
Niat Reno untuk pergi ke panti yang di tempati Adriana pun akhirnya tertunda satu jam karena kedatangan Hans dan Irawati,namun ia tetap berangkat meskipun hari sangat panas,
Sesampai di panti ia pun memarkirkan mobilnya di tempat parkir dan turun untuk mengeluarkan oleh oleh untuk anak anak panti, satpam yang melihat pun tergopoh membantunya untuk membawa masuk,
" Pak saya ingin bertemu dengan nona Adriana,bisa tolong sampaikan,
Reno meminta satpam untuk menyampaikan maksud kedatanganya,
Satpam pun segera mengangguk dan masuk kedalam,
Reno gelisah menunggu di kursi ruang tamu khusus pengunjung di panti itu,
Tak lama pun Adriana dan Aini datang menemui Reno,
" Selamat siang om,
" Iya, selamat siang maaf mengganggu istirahat siang kalian berdua,
" Tidak apa om, bagiamana kabar kak Adrian,? Aini yang justru cerewet bertanya,
" Dia baik baik saja, om kesini mau ijin sama kamu agar Adriana boleh ikut ke rumah kakaknya, sekalian menginap karena besok hari minggu kan?
" Mengapa harus menginap om, kasihan kak Aini dia mengurus semuanya sendiri"
" Kali ini saja om mohon, ada kejutan untuk kamu dan kakak kamu, ikutlah bersama om, jika hari minggu kamu terpaksa kembali om akan antar pagi pagi, "
" Kejutan untukku dan kak Adrian kejutan apa sih om,
" Sudah berangkatlah, semoga kejutannya membahagiakan kamu"Aini pun mengiyakan Adriana bertemu dengan kakaknya,
" Iya, semoga kamu bahagia dengan kejutan dari om"
" Em,nona Aini bagaimana dengan kandunganmu, dan hubunganmu dengan Abi?
" Kami baik baik saja om, semoga nona Ausky juga baik baik saja,saya hanya bisa berdoa,"
Sekilas Reno menatap netra bening milik Aini dan entah mengapa hatinya begitu damai seolah di dalamnya ada sesuatu yang mengisyaratkan kerinduan,
Aini yang merasa aneh karena pandangan pria di depannya pun menyuruh Adriana segera bersiap siap,
" Baiklah aku akan bersiap, kebetulan tugasku sudah selesai, kakak jangan bekerja, suruh orang buat bantuin kakak mengatur dapur, ingat jangan kelelahan, makan banyak juga minum susu dan vitamin, jangan naik tangga ya kak, jangan berjalan terlalu cepat"
__ADS_1
" Ya Tuhan, kamu mirip ibu ibu yang cerewet sama anaknya hem" lucu banget sih, adikku memang sayang banget sama kakaknya " terimakasih ya dik"
Reno tersenyum lebar melihat tingkah sang putri yang konyol namun berpikir dewasa,
******
Di dalam sebuah kamar Ausky nampak termenung, ia sangat gelisah perihal kedatangan orang tua kandungnya, teringat saat sang ayah menggenggam tangannya dan memohon maaf, mata sayunya sangat mendamba dan merindu, namun ia juga kesal mengingat ibunya menukar dirinya dengan biaya rumah sakit juga sejumlah uang,
Ceklek
" Diminum dulu susunya selagi hangat, jangan berpikir keras karena yang sudah terjadi memang harus terjadi, hari ini seharusnya kamu senang berjumpa dengan orang tua kandung kamu, sedangkan aku belum tau kapan bertemu dengan mereka"
" Abang,, aku kecewa dengan kenyataan ini"
" Bersyukurlah dan buka hatimu, untuk kebenaran ini kamu harus menerimanya,
" Habiskan dan istirahatlah!
" Baiklah bang, tapi aku tidak nyaman dengan dress ini, bantu buka aku mau baju biasa saja,"
Adrian membantu sang istri membuka dress yang memang terlalu sempit untuk ukuran orang hamil, ia sebenarnya tertekan melihat punggung putih juga bongkahan dada yang besar dan mengencang, namun ia juga bingung untuk memulai hubungan, disamping istrinya tengah hamil besar ia juga belum pernah melakukan dengan wanita manapun.
" bang, apa abang tidak pernah merasakan sesuatu saat melihat tubuhku, apa abang jijik karena aku bekas dari pria lain?
" Tidak menyakiti,asal pelan-pelan, bukankah dokter menyarankan juga"
Tanpa berkata lagi Ausky pun mulai mendekat ke tubuh suaminya, ciuman lembut mulai ia lakukan di bibir tebal suaminya hingga Adrian pun membalas ******* yang di berikan, meskipun kaku dan canggung namun ia begitu menikmatinya,Adrian yang memang belum pernah berciuman pun hanya mengikuti nalurinya saja, apalagi sebagai pria normal sensasi dan sesuatu yang belum pernah ia rasakan pun mulai bergetar di seluruh tubuhnya,
Adrian mulai memberanikan diri membuka pengait kain penutup gunung kembar milik sang istri dan ia menatap takjub pada dua gunung yang terpampang indah di depan matanya,naluri lelakinya pun bangkit hingga satu tangannya menahan punggung sang istri satu tangannya menyentuh satu bukit indah nan besar bahkan tangan itu serasa tidak cukup untuk menangkupnya,
Sementara bibirnya terus bergerilya menyusuri leher mulus nan putih bersih bag porselen milik sang istri semakin menurun dan berakhir diatas puncak gunung yang berbentuk kuncup mawar merah muda,
" Ahh,, abang,,
Ausky pun di buat mendesah oleh tingkah sang suami yang begitu kalem, dalam hati sekilas teringat permainannya dengan Abi yang selalu agresif dan lebih keras, namun ia segera menyadari dan menepisnya, karena ia tau ini yang pertama untuk Adrian,
Adrian menyandarkan tubuh sang istri di tumpukan bantal karena ia takut jika sang istri berbaring akan membuatnya tidak nyaman, dan bibirnya terus menyusuri dan bermain di bagian bagian sensitifnya hingga suara suara merdu terus keluar dari bibir mungil sang istri,
"Apa boleh aku membukanya, sa,, sayang"
" Bang tubuh ini milik abang, lakukanlah apa yang abang inginkan"
__ADS_1
Adrian menarik selimut saat terakhir ia melepaskan kain di tubuhnya juga tubuh sang istri wajahnya merah padam karena sang istri yang memandang sesuatu yang berdiri di bawah pusarnya,ia juga menatap tak percaya melihat sesuatu ditengah tengah kedua paha mulus itu,tubuhnya makin menegang dan terbakar apalagi saat sang istri membuka kedua pahanya,
" Ada apa sayang jangan dilihatin terus abang malu, apa ini kurang besar hem, π
" A- a, bukan begitu bang aku justru kagum itu ukuran jumbo menurutkuπ
Adrian pun mulai bergerak sesuai naluri, sebelum itu tidak lupa ia berdoa di atas ubun ubun sang istri untuk memohon perlindungan pada tuhan,
Saat pertama ia belum begitu pandai untuk masuk dan hitungan satu sampai lima kali barulah ia berhasil, ternyata milik sang istri begitu sempit hingga menjepit miliknya dengan kencang, keduanya pun bermain dengan gerakan lembut karena mengingat ada janin di dalam perut buncit itu,
Hampir satu jam lamanya dan keduanya pun akhirnya mengakhiri permainan itu dengan penuh rasa bahagia,
" My baby sayang bundamu nakal sekali,lihatlah papa tak berdaya begini"
Adrian menunduk menciumi perut buncit istrinya sambil berkata lembut,
" Hemm apaan sih bang, aku gak ngapa ngapain juga di bilang nakal,
" Iya lah, kamu baru saja menghilangkan milikku yang paling berharga,
" Hahh, apa sih jangan ngada ngada"?
" Itu,, lihatlah ke bawah, keperjakaanku baru saja kamu ambil kan, artinya udah hilang hem,,
Ausky menganga tak percaya, bisa bisanya Adrian mengatakannya nakal seolah ia baru saja di perkosa dan hilang keperawanannya mirip seorang gadis,
" Apa kamu lelah, dan perutmu ga sakit, ?
" Enggak bang, terimakasih sudah menerima kekuranganku, maafkan aku yang dulu,,
" Settt,,
Adrian membungkam bibir milik sang istri dengan bibirnya, dan entah siapa yang memulai kegiatan ibadah suami istri itu pun terulang lagi hingga suara Azan Ashar terdengar di sebuah masjid,
*******
Happy Reading π₯°π₯°
$emangat baca, jangan lupa hadiahnya guys,
see you
__ADS_1
TBC