
Yunita melajukan mobil dan kembali pulang ia masih beruntung tidak bertemu siapapun saat ia masuk ke mansion Kayla, ia dengan cepat masuk ke dalam kamar dan mengunci pintu, segera masuk ke dalam kamar mandi dan membersihkan tubuh kotornya,
Setelahnya ia juga menutup bercak merah di leher dan dadanya dengan make up, tak lupa memakai kaus dengan kerah yang menutup sebagian lehernya,
Tanpa membuang waktu lagi ia melangkah ke luar dari mansion dan kembali melajukan mobil menuju butik tempatnya bekerja,
Dua puluh menit kemudian ia sudah sampai di butik dan bertemu dengan sepasang suami istri yang baru memilih dress untuk bumil,
" Mau sampai kapan memilih terus tanpa membeli,"
" Belum ada yang cocok,tunggulah sebentar lagi"
Adrian hanya menggelengkan kepala melihat tingkah istrinya yang terlalu memilih,
Ahhh,,,
" Ada apa, apa perut mama baby sakit,"
" Sepertinya sedikit kram,"
" Duduklah, makanya di bilangin suami nurut, duduklah biar aku yang pilih, dan kita akan segera ke dokter"
" Tidak usah ke dokter ini hanya kram biasa, aku tunggu di sini dan pilihkan yang menurut papa baby cocok untukku"
Adrian pun berjalan menuju deretan dress khusus bumil, ia juga bingung memilih hingga seorang wanita cantik berjalan mendekatinya,
" Ada yang bisa di bantu tuan, anda mencari dress untuk bumil"?
" Ah benar nyonya, eh nona maaf"
" Panggil saja nyonya, apa istri anda yang duduk di bangku itu?
__ADS_1
" Benar, tolong carikan dress yang cocok untuknya kami mau adakan syukuran tujuh bulan kehamilannya"
" Baiklah ikut saya, ke lantai dua"
Yunita segera membawa Adrian ke lantai dua namun mata Adrian memicing melihat deretan dress itu karena bandrol harga semuanya di atas lima juta,
Tak ingin terlihat kampungan ia pun mengambil satu dress putih berenda dengan pita kecil di bagian perut,
" Anda sudah memilihnya tuan, sini biar saya bantu untuk istri tuan mencobanya"?
Adrian pun berjalan mendekati Yunita dan dalam jarak dekat Adrian sempat mengusap rambut di keningnya ke arah belakang,
Yunita yang tak sengaja melihat itu pun terkesiap sesaat melihat tanda lahir di kening Adrian, mendadak ia menatap wajah Adrian dan mencoba mengingat sesuatu,
" Oh Tuhan, tanda lahir itu, itu kenapa sama persis seperti tanda lahir putraku Arjuna, tapi"
" Mengapa nyonya melamun"
" Ah,,iya maaf tuan mari saya akan membantu istri tuan mencoba gaun ini"
" Nona cantik sekali, apa anda puas dengan gaun ini"? tanya Yunita pada Ausky,
" Ya, akan aku beli pilihan suamiku nyonya,"
" Mama baby tambah cantik pakai gaun begini, "?!!
" Jangan gombal ini tempat umum"
" Emang kenapa gombal sama istri kan ga ada larangan"?
" Wah, sepertinya saya jadi obat nyamuk nih" celetuk Yunita,
__ADS_1
Wajah Ausky menjadi merah merona,karena candaan dari Yunita, namun Adrian hanya cengengesan saja dan menuju kasir untuk membayar dress yang di pilihnya,
Setelah menghela nafas sesaat mengingat harga sebuah dress itu, ia pun tersenyum sendiri, gaji separo bulanya hanya bisa untuk sebuah dress,
Setelah menyelesaikan pembayaran Adrian menggandeng tangan sang istri keluar dari butik,
" ๐๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฑ๐ข ๐ฉ๐ข๐ต๐ช๐ฌ๐ถ ๐ณ๐ฆ๐ด๐ข๐ฉ ๐ฎ๐ฆ๐ญ๐ช๐ฉ๐ข๐ต ๐ฑ๐ณ๐ช๐ข ๐ฎ๐ถ๐ฅ๐ข ๐ช๐ต๐ถ, ๐ต๐ข๐ต๐ข๐ฑ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ข๐ต๐ข๐ฏ๐บ๐ข, ๐ด๐ฆ๐ฏ๐บ๐ถ๐ฎ๐ฏ๐บ๐ข, ๐ฃ๐ข๐ฉ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ต๐ข๐ฏ๐ฅ๐ข ๐ญ๐ข๐ฉ๐ช๐ณ ๐ช๐ต๐ถ, ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ด๐ช๐ด ๐ด๐ฆ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ต๐ช ๐ต๐ข๐ฏ๐ฅ๐ข ๐ญ๐ข๐ฉ๐ช๐ณ ๐๐ณ๐ซ๐ถ๐ฏ๐ข ๐ฑ๐ถ๐ต๐ณ๐ข๐ฌ๐ถ" ๐ด๐ช๐ข๐ฑ๐ข ๐ฏ๐ข๐ฎ๐ข๐ฏ๐บ๐ข,,
Yunita pun terus melamun, dan seorang SPG, menyentuh pundaknya hingga ia tersadar dari pikiranya,
" Maaf nyonya, ini ada barang yang terjatuh di depan kasir apa mungkin ini milik tuan muda tampan tadi ya"?
" Oh, coba sini kulihat"
Yunita meraih benda tipis itu dan sebuah foto berukuran sekitar enam R itu seketika membuat matanya membulat, mulut menganga, dada seketika menjadi sesak seolah pasokan oksigen berhenti mengisi rongga hidungnya,tubuhnya terkulai lemas terkulai di atas lantai,
" Nyonya, apa yang terjadi,apakah nyonya sakit,??
Semua SPG yang ada di butik itu menjadi panik dan segera membantu Yunita untuk berbaring di ruangannya,
Seorang dari mereka ingin memanggil dokter namun Yuni menggelengkan kepalanya, sementara yang lain mengoles minyak angin di punggung dan memberinya air putih,
Yunita pun meminta waktu untuk sendiri dan menjelaskan kalau dia baik baik saja dan akhirnya semua SPG itu keluar dari ruangan Yunita,
Isak tangis tak kuasa di tahan lagi, Yunita memandang lekat foto itu, di mana waktu itu ia masih bersama sang suami Moreno Sungkar, dan foto kemesraan itu mereka ambil saat ia mengandung Arjuna yang baru berumur empat minggu,
" ๐๐ณ๐ซ๐ถ๐ฏ๐ข,, ๐ต๐ข๐ฅ๐ช ๐ช๐ต๐ถ ๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ณ ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ถ ๐ฏ๐ข๐ฌ, ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ถ ๐ฑ๐ถ๐ต๐ณ๐ข๐ฌ๐ถ, ๐ข๐ฌ๐ถ ๐บ๐ข๐ฌ๐ช๐ฏ ๐ช๐ต๐ถ, ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ถ ๐ฑ๐ถ๐ต๐ณ๐ข๐ฌ๐ถ, ๐ฉ๐ช๐ฌ๐ด,, ๐ฉ๐ช๐ฌ๐ด๐ด, ๐ฌ๐ช๐ต๐ข ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ต๐ฆ๐ฎ๐ถ, ๐ต๐ข๐ฑ๐ช ๐ฅ๐ช ๐ฎ๐ข๐ฏ๐ข ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ถ ๐ต๐ช๐ฏ๐จ๐จ๐ข๐ญ, ๐ฉ๐ช๐ฌ๐ด,, ๐ฉ๐ช๐ฌ๐ด,, ๐ข๐ฑ๐ข๐ฌ๐ข๐ฉ ๐ธ๐ข๐ฏ๐ช๐ต๐ข ๐ช๐ต๐ถ ๐ช๐ด๐ต๐ณ๐ช ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ถ, ๐ฉ๐ข๐ฉ,, ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฅ๐ช ๐ฌ๐ข๐ฏ๐ฅ๐ถ๐ฏ๐จ ๐ธ๐ข๐ฏ๐ช๐ต๐ข ๐ช๐ต๐ถ ๐ค๐ถ๐ค๐ถ ๐ฎ๐ข๐ฎ๐ข, ๐ฉ๐ช๐ฌ๐ด,, ๐ฉ๐ช๐ฌ๐ด,, ๐๐ณ๐ซ๐ถ๐ฏ๐ข,, ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ช๐ฎ๐ข๐ฏ๐ข ๐ข๐ฅ๐ช๐ฌ ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ถ, ๐๐ฅ๐ช๐ฏ๐ฅ๐ข, "
Yunita terus terisak hingga matanya membengkak, ia yakin kalau pria yang datang ke butik bos nya itu pasti putranya, ia pun tidak tau harus mencari kemana, namun ia berharap takdir segera mempertemukan dirinya dengan putra putrinya,
****
__ADS_1
happy reading๐ฅฐ๐๐ฅฐ๐
TBC