
( 𝘼𝙨𝙖𝙡𝙖𝙢𝙪𝙖𝙡𝙖𝙞𝙠𝙪𝙢 𝙣𝙖𝙠, 𝙗𝙖𝙜𝙖𝙞𝙢𝙖𝙣𝙖 𝙠𝙚𝙖𝙙𝙖𝙖𝙣 𝙠𝙖𝙡𝙞𝙖𝙣 𝙙𝙞 𝙨𝙖𝙣𝙖 𝙗𝙖𝙞𝙠 𝙗𝙖𝙞𝙠 𝙠𝙖𝙣"?
"Ah,, i- iya ma, kita baik baik saja"
( 𝙈𝙖𝙣𝙖 𝙢𝙖𝙣𝙩𝙪 𝙠𝙚𝙨𝙖𝙮𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙢𝙖𝙢𝙖, 𝙢𝙖𝙢𝙖 𝙞𝙣𝙜𝙞𝙣 𝙗𝙞𝙘𝙖𝙧𝙖,?)
" Aini,, Aini sedang,, ia sedang mandi ma"
(𝙄𝙨𝙝,, 𝙟𝙖𝙢 𝙙𝙪𝙖 𝙨𝙞𝙖𝙣𝙜 𝙙𝙞𝙖 𝙨𝙚𝙙𝙖𝙣𝙜 𝙢𝙖𝙣𝙙𝙞,, 𝙚𝙢𝙢 𝙗𝙖𝙞𝙠𝙡𝙖𝙝 𝙢𝙖𝙢𝙖 𝙣𝙜𝙚𝙧𝙩𝙞, 𝙠𝙖𝙡𝙞𝙖𝙣 𝙥𝙚𝙣𝙜𝙖𝙣𝙩𝙞𝙣 𝙗𝙖𝙧𝙪, 𝙝𝙝𝙝)
Abi tertegun sebentar mencerna ucapan sang mama, mengingat dia bahkan belum menyentuh istrinya,dan setelah mamanya berbasa basi sebentar ia pun memutuskan panggilan telepon mereka,
" Ayo aku antar ke hotel untuk mengemasi barang barangmu dulu, kita kembali ke Jakarta jam 19,30 malam ini"
" Apa istrimu juga berangkat bersama kita"?
" Dia istriku, mengapa masih kau tanyakan"
" Aku sudah melukai perasaanya, jadi bersikaplah sewajarnya saja"
Abi berkata dengan tegas kepada Ausky tentang status Aini, dan membuat mata gadis itu berkaca kaca dan sedetik kemudian pipi mulusnya sudah basah oleh air mata,
" Hiks,, hiks,, hiks,, kau kejam sekali Bi,,,
Abi juga bingung dengan hatinya saat ini, ia juga merasa takdir mempermainkanya, dia harus berdiri diantara dua gadis yang tak mungkin ia pilih salah satu,
Melihat Ausky terisak sedih Abi pun tak kuasa ia segera memeluknya dan membawanya duduk si sofa untuk menenangkan hatinya kembali,
Tanpa Abi dan Ausky sadari sepasang mata melihat kejadian itu entah sudah berapa lama, sebenarnya tak ada niat untuk memergoki mereka, karena kedatanganya dengan iktikad baik ingin menjenguk dan meminta maaf karena Monica membela dirinya, ia jadi berada di rumah sakit,
" Aku harus kuat, dan ini hanya mimpi buruk,pernikahanku hanya mimpi buruk"
Aini berjalan sendiri menyusuri lorong rumah sakit, dengan langkah gontai sambil bicara sendiri dalam hati, dan tanpa ia sadari juga seseorang mengikuti kemanapun kakinya melangkah dan memastikan ia sampai dengan selamat sampai ke hotel.
__ADS_1
Sementara itu Fahmi sedang mengepalkan tanganya dengan erat setelah mendapat laporan dari orang suruhanya yang ditugaskan menjaga kemanapun Aini pergi,tubuhnya meradang mendengar kenyataan bahwa Aini bersedih melihat suaminya berada di dalam pelukan wanita lain,
" Monica akan menemui kak Aini, biar dia pulang ke Jakarta bersama kita om"Monica pun ikut bicara setelah mendengar faktanya,
" Cobalah untuk membujuknya agar ia kembali ke Jakarta bersama kita, aku tidak akan membiarkan Abi terus mempermainkanya, dia berani bermain api, dan akan kupastikan dia akan terbakar"geram Fahmi saat itu,
Monica segera bergegas melajukan mobilnya menuju hotel tempat Aini menginap, ia sudah mencoba mengirim pesan beberapa kali namun belum juga berwarna biru,
Namun setelah sampai di hotel Monica tidak menemukan Aini lagi, ia mencoba bertanya pada resepsionis di depan bahwa ia melihat seorang wanita keluar dengan membawa koper dan naik kedalam taksi,
" Apa wanita ini yang anda maksud"?
Monica memperhatkan foto Aini dari galeri ponselnya pada resepsionis itu,
" Iya benar nona, wanita ini yang baru saja lewat"
Monica ahirnya pergi dengan kecewa dan mengatakan yang sebenarnya pada Fahmi,
" Salah siapa om ga nikahin dia dan mengatakan yang sebenarnya"
" Waktu itu dia masih remaja belum cukup umur, baru kelas tiga SMP, aku tidak tega merebut masa remajanya"
Fahmi sangat marah dan ahirnya menyuruh anak buahnya untuk mencari kemana Aini pergi,
Sementara di kamar Ausky, Abi sangat cemas setelah melihat dan membaca pesan singkat dari Aini,
((Kak, maafkan aku, aku terpaksa pulang sendiri, selesaikan urusan kak Abi dengan wanita itu, percayalah aku tidak akan mengatakan apapun pada mama"))
" Sampai kapan kau akan seperti ini, kau menikahi gadis itu karena kasihan kan, carilah waktu yang baik dan lepaskan dia, dia wanita sepertiku dan dia berhak bahagia dengan yang lain"
" Diamlah, jangan memprokasiku untuku melakukanya, karena Aini adalah kesayangan mamaku, dia mengurus dan menyayangi mamaku seperti anak kandung, aku bersyukur memiliki dia"
" Tapi aku masih sangat mencintaimu, aku masih menjaga cintaku untukmu, bahkan jika kau menginginkan tubuhku aku siap, saat ini atau kapanpun meski tanpa ikatan"
__ADS_1
Ausky berjalan mendekati Abi dan perlahan duduk diatas pangkuanya,mengalungkan kedua tanganya ke leher Abi, dan menempelkan bibirnya ke bibir Abi, memgulumnya dengan lembut,
Jakun Abi mulai naik turun, menerima sensasi lembut dari bibir gadis yang kini ada di pangkuanya, ia pun mulai mendominasi pemainan lidahnya, ciuman yang awalnya lembut kini berubah menjadi panas dan semakin menuntut, tanganya pun mulai menahan tengkuk sang gadis agar ciuaman mereka semakin dalam dan tidak terlepas,
" Emmpphh "
Ausky hampir kehabisan nafasnya, dan Abi pun sedikit menunduk untuk berikutnya menciumi leher putih mulus milik sang kekasih, ******* demi ******* keluar dari bibir mungil Ausky, dalam hatinya ia ingin sekali segera merebut Abi kembali ke dalam pelukanya,
Ausky semakin agresif berharap lebih akan sentuhan yang diberikan padanya, bahkan tanganya mulai membuka satu persatu kancing bajunya sendiri,dan menuntun tangan Abi untuk meraba dua bukit kembarnya yang sudah menyembul dari balik bra warna maroon yang dikenakanya,
Abi mulai menggila, hsratnya mulai tak terbendung, sesuatu di dalam celananya mulai bergerak liar ingin segera masuk ke dalam sarangnya, namun saat ia sedang menikmati dua permen manis diujung bongkahan indah milik Ausky, sekelebat bayangan wanita tiba tiba muncul di dalam benaknya,
("𝙆𝙖𝙠 𝘼𝙗𝙞, "))) bayangan itu tersenyum manis dan seolah memanggil namanya,
DEG,
Abi pun mulai menghentikan aktifitasnya, ia pun terduduk lemas di sofa, memejamkan matanya sesaat,
" Sayang, ayolah aku menginginkanmu, ada apa, kenapa kau hentikan harapanku"
" Betulkan bajumu, dan berkemas, kita harus segera berangkat ke bandara, "
" Ayolah sayang, masih ada waktu untuk kita, kenapa kau tega mengecawakan aku"
Hening tanpa suara, Abi sudah tidak perduli pada Ausky yang terus merengek agar mereka melanjutkan permainan yang tadi sudah di mulai,
******
Assalamu'alaikum,
👋👋👋hai readers tersayang,, udah mulai gerah yah, ceritanya, beberapa bab kedepan masih tentang Aini Abi dan Ausky, sipnosis sedikit nanti Aini menjadi penyanyi terkenal dan sukses, namun cintanya, pernikahanya entahlah,
oke lanjut cas cus jangan lupa dukunganya selalu, salam sehat, wasalam
__ADS_1