
Hari pun berganti minggu dan minggu pun berganti bulan,
Keadaan Abi masih sama, ia belum tersadar dari koma dan masih di rawat di ICU,Setiap hari sang mama mendatanginya dan menundukkan kepala dengan seribu kesedihannya, bahkan hingga saat itu ia juga belum mendapatkan kabar kalau Aini akan kembali,
Sementara Ausky kini terpaksa sendiri mengurus perusahaan yang di bangun bersama dengan Abi, hari hari di lewati dengan tidak semangat, bahkan pasca kehamilannya tentu sangat mengganggu aktifitasnya, kadang di selah selah meeting ia harus ke toilet karena mual dan muntah, kadang di jam sibuk ia malah tertidur hingga pekerjaannya terbengkalai,
Siang itu Ausky sengaja pulang dan menyerahkan tanggung jawab pekerjaannya pada asisten Bily, orang yang di rekomendasikan oleh Moreno untuk membantu putrinya di kantor,
Di depan pintu gerbang matanya menyipit sesaat melihat seorang satpam yang belum pernah di lihatnya di mansion sang daddy,
Pria yang tegap dan berwajah tampan meskipun hanya terbalut seragam satpam dengan senyuman segera membuka pintu gerbang,
" Selamat siang nona, maaf tuan Reno tidak di rumah"
Ausky menatap heran, dan menggelengkan kepalanya,
" " Apa kau baru bekerja disini,?
" Iya nona, baru dua minggu"perkenalkan nama saya Adrian, "
Adrian menunduk hormat, sambil memperkenalkan diri,
" Baik asal kau tau, aku ini putri majikanmu, daddy Moreno, paham"!!!
" Ma,, maaf nona, baiklah saya belum pernah melihat anda, maaf"
Tanpa kata Ausky melempar kontak mobilnya dan bergegas masuk ke dalam mansion, dan ia pun melihat hal yang lebih mengejutkan lagi saat masuk ke ruang tengah, ia disuguhkan pemandangan, di mana sang daddy sedang bercumbu dengan wanita muda yang sedang berada di atas pangkuannya, ,
" Daddy, apa apaan ini"!!
Ausky memekik keras dan membuang pandanganya ke arah lain,
" Sayang akhirnya kamu pulang ke mansion juga" kenalkan dia Bella, partner daddy,"
" Aku tidak menyangka daddy melakukan ini, "
Sesaat Bella hanya diam dan menunduk melihat sikap Ausky yang todak bersahabat,
" Maaf,tuan, sebaiknya saya pergi "
" Tidak Bella kamu akan tinggal sampai makan malam tiba, setelahnya kamu boleh pulang"
Ausky menunjukan sikap yang tidak bersahabat dan menatap malas pada Bella, jelas ia tidak menyukai Bella yang bahkan umurnya mungkin hampir sama dengan dirinya, ia benar benar kesal sang Deddy bermain dengan gadis muda,
" Masuk kamarmu dan ada yang ingin daddy bicarakan"
__ADS_1
Ausky berjalan menuju kamarnya, dan diikuti Moreno di belakangnya
" Sayang apa kamu sudah memikirkan tentang kehamilanmu"?
Pertanyaan Moreno langsung tanpa basa basi setelah masuk ke kamar Ausky,
" Apa maksud daddy, jangan bilang daddy ingin aku gugurkan kandunganku'!!
" Lalu kamu akan tetap menunggu kapan Abi sadar dari koma, dan menikahi kamu,,lalu jika Abi tidak sadar sementara perut kamu makin membesar apa kata publik, apa kamu sudah pikirkan"!!
" Abi akan sadar dad, ,, aku yakin, itu"!
" Jika Abi sadar apa kamu yakin dia akan bertanggung jawab dengan kehamilanmu, dia pria beristri ingat itu"?!!
" Dia harus bertanggung jawab" jika tidak aku akan memaksanya"
" Daddy tidak mau kabar kehamilanmu di ketahui publik, daddy kasih waktu satu bulan, jika dalam waktu satu bulan Abi tidak menikahi kamu, daddy akan menikahkan kamu dengan seseorang, daddy tidak mau menanggung malu, putri daddy hamil diluar nikah"!!
Setelah mengatakan itu, Moreno keluar kamar dan menemui Bella yang duduk di taman belakang sedang memberi makan ikan di kolam,
" Bella,, "
" Om Reno, apa sudah bicara dengan putrimu"?
" Jika om anggap aku menemani om hanya sekedar untuk uang, om salah, aku melakukan ini demi ayahku yang sakit sakitan, demi adikku agar tidak putus sekolah"aku juga bisa menjadi pelayan rumah om jika diinginkan"
" Tidak, kamu terlalu cantik untuk menjadi pelayan, Ya sudah, om akan berikan pengobatan terbaik untuk ayahmu, dan pendidikan terbaik untuk adik kamu, dengan syarat kamu tidak menjual diri pada pria lain, anggap saja aku mengontrak kamu agar selalu menemani masa masa kesepian om"
" Baik om"
******
Di Rumah Adriana,
Aini sedang termenung sedih, Adriana belum pulang dari sekolah yang saat ini sedang mengikuti ujian akhir,
Aini sedang mencoba mengirim pesan pada orang kepercayaannya yang ditugaskan mengurus yayasan sosial miliknya,
Aini meminta agar dana juga di gunakan untuk pembangunan panti sosial di kampung Adriana, agar bisa membantu anak anak yang kurang mampu agar tetap bisa mendapat pendidikan layak,
Akhirnya pengacara almarhum Agastya, Ramon Sitoga membaca pesan dari Aini dan berjanji untuk datang ke kampung tempat Aini tinggal saat ini,
Dan tentu saja dengan syarat Ramon tidak diijinkan untuk memberitahukan keberadaan dirinya pada keluarga Abi,
" Semoga kamu bahagia bersama wanita yang kau cinta kak"aku akan berusaha kuat"
__ADS_1
Dalam hati Aini tetap berdoa untuk suaminya agar ia bahagia, sebulan setelah pergi dari apartemen Aini tinggal di rumah Adriana, dan Adriana sangat gembira karena sejak sang kakak bekerja ke kota, ia sedih dan kesepian tanpa kawan, bahkan ia kadang hanya makan nasi putih jika tidak ada tetangga yang menyuruhnya mencuci dan menyetrika pakaian,
Adrian bekerja sebagai satpam, setelah mendapat PHK dari pabrik triplek tempat ia bekerja karena pabrik mengalami kebangkrutan,
" Assalamu'alaikum kak"
" Alaikum salam" sudah pulang,gimana ujiannya berjalan lancar"??
" Alhamdulilah kak, akhirnya selesai"dan apa kak Aini habis menangis, mata kakak sembab gitu"
" Aku merindukan kak Abi, tapi,, aku berharap ini tidak akan lama dan aku harus berjuang melupakan dia"
" Sudahlah, disini masih banyak cowok ganteng kalau kakak mau aku kenalin dech"Adriana terkekeh menggoda Aini,
" Hus,,emang aku wanita apaan tidak semudah itu, sudah sana Cuci tangan dan ganti baju antarkan kakak mencari rujak, apakah ada yang jualan di kampung ini? , siang terik begini enaknya makan rujak dan es cendol"
" Ada, tenang saja, mau beli apapun ada asal ada cuan kak Aini yang cantik, "
" Dan kakak akan ada tamu dalam waktu dekat ini kita cari camilan untuk suguhan"
" Siapa yang akan datang, apa saudara kak Aini dari kota"??
" Dia seorang pengacara, besok kalau dia datang boleh kok dengarkan pembicaraan kakak biar kamu tau"
" Hah, jadi kak Aini mau sewa pengacara buat urus perceraian kakak, buset cepat amat kak"!!
" Bukan, ayo cepat, rujaknya uda di di depan mata nih buruan Adriana"!!
Begitulah kehidupan Aini dan Adriana mereka saling menyayangi dan saling mengisi, bahkan sejak Adrian bekerja ke kota Aini yang mengurus dan lebih tepatnya menghidupi Adriana untuk biaya sehari hari,
Siang itu mereka membawa sepeda ontel untuk pergi ke tukang jual rujak yang jaraknya lumayan jauh, namun Adriana dengan riang mengayuh sepeda ontel dan berboncengan dengan Aini,
Namun di belakang mereka dan tanpa mereka sadari seorang pria paruh baya mengikuti dan terus memperhatikan Adriana dan Aini,
" 𝘊𝘢𝘯𝘵𝘪𝘬 𝘴𝘦𝘬𝘢𝘭𝘪 𝘨𝘢𝘥𝘪𝘴 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘪 𝘣𝘰𝘯𝘤𝘦𝘯𝘨 𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘈𝘥𝘳𝘪𝘢𝘯𝘢, 𝘴𝘪𝘢𝘱𝘢 𝘺𝘢, 𝘢𝘱𝘢 𝘥𝘪𝘢 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘬𝘰𝘵𝘢, 𝘬𝘶𝘭𝘪𝘵𝘯𝘺𝘢 𝘱𝘶𝘵𝘪𝘩 𝘬𝘢𝘺𝘢 𝘱𝘰𝘳𝘴𝘦𝘭𝘦𝘯, 𝘸𝘢𝘩 𝘢𝘳𝘰𝘮𝘢 𝘵𝘶𝘣𝘶𝘩𝘯𝘺𝘢 𝘸𝘢𝘯𝘨𝘪 𝘬𝘦𝘣𝘢𝘸𝘢 𝘢𝘯𝘨𝘪𝘯, 𝘢𝘬𝘶 𝘵𝘢𝘬 𝘵𝘢𝘩𝘢𝘯 𝘢𝘩 𝘢𝘬𝘶 𝘩𝘢𝘳𝘶𝘴 𝘵𝘢𝘶, 𝘥𝘢𝘯 𝘴𝘪𝘢𝘱𝘢 𝘵𝘢𝘶, 𝘥𝘪𝘢 𝘳𝘦𝘫𝘦𝘬𝘪 𝘢𝘬𝘶"
******
assalamu'alaikum,
Hai 👋👋,readers tersayang aku.
salam sehat dan semangat baca, jangan lupa hadiahnya walau sedikit, Terimakasih
TBC
__ADS_1