Janda Pilihan Mama

Janda Pilihan Mama
Terungkapnya fakta


__ADS_3

" Bangun sayang ini udah siang, kasihan dedek bayi kelaparan, apa perlu aku masuk lagi kedalam selimut kamu"


Aini mengerjapkan matanya perlahan memastikan apa benar ada suara di dekatnya, sinar mentari pagi mulai masuk lewat celah celah tirai namun entah mengapa ia masih enggan menggerakkan tubuhnya,


" Sayang apa kamu sakit, kenapa malas begini, "


" Gak kak aku mager saja"


" Apa masih lelah padahal aku cuma sekali kan yang, minum susu dulu setelah itu mandi"


" Kak, kita mandi jam dua dini hari, ini sudah suruh mandi lagi males kak"


" Kan habis mandi jam dua itu kita tidur lagi, sama saja keringat dan bakteri dalam tubuh keluar lagi"


Aini enggan menjawab, ia masih malas berdebat pagi itu, bagaimana tubuhnya tidak mager, tengah malam sang suami meminta jatah, subuh harus bangun juga untuk kewajibannya sebagai muslim, dan seperti baru terlelap ia sudah di bangunkan lagi,


" Ya ampun malah tidur lagi, paling tidak minum susunya dulu mumpung masih hangat, aku tak ingin melihatmu sakit yang"


" Kakaaaaaakkkkkk stop, aku mager mau tidur lagi, bawa sini susu itu dan kak tolong keluar dulu biar aku tidur"


Abi tersenyum lebar, istrinya benar benar sedang menguji kesabarannya pagi itu, ia mendekati ranjang dan mencoba duduk di sampingnya, membenarkan selimutnya dan mengecup keningnya dengan lembut,


(๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ข๐˜ญ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ช๐˜ข ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ช๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ถ, ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ข๐˜ง๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ, ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ข๐˜ญ๐˜ช ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฌ๐˜ถ, ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ซ๐˜ช ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฉ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ซ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ญ๐˜ข๐˜จ๐˜ช ๐˜ข๐˜จ๐˜ข๐˜ณ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ด๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ซ๐˜ข๐˜จ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ, ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ด๐˜ถ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ช ๐˜ด๐˜ช๐˜ข๐˜จ๐˜ข ๐˜ด๐˜ข๐˜ข๐˜ต ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ช๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ, ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ฏ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ซ๐˜ถ๐˜จ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ต๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ข๐˜ง, ๐˜ธ๐˜ข๐˜ซ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ธ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ช๐˜ต๐˜ข ๐˜ญ๐˜ข๐˜ช๐˜ฏ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ฏ ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ณ๐˜ถ๐˜ด ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ด๐˜ช๐˜ฉ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ด๐˜ช๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ต๐˜ช ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ด๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ต๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ต๐˜ข๐˜ถ, ๐˜ฃ๐˜ข๐˜จ๐˜ข๐˜ช๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ฏ ๐˜ซ๐˜ถ๐˜จ๐˜ข ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ช๐˜ฎ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข, ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ฎ ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ด๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข, ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ต๐˜ข๐˜ถ ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ฎ ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ข๐˜จ๐˜ช๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ด๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข ๐˜ด๐˜ถ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ช๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข,๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ช๐˜ข ๐˜ซ๐˜ถ๐˜จ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ต๐˜ข, ๐˜ต๐˜ข๐˜ฑ๐˜ช ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ซ๐˜ช ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ด๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข, ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ด๐˜ข๐˜ข๐˜ต ๐˜ช๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ข๐˜จ๐˜ช๐˜ข, "๐˜š๐˜ฌ๐˜บ ๐˜ฃ๐˜ข๐˜จ๐˜ข๐˜ช๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฌ๐˜ช๐˜ต๐˜ข, ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜ช๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜ช๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ต๐˜ข๐˜ฉ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ซ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช ๐˜ข๐˜บ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข, ๐˜ต๐˜ข๐˜ฑ๐˜ช ๐˜ฃ๐˜ข๐˜จ๐˜ข๐˜ช๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข ๐˜ค๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข)


Abi memejamkan mata hingga mengingat Ausky yang juga sedang mengandung anaknya, ia sangat gelisah, tangannya terulur membelai rambut Aini, namun pikirannya justru membayangkan Ausky,


Tok


Tok


Tok


Suara ketukan pintu itu membuyarkan lamunan Abi, ia berjalan tertatih untuk membuka pintu, nampak Adriana di depan pintu, dan memasukan sedikit kepalanya,


" Kenapa tidak sarapan, ini sudah siang kak, aku masih menunggu,?


" Kakakmu lagi mager, jangan di ganggu nanti biar sarapan sama aku, kalian sarapan dulu"


Adriana pergi setelah mendapat jawaban dari Abi, ia pun menuju ruang makan dan sarapan berdua saja dengan Raymon,


Abi pun membuka laptop dan mengerjakan pekerjaannya di atas ranjang, sesekali ia memandangi wajah polos Aini yang nyenyak tertidur meskipun matahari mulai meninggi,


*****

__ADS_1


Di tempat yang berbeda Ausky juga sedang gelisah di dalam kamarnya karena sudah hampir dua hari Adrian terpaksa pergi ke luar kota, ia berharap suaminya akan segera kembali dengan cepat,


Ia merindukan Adrian yang selalu menjaga dan merawatnya dengan baik, hari itu ia sudah sekali menghubunginya namun pesan singkatnya belum juga terbaca,


Dan tiba tiba ponselnya berdering dengan girang ia meraih benda pipih itu namun justru panggilan dari nomor tak di kenal,


Semula ia ragu akan menghubungkanya namun ia takut jika itu penting maka ia pun menggulir tombol hijau


" Halo, ini siapa?


" ๐˜•๐˜ฐ๐˜ฏ๐˜ข ๐˜ˆ๐˜ถ๐˜ด๐˜ฌ๐˜บ, ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช ๐˜ช๐˜ฃ๐˜ถ- ๐˜ช๐˜ฃ๐˜ถ ๐˜๐˜ณ๐˜ข๐˜ธ๐˜ข๐˜ต๐˜ช"


" Oh, ya ada apa bu?


" ๐˜ด๐˜ข๐˜บ๐˜ข ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜ช๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ฏ๐˜ฐ๐˜ฏ๐˜ข ๐˜ซ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ฏ๐˜ฐ๐˜ฏ๐˜ข ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ, ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ญ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜ช๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ข๐˜บ๐˜ข ๐˜ด๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ"


" Katakan saja sekarang, tapi jika ibu butuh bantuan tunggu sampai suami saya pulang dia sedang ke luar kota"


" ๐˜บ๐˜ข, ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ช๐˜ฌ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ข๐˜ง ๐˜ด๐˜ข๐˜บ๐˜ข ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ด๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ฐ๐˜ฏ ๐˜ฏ๐˜ฐ๐˜ฏ, ๐˜ด๐˜ข๐˜บ๐˜ข ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜ช๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฏ๐˜ฐ๐˜ฏ๐˜ข ๐˜ด๐˜ข๐˜ซ๐˜ข"


" Ibu bisa datang ke rumah aku tunggu"


Setelah itu sambungan telepon ia matikan sepihak,


Ausky membalikan badan dan melihat ke arah pintu namun yang masuk justru daddy nya,


" Ada apa dad?


" Ayo sarapan ini sudah jam sepuluh nanti kalau kamu sakit, Adrian bisa marah sama daddy "


" Mana ada seperti itu, daddy mertuanya ia tak mungkin berani melakukannya"


"Sky, menurut lah, kamu bukan anak balita lagi, kamu itu sudah jadi ibu sekarang ini, harus bisa kasih contoh baik pada anakmu"


" Dad,, jika putri kandungmu ketemu apa yang akan daddy lakukan,? apa ia akan tinggal disini juga"


Ausky justru membahas hal yang lain, ia terbiasa makan di suapi sang suami, dan saat ini ia tidak ada hingga membuatnya tidak bernafsu untuk makan,


" Tentu saja sayang, dia juga sama seperti kamu, kalian semua anak anak daddy akan tetap mendapat hak yang sama atas apa yang daddy miliki termasuk kasih sayang daddy"


" Jika putrimu tau aku bukan saudara kandungnya, ia pasti akan berbuat buruk padaku"


" Jangan berpikir negatif, itu tidak baik"daddy selalu menyayangimu sejak kamu lahir hingga kini, dulu pernah beberapa hari deddy mengajakmu ke kantor hanya karena tak ingin jauh dari kamu, tapi kamu justru kelelahan dan jatuh sakit"

__ADS_1


" Daddy, jika aku bertemu dengan orang tua kandungku, apa yang harus kulakukan, aku hanya ingin bersamamu, bersama orang yang merawat dan menyayangiku"


" Kamu tidak akan kemana mana, kamu tetap putri daddy sampai kapanpun, dan daddy punya satu permintaan sama kamu dan itu satu satunya yang membuat daddy bahagia"


" Apa itu dad, aku akan memberikannya jika aku mampu"


" Jangan kecewakan Adrian, dia pria baik bukalah hatimu untuknya, dia yang ada di sampingmu saat kamu terpuruk hargailah kasih sayangnya padamu, dan ada hal penting tentang Adrian yang belum kamu ketahui"


" Ada rahasia apa dad"?


" Daddy baru tau kalau Adrian adalah,, dia,anak kandung daddy Arjuna,dari istri pertama daddy Yunita"


" Apa, dad, apa ini benar, dan daddy yakin, ini bukan candaan"!!Ausky menggeleng tak percaya dan kata kata itu bagai mimpi baginya,


" Tidak, daddy sudah menyuruh orang untuk menyelidikinya,dia benar putra daddy, Arjuna, untuk itu jangan kecewakan Adrian, jaga pernikahan kalian dengan baik jangan sampai hal yang menimpa deddy terjadi pada kalian berdua"


" Itu artinya Adrian, dia kakakku dad"


Ausky memeluk tubuh pria paruh baya yang netranya terlihat sudah mengembun,


" Kalian bukan saudara kandung, daddy mohon, jaga pernikahan kalian, buatkan daddy cucu yang banyak agar saat daddy pensiun deddy tidak kesepian"


" Aku akan berusaha agar tidak mengecewakan daddy, hiks,, hiks, aku sayang daddy "


" Adrian dan Adriana anak kandung Deddy, tapi tolong jaga rahasia ini sementara waktu"


Ausky mengangguk dan menangkup wajah pria yang telah membesarkannya dengan penuh kasih sayang, hingga sampai detik itu, dan meyakinkan bahwa ia tidak akan membuatnya kecewa,


Hingga bunyi klakson mobil di depan mansion itu mengejutkan keduanya,


" Dad, suamiku pulang"


Tanpa menghiraukan jawaban dari daddy nya Ausky berjalan cepat keluar dari kamar untuk menyambut Adrian, pria yang sudah mulai menempati hatinya saat itu,


Reno hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah manja putrinya yang nampak terlihat jelas binar bahagia di raut wajahnya, ia pun tersenyum sendiri dan melangkah keluar,


******


Happy Reading๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜


How are you today,


Salam sehat semangat baca, love youuuu๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ

__ADS_1


Tbc


__ADS_2