mulut kamu Nando, aku memang hina di matamu, tapi aku bukan penjaja tubuh yang menawarkan diri untuk banyak pria"


" Kau sudah menghina orang yang membesarkan kamu sejak kamu masih sekolah dasar," kini kau juga akan memaksaku" kau bukan siapa siapaku lagi, papa kamu sudah membuang aku, kita tidak ada hubungan lagi tuan Armando"


Yunita yang kesal pun berlalu pergi dan hendak memutar arah mobilnya pikirnya, namun.


GREP


Tubuh kekar nan keras mendekap erat tubuhnya dari belakang, ia mencoba melepaskan diri namun sia sia saja, rengkuhan sang putra begitu kuat, ia juga merasakan sesuatu yang keras merangsek menusuk pantatnya, dengan gerakan ringan tubuhnya melayang dan di masukkan kedalam mobilnya,


" Lepaskan aku Nando, apa maumu"


Armando tidak menjawab, ia justru menurunkan sandaran jok mobil hingga menurun dan mengungkung tubuh molek ibu sambungnya, dengan brutal Armando menikmati setiap inchi tubuh ibu tirinya itu,

__ADS_1


Yunita pun tidak bisa melawan karena tenaganya yang tak seberapa, ia pun hanya bisa pasrah dengan perlakuan Armando, bagaimanapun hatinya menolak, tubuhnya bereaksi lain, tubuh moleknya menari nari dalam kungkungan putra sambungnya, dan tiga ronde pun membuat mereka kelelahan,ia juga berpikir saat ada kendaraan lewat pengemudinya mungkin akan menatap aneh pada mobil yang bergoyang goyang itu,


" Pakai pakaianmu cepat dan segera keluar dari mobilku"


" Satu hal lagi, sampai kapan pun kamu itu pemuas nafsuku, jangan coba coba kabur saat aku membutuhkanmu, jika kamu tak ingin di sebut ja***** maka layani aku saja, dan bawalah ini"


Armando dengan kasar melemparkan sebuah cek kosong pada wajah cantik ibu tirinya itu,


Sementara Yunita tidak kuasa menahan lelehan air matanya mendapat perlakuan dari anak yang di besarkan dari kecil itu berbuat semaunya,


Ia merangkak mencari pakaiannya yang berserakan di dalam mobil itu, namun pamandangan itu justru membuat pria arogan itu tersenyum miring dan menerkam juga melakukan penyatuan lagi dari belakang tanpa ampun,


๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ด๐˜ช๐˜ฉ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ณ๐˜ต๐˜ช? ??


๐˜ซ๐˜ข๐˜ธ๐˜ข๐˜ฃ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ช๐˜บ๐˜ข,,


๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข? ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ด๐˜ฆ๐˜ด๐˜ข๐˜ญ๐˜ช ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ธ๐˜ข ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ,


๐˜ด๐˜ฆ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ข๐˜ญ ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ค๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ ๐˜ญ๐˜ข๐˜จ๐˜ช ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฑ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ช๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฌ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ช๐˜ฌ๐˜ช


Yunita tersedu di dalam mobil sang bos setelah Armando melesat pergi meninggalkan dirinya,


" ๐˜š๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฉ๐˜ช๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ฑ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ช ๐˜ด๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜จ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช"


Ia terus merutuki kejadian yang baru saja di alaminya, terlebih sebelum sebelumnya, kini ia akan terikat dan tertindas oleh putra sambungnya sendiri karena Armando telah menyimpan nomer handphone miliknya, bahkan sampai nomor plat mobil milik bos nya yang di kira itu mobilnya,


Dia menatap wajah sayunya sendiri dengan kaca di depan kemudi, leher dan dada yang penuh bercak merah akibat ulah Armando, rambut yang lepek oleh keringat, make up yang luntur hingga sekitar terlihat mata menghitam,


Dengan hati yang getir ia menjalankan mesin mobilnya untuk pulang ke mansion karena tidak mungkin ia ke butik dengan keadaan berantakan begitu, bahkan kancing kancing kemeja yang ia pakai sudah hilang semua,


******

__ADS_1


happy reading๐Ÿ˜๐Ÿฅฐ๐Ÿ˜๐Ÿฅฐ


TBC


__ADS_2