Janda Pilihan Mama

Janda Pilihan Mama
Sebuah kebenaran


__ADS_3

Di cafe milik Bima, pagi menjelang siang itu Yunita bingung harus pulang ke rumah Kayla atau bersembunyi dulu,di kamar tamu milik Bima ia juga masih mondar mandir kebingungan,


Tok


TOK


TOK


Ceklek,


Bima memperlihatkan wajahnya sedikit di pintu,


" Eh,, tuan maaf saya kelamaan, dan terimakasih bantuannya,saya akan segera pergi"


Yunita menunduk dan menunggu jawaban Bima yang berdiri di depan pintu,


" Sarapan dulu art sudah menyiapkan, meskipun terlambat paling tidak anda masih menjaga kesehatan untuk melanjutkan langkah,


Yunita memang sangat lapar sejak semalam ia melayani Armando di hotel tenaganya terkuras habis, ia juga belum tidur sama sekali karena memilih kabur dari kamar hotel, daripada harus terus melayani nafsu putra sambungnya yang tak kenal lelah menggempur miliknya,


Yunita mengangguk dan mengekori Bima menuju ruang makan,


" silahkan makan, setelah ini temui saya di depan,


* terimakasih tuan,


Bima meninggalkan Yunita makan sendiri, ia berjalan dan membatin,


( ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ช๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ธ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ช๐˜ต๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ธ๐˜ข๐˜ฉ, ๐˜ต๐˜ข๐˜ด ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ธ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ด, ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ช๐˜ต๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ต๐˜ช๐˜ฉ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜จ๐˜ข๐˜ณ, ๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ณ๐˜ช๐˜ข๐˜ด๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ต๐˜ข๐˜ฑ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ญ๐˜ช๐˜ฉ๐˜ข๐˜ต ๐˜ข๐˜บ๐˜ถ, ๐˜ด๐˜ช๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ข, ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ซ๐˜ข๐˜ณ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ซ๐˜ข๐˜ณ, ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ณ๐˜ถ๐˜ด ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข, ๐˜ซ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ข ๐˜ด๐˜ช๐˜จ๐˜ญ๐˜ฆ, ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช, ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ช ๐˜ธ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ช๐˜ต๐˜ข ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ณ๐˜ถ ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ญ, ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ช ๐˜ข๐˜ฃ๐˜จ ๐˜ด๐˜ข๐˜ซ๐˜ข, ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ด๐˜ข๐˜ณ ๐˜ด๐˜ช๐˜ข๐˜ญ ๐˜ฐ๐˜ต๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ข๐˜บ๐˜ฐ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฑ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ช๐˜ณ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ค๐˜ข๐˜ฎ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ค๐˜ข๐˜ฎ, ๐˜ฉ๐˜ถ๐˜ฉ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ญ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ)


Diruang makan Yunita menghabiskan sarapan yang disiapkan untuknya, dia membuka tas dan ingin menghidupkan ponselnya, namun rupanya kehabisan daya,


Ia melihat ada charger di ruangan itu dan mencobanya ternyata bisa dan cocok,


Yunita pun bermaksud menemui Bima setelah ponselnya memiliki daya,


sekalian berpamitan,


Namun rasa kantuk justru menyerang setelah perutnya kenyang ia pun tertidur pulas dengan kepala menelungkup di atas meja,


Karena menunggu Yunita terlalu lama Bima memutuskan kembali ke mansion yang ada di belakang cafe miliknya,


Bima terkejut sesampai di ruang makan ia justru melihat Yunita tertidur dengan posisi tidak nyaman, dengkuran halus yang terdengar mengisyaratkan jika ia sangat lelap meskipun hanya diatas meja,

__ADS_1


Bima menghela nafasnya dalam dan bingung ingin membangunkan agar pindah ke kamar namun takut mengganggu, namun melihatnya seperti itu ia juga tidak tega,


Dan baru saja ingin beranjak pergi sekilas ia melihat tubuh Yunita bergerak dan oleng hampir terjatuh jika ia tidak segera menangkapnya, dan anehnya Yunita tetap tertidur dengan posisi tubuh di sangga oleh Bima, mau tak mau Bima pun menggendongnya ke kamar tamu,


Dalam posisi itu terangkatlah dress yang di pakai Yunita hingga terlihatlah paha putih mulus milik Yunita, hingga membuat Bima menahan sesak yang terasa di bawah perutnya,


"๐˜ด๐˜ช๐˜ข๐˜ญ, ๐˜ซ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ช๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฌ, ๐˜ธ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ช๐˜ต๐˜ข ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ช๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ถ๐˜ด๐˜ข๐˜ฉ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ซ๐˜ถ๐˜จ๐˜ข ๐˜ฐ๐˜ต๐˜ฐ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ต๐˜ช๐˜ด ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ฐ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ, ๐˜ค๐˜ฌ ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฉ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ด๐˜ช๐˜ฏ๐˜ต๐˜ข๐˜ญ ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ต ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ด๐˜ช๐˜ข๐˜ญ,


Bima menidurkan Yunita di ranjang dan menyelimuti agar pahanya tidak terus menggodanya untuk berbuat lebih, ia juga segera keluar dari dalam kamar itu karena ia merasakan semakin merasakan sesak akan sesuatu di bawahnya,


*****


Di ruang tamu di rumah Reno, Hans pun mulai bisa mengontrol emosinya karena melihat sosok bumil cantik yang ia pikir putrinya,


Reno segera berpamitan pada Hans juga Ira karena ia ingin pergi ke rumah Adriana, namun Hans dengan tegas menahannya,


" Ada apa tuan Hans menahan saya, apa ada hal penting,?


" Benar tuan Reno maafkan kami berdua, dan maafkan kelancangan kami atas apa yang ingin kami sampaikan ini, karena putri tuan sudah ada disini maka tanpa basa basi lagi saya ingin bertanya apakah nona Ausky benar putri kandung tuan Reno, sebelumnya saya meminta maaf, saat ini saya dan istri saya sedang mencari putri kami yang dibawa seorang nyonya dan ia bernama Dewiya,


DEG,


DEG


DEG


" Maaf tuan Hans, atas dasar apa anda mengatakan ini semua,


"Nona Ausky dan tuan Adrian tidak sengaja menolong saya waktu kecelakaan, dan, dan tidak sengaja melihat tanda lahir di punggung kiri nona Ausky, juga tahi lalat di atas bibir sebelah kanan nona,


Irawati pun mulai bicara, dengan nada penuh kesedihan meyakinkan jika Ausky bukan putri kandung Reno,


" Baiklah, jika pun terbukti putriku bukan putri kandungku, aku tidak akan menyerahkannya pada orang tua kandungnya, dia tetap putriku dari bayi umur tiga hari aku sudah merawatnya sendirian, dan jika saat ini ada orang yang datang mengaku kalau dia orang tua kandung putriku aku tidak akan menyerahkannya"


" Pah, tenanglah dulu, tidak ada yang akan mengambil, putrimu, tuan Hans dan ibu Ira hanya akan memastikan, apakah Ausky putrinya atau bukan,


" Benar tuan maafkan saya, saya memang melakukan kesalahan 20 tahun yang lalu, tapi itu semua saya lakukan karena terpaksa, hiks, hiks, saya hanya ingin memastikan saja, saya tidak punya hak mengambilnya dari tuan, hiks, hiks,


Irawati wanita paruh baya itu terisak sebentar menahan hidung yang mampet juga sesak di dadanya,


" Aku juga tidak akan mau mengakui orang tua yang sudah tega membuangku,tapi aku bahagia aku beruntung di rawat dan di sayangi deddy Reno dari bayi hingga kini, jadi saat ini aku tak butuh orang tua kandungku dan mengakui diriku!!! ausky berkata sangat tegas dan dingin menahan amarah,


" Sayang, jangan bicara begitu, jaga juga emosimu, terlebih siapapun orang tua kita, kita tetap harus menghormatinya,

__ADS_1


Mendengar perkataan Adrian yang sangat bijak ketiga orang tua itu pun terharu terlebih Ira dan Hans, ia juga melihat Adrian mengusap punggung istrinya dengan lembut, mencoba menenangkannya


"Tapi bang, orang tua macam apa yang memberikan putrinya yang masih bayi merah kepada orang lain",


" Ada baiknya kita dengarkan penjelasan Ibu Ira dulu, setelah itu kita baru menyimpulkannya"


Sungguh wibawa yang di miliki Adrian memukau ketiga orang dewasa itu, terlebih Reno, ia semakin bangga memiliki putra yang hatinya sangat arif,


Irawati pun mulai menceritakan kejadian 20 tahun silam yang membuatnya terpaksa memberikan bayi merahnya kepada Dewiya yang tak lain adalah ibunda dari Moreno,


Semua terdiam membisu saat Irawati selesai bercerita, ingin sekali ia memeluk bumil cantik di hadapannya yang tak lain adalah putri kandungnya, terlebih Hans, ia sudah tak berhenti menatap bumil cantik itu dengan tatapan mata yang basah,


Adrian terus memberikan usapan lembut di punggung sang istri ia juga mulai membuka suara agar semua yang terdiam tidak lagi merasa canggung,


Adrian jugalah yang mohon diri untuk ke belakang sebentar dan ternyata ia kembali lagi dengan membawa minuman juga camilan,


" Terimakasih nak Adrian, kamu begitu menjaga dan menyayangi putriku," ucap Hans memecah kesunyian,


" Putraku memang pria yang baik, dan kalian lihat Ausky tidak kekurangan kasih sayang di sini, jadi jangan harap kalian bisa memisahkan kami, "


Reno masih sangat syok hingga ia terus berkata sinis seolah pasutri itu akan merebut putrinya,


" Maafkan papa Reno, tuan Hans dan bu Ira, papa mungkin masih syok dengan kabar ini, jadi saya harap kalian berbesar hati,


" Panggil aku dengan sebutan ayah juga,kamu menantu ayah,


Hans berdiri dari duduknya dan mendekati Adrian juga Ausky yang masih berwajah dingin, ia berjongkok dengan lutut di lantai dan menggenggam tangan Ausky,


" Ayah akan pulang, nak maafkan ayah yang tidak bisa menjaga kamu dan ibumu, hingga kita terpisah selama ini, ayah tau ini sulit bagimu, tapi ayah yakin kamu putri ayah, ayah tidak akan memaksamu untuk mengakui jika aku ini ayah kamu, ayah sudah bahagia melihat kamu bahagia, dengan keluarga kamu, itu saja"


Ruangan menjadi hening dan haru, Ira meneteskan air mata dalam diam, ia juga menyerahkan hadiah yang di beli saat perjalanan ke rumah Reno, dan mereka berdua berpamit pulang,namun mereka sudah sangat lega bisa mengutarakan maksud dan tujuan mereka sehingga kebenaran terungkap,


******


Happy Reading๐Ÿ˜๐Ÿ˜


Yuhuuu,


Hai ๐Ÿ‘‹๐Ÿ‘‹๐Ÿ‘‹


Salam sehat buat uang baca masih lanjut yah, lope youuu๐Ÿ’‹๐Ÿ˜Šโ™ฅ


see you,,

__ADS_1


Tbc


__ADS_2