Janda Pilihan Mama

Janda Pilihan Mama
Siapakah pria itu


__ADS_3

" Apa kamu masih mengaharap pria yang tak berdaya ini"


Pertanyaan Moreno membuat Ausky makin sedih, siang itu Ausky datang ke rumah sakit bersama daddy nya ingin n keadaan pria pujaan hatinya, sebelum memutuskan menerima pria yang sudah di jodohkan dengan dirinya untuk menutup aibnya,


" Masih ada waktu satu minggu lagi dad, semoga Abi sadar dari komanya dan bisa melanjutkan hidup bersamaku juga anaknya nanti"


" Daddy tidak mau tau, seminggu ini Abi tidak tersadar dari koma,kamu harus menikah dengan pria pilihan daddy"


" Siapakah pria itu dad, dan apa dia akan menerima kondisiku, dan berapa daddy membayarnya"??


" Dia pria muda, masih lebih muda 4 tahun di bawah umurmu, dia pria yang baik dan sopan, jika pernikahan itu terjadi dia bilang kamu istri yang dilarang dan tidak boleh disentuh karena kamu sedang mengandung benih pria lain" hingga pernikahan itu tidak sah dalam pandanganya, kecuali saat kamu sudah melahirkan dan masa nifas kamu selesai kalian menikah ulang, baru dianggap sah oleh keyakinannya"


" Baguslah dad, jadi aku tidak perlu khawatir dia macam macam padaku bila pernikahan ini terjadi"


" Kamu jangan bicara asal dan percaya diri bisa saja kamu lama lama jatuh cinta padanya"


" Mana mungkin dad, kenal juga nggak, paling dia hanya inginkan uang daddy saja"!!


" Ayo kita pulang, untuk apa buang waktu percuma nungguin orang sekarat ini"


Ausky ang merasa kesal justru berjalan melewati sang daddy lebih dulu, hingga membuat pria paruh baya itu menggeleng dan berdecak sambil melangkahkan kaki menyusulnya,


Sesampai di tempat parkir Ausky terkejut melihat sosok pria yang sedang bersandar pada mobil sang daddy, pria itu segera menunduk hormat sebentar dan segera membukakan pintu untuknya,


" Silahkan nona"!!


" Kamu,, bukankah kamu adalah,,


" Dia Adrian, dan sekarang hingga seterusnya dia akan jadi asisten daddy, dia tidak cocok hanya menjadi satpam,"


Ausky menggeleng perlahan tidak mengerti akan jalan pikiran sang daddy,Adrian hanya orang awam dan bukankah masih banyak orang yang handal, tapi mengapa harus Adrian,


Moreno duduk di sebelah putrinya dan Adrian menyalakan mesin mobil mewah itu membelah jalanan kota, dan saat terdengar suara kumandang adzan panggilan sholat ashar Adrian bertanya pada tuannya,


" Maaf tuan kita mau langsung pulang atau ada tujuan lagi,"?


"" Aku mau belanja banyak barang barang keperluanku yang habis, "


" Baiklah nona,"


Adrian memberhentikan mobil di sebuah supermarket yang megah dan mewah, ia pun turun lebih dulu dan membukakan pintu mobil untuk sang tuan,


" Siapa yang menyuruhmu pergi aku malas mendorong troli sendirian "


" Iya nona, saya akan menyusul nanti, ijinkan saya untuk menjalankan sembahyang ashar dulu"!!


" Pergilah, aku akan menemani putriku, dan kalau kamu mau bisa mencari kita di dalam nanti, "

__ADS_1


" Terima kasih tuan"permisi"


Moreno melangkah masuk kedalam pusat perbelanjaan yang lumayan rame sore itu,di susul Ausky,


" Apa hebatnya Adrian, deddy begitu saja percaya padanya, "


" Menilai orang jangan dari kehebatannya saja,lihat juga kejujurannya, daddy sudah menyukai pria itu sejak melihat fotonya di lembar lamaran kerjanya"


Ausky masih kesal dan ia memasukan beberapa barang yang hanya diikuti sang daddy yang terus berjalan mendorong troli,


" Biarkan saya yang membawanya tuan, "


Adrian yang baru saja datang langsung menggantikan sang tuan mendorong troli, matanya menatap belanjaan Ausky yang hampir memenuhi troli,


" Aku akan menunggu kalian di cafe depan, aku sedikit lelah"


" Baiklah tuan, "


Moreno meninggalkan keduanya dan melangkah menuju cafe yang ada di mall tersebut untuk sekedar minum kopi, namun baru saja duduk matanya menangkap wajah dan sosok wanita yang tak asing,


" Bella,,


Bella menoleh dan tersenyum ke arah suara namun ia tetap melanjutkan pekerjaannya,


" Bella apa kamu bekerja di sini dan sejak kapan,??


" Baru satu minggu tuan, dan tuan mau pesan minuman apa"?


Moreno kembali ke tempat duduknya dan menunggu kopi pesanannya dan terus menatap wanita itu dari jauh, dan tak lama kemudian Bella datang membawakan kopi pesanannya


" Tunggu Bella, kapan kamu ada waktu, aku ingin bersamamu lagi"


" Saya bekerja long shif tuan, dari jam 09, pagi hingga 21, malam, "


" Baiklah, malam minggu aku akan menunggumu di depan cafe ini"


" Tapi tuan,"


Moreno tanpa sadar sedang mengagumi wajah Bella, dan saat yang sama Ausky sudah berada ditempat itu dan menatap tajam pada sang daddy juga wanita yang sangat di bencinya,


" Daddy, apa yang sedang daddy lakukan,"!


" Daddy memesan kopi, duduklah dulu temani deddy minum, "!!


" Daddy, aku tidak sula daddy tadi menatap wanita itu dengan intens"


" Bersikaplah dewasa sayang ini tempat umum", dimana Adrian, "?

__ADS_1


" Hah,, dia lagi jual tampang,tebar pesona, banyak gadis menatap dan menggodanya, dasar menyebalkan"


" Hah,, baguslah, itu artinya dia tampan dan punya karisma" apa kamu tidak melihat wajahnya mirip oppa oppa dari Korea,gestur tubuhnya juga bagus" idaman wanita"


" Huh, oppa dari kampung saja berani tebar pesona"


Moreno terkekeh geli melihat tingkah putrinya yang lucu, mereka berdua duduk menunggu Adrian yang masih mengantri di kasir dengan belanjaan yang penuh,


Memang wajah Adrian sangat tampan siapa sangka ia hanya seorang pemuda dari kampung, kulitnya cerah dan sejak berada di kota ia jarang bekerja kasar, tidak seperti saat bekerja di pabrik triplek,gestur tubuhnya tinggi tegap dadanya kekar, sempurna fisik yang dimiliki Adrian membuat mata gadis gadis di mall itu menatap takjub, bahkan ada yang sengaja minta no ponselnya, namun Adrian tidak berani memberikan no ponselnya pada sembarang orang, ,


Adrian keluar dari mall menenteng dua kantong plastik besar belanjaan sang putri bosnya, tampak peluh membasahi dahinya karena lumayan banyak dan berat yang harus ia bawa, namun ia tampak santai saja menjalani pekerjaannya,


Moreno dan Ausky pun segera beranjak dari duduknya dan berjalan menuju area parkir, Adrian bergegas membuka pintu mobil untuk sang bos, dan memasukan juga belanjaan sang nona,


Saat magrib tiba mereka pun sampai di mansion kembali,


" Maaf nona, belanjaan nona mau saya letakkan dimana??


" Kamu harusnya pinter, dimana saja barang barang itu harusnya di tempatkan,"?!!


" Baiklah nona, tapi mohon ijin sembahyang dulu, lepas magrib saya akan menata belanjaan anda"


" Hem"Ausky hanya menjawab dengan hem saja acuh dan ketus,


" Lihat asisten daddy dikit dikit sembahyang, kapan bekerja profesional coba"


" Sayang, justru karena itu daddy percaya dan menyukainya, dia pria yang taat agama, beruntung nanti wanita yang akan jadi istrinya, bukan seperti daddy yang tidak tau apapun tentang agama, padahal di ID Cart tertulis jelas agama daddy apa"!!


Ausky masih saja acuh namun ia tidak memprotes lagi, dan masuk kedalam kamarnya,


" Turunlah saat makan malam"


Moreno memperingatkan putrinya sebelum pintu kamar tertutup,


Sementara Adrian masih menyempatkan melantunkan ayat ayat suci selepas magrib dan berniat menata belanjaan sang bos setelah sembahyang isya sekalian,


Moreno dan Ausky sudah siap di meja makan saat mereka mendengar suara merdu dari kamar Adrian,


Entah mengapa Moreno mengulum senyum dan menatap putrinya dan seolah ada sebuah makna dari suara merdu Adrian untuk sang putri,


******


asalamualaikum,


hai 👋👋🙋🙋


masih lanjut nih,ceritanya semangat baca jangan lupa hadiahnya, oke thanks for you

__ADS_1


salam sehat, salam hangat,


TBC


__ADS_2