
Setelah kejadian siang itu dimana Aini dilecehkan oleh dua orang pria di cafe milik Bima maka Abi tidak mengizinkan lagi Aini pergi sendiri, kemanapun Aini pergi Abi sudah tidak bisa lagi membiarkan ia sendirian lagi, tekatnya sudah bulat ingin selalu melindungi gadis yang hidup sebatang kara itu.
Bahkan setelah pembacaan surat wasiat dari almarhum Agastya oleh pengacaranya Ramon Sitoga yang menyatakan bahwa Aini adalah pemilik saham lima puluh persen perusahaan milik Agastya Group juga sangat mengejutkan Abi, Kayla dan berbagai pihak, tentu saja keluarga Agastya yang sangat tidak suka dengan keputusan itu mereka berubah sangat membenci Aini yang hanya istri dan bahkan tidak ada keturunan Agastya di rahim Aini.
Penjelasan panjang lebar sudah diuraikan oleh Ramon Sitoga selaku kuasa hukum almarhum Agastya.
" Nona Aini, om minta jagalah harta titipan tuan Agastya, gunakan seperlunya saja dan tuan Agas berharap nona bisa mandiri juga mengembangkan bakat agar kelak menjadi orang yang sukses"
" Hiks,, hiks,,, aku akan menjaganya, dan aku tidak akan menggunakannya, serahkan saja harta itu ke yayasan amal om"aku tidak pantas menerima harta sebanyak itu"
" Nona harus menghargai orang yang sudah memberikan dan bahkan orang itu telah tiada" dan alangkah baik dan mulia hati nona, saran saya alangkah ada baiknya nona yang mendirikan yayasan itu,nona bisa membangun sekolahan gratis, atau panti asuhan dan duafa, pikirkan dulu bila sudah yakin, hubungi om, karena om punya sahabat yang bergerak di bidang sosial, dia dan istrinya sama sama makhluk sosial pasti cocok jika bertemu dengan anda"
" Terimakasih om, saya yakin dengan keputusan saya, saya hanya ingin hidup tenang saya takut jika punya harta banyak, kelak hisap saya di akhirat akan panjang karena sehelai benang yang kita pakai pun akan dipertanyakan asalnya dari mana"
" Subhanallah,, alhamdulilah, nona memang berhati malaikat, sayangnya tuan Agastya sudah keburu dipanggilnya, jika beliau masih ada maka dia adalah satu diantara seribu pria yang beruntung punya istri sebaik nona Aini"
" Tuan Ramon benar, di jaman sekarang ini wanita muda yang berhati tulus sepertinya hampir punah" sela Kayla ditengah pembicaraan Ramon dan Aini.
hari itu juga Kayla meminta kembali Abi menikahi Aini setelah masa iddahnya selesai dan Abi pun mengiyakan saja karena dalam hatinya ia menaruh rasa iba yang sangat dalam dan ingin melindunginya.
*****
𝙀𝙣𝙖𝙢 𝙗𝙪𝙡𝙖𝙣 𝙠𝙚𝙢𝙪𝙙𝙞𝙖𝙣
__ADS_1
SAH
SAH
SAH
" Alhamdulilah kalian berdua sudah resmi menjadi pasangan suami istri, semoga menjadi keluarga yang sakinah mawaddah warahmah"amin
Bapak penghulu yang menikahkan Abi dan Aini pun berceramah pada kedua mempelai, dengan tujuan agar dalam mengarungi bahtera rumah tangga mereka tidak melupakan hak hak dan tanggung jawab yang harus dijalankan masing masing,
Meskipun acara pernikahan mereka hanya diadakan secara sederhana namun terkesan khidmat, para tamu hanya berasal dari kerabat dekat dan sebagian teman teman Abizard.
Acara pun cepat selesai karena hanya ada acara inti dan makan makan saja, Aini yang sudah tidak nyaman dengan baju kebaya pengantin pun berpamit masuk ke kamar lebih dulu dan Kayla tersenyum mengiyakan ia juga menyuruh Abi untuk menyusul istrinya.
Didalam kamar yang sudah disiapkan Kayla untuk pengantin baru itu Aini tercengang melihat dekorasi yang sangat indah menghiasi ruangan kamar tersebut, tak terasa air matanya jatuh luruh begitu saja membasahi pipinya yang mulus ia teringat almarhum suaminya.
Saat Aini sedang terdiam didepan jendela saat ia mendengar suara pintu terbuka dan langkah kaki mendekat dan ternyata Abi yang kini sudah berstatus suaminya.
" Aini Kamu jangan takut, kita memang tinggal satu kamar tapi untuk sementara sampai hati kita yakin, kita tidak akan tidur satu ranjang,aku tidak akan mengganggumu" kita butuh waktu, maafkan aku"
" Humm,,, tidak apa kak" Aini hanya menjawab dengan deheman dan entah mengapa hatinya tiba tiba saja terasa nyeri mendengar hal itu,
Setelah membersihkan tubuhnya Aini duduk bersandar di atas sofa dan karena lelahnya proses pernikahan yang ia jalani hingga tak terasa ia pun tertidur begitu saja.
__ADS_1
setelah keluar dari kamar mandi Abi menggelengkan kepala melihat istrinya tidur bersandar di sofa, dengan perlahan ia mengangkat tubuhnya dan membaringkannya di atas ranjang.
Derrttt
Derrttt
Abi mendengar ponselnya bergetar, dan sesaat membulatkan mata membaca pesan tersebut.
( " Abi,, ini aku, besok aku akan kembali ke Indonesia, bisakah kau menjemput aku di bandara sayang")
DEGG
Masih mode diam Abi mendekati ranjang menatap wajah cantik Aini dan menghela nafas panjang, tangannya menyingkirkan anak rambut yang hampir menutupi wajah polosnya.
" maafkan aku Aini, ini yang aku takutkan, tapi percayalah aku akan belajar dan berusaha bertahan dengan pernikahan kita"
Abi mengecup kening Aini dengan lembut menarik selimut sampai batas dada Aini dan beranjak keluar meninggalkan kamar.
*****
👋🙋👋, readers tersayang.
ikuti kisahnya sampai usai,mohon dukungan
__ADS_1
salam sehat. salam hangat. always love you.
TBC