Janda Pilihan Mama

Janda Pilihan Mama
Pelukan hangat


__ADS_3

" Apa kamu sudah menemukan gadis kampung itu Ris"?


" Kamu tenang saja, aku sudah sebar anak buahku, ada sedikit informasi dari anak buahku dia mengalami kecelakaan dan dirawat dirumah sakit, aku suruh anak buahku cek kerumah sakit tapi ternyata dia sudah pergi"


" Aku harus mendapatkan kembali harta Agastya yang diwariskan pada gadis kampung itu"


" Jangan lupa bagianku, jika kau berhasil itu juga karena aku juga ikut berperan"


" Jangan kawatir, kita masih bisa menikmati mansion mewah ini berdua,, ayolah sejak kematian Agas, kau belum memuaskanku kan"


" Mau sehari semalam pun aku siap asalkan sajenku jangan sampai telat, istriku butuh biaya pengobatan yang tidak sedikit"aku butuh uangmu, kamu butuh tubuhku"


" istri sakit sakitan untuk apa kau pertahankan, banyak wanita yang akan menyukaimu Ris,, berapa banyak lagi uang untuk biaya pengobatanya"


Samanta melingkarkan kedua tanganya ke leher Haris, dan memulai permainan panas mereka disiang hari itu,


Para pelayan yang tidak sengaja melongo karena tanpa etika majikanya bercumbu dengan pria muda disofa ruang tengah,


Lidah keduanya terus saling membelit, kabut gairah terus bergelora menuntut untuk dituntaskan, apalagi Samanta wanita yang sudah tidak muda lagi mendapat pelayanan dari pria muda, hasratnya benar benar tak terbendung lagi,


Haris mendudukannya disofa dan ia berjongkok dan bermain main diarea paha mulus miliknya,Samanta kelabakan minta segera dimulai tanam pisangnya, namun Haris seolah tak mendengar, ia sibuk membuat tanda merah dimana mana,

__ADS_1


Setelah puas bermain disitu, gantian ia menarik tubuh Samanta untuk berdiri, ia duduk dan menarik pinggang Samanta untuk merapat ke tubuhnya, dan mulutnya mulai bermain diarea perbukitan yang masih terbilang indah,


𝙈𝙖𝙖𝙛 𝙙𝙞𝙨𝙚𝙣𝙨𝙤𝙧 𝙙𝙪𝙡𝙪 😏😄😏😄


*******


" Kakiku sudah membaik kau pulanglah, apa kau tidak punya pekerjaan terus berada disini"


Aini bicara pada Abizard, namun pria itu sepertinya enggan menjawab, ia hanya menghembuskan nafas dengan perlahan,


Aini yang merasa diacuhkan pun berbalik badan miring dan menatap tembok, karena badanya merasa letih dan mengantuk ia pun tertidur dan hembusan nafas halusnya terdengar merdu ditelinga Abizard,


" Umurmu baru 19, tapi sayang statusmu sudah jadi janda"gumam Abizard


" Mas Agas,, aku takut,, mas,,jangan tinggalkan aku mas,, aku takut,,


" Aini, bangunlah kau bermimpi, ayo bangun,,


Abizard melihat kening Aini berkeringat bahkan beberapa helai anak rambut pun lengket dengan dahinya,


Abi mengambil tissue dan mengelap keringat itu dengan perlahan, membenahi anak rambut yang berjatuhan bercampur dengan keringatnya,

__ADS_1


Namun tak disangka oleh Abi, tangan Aini menarik tangannya dan memeluk tubuhnya erat, hingga Abi pun tanpa sengaja jatuh di atas ranjang disamping tubuh Aini,


Abizard membulatkan mata, karena tidak menyangka wanita didepanya memeluknya erat, ia berusaha membangunkanya namun sia sia saja, Aini tertidur pulas sambil memeluk tubuhnya,ia dengan nyaman menyusupkan wajahnya dileher Abizard


Aroma segar tubuh Aini menyeruak masuk memenuhi rongga hidung Abizard,membuat pikiranya traveling kemana mana, ia terus memandangi wajah cantik Aini, bahkan dalam jarak yang sangat dekat Abizard bisa merasakan hembusan nafas Aini,


" Agh,, sial,, ini bisa membuatku lepas kendali, aku harus melepaskan pelukanya, "Abi terus bergumam mengumpat dirinya sendiri,


Perlahan dan dengan susah payah Abizard pun berhasil melepaskan pelukan tangan Aini dan mengganti dengan bantal guling,


Abizard melangkah keluar dari kamar Aini dan berjalan menuju kamarnya dan menetralkan detak jantungnya yang tidak beraturan,


Harum tubuhnya, hembusan nafasnya bahkan dua benda kenyal yang hangat menempel di dadanya membuat sesuatu mulai bergerak liar, hingga ia memutuskan untuk meninggalkannya, ,


******


👋👋👋hai readers,,


Selamat hari raya Idul Fitri,


Mohon Maaf Lahir dan Batin,

__ADS_1


******


TBC


__ADS_2