
Netra saling menatap ketika pandangan bertemu, desiran halus mulai terasa menyusup ke relung hati, sesaat waktu bagai berhenti berputar, dalam keheningan hanya bahasa kalbu yang bicara saling menyapa,
(𝘼𝙞𝙣𝙞 𝙁𝙖𝙩𝙢𝙖𝙬𝙖𝙩𝙞 𝙞𝙨𝙩𝙧𝙞𝙠𝙪)
( 𝙆𝙖𝙠 𝘼𝙗𝙞𝙯𝙖𝙧𝙙 𝙃𝙖𝙗𝙞𝙗𝙞𝙚, 𝙨𝙪𝙖𝙢𝙞𝙠𝙪, 𝙖𝙮𝙖𝙝 𝙗𝙖𝙮𝙞𝙠𝙪)
Seorang pria tampan rambut cepak hampir mirip model rambut TNI, duduk di atas kursi roda ada tepat di depan pintu, dibelakangnya, seorang pria berwajah datar bertubuh kekar dan besar mirip aktor luar negeri pemeran film Rambo,
Sylvester Gardenzio Stailone. 😁😁😁
" Assalamu'alaikum Nini"
Suara sedikit serak milik pria itu memecah keheningan,
" Alaikumsalam "
" Bawa tamunya masuk dan bicaralah di dalam, bagaimanapun dan siapapun tamunya, tugas kita memuliakannya"
Suara dari pria yang tak lain adalh Fahmi pun membuat Aini tersadar dan segera mempersilahkan masuk,
Adriana sempat menganga melihat pria tampan yang ada di atas kursi roda itu,namun Fahmi segera membawa Adriana masuk dan membuatkan minuman untuk tamunya Aini,
" Bagaimana keadaan kamu dan bayi kita Ni, maafkan aku"
Belum sempat Aini berkata kata Abi membawa kursi rodanya mendekati Aini menjatuhkan tubuhnya berlutut di depan Aini dan terisak tanpa kata,
" Maafkan aku Ni, maafkan pria bodoh dan tak berguna ini, aku rela jika kau ingin menghukumku dengan cara apapun asal kau memaafkan kesalahanku di masa lalu, bahkan nyawaku jika kau mau"
"Aku,, aku bukan malaikat pencabut nyawa, kesalahan kak Abi sudah aku lupakan, karena aku dan anakku tidak butuh mengingatnya, aku dan bayiku juga baik baik saja seperti yang kak Abi lihat,maaf aku sedang banyak pekerjaan, silahkan jika masih ingin di sini, adikku sedang membuatkan minuman,"
" Ni, tunggu sebentar kamu jangan pergi,"
"aku tidak pernah pergi kemana mana, tapi antara kita sudah tidak ada yang perlu dibahas lagi"
__ADS_1
" Kamu masih istriku Ni", dan selamanya, aku tak akan menceraikan kamu meskipun kamu selamanya juga akan membenciku aku tak peduli"
" Istri, lalu sejak kapan aku dianggab istri,setelah tiga bulan berturut turut kak Abi tidak menafkahi aku, maka sudah jatuh talak satu kak"
Abi terdiam karena sudah kalah telak oleh jawaban Aini, ia memang tidak pernah menafkahi istrinya, hanya di bulan pertama saja ia memberikan uang, hingga Aini terpaksa menjadi penyanyi cafe,
" Aku berjanji akan menebus kesalahanku, aku akan menjalani terapi sampai sembuh, beri aku satu kesempatan lagi untuk membuktikan ucapanku, aku mohon Ni"
" Mintalah kesempatan kepada Tuhan, dan bertaubat padaNYA, dia yang berhak dan memutuskan bukan aku"
Aini ingin segera pergi dari kursi tempat ia duduk namun Abi menahan tangannya, dan menatap manik mata milik Aini.
" Ijinkan aku menyapa bayi kita, aku mohon, jika kamu jijik melihatku tutuplah sebentar matamu"
Abi memohon dengan suara lirih dan serak karena baru saja menangis, ia berpikir dengan diamnya Aini berarti ia setuju,
Abi mendekat dan menempelkan wajahnya pada perut Aini, dan mulai terisak lagi,
" Maafkan papa nak, papa orang jahat, tapi papa berjanji akan berubah, jadilah pribadi yang kuat dan baik seperti mama,papa menunggu kelahiranmu, papa akan selalu merindukan kamu dan mama kamu, maafkan kebodohan dan kesalahan papa,, papa akan menebusnya sedikit demi sedikit kita akan hidup dan menjadi keluarga kecil"
" Aini, apa bayi kita membuatmu mual dan muntah, maafkan aku"
" Tidak kak,dan maaf aku ada banyak pekerjaan,aku akan masuk,
Tanpa basa basi Aini bangkit berdiri dan meninggalkan Abi untuk menjauhi bahkan ia masih duduk diatas lantai"
Fahmi yang melihat itu pun membantu Abi naik keatas kursi roda dan mendorongnya tepat di depan meja,
" Diminum dulu tuan teh nya"!! dan saya berharap kehadiran anda tidak merusak suasana hatinya yang sudah membaik akhir akhir ini"
" Tapi aku akan tetap menemuinya, dia masih istri saya"
" Istri yang anda sia siakan dan anda buang, saya menyesal membiarkan gadis kecil saya menikah dengan anda "
__ADS_1
" Apa maksud tuan Fahmi"
Abi nampak sangat terkejut, mendengar penuturan Fahmi,
" Saya adalah pria yang di jodohkan dengan Aini sejak ia berumur lima belas tahun, saya membiarkan dia mencari cinta sejatinya, karena waktu itu dia masih kecil, dan kini saya akan mengambilnya dari anda, karena anda sudah membuangnya"
" Itu benar kak, aku akan melanjutkan hidup dengan jodohku, jodohku pasti menyayangi bayiku, aku tidak khawatir dia akan kekurangan kasih sayang"
" Tidak Ni, aku tidak akan melepaskan kamu, sampai kapanpun"
" Dilepas atau tidak urusan kak Abi, aku tidak ada urusan lagi, urus saja wanita itu, dia juga mengandung anak kak Abi, aku tak akan pernah sudi berada diantara kalian berdua anak itu lebih membutuhkan ayahnya"
" Dia sudah menikah saat aku koma"
" Oh,, wanita hebat, harusnya aku juga begitu, namun aku begitu bodoh membuang waktu menjaga pria koma di rumah sakit selama satu bulan, tidur di sofa tidak nyenyak, makan tidak enak, kedinginan, perut kembung setiap hari, dengan impian dan harapan besar, bahkan aku hampir saja kehilangan bayiku karena wanita itu mencelakaiku"
" Tuan, jika tuan masih punya hati, pulanglah, Aini akan baik baik saja tanpa anda, saat ini yang dia butuhkan ketenangan dan jika dia stres itu berpengaruh buruk pada bayinya"
" Aku akan keluar tapi belum akan pulang, biar Aini membenci, atau memukul atau mau hukum aku sepuasnya, aku masih ingin dekat dengan anakku"
" Tuan jangan egois, jelas Aini membencimu, biarkan dia tenang dan bahagia dengan caranya, ia butuh ruang untuk itu, karena anda baru saja mengusiknya"
" Apakah ada manusia suci di dunia ini tuan, setiap orang berhak memperbaiki kesalahannya"
" Terserah anda, itu hak anda,
Abi hanya diam termenung, namun ia teringat Michael masih ada di dalam mobil menunggunya, ia pun mengirim pesan agar ia meninggalkanya pulang,dan akan menghubunginua lagi saat ia ingin kembali,
*****
𝙝𝙖𝙥𝙥𝙮 𝙧𝙚𝙖𝙙𝙞𝙣𝙜😄😄😄
𝙨𝙚𝙢𝙖𝙣𝙜𝙖𝙩 𝙗𝙖𝙘𝙖 𝙙𝙖𝙣 𝙢𝙖𝙨𝙞𝙝 𝙡𝙖𝙣𝙟𝙪𝙩, 𝙥𝙡𝙚𝙖𝙨𝙚, 𝙩𝙞𝙣𝙜𝙜𝙖𝙡𝙠𝙖𝙣 𝙟𝙚𝙟𝙖𝙠, 𝙢𝙖𝙣𝙮 𝙩𝙖𝙣𝙠 𝙮𝙤𝙪, 𝙡𝙤𝙥𝙚 𝙮𝙤𝙪𝙪𝙪𝙪𝙪,, 🥰🥰🥰
__ADS_1
TBC