
Di mansion Kayla
" Kak ayo bangun ini sudah sore,
" Bentar sayang, aku masih ingin memeluk anak kita,
" Huh modus doang, bilang saja kakak masih ingin kan nengok debay di perut aku,
" Em habisnya istriku nikmat banget sih tambah sexy dengan perut buncit ini, buah melonnya juga tambah besar dan montok,
" Kakak,,,,,,canda mulu,
Abi pun mulai berselancar lagi menikmati tubuh indah milik sang istri yang makin membuatnya candu, sejak kakinya dinyatakan sembuh ia makin menunjukkan sikap bahwa ia seorang suami yang penuh tanggung jawab pada istri,
Ia memanjakan sang istri dan meratukan wanita yang dulu pernah menderita karena keegoisannya,
Abi bahkan melarang sang istri melakukan pekerjaan rumah lagi apalagi mengurus panti asuhan miliknya,
Setelah mengulang permainan panas mereka sore itu, Abi mengambil air minum juga buah buahan segar dari dapur dan membawanya ke kamar,
" Kak, mau sampai kapan kak Abi mengurungku di kamar seperti ini,
" Hem,, mumpung weekend sayang, kalau hari kerja kan aku ga bisa seperti ini, minumlah dulu dan ini buah buahan segar agar perut tidak kosong,setelah kegiatan kita barusan aku rasa istriku butuh nutrisi,
Abi dengan sabar menyuapkan potongan potongan buah kedalam mulut sang istri, dan setelah itu ia menyiapkan air hangat untuk mandi, Abi pun membungkuk untuk menggendong istrinya kedalam kamar mandi,
" Aku bisa sendiri kak, aku takut kaki kak Abi belum pulih betul,
" Tenang saja aku akan kuat hem,
Mau tak mau Aini melingkarkan kedua tangannya di leher kekar suaminya karena takut terjatuh,
Sesampainya di kamar mandi ia menurunkan tubuh Aini dengan hati hati,
" Biar aku bantu sayang, biar cepat selesai"
" Kak tolong keluar, kalau kak Abi disini bukanya cepat tapi akan semakin lama, please,,
Aini yang melihat tatapan lapar dari netra sang suami pun mencoba mengusir dengan cara halus, ia tau apa yang ingin pria itu lakukan,
" Bisa bisanya belum puas juga huh,
Aini mengomel sendiri dengan nada lirih,
" Aku masih mendengarnya sayang," jawab Abi yang ternyata masih di balik pintu,
" What,, apa dia punya indra keenam,
Ia buru buru mengunci pintu kamar mandi dan membersihkan seluruh tubuhnya,
Sementara Abi terkekeh melangkah keluar kamar menuju dapur ia akan memasak dan membuat kejutan untuk sang istri,
Para pelayan berbisik bisik melihat tuan mereka berkutat di dapur memasak sendiri,
__ADS_1
" Wah senangnya menjadi nyonya Aini sekarang, tuan sangat menyayanginya,
" Iya, tuan Abi yang sekarang sungguh seorang suami idaman, nyonya Aini wanita paling beruntung di dunia,
Diujung pintu menuju dapur dua pelayan bergibah hingga tanpa sadar Abi mendekati mereka,
" Apa dengan ber gibah gajimu akan naik, daripada kalian menganggur bereskan kamar nyonya muda,
" Eh, anu, anu tuan baiklah, maafkan kami"
Dua pelayan pun bergegas menuju kamar Aini dan segera mengetuk pintu,
Ceklek
" Ada apa kalian kesini, apa ada masalah bik,?
" Tuan muda menyuruh kami membereskan kamar ini, dan tuan menunggu nyonya di ruang makan,
" Baiklah, maaf aku sebenarnya bisa bereskan kamar ini, eum ini terlalu berantakan,
" Jangan nyonya, ini perintah tuan, saya takut tuan muda marah, biar kami yang bereskan,
" Apa nyonya butuh bantuan untuk menyisir rambut nyonya,?
" Ah tidak, aku lagi kepingin kak Abi yang menyisir rambutku,
Aini berjalan keluar membawa sirkam juga sisir entah mengapa ia sedang ingin bermanja manja dengan ayah bayinya sore itu,
Sedangkan dua pelayan di buat bengong dan geleng kepala melihat ranjang tuanya sangat berantakan juga banyak noda noda basah,
Aini memandang takjub akan pemandangan di depannya, seorang Abi sedang memasak di dapur bahkan aroma masakan itu membuat bumil cantik itu menjadi tidak sabar ingin menikmatinya,
" Sayang sini, tunggu sebentar hampir siap,
Grep
Abi mengangkat tubuh Aini dan mendudukkannya di stol,
" Tubuhmu ringan sekali, besok kamu harus sering makan, aku akan siapkan koki khusus agar kamu bisa makan makanan lezat setiap hari"
" Apaan sih kak, tadi bilang aku makin montok dan dadaku makin besar, ini bilangnya badanku ringan,
" Iya, memang makin montok dan membuatku gila, tapi memang masih kurang berat badan kamu,
" Aku siapkan sup itu sudah matang, sup iga dan sayuran, pokoknya harus habis,
Abi menghidangkan semangkuk sup pada istrinya dan Aini sangat lahap menikmatinya,
Abi merangkum bahu sang istri dari belakang dan tangannya menyusup masuk kedalam baju yang di pakainya,
" Berhenti gak kak, katanya suruh makan, malah ganggu aja uh"
" Iya iya ini reflek karena efek montok,hem
__ADS_1
" Sejak kapan kak Abi jadi se mesum ini,jangan bilang sejak bentuknya montok, dan dulu gak mau nyentuh karena bentuknya kalah montok dengan yang lain begitukah?
" Em bukan begitu sayang, maaf kok jadi kemana mana, oke aku bilang sama tangan aku ini biar gak nakal lagi hem?!!!
" Ugh,,, ini susah misahin dagingnya,
Terdengar dentingan sendok di atas mangkuk dan membuat Abi paham bumil cantik itu sedang merajuk,
Abi melihat Aini justru kesal dan menjadikan daging iga itu pelampiasan dan beralasan susah memakanya,
" Sini sayang biar papa baby suapin, bilang saja mau di suapin pakai marah sama daging iga yang jelas gak bersalah"
Mulut Aini sedikit mencebik dan membuat Abi tak tahan untuk mendaratkan kecupan manis di bibir yang basah kena kuah sup itu, dan dengan sabar ia menyuapkan sup kedalam mulut sang istri hingga habis,
" Apa masih mau buah dingin, aku sudah memotongnya untukmu juga baby kita,
" Aku kenyang kak, sekarang sisir rambutku dan ikat dengan rapi,
" Baik tuan putri ayo kita ke kamar,
" Aku bosan di kamar terus aku ingin ke taman, ini aku udah bawa sisir juga ikat rambut,
Abi hanya menurut saja dengan kemauan bumil cantik itu, setelah ada di dalam taman kecil di belakang mansion, Aini duduk di sebuah kursi, dan Abi berdiri di belakangnya mulai menyisir surai milik sang istri yang lembut dan wangi,
" ๐๐ข๐ข๐ง๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ข๐ฌ๐ถ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ฏ๐ข๐ฉ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐บ๐ข๐ฌ๐ช๐ต๐ช๐ฎ๐ถ, ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ด๐ฆ๐ฎ๐ฐ๐จ๐ข ๐ต๐ถ๐ฉ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ช๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ธ๐ข๐ฌ๐ต๐ถ ๐ญ๐ฆ๐ฃ๐ช๐ฉ ๐ฃ๐ข๐ฏ๐บ๐ข๐ฌ ๐ถ๐ฏ๐ต๐ถ๐ฌ๐ฌ๐ถ ๐ฃ๐ช๐ด๐ข ๐ฎ๐ณ๐ฏ๐ฆ๐ฃ๐ถ๐ด ๐ด๐ฆ๐ฎ๐ถ๐ข ๐ฌ๐ฆ๐ด๐ข๐ญ๐ข๐ฉ๐ข๐ฏ๐ฌ๐ถ"
Abi berhenti menyisir dan justru membenamkan wajahnya di surai panjang lebat nan wangi milik istrinya,
" Kak, kak Abi tidur apa nyisir rambut sih,
" Sayang, rambutmu lembut dan wangi, bagaimana aku tidak tergoda untuk menghisapnya bahkan aku juga membayangkan rambut yang lain juga hem,
" Kak Abi,,,,, bisa gak mesumnya pas di kamar saja, malu kalau ada yang dengar, menyebalkan,
Aini berdiri dan berjalan cepat keluar dari area taman menahan amarah juga malu karena tingkah suaminya,
" Sayang tunggu, jangan berlari ingat kamu sedang hamil,
Namun langkah Abi berhenti melihat sosok wanita paruh baya yang baru saja turun dari lantai dua dengan menampakkan senyuman lebarnya,
" Mama,
" Bagaimana dengan janda pilihan mama hem? sudah jadi candu ya sekarang, dan kamu belum berterimakasih pada mama untuk kebaikan dan ketulusan cinta dari janda pilihan mama itu,
Deg
Abi menunduk dan meresapi kata kata sang mama, dalam hati ia bersyukur atas kehadiran janda pilihan sang mama, hingga saat ini dia berselimutkan kebahagiaan yang tiada tara,
******
Happy Reading๐ฅฐ๐ฅฐ๐ฅฐ
Masih lanjut yah ceritanya, mohon sangat dukungannya,
__ADS_1
Love you๐๐๐
TBC