
Di hotel xxx,
"Oh,, ah,, ini hebat om" ini terlalu dalam om"pelan sedikit"!!
" Om akan selalu hebat untukmu baby"
" Kau juga merogoh kantongku terlalu dalam jadi bertahanlah"
Dua manusia berbeda generasi itu bergumul dalam penyatuan dan saling menguntungkan, sang gadis muda belia butuh uang dan kemewahan, dan sang pria tua itu butuh dituntaskan nafsunya,
Saat keduanya sama sama saling menegang dan hampir mencapai puncak tiba tiba ponsel Moreno berdering terus menerus.
" Ada panggilan di ponsel om, apa tidak di angkat dulu"
Bukanya menjawab pertanyaan si gadis Moreno justru mengangkat tubuh mungil sang gadis menuju kamar mandi,hingga tiga jam berlalu Moreno menggarap sang gadis di kamar mandi,
" Aku lapar sekali om, bisakah kita memesan makanan" suara Elsa sedikit gemetar bahkan tubuhnya mulai lemas karena lelah dan lapar,
" Baiklah, pilih menu yang kau suka dan pesanlah yang banyak nanti malam tugas kamu akan lebih berat, persiapkan dirimu"
Sang gadis hanya tersenyum smirk, ia sudah membayangkan mobil sport keluaran terbaru yang dijanjikan Moreno sudah membayangi pelupuk matanya,meskipun lelah dan perih ia harus bertahan dan berjuang,
Begitulah, di setiap akhir pekan Elsa Widiana, selalu berkencan dengan Moreno Sungkar, pria yang seharusnya pantas menjadi ayahnya, bahkan saat ini ia masih duduk di bangku kelas sebelas di sebuah sekolah menengah atas,
Elsa memilih jalan pintas.menjadi gadis pemuas nafsu pria tua dan ia mendapatkan banyak uang,ibunya hanya pedagang kecil dan ayahnya sudah tiada,
Moreno menatap layar ponselnya dan nama Ausky putrinya beberapa kali menghubunginya,
Moreno pun memutuskan untuk segera menghubunginya,
" Halo, ada apa menghubungi daddy berkali kali"
( 𝘋𝘢𝘥 𝘢𝘬𝘶 𝘮𝘢𝘶 𝘮𝘪𝘯𝘵𝘢 𝘣𝘢𝘯𝘵𝘶𝘢𝘯 𝘥𝘢𝘥𝘥𝘺, 𝘣𝘪𝘴𝘢𝘬𝘢𝘩 𝘱𝘶𝘭𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘦𝘬𝘢𝘳𝘢𝘯𝘨"!!
" Baiklah, tapi bantuan apa, sepenting apa hem"
Namun sambungan telepon sudah terputus begitu saja, secara sepihak,
Tiga puluh menit kemudian Moreno sudah tiba di mansion mewahnya, ia berjalan menuju ruang tengah dimana sang putri tengah menunggunya dengan wajah yang ditekuk,
" Ada apa sayang, mengapa cemberut begitu, apa yang bisa daddy lakukan"
Ausky segera menceritakan semua kegelisahannya bahkan ia juga bercerita tentang kegagalan misi misinya untuk menjauhkan Aini dari Abizard,
"Hah, berapa kali daddy bilang, daddy tidak menyukainya, apa perlu daddy kirim kamu kembali ke luar negeri"
" Seorang ayah biasanya akan memperjuangkan kebahagiaan putrinya bukan"
__ADS_1
" Daddy sudah melakukanya, tapi tidak dengan pria itu, bahkan dia sudah beristri, dimana urat malumu"?
" Apakah cinta bisa di salahkan dad?
" Ayolah sayang, itu bukan cinta, kalau kamu mencintainya kamu pasti ikhlas dan rela dia hidup bahagia meskipun tidak bersamamu"
" Aku tetap mencintainya, apapun pendapat daddy, aku tidak peduli, aku akan hancurkan hubungan mereka"
" Lalu jika kamu ketahuan berbuat kriminal mencelakai istrinya apa kamu pikir dia akan lebih mencintaimu, apa kamu pikir dia tidak akan semakin membencimu, pikir dengan logika"
Ausky terdiam sesaat untuk kemudian meninggalkan sang daddy untuk menuju kamarnya,hatinya semakin perih saat mengingat pesan pesannya belum di baca oleh Abi,
******
Di Rumah Adrian akhirnya Aini bisa bernafas lega, karena Abi membaca dan membalas pesan lewat email itu ke ponsel Adrian, Abi juga mengabarkan kalau ia dalam perjalanan menuju rumah yang alamatnya telah dikirim Adrian,
Siang itu suasana rumah Adrian nampak sepi setelah makan siang Aini terus diajak mengobrol dengan Adriana, Adrian yang hari otu masuk sif malam juga ikut menemani obrolan mereka karena sebentar lagi Aini akan pergi dari rumah mereka,
" Catat no ponselmu di kertas, setelah sampai di rumah aku akan menghubungimu dan aku tidak akan melupakan kebaikan kalian,"
" Kita akan merindukan kakak,"Adriana memeluk Aini dengan hangat, dan mereka berpelukan sebelum akhirnya tertawa bersama,
" Saat liburan sekolah aku akan menjemputmu agar kamu bisa tinggal di mansion suamiku barang seminggu, maukah'"?
" Aku mau mau saja tapi kak Adrian sapa yang jaga, dia kan masih jomblo"takutnya di gondol wewe kak"
" " Maksudku wewe yang rumahnya di ujung kampung itu kan suka sekali iseng sama kakak, jelas aku takut lah, kakak dimakan olehnya"?!!
Mereka bertiga bagia saudara dekat terus bercanda hingga suara deru mesin mobil menghentikan canda tawa mereka,
Sebuah mobil mewah Rolls-Royce berhenti di jalan kampung depan rumah Adrian, pintu yang tidak tertutup membuat mereka penasaran karena mobil super mahal itu berhenti di depan rumah,
" Monica"
Aini membulatkan mata melihat siapa yang turun dari mobil mewah itu, dan terkejut lagi Aini melihat pria yang juga turun dari mobil itu berjalan mengikuti Monica, Fahmi terlihat begitu tampan dengan penampilannya yang sekarang, terlihat lebih muda, kemeja yang digulung sebatas siku, memperlihatkan otot lengan yang kuat,ujung kancing baju paling atas pun terbuka memperlihatkan dada bidangnya, kaca mata hitam yang menambah kesan luar biasa di siang itu,
" Assalamu'alaikum "
" Alaikum salam, Monica benarkah ini kamu"
" Syukurlah kakak baik baik saja, maafkan aku yang tidak sempat menolong kaka Aini waktu itu"
Aini berpelukan sesaat dengan Monica,dan sesudah itu mengenalkan Monica juga Fahmi pada Adrian dan Adriana, dan mereka pun dipersilahkan masuk ke dalam rumah,
" Terimakasih atas pertolongan anda pada adik saya"
Fahmi pun mulai bicara dan berterimakasih pada Adrian dan Adriana,
__ADS_1
" Itu hanya kebetulan tuan, dan saya tidak sendiri, ada beberapa warga yang membantunya,"
" Dan kalian sudah rela menampung adik saya hingga sampai saat ini, saya tidak bisa bayangkan jika dia tak tertolong dan di jual keluar negeri"
Obrolan mereka menghangat dan Adriana di dapur menyeduh teh untuk tamu yang datang menjemput Aini, Aini pun menyusul ke dapur membantu,
" Kak, aku tidak menyangka kak Aini ini dari keluarga sultan, tapi kak Aini mau berbaur denganku yang miskin ini"
" Kamu ini ada ada saja, miskin kaya itu di mata tuhan sama, yang membedakan adalah akhlaknya saja"
Mereka pun membawa teh hangat dan menyuguhkannya pada Monica dan Fahmi.
Monica keluar dari ruangan itu menuju mobil mereka dan mengambil dua kantong plastik yang cukup besar dan di bawa masuk kedalam rumah,
" Ini sekedar oleh oleh untuk kak Adrian dan Adriana, "
" Wah kenapa tuan dan nona repot repot begini"
" Tidak, ini hanya bingkisan kecil," ini kartu namaku dan pintu rumahku akan terbuka kapanpun saat kamu butuh bantuanku" jika berminat kamu bisa bekerja di perusahaan tempatku bekerja, aku akan membantumu"
" Terima Kasih tuan"
" Kak, sudah waktunya kita kembali ke kota"atau jangan jangan kak Aini sudah betah di sini dan lupa pulang"??
" Monica, aku sangat bersyukur dan entah bagaimana perjuanganmu mencari aku, namun suamiku juga sedang menuju kemari, aku harus menunggunya dulu,
Saat yang sama sebuah mobil Lamborghini juga berhenti di jalan depan rumah Adrian,
" Oh God, mobil mewah lagi" gumam Adriana saat melihat ke arah mobil itu,
Dan seorang pria tampan keluar dari mobil itu melepas kaca mata hitamnya, namun kali ini dia datang bersama seseorang yang juga mengikutinya di belakang,
" Kak Abi"
" Nini,"
Abi langsung memeluk tubuh sang istri dengan erat dan penuh kerinduan, sedangkan Aini membalas pelukan itu sambil tersedu sedu di dada bidang sang suami,
" Maafkan aku sayang, aku suami bodoh,"
Abi mengurai pelukannya dan mencium dahi juga keningnya dengan sangat lembut,
******
Assalamu'alaikum
👋👋🙋🙋hai readers, salam sehat salam hangat, semangat baca sampai purna, jangan lupa hadiahnya, thank you,
__ADS_1
TBC