Janda Pilihan Mama

Janda Pilihan Mama
Pria Jahat


__ADS_3

" Antarkan mama kerumah sakit Bi,,?


" Siapa yang sakit"? kenapa harus aku, kan ada sopir, buat apa mama gaji dia"


"Rian libur, ibunya dikampung sakit "


" Mana aku ada janji lagi, aku pesan taksi saja buat mama, siapa yang sakit,ribet amat"


" Hati kamu sebenarnya terbuat dari apa, mengapa sikapmu seperti ini pada orang yang sudah melahirkan dan membesarkanmu"?


" Sudahlah ayo berangkat, apa tidak bosan tiap hari mengomeli anak mama sendiri"


" Kalau kamu nurut sama mama, mama tentu tidak akan mengomel, umurmu tidak muda lagi, harusnya kamu meneruskan perjuangan papamu memajukan bisnis keluarga, kasihan kakak kamu, dia perempuan, dia punya tanggung jawab keluarganya sendiri, dan masih harus berjuang mengurus perusahaan papamu"


" Mengurus perusahaan kan bukan bidangku ma, aku lebih suka dengan bisnisku sendiri, apa mama tidak bangga aku punya uang dengan hanya duduk bermain handpone tak perlu repot ke kantor dan berurusan dengan berkas berkas"


" Aku lelah berdebat denganmu,lalu mana hasil kerja kamu, mobil dari orang tua, handpone mahal, pakaian makanan, semua dari orang tua, lalu buat apa duit kamu,?habis untuk foua foya, bermain wanita, minum minum, iya, dan itu yang kau sebut aku harus bangga"


"dan kuharap nanti dirumah sakit kamu tidak kabur meninggalkan mama dan orang yang akan mama jenguk"


" Memang siapa dia sampai aku harus kabur" jangan jangan dia fans aku di instagram,kalau benar aku jelas akan kabur"


" Ngaco, nanti kamu akan tau, "


******


Dirumah sakit Aini dirawat hari itu ia sudah diijinkan pulang oleh dokter,


Perawat Rita sudah menghubungi nyonya Kayla bahwa Aini sudah diijinkan pulang,


Setelah selesai berkemas, terdengar pintu ruangan itu diketuk dari luar,


TOK


TOK


" Asalamualaikum,


" Waalaikum salam,, nyonya Kayila,,


" Iya, aku menjemputmu dan aku datang bersama ini kenalkan putraku" Abizard, maafkan putraku, dia yang melakukan kesalahan hingga kamu berada disini kesakitan"


DEG


Jantung Abizard berdegup kencang menatap wajah gadis yang duduk ditepi brankar rumah sakit itu, namun sesaat kilatan mata tajamnya segera terlihat penuh amarah,


" Dia yang bodoh kenapa aku yang harus minta maaf dasar gadis pemeras, kau memanfaatkan mamaku juga rupanya"


" Diam kau Abizard, sudah salah masih tidak mau minta maaf, ayo minta maaf padanya, lihat karena ulahmu kakinya retak"


" Nyonya, sudahlah tidak usah memaksanya, ini sudah nasib saya, saya hanya ingin segera keluar dari sini,agar segera bisa mencari tempat kost untuk saya tinggal"


" Kamu akan ikut kerumahku sampai kakimu sembuh dan bisa berjalan tanpa penyangga, tinggalah dirumahku" suster Rita juga akan menjagamu nanti"

__ADS_1


" Mama apaan, dia hanya akan jadi benalu dirumah kita, palingan dia modus, "


Netra Aini menatap tajam pada wajah sosok pria angkuh dihadapanya,,


" Tuan tidak berhak menghina saya, saya bukan seperti yang anda katakan"


Aini benar benar marah, wajahnya berubah jadi merah padam dan butiran bening keluar dari sudut matanya pun terjatuh begitu saja, ia memaksa turun dari ranjang dan mengambil penyangga kakinya,


" Saya akan pergi sendiri nyonya, terimakasih, dan perlu nyonya tau, saya tidak modus, saya juga bukan benalu"bukan pemeras"


Aini menyeret kopernya dan dengan tertatih ia berjalan keluar dari ruangan itu dengan hati yang penuh kesedihan


" Semua ini karena kau Abi, mama tidak mau tau, bagaimanapun caranya, bawa gadis itu kerumah, atau kau yang pergi dari rumah mama"


" Mama, apa mama sudah gila mengusir anak mama sendiri demi gadis yang tidak jelas itu"


" Kau,tidak punya pilihan atau menawar, bawa dia atau semua fasilitasmu akan mama bekukan dan pergi dari rumah, mama malu punya anak yang tidak pernah bisa belajar menghargai orang lain"


" Rita, bawa saya ke mobil"


" Baik nyonya"


Kayla pun keluar dari ruang rawat inap Aini dibantu suster Rita menuju parkiran mobil,


Sementara Aini terus menyeret koper miliknya dan berjalan tertatih tatih karena keretakan pada kakinya ia terpaksa harus menggunakan penyangga,


Abizard juga berjalan tergesa matanya menyapu seluruh area rumah sakit berusaha menemukan sosok wanita yang dia cari,


" Brengsek, kemana dia, kurang ajar, gara gara wanita sialan itu hidupku jadi bermasalah begini"


" Hai mau kemana kau wanita sialan'"


Aini kaget dan menatap tajam wajah dingin seorang pria yang tiba tiba saja menarik tanganya, ia meringis menahan rasa sakit karena kaki kananya yang masih sakit ikut tertarik dan hampir jatuh,


" Aagghhh,,, sakit"


" Kau siapa berani sekali kau kasar padaku,kau laki laki tidak tau malu main kasar dengan perempuan"apa maumu,


'" Kau harus ikut denganku, karena dirimu mamaku mengancamku putranya sendiri hah,, kau pandai menjebak atau kau penyihir"? kau pemeras, dan dirumahku nanti kau akan menjadi benalu, "?


PLAKKK


Setelah mendapat penghinaan dari Abizard air mata Aini luruh membasahi pipinya yang mulus dan putih itu, dengan mengumpulkan keberanian ia menampar keras wajah Abi, dan berusaha melepaskan diri dari cengkraman tangan pria kasar itu,


Merasa usahanya sia sia, Aini sekuat tenaga berteriak minta tolong,


" Tolong,,, tolong,,, tolong,, ada pria jahat disini"


Seketika orang orang berdatangan kearah suara Aini berteriak,


" Lepaskan dia, tidak pantas kau bersikap begitu pada wanita"dasar pria tidak tau malu"


" Kau siapa berani ikut campur dengan urusanku, " Abi tidak juga melepaskan tanganya pada pergelangan tangan Aini yang sudah memerah, karena ia terlalu kuat menggenggamnya,

__ADS_1


" Pak tolong saya, dia pria jahat pak, dia menabrak saya, hingga saya cidera, dan kini dia hendak memaksa saya ikut denganya, kumohon pak, tolong saya"


" Aini,, kamu disini nak, Abi lepaskan dia, dan kalian semua bubar, ini masalah keluarga" Kayla datang dan Aini pun terbebas dari cengkeraman tangan Abizard


" Aini, kami ingin bertanggung jawab sampai kaki kamu sembuh, ikutlah dengan kami"


" Tidak nyonya, kalau saya ikut nyonya kaki saya bisa makin parah, lihatlah, pria jahat itu menarik saya, dan kini kaki saya sakit hingga berdarah lagi"


" Tak hanya itu, dia juga menghina saya lagi, saya masih punya harga diri, saya bisa sembuhkan kaki ini tanpa bantuan dari nyonya"


" Tapi nak,, ini salah putraku aku akan bertanggung jawab"


Belum sempat Kayla meneruskan kata katanya, Aini sudah menyetop ojek online yang dia pesan dan ternyata yang datang adalah Sadam, pria yang dia kenal,


" Saya pergi nyonya, terimakasih, semoga putra nyonya yang jahat itu tidak mendapatkan karma, karena kejahatanya pada wanita lemah sepertiku"


Kayla hanya melongo mendengar ucapan Aini dan air mata juga keluar dari sudut matanya yang sudah mulai menghitam karena faktor usia,


" Sebelum mama pergi menyusul papa kamu, kuharap kamu, bisa merubah jalan hidupmu, mama hanya seorang wanita yang gagal, gagal mendidik putraku sendiri,"


Dengan linangan air mata, Kayla meminta Rita membawanya ke mobil dan diikuti oleh Abi yang hanya terdiam,mengikuti dibelakang dengan malas,


******


" Bagaimana keadaan nona sekarang, apa sudah membaik"


" Alhamdulilah, tapi kakiku masih sakit bila bergerak mas"


" Iya jangan dipaksa, beristirahat dulu, saya sudah memesan kamar kost untuk nona, dan yang punya rumah kost juga mengenal baik suami nona jadi dia sangat senang mengetahuinya, nona akan menempati kamar yang paling bagus dan mewah dengan fasilitas lengkap"


" Sebenarnya itu tidak perlu, saya bukan lagi nyonya Agastya, bagaimana dengan uang sewanya tentu mahal"


" Jangan kawatir nona, sudah ada seseorang yang membayar kamar itu bahkan langsung dibayar tiga bulan sekaligus"


" What,, tapi siapa mas orang itu"?


" Saya kurang tau nona, dia datang dengan mobil mewah, dan orangnya juga seperti bukan orang biasa, dia datang juga dengan dua orang seperti pengawal,wajahnya sangat tampan, bahkan wanita disini semua melongo melihatnya"


Aini masih mode bertanya tanya, namun ia tetap melangkah menuju kamar kostnya yang ada dilantai dua, dia pun naik dengan lift karena kondisi kakinya masih sakit,


Sadam mengantar dan membawa koper milik Aini sampai kekamarnya,


Jika butuh bantuan hubungi saya nona, saya pamit, pelayan akan membawa makanan untuk nona nanti, makan yang banyak, minum obat dan istirahatlah,"


" Terima kasih mas, dan terimalah ini sedikit rejeki jangan ditolak, mas sudah baik banget dengan saya"


" tidak nona, saya ikhlas" jangan sungkan,saya masih akan membantu mencari makam suami nona, "


" terimakasih mas"


Sadam pun pamit dan Aini, sendirian merenungi nasibnya,


*****

__ADS_1


asalamualaikum, semoga readers terhibur,


TBC


__ADS_2