
BUGH
" Aagghh"apa yang kau lakukan padaku,
Pagi buta bahkan masih gelap suara adzan subuh baru saja usai berkumandang, Fahmi setengah berteriak karena tubuhnya yang tidur di bawah tertimpa benda yang berat dan itu adalah tubuh Monica, namun meski Fahmi mengeluarkan suara memekik Monica masih tetap bertahan dalam tidurnya,
Fahmi segera mendorong tubuh Monic kesamping hingga terdengar suara " dugh" kepala Monic sedikit membentur lantai, matanya mulai mengerjap dan,
" aaaaaaaaahh"kenapa kak Fahmi memelukku, dasar mesum sama adik sendiri juga tetep aja mesum hah"
" Apa,, tutup mulutmu bocah nakal, kau harus sadar diri, ini dimana, dan kau harus sadar posisi tidurmu semalam dimana"?
" Aku, bukankan aku tidur di sofa semalam, kenapa bisa pindah sih"
" Mungkin tulang punggungku ada yang patah, tertimpa tubuh babi betina"
Monica memelototi wajah sang kakak sepupunya dengan pandangan marah, namun sebelum ia memuntahkan amarahnya karena di sebut babi betina, suara Aini sudah menghentikannya.
" Ada apa dek, , apa kalian tidak tidur semalaman karena menjagaku,"? suamiku sudah datang sebaiknya kalian istirahat di rumah"
Aini sempat terkejut melihat wajah suaminya begitu dekat dengan wajahnya saat ia terbangun karena insiden kecil itu, namun Abi memilih diam dan tetap menggenggam tangannya, ia tetap berwajah datar tak menghiraukan Fahmi dan Monica,
" Kak, kita tidak repot, maaf kak Aini jadi terbangun karena keributan ini, meskipun suami kakak sudah datang kita tidak akan membiarkan dia menyakiti dan mengabaikan kak Aini,"
" Monica, ayo kita pulang, kita tidak berhak mencampuri urusan mereka,"
" Aini, kita pulang dulu hubungi kita lagi jika butuh bantuan,dan berhati hatilah mulai sekarang jangan pergi sendirian lagi,jika berkenan aku ada seorang bodyguard yang bisa selalu menjagamu"
" Terimakasih kak, tapi aku rasa itu terlalu berlebihan, aku akan berhati hati, terimakasih buat pertolongan kalian berdua,"
" Kak Abi sepantasnya bilang terimakasih juga pada mereka jika tidak tertolong oleh mereka, aku pasti sudah hancur, mungkin juga mati"
" Terimakasih sudah menyelamatkan istriku"
" Aini, aku akan ingatkan sekali lagi, ada musuh dalam selimutmu, waspadalah selalu"
Fahmi bukanya menjawab kata terima kasih dari Abi, ia justru berbicara pada Aini, dan setelah itu ia dan Monica pergi keluar meninggalkan ruang rawat Aini,
Ni, maafkan aku, maafkan pria bodoh ini"
Setelah hening sesaat akhirnya Abi memulai percakapan mereka pagi itu, ia juga menggenggam dan menciumi tangan Aini dengan lembut,
" Apakah urusan kak Abi dengan wanita itu sudah selesai"
" Aku,, dan dia berteman sejak dua tahun yang lalu, ayahnya tidak menyukaiku, ia kuliah di London dan kini sudah kembali."
Suasana canggung kembali menyelimuti keduanya, mereka berdua tenggelam dalam pikiran masing masing, Abi pun merasa bersalah, segera naik ke bad hospital duduk di belakang Aini dan memeluknya erat, membenamkan kepalanya di leher Aini dan membisu,
__ADS_1
Udara pagi masih terasa dingin namun masih lebih dingin hati kedua insan yang baru saja menikah selama sepekan,namun badai rumah tangga sudah menerjang,
" Jika kak Abi masih menyimpan rasa untuknya, aku tak apa, aku akan mengalah, cinta tak bisa dipaksakan kak"
DEG
Abi pun bingung harus menjawab apa, ia juga tak tau kemana harus berlabuh, satu sisi Aini istri sah bahkan baru hitungan hari ia menikah dan satu sisi lain kekasih yang masih selalu dirindukan dan di harapkan siang dan malam,
" Jika kak Abi tidak menjawab aku anggab jawabannya"
" Cukup Ni, biarkan aku seperti ini dulu, kamu istriku sekarang,aku tidak akan meninggalkanmu"
Butiran air bening jatuh begitu saja di kening Aini yang masih terluka dan di perban,
" Aku mau ke toilet dulu,"
Aini ingin segera turun namun tiba tiba kakinya kaku susah menggerakkannya karena luka luka membuatnya terasa kaku, dengan cepat Abi mengangkat tubuhnya dan menggendongnya ke kamar mandi,
" Bilang kalau sudah selesai aku tunggu di depan pintu"
Didalam kamar mandi Aini menyalakan kran air dan malah menumpahkan air matanya yang deras mengalir tak kuasa menahan kesedihannya dalam diam,
TOK
TOK
TOK
Aini yang mendengar pun gugup dan segera menghapus air matanya dan menjawab dengan suara lirih dan menahan sebab,
Abi menggendongnya lagi ke ranjang setelah melihat pintu kamar mandi terbuka,
Dokter memeriksa keadaan Aini pagi itu dan menyampaikan poin poin penting terkait luka di tubuhnya, sepeninggal dokter perawat mengantarkan sarapan dan obat yang harus diminum pagi itu,
" Apa perlu bantuan untuk menyeka tubuh nona pagi ini tuan"? kata perawat itu pada Abi,
" Tidak sus, terima kasih saya akan lakukan sendiri dia istri saya"
" Owh, saya pikir tuan yang kemarin menunggunya itu suaminya, ia sangat perhatian sekali pada nona,ia sangat terlihat frustasi saat nona belum sadar dan tidak meninggalkan nona sedikitpun"
" Jika sidah tidak ada urusan boleh pergi sus, saya butuh privasi bersama istri saya, "
" Tentu tuan saya akan keluar, permisi"
" Huh, dasar perawat cerewet"
Abi kesal dan mengumpat mendengar istrinya diperhatikan oleh pria lain, namun ia berusaha menekan egonya mengingat ia juga bodoh tidak berada di sisi Aini saat ia butuh pertolongan,
__ADS_1
" Makan dulu dan minum obat, aku akan suapi hem"
" Aku bisa melakukanya sendiri kak"
" Jangan menolak aku tidak suka, apa kamu tidak ingin aku perhatikan"
Aini pun pasrah ia menuruti semua perkataan suaminya, setelah selesai ia pun meminum obat, hanya diam mematung
Abi yang merasa Aini masih gelisah perihal perbincangan masalah teman wanitanya pun mencoba mendekat mengusap wajahnya dengan punggung tangannya,
" " Beri aku waktu lebih banyak untuk bisa menjadi suami yang baik untukmu"
Aini hanya diam dan mengangguk lesu,
" Kak aku gerah ingin mandi, badanku lengket,"
" Aku akan menyeka badanmu saja, dokter bilang kan lukamu masih basah jangan kena air dulu"
" Tapi kak,"
" Ayolah aku suamimu, apa harus sungkan "
Aini pun tak berdaya ia lagi lagi pasrah saat Abi melepas perlahan pakaian yang ia kenakan,pipinya memerah bagai kepiting masak, untuk pertama kalinya asetnya dilihat seorang pria,
Sejenak Abi tercekat melihat punggung sang istri yang putih mulus, pandangan matanya tertuju pada leher dan turun ke dada,dua bongkahan indah yang masih mengkal padat belum pernah dipetiknya, sejenak ia kesulitan menelan saliva ia berpikir ia pria bodoh yang mengabaikan istri cantik bertubuh indah itu, pinggangnya ramping pinggul yang membulat bag biola terpampang nyata di depannya,
Abi mulai menyeka tubuh putih mulus itu perlahan sesekali ia tidak mampu menahan untuk membelai dengan punggung tangannya, bagaimanapun ia pria normal yang punya libido kuat, sesuatu di bawahnya mulai menggeliat bangkit berdiri dan sesak memenuhi rongga boxer dalam yang ia pakai,
Abi pun tak kuasa ia mulai memeluk tubuh sang istri, dan menciumi tubuh putih mulus itu dengan lembut, tangannya pun membelai dan meremas perlahan dua bongkahan mengkal dan padat itu, ia juga membaringkan tubuh Aini untuk sekian detik Abi mencumbu istrinya di atas bad hospital,memberanikan diri menyambar bibir ranum sang istri ********** dengan penuh hasrat,
"Mem mm ehhhh,,,
******* Pun lolos dari bibir mungil Aini, saat tangan Abi tiba tiba menyusup di bawah sana bermain main dengan jarinya di area kedua pahanya, tubuhnya menegang seketika, sesaat mereka berdua terhanyut gairah, Abi tidak peduli lagi dimana tempat mereka saat itu, ia bahkan menggesekkan benda pusakanya pada kebun indah yang mulai basah milik sang istri dan mulai membuka ikat pinggangnya, namun
TOK
TOK
TOK
"😬😌ah siapa, mengganggu saja,
*****
Assalamu'alaikum
" 🙋🙋🙋hai, salam sehat, semangat, buat readers semua, jangan lupa dukungannya, sedikit menggunakan jempol anda, saya akan berterimakasih banyak, ikuti sampai ahir masih lanjut lagi, terimakasih
__ADS_1
wasalam
TBC,