Janda Pilihan Mama

Janda Pilihan Mama
Sebuah pesan mengejutkan


__ADS_3

Teringat pesan ibu panti bahwa foto kedua orang tuanya jangan sampai hilang, siapa tahu di kemudian hari foto itu berguna untuk mencari dan menemukan kedua orang tuanya,


Menurut cerita ibu panti ayah Adrian dan Adriana adalah seorang pengusaha sukses, namun karena kehadiran seorang wanita ketiga di kehidupan rumah tangga ayah dan ibunya, maka keluarga ayah ibunya hancur di tengah jalan saat mereka kecil,


Hingga suatu hari ibu mereka berdua menitipkan Adrian dan Adriana pada sang bibi yang tak lain kakak dari ibu mereka berdua, karena sang ibu harus bekerja ke luar negri untuk menghidupi mereka berdua, dan saat Adrian berumur lima tahun, dan Adriana umur dua tahun, ibunya sudah tiada kabar berita dan tidak mengirimi uang lagi untuk kebutuhan hidup mereka, hingga mereka dititipkan ke panti asuhan karena kehidupan bibinya saat itu juga hanya orang miskin yang tidak punya penghasilan tetap,


๐˜ง๐˜ญ๐˜ข๐˜ด ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ค๐˜ฌ of


" Itulah kisah hidup kami kak, sampai sekarang kami belum bisa menemukan ayah ibu kami, dan entah mereka masih hidup atau tidak"


" Kamu yang sabar ya, kakak pun punya kisah kelam yang menyedihkan sama sepertimu, cuma beda cerita saja"


" Apa kak Ani sudah menikah,"?


" Iya, bahkan aku sudah menikah dua kali"


Entah mengapa Aini merasa hangat dan care saat berdekatan Dengan Adriana, bahkan ia tidak canggung menceritakan kisah hidupnya, seolah Adriana adalah bagian dari keluarganya.


" Wah gawat, apa suami kak Aini kasar seperti di kisah novel novel itu, pernikahan kontrak atau menikah karena perjodohan si prianya selalu kasar dan semena mena pada istrinya"


" Tidak begitu, kak Abi tak pernah kasar atau membentak ia perlakukan aku biasa saja, kami juga tidur satu ranjang"hanya saja ia masih selalu berjalan dengan wanita lain"


Tok


Tok


Tok,


" Masuk tidak di kunci"


" Kak Adrian kok sudah pulang, ada apa"


" Aku sengaja ijin setengah hari, aku membawa kabar untuk nona Aini, lihat ini"


Aini menerima lembaran kertas dan sedikit terkejut saat membuka dan membacanya.


Foto dirinya dan tertulis di lembaran itu bagi siapapun yang menemukan wanita seperti di foto itu harap menghubungi nomer yang tertulis di bawah,


" Apa noma mengenal nomor ini, dan aku takut ini jebakan, bisa saja ini nomer penjahat jika nona tidak mengenal nomor ini"

__ADS_1


" Benar aku tidak tau ini nomor siapa, bahkan aku diculik saat tas aku ada di kursi sebuah cafe"


" Apa kak Ani tidak hafal nomor suami kakak"?


" Tidak, tapi kalau alamat emailnya aku ingat"


" Kalau begitu kak Ani tidak usah cemas, kita hubungi saja suami kak Ani lewat email"


" Jadi nona sudah menikah"? tanya Adrian,


Adriana segera bercerita tentang Aini pada sang kakak,


" Sebaiknya nona tinggal disini dulu sampai sembuh saya akan mengirim pesan ke email suami nona agar dia tidak khawatir"


" terimakasih aku merepotkan kalian berdua"em,, apa kalian mau ikut ke kotaku, kalian bisa merubah nasib di kota"


" Aku hanya lulusan SMA,pekerjaan apa yang aku harapkan di sana, disini aku sudah cukup"


" Aku punya proyek pembangunan sebuah panti asuhan, maukah kak Adrian membantuku mengelola panti asuhan itu nanti"?


" Masyaallah, jadi nona sedang mendirikan sebuah bangunan panti asuhan begitu"!tanya Adrian lagi dengan pandangan mata yang takjub


" Benar, aku gunakan harta peninggalan almarhum suami pertamaku untuk yayasan amal"


" Jangan panggil aku nona, panggil namaku saja kak, biar kita bisa lebih akrab anggap aku seperti adikmu, selama ini aku sendiri tidak punya saudara"


waktu pun berlalu dengan cepat, mereka bertiga sudah tampak seperti saudara kandung yang saling menyayangi, setelah Adrian mengirim pesan kepada Abizard melalui email memberitahukan dan mengabarkan keadaan Aini saat itu, namun satu minggu berlalu Adrian belum mendapatkan balasan dari Abizard


Aini semakin gelisah ia tidak mungkin hidup menumpang terus di rumah Adrian tanpa melakukan apapun, ia berpikir akan kembali ke kota namun bagaimana caranya ia sama sekali tidak mempunyai uang untuk ongkos saja,


******


Di rumah sakit Kayla sudah sadar dan Abi siang itu sedang menemaninya saat ponselnya berdering dan nama yang biasanya muncul di layar ponselnya,


Abi menghela nafas dengan kasar dan membuangnya dengan kesal,


" Telepon dari siapa Bi apa itu kabar dari Aini"


" Bukan ma, itu sekretaris Abi di kantor" Abu terpaksa berbohong yang sebenarnya itu panggilan dari Ausky, namun ia belum ada niat untuk berbicara apalagi bertemu dengan nya,

__ADS_1


" Mama jangan banyak berfikir dulu, jaga kesehatan mama, Aini pasti akan kembali dia akan baik baik saja ma"


Abi mencoba menenangkan sang mama yang terus mengkhawatirkan keadaan menantu kesayangannya Aini,


DERT DERT DERT


Sebuah pesan masuk dari Bima sahabatnya.


"( Bi cobalah periksa email kamu ada banyak keluhan dari temna teman karena kamu belum membukanya, barangkali ada informasi penting untuk kamu")


" Baiklah, aku sibuk sekali, bahkan mamaku saat ini dirawat di rumah sakit"


" Kamu yang sabar bro, istrimu pasti baik baik saja, dan semoga mama kamu lekas sembuh"


Abi pun mencoba membuka pesan pesan di emailnya yang sudah sangat banyak belum ia baca,dan satu pesan membulatkan matanya dan ia segera menatap wajah sang mama dengan senyum sumringahnya,


(" ๐˜’๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ˆ๐˜ฃ๐˜ช ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ˆ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช, ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ช๐˜ณ ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ซ๐˜ถ๐˜ข๐˜ญ ๐˜ฌ๐˜ฆ ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ข๐˜ณ ๐˜ฏ๐˜ฆ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช ๐˜ฐ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ฉ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ข๐˜ต ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ,๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ฏ ๐˜ˆ๐˜ญ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข๐˜ต๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ, ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ต๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ช๐˜ญ๐˜ช๐˜ฌ ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ช๐˜ญ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜จ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช, ๐˜ต๐˜ฐ๐˜ญ๐˜ฐ๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ซ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ต ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ, ๐˜ข๐˜จ๐˜ข๐˜ณ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ต๐˜ช๐˜ฃ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ณ๐˜ถ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฌ๐˜ช๐˜ต๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ข๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ด๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฌ๐˜ช๐˜ต๐˜ข ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ค๐˜ข๐˜ณ๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ช๐˜ฌ ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ช๐˜ฌ)


Abi mendekati sang mama mengambil tangannya dan mencium punggungnya dengan lembut,


" Alhamdulilah ma,, menantu mama selamat, dia mengirim pesan agar Abi menjemputnya"


" Benarkah Bi, Alhamdulilah ya Allah, hiks,, hiks,, jangan sia siakan dia lagi Bi" jika kamu tidak bisa menerimanya lepaskan setelah ia kembali, mama tidak sanggup melihatnya terluka"


" Mama ini bicara apa" aku akan segera bersiap menjemputnya, mama tidak apa kan ditemani suster"


" Baiklah, berangkatlah segera"kamu mau melanjutkan atau tidak pernikahanmu Aini tetap putri mama"


Abi mencium punggung tangan sang mama dan bergegas pergi, setelah sebelumnya ia membalas pesan pesan penting di emailnya,


Abi menyesal dan terus merutuki kebodohannya karena pesan dari Aini dikirim seminggu yang lalu, di dalam perjalanan ke kota S beberapa kali panggilan dari Ausky terus saja ia abaikan, ia hanya fokus dengan Aini istri yang selama dua bulan dinikahinya dan diabaikannya,


******


Assalamu'alaikum sayangku ๐Ÿ‘ถ


salam hangat๐Ÿ˜ก๐Ÿ”ฅ


salam sehat semangat

__ADS_1


mohon jempolnya bergerak sedikit baby, dan thank you so much, cerita tetap berlanjut, cus


TBC


__ADS_2