
" Bangun sayang ini udah siang, kasihan dedek bayi kelaparan, apa perlu aku masuk lagi kedalam selimut kamu"
Aini mengerjapkan matanya perlahan memastikan apa benar ada suara di dekatnya, sinar mentari pagi mulai masuk lewat celah celah tirai namun entah mengapa ia masih enggan menggerakkan tubuhnya,
" Sayang apa kamu sakit, kenapa malas begini, "
" Gak kak aku mager saja"
" Apa masih lelah padahal aku cuma sekali kan yang, minum susu dulu setelah itu mandi"
" Kak, kita mandi jam dua dini hari, ini sudah suruh mandi lagi males kak"
" Kan habis mandi jam dua itu kita tidur lagi, sama saja keringat dan bakteri dalam tubuh keluar lagi"
Aini enggan menjawab, ia masih malas berdebat pagi itu, bagaimana tubuhnya tidak mager, tengah malam sang suami meminta jatah, subuh harus bangun juga untuk kewajibannya sebagai muslim, dan seperti baru terlelap ia sudah di bangunkan lagi,
" Ya ampun malah tidur lagi, paling tidak minum susunya dulu mumpung masih hangat, aku tak ingin melihatmu sakit yang"
" Kakaaaaaakkkkkk stop, aku mager mau tidur lagi, bawa sini susu itu dan kak tolong keluar dulu biar aku tidur"
Abi tersenyum lebar, istrinya benar benar sedang menguji kesabarannya pagi itu, ia mendekati ranjang dan mencoba duduk di sampingnya, membenarkan selimutnya dan mengecup keningnya dengan lembut,
(๐๐ฌ๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐บ๐ฆ๐ด๐ข๐ญ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐บ๐ช๐ข ๐ฏ๐บ๐ช๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ๐ฎ๐ถ ๐ฅ๐ถ๐ญ๐ถ, ๐ฎ๐ข๐ข๐ง๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ข๐ฌ๐ถ, ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐บ๐ฆ๐ด๐ข๐ญ๐ช ๐ด๐ฆ๐ฎ๐ถ๐ข ๐ฌ๐ฆ๐ด๐ข๐ญ๐ข๐ฉ๐ข๐ฏ๐ฌ๐ถ, ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ซ๐ข๐ฏ๐ซ๐ช ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ด๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ถ๐ฉ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ซ๐ข๐ญ๐ข๐ฏ ๐ญ๐ข๐จ๐ช ๐ข๐จ๐ข๐ณ ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฃ๐ช๐ด๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ซ๐ข๐จ๐ข๐ฎ๐ถ, ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ซ๐ข๐ฅ๐ช ๐ด๐ถ๐ข๐ฎ๐ช ๐ด๐ช๐ข๐จ๐ข ๐ด๐ข๐ข๐ต ๐ฌ๐ฆ๐ฉ๐ข๐ฎ๐ช๐ญ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ถ, ๐ฏ๐ข๐ฎ๐ถ๐ฏ ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ซ๐ถ๐จ๐ข ๐ฎ๐ช๐ฏ๐ต๐ข ๐ฎ๐ข๐ข๐ง, ๐ธ๐ข๐ซ๐ข๐ฉ ๐ธ๐ข๐ฏ๐ช๐ต๐ข ๐ญ๐ข๐ช๐ฏ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ๐ฅ๐ถ๐ฏ๐จ ๐ข๐ฏ๐ข๐ฌ๐ฌ๐ถ ๐ฑ๐ถ๐ฏ ๐ฉ๐ข๐ณ๐ถ๐ด ๐ฎ๐ข๐ด๐ช๐ฉ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ด๐ช๐ฎ๐ฑ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ช ๐ฉ๐ข๐ต๐ช ๐ช๐ฏ๐ช ๐ฆ๐ฏ๐ต๐ข๐ฉ ๐ด๐ข๐ฎ๐ฑ๐ข๐ช ๐ฌ๐ข๐ฑ๐ข๐ฏ ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ต๐ข๐ฌ ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ฏ๐ข๐ฉ ๐ต๐ข๐ถ, ๐ฃ๐ข๐จ๐ข๐ช๐ฎ๐ข๐ฏ๐ข๐ฑ๐ถ๐ฏ ๐ซ๐ถ๐จ๐ข ๐ข๐ฅ๐ข ๐ข๐ฏ๐ข๐ฌ๐ฌ๐ถ ๐ฅ๐ช ๐ณ๐ข๐ฉ๐ช๐ฎ๐ฏ๐บ๐ข, ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฃ๐ฆ๐ญ๐ถ๐ฎ ๐ฃ๐ช๐ด๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ญ๐ถ๐ฑ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ๐บ๐ข, ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ต๐ข๐ถ ๐ฅ๐ช๐ข ๐ฃ๐ฆ๐ญ๐ถ๐ฎ ๐ฃ๐ข๐ฉ๐ข๐จ๐ช๐ข ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ด๐ข๐ฎ๐ข ๐ด๐ถ๐ข๐ฎ๐ช๐ฏ๐บ๐ข,๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ช๐ข ๐ซ๐ถ๐จ๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ฆ๐ณ๐ช๐ต๐ข, ๐ต๐ข๐ฑ๐ช ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ซ๐ข๐ฏ๐ซ๐ช ๐ฎ๐ฆ๐ญ๐ฆ๐ฑ๐ข๐ด๐ฌ๐ข๐ฏ๐บ๐ข, ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ญ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐ด๐ข๐ข๐ต ๐ช๐ข ๐ฌ๐ฆ๐ญ๐ข๐ฌ ๐ด๐ถ๐ฅ๐ข๐ฉ ๐ฃ๐ข๐ฉ๐ข๐จ๐ช๐ข, "๐๐ฌ๐บ ๐ฃ๐ข๐จ๐ข๐ช๐ฎ๐ข๐ฏ๐ข ๐ฌ๐ฆ๐ข๐ฅ๐ข๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ถ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ข๐ฏ๐ข๐ฌ ๐ฌ๐ช๐ต๐ข, ๐ช๐ฏ๐จ๐ช๐ฏ ๐ด๐ฆ๐ฌ๐ข๐ญ๐ช ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐บ๐ข๐ฑ๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐ช๐ฏ๐จ๐ช๐ฏ ๐ด๐ฆ๐ฌ๐ข๐ญ๐ช ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ช๐ต๐ข๐ฉ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ซ๐ช๐ฌ๐ข ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ช๐ฏ๐ช ๐ข๐บ๐ข๐ฉ๐ฏ๐บ๐ข, ๐ต๐ข๐ฑ๐ช ๐ฃ๐ข๐จ๐ข๐ช๐ฎ๐ข๐ฏ๐ข ๐ค๐ข๐ณ๐ข๐ฏ๐บ๐ข)
Abi memejamkan mata hingga mengingat Ausky yang juga sedang mengandung anaknya, ia sangat gelisah, tangannya terulur membelai rambut Aini, namun pikirannya justru membayangkan Ausky,
Tok
Tok
Tok
Suara ketukan pintu itu membuyarkan lamunan Abi, ia berjalan tertatih untuk membuka pintu, nampak Adriana di depan pintu, dan memasukan sedikit kepalanya,
" Kenapa tidak sarapan, ini sudah siang kak, aku masih menunggu,?
" Kakakmu lagi mager, jangan di ganggu nanti biar sarapan sama aku, kalian sarapan dulu"
Adriana pergi setelah mendapat jawaban dari Abi, ia pun menuju ruang makan dan sarapan berdua saja dengan Raymon,
Abi pun membuka laptop dan mengerjakan pekerjaannya di atas ranjang, sesekali ia memandangi wajah polos Aini yang nyenyak tertidur meskipun matahari mulai meninggi,
*****
__ADS_1
Di tempat yang berbeda Ausky juga sedang gelisah di dalam kamarnya karena sudah hampir dua hari Adrian terpaksa pergi ke luar kota, ia berharap suaminya akan segera kembali dengan cepat,
Ia merindukan Adrian yang selalu menjaga dan merawatnya dengan baik, hari itu ia sudah sekali menghubunginya namun pesan singkatnya belum juga terbaca,
Dan tiba tiba ponselnya berdering dengan girang ia meraih benda pipih itu namun justru panggilan dari nomor tak di kenal,
Semula ia ragu akan menghubungkanya namun ia takut jika itu penting maka ia pun menggulir tombol hijau
" Halo, ini siapa?
" ๐๐ฐ๐ฏ๐ข ๐๐ถ๐ด๐ฌ๐บ, ๐ช๐ฏ๐ช ๐ช๐ฃ๐ถ- ๐ช๐ฃ๐ถ ๐๐ณ๐ข๐ธ๐ข๐ต๐ช"
" Oh, ya ada apa bu?
" ๐ด๐ข๐บ๐ข ๐ช๐ฏ๐จ๐ช๐ฏ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ต๐ฆ๐ฎ๐ถ ๐ฏ๐ฐ๐ฏ๐ข ๐ซ๐ช๐ฌ๐ข ๐ฏ๐ฐ๐ฏ๐ข ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฌ๐ฆ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ข๐ต๐ข๐ฏ, ๐ข๐ฅ๐ข ๐ฉ๐ข๐ญ ๐ฑ๐ฆ๐ฏ๐ต๐ช๐ฏ๐จ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ช๐ฏ๐จ๐ช๐ฏ ๐ด๐ข๐บ๐ข ๐ด๐ข๐ฎ๐ฑ๐ข๐ช๐ฌ๐ข๐ฏ"
" Katakan saja sekarang, tapi jika ibu butuh bantuan tunggu sampai suami saya pulang dia sedang ke luar kota"
" ๐บ๐ข, ๐ฃ๐ข๐ช๐ฌ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ข๐ข๐ง ๐ด๐ข๐บ๐ข ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฃ๐ช๐ด๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ต๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐ฅ๐ช ๐ต๐ฆ๐ญ๐ฆ๐ฑ๐ฐ๐ฏ ๐ฏ๐ฐ๐ฏ, ๐ด๐ข๐บ๐ข ๐ช๐ฏ๐จ๐ช๐ฏ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ต๐ฆ๐ฎ๐ถ ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ฏ๐ฐ๐ฏ๐ข ๐ด๐ข๐ซ๐ข"
" Ibu bisa datang ke rumah aku tunggu"
Setelah itu sambungan telepon ia matikan sepihak,
Ausky membalikan badan dan melihat ke arah pintu namun yang masuk justru daddy nya,
" Ada apa dad?
" Ayo sarapan ini sudah jam sepuluh nanti kalau kamu sakit, Adrian bisa marah sama daddy "
" Mana ada seperti itu, daddy mertuanya ia tak mungkin berani melakukannya"
"Sky, menurut lah, kamu bukan anak balita lagi, kamu itu sudah jadi ibu sekarang ini, harus bisa kasih contoh baik pada anakmu"
" Dad,, jika putri kandungmu ketemu apa yang akan daddy lakukan,? apa ia akan tinggal disini juga"
Ausky justru membahas hal yang lain, ia terbiasa makan di suapi sang suami, dan saat ini ia tidak ada hingga membuatnya tidak bernafsu untuk makan,
" Tentu saja sayang, dia juga sama seperti kamu, kalian semua anak anak daddy akan tetap mendapat hak yang sama atas apa yang daddy miliki termasuk kasih sayang daddy"
" Jika putrimu tau aku bukan saudara kandungnya, ia pasti akan berbuat buruk padaku"
" Jangan berpikir negatif, itu tidak baik"daddy selalu menyayangimu sejak kamu lahir hingga kini, dulu pernah beberapa hari deddy mengajakmu ke kantor hanya karena tak ingin jauh dari kamu, tapi kamu justru kelelahan dan jatuh sakit"
__ADS_1
" Daddy, jika aku bertemu dengan orang tua kandungku, apa yang harus kulakukan, aku hanya ingin bersamamu, bersama orang yang merawat dan menyayangiku"
" Kamu tidak akan kemana mana, kamu tetap putri daddy sampai kapanpun, dan daddy punya satu permintaan sama kamu dan itu satu satunya yang membuat daddy bahagia"
" Apa itu dad, aku akan memberikannya jika aku mampu"
" Jangan kecewakan Adrian, dia pria baik bukalah hatimu untuknya, dia yang ada di sampingmu saat kamu terpuruk hargailah kasih sayangnya padamu, dan ada hal penting tentang Adrian yang belum kamu ketahui"
" Ada rahasia apa dad"?
" Daddy baru tau kalau Adrian adalah,, dia,anak kandung daddy Arjuna,dari istri pertama daddy Yunita"
" Apa, dad, apa ini benar, dan daddy yakin, ini bukan candaan"!!Ausky menggeleng tak percaya dan kata kata itu bagai mimpi baginya,
" Tidak, daddy sudah menyuruh orang untuk menyelidikinya,dia benar putra daddy, Arjuna, untuk itu jangan kecewakan Adrian, jaga pernikahan kalian dengan baik jangan sampai hal yang menimpa deddy terjadi pada kalian berdua"
" Itu artinya Adrian, dia kakakku dad"
Ausky memeluk tubuh pria paruh baya yang netranya terlihat sudah mengembun,
" Kalian bukan saudara kandung, daddy mohon, jaga pernikahan kalian, buatkan daddy cucu yang banyak agar saat daddy pensiun deddy tidak kesepian"
" Aku akan berusaha agar tidak mengecewakan daddy, hiks,, hiks, aku sayang daddy "
" Adrian dan Adriana anak kandung Deddy, tapi tolong jaga rahasia ini sementara waktu"
Ausky mengangguk dan menangkup wajah pria yang telah membesarkannya dengan penuh kasih sayang, hingga sampai detik itu, dan meyakinkan bahwa ia tidak akan membuatnya kecewa,
Hingga bunyi klakson mobil di depan mansion itu mengejutkan keduanya,
" Dad, suamiku pulang"
Tanpa menghiraukan jawaban dari daddy nya Ausky berjalan cepat keluar dari kamar untuk menyambut Adrian, pria yang sudah mulai menempati hatinya saat itu,
Reno hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah manja putrinya yang nampak terlihat jelas binar bahagia di raut wajahnya, ia pun tersenyum sendiri dan melangkah keluar,
******
Happy Reading๐๐๐
How are you today,
Salam sehat semangat baca, love youuuu๐ฅฐ๐ฅฐ๐ฅฐ
__ADS_1
Tbc