
Waktu berlalu begitu cepat, Reno yang semakin frustasi melihat hubungan Adrian dan Ausky pun menyuruh orang untuk menyelidiki tentang kehidupan Adrian di masa lalu,
Dia meratapi nasibnya yang ditinggalkan orang orang yang ia sayangi di masa lalu,
Setelah Yunita pergi membawa putranya Arjuna, lima hari setelah Arimbi melahirkan putrinya ia pun pergi meninggalkannya karena hasutan dan ancaman dari kedua orang tuanya Arsena Sungkar dan nyonya Dewiya Sungkar,yang tidak menyukai Arimbi, karena dia hanya seorang pelayan,
Namun beruntungnya Arimbi tetap berbesar hati putrinya di asuh oleh Moreno, sang suami dan diasuh seorang baby sister,
Moreno pun mendapat jawaban dari orang suruhannya yang menyatakan jika Adrian dan Adriana memang putra putri kandungnya, saat bercerai rupanya Yunita tengah mengandung tanpa sepengetahuannya karena baru berusia dua minggu,
" Jadi mereka anak anak kandungku, ya Tuhan terimakasih, telah di pertemukan dengan mereka,aku bersyukur kepadaMU, aku bukan ayah yang baik, untuk sementara aku akan sembunyikan dulu, sambil mencari jalan keluar terbaik, untuk masalah Ausky dan Adrian"
*****
" Sayang, kapan kamu mau pulang ke apartemen kita"?
" Apa, pulang ke apartemen maksud kak Abi"!!!
" Kita kembali ke apartemen kita, aku akan punya waktu lebih untuk selalu dekat dengan kamu juga bayiku"
" Kak, aku memaafkan kak Abi, bukan berarti aku akan kembali ke apartemen dan tinggal disana, aku harus memantapkan hatiku lagi, bahkan kak Abi belum menyelesaikan masalah kak Abi dengan wanita itu"
" Apa lagi yang kamu pikirkan, aku sudah meminta maaf, aku menyesali semua kesalahanku di masa lalu, aku ingin berubah lebih baik lagi, menata rumah tangga kita, dari awal lagi, hanya kamu dan bayiku masa depanku sekarang, Ausky sudah menikah, ia juga tidak lagi mencari ku"
Aini hanya mematung saat Abi meraih tangannya,hatinya cukup bergetar saat telapak tangan itu terus di kecupnya, kakinya tidak bisa lagi berpijak dengan benar di atas tanah, mulutnya menolak sentuhan sang suami namun tubuhnya bergerak duduk di atas pangkuannya, ia juga hanya pasrah saat sang suami menempelkan bibirnya pada bibir ranumnya, ciuman yang lembut dan cukup lama, dan sudah menimbulkan rasa yang aneh bergelayar ke seluruh tubuhnya,
__ADS_1
" I love you, mommy baby"
" Kak,, aku
" Tidak usah mengatakannya, aku tau, mommy masih mencintaiku, jangan menolak ku lagi, kita akan bangun masa depan bersama anak anak kita, dukung aku agar kakiku segera pulih, aku akan menjagamu juga anakku, semampuku aku akan memberikan kebahagian pada keluarga kecilku"
" Kak aku takut kak Abi meninggalkan aku lagi, jangan memberikan harapan palsu"
" Aku tau mommy sulit percaya, tapi akan papi buktikan kata kata papi hem, kita akan menemui mama hari ini, please, mama sudah sangat merindukan menantu kesayangannya, ia sampai sakit karena terlalu memikirkannya"
" Tapi aku belum bisa untuk tinggal di sana, aku hanya akan mengunjunginya saja, maafkan aku"
" Baiklah papi mengerti, papi tidak akan memaksa, kesalahan papi di masa lalu memang fatal dan tidak bisa di maafkan, tapi berikanlah pendosa ini kesempatan"!!!!
Aini hanya menunduk merasa canggung dengan kata kata sang suami, ia bukanya tidak memaafkan namun nyatanya hatinya belum bisa berdamai dengan masa lalunya,
Aini pun bangkit dari pangkuan suaminya dan di luar dugaan Aini juga tergerak untuk mendorong kursi roda sang suami memasuki kamarnya, ia membantu sang suami naik ke atas ranjang dan berbaring, ia pun perlahan naik ke atas ranjang dan membaringkan tubuhnya di samping suaminya,
Abi tidak menyiakan kesempatan emas itu, ia mencoba untuk berbaring miring dan memeluk erat tubuh mungil istrinya,
Aini pun tidak menolaknya, ia mencari kenyamanan berada di dalam pelukan sang suami yang telah lama dirindukannya, hingga tanpa terasa air matanya sudah membasahi pipinya yang mulus tanpa noda,
" Mommy sayang jangan menangis lagi, nanti dedek bayi kita ikut menangis, peluk papi sepuas mommy, jiwa raga ini mulai sekarang dan seterusnya hanya milik mommy"
Aini hanya mendongak menatap lembut wajah tampan pria yang ada dan sangat dekat di depannya kini,
__ADS_1
Kecupan lembut juga mendarat di seluruh wajahnya yang ayu dan masih basah oleh air mata, namun air mata itu bukan air mata kesedihan, namun air mata kesyukuran, karena Tuhan begitu baik padanya mengabulkan doa doanya, mengembalikan miliknya yang pergi beberapa waktu lalu,
" Sayang, salahkah papi merindukan saat saat pertama itu, papi masih bisa, bisakah aku menengok buah hati kita di dalam sini"
" Apa,,
Wajah Aini mendadak bersemu merah karena syok dan malu, saat itu ia melakukannya karena pengaruh obat, namun Abi yang brutal dan buas malam itu menyisakan trauma yang mendalam karena saat selesai permainan panas itu tubuhnya seolah remuk, ia juga mengalami luka di area sensitifnya hingga beberapa hari baru sembuh,
" Papi tau, mommy takut dan trauma, tapi kali ini papi janji akan melakukannya dengan lembut dan terlebih dengan kaki yang tak sempurna ini, papi juga takut dedek bayi kaget dan marah saat ada gempa di rumahnya"
Abi terus merajuk dan terkekeh menggoda istrinya yang masih polos dan tersipu malu,
Ketakutan itu sesaat menyelimuti perasaan Aini namun gelar istri durhaka akan ia sandang jika ia menolaknya, ia juga masih ingat dulu pernah merayu sang suami agar memberikan anak kepadanya,
Entah siapa yang memulai keduanya pun akhirnya terhanyut dalam kemesraan, saling memberi kenikmatan yang belum pernah mereka rasakan berdua, diawal Aini sempat meringis menahan rasa sakit karena ia baru kedua kalinya melakukanya,
Namun Abi yang terus menuntun gairahnya mengalihkan rasa sakit itu menjadi rasa yang belum pernah terbayang sebelumnya, bagai ada larva pijar di atas kepalanya, saat ada sesuatu yang seperti akan meledak dalam tubuhnya, tubuh mungilnya menggelinjang hingga dadanya terangkat ke atas, ia memejamkan mata, dan mulutnya mendesah merdu,
Abi pun semakin tidak terkendali ia pun berpacu dengan sang istri memadukan penyatuan hingga keduanya sama sama merasakan sebuah rasa, rasa bahagia, rasa cinta dan kasih, Abi menciumi seluruh wajah istri mungilnya yang masih tegang dan mata terpejam,
" Terimakasih mommy sayang, papi mencintai mommy,"
*****
Happy readingπ₯°πππ₯°
__ADS_1
TBC