Janda Pilihan Mama

Janda Pilihan Mama
Juragan mesum


__ADS_3

Sepeda ontel yang di kayuh Adriana pun akhirnya sampai di depan warung rujak, di sebelahnya berjajar warung warung kecil yang menjajakan makanan beraneka ragam,


Tatapan mata Aini pun tertuju pada rujak, ia pun segera memesan dan mulutnya sudah mengeluarkan liur,


" Non buahnya pakai apa saja,dan mau rujak bebek apa ulek ni "? tanya ibu pedagang rujak pada Aini,


" Ulek saja bu, dan buahnya mangga muda, kedondong, bengkuang, belimbing deh""


" Ih kakak emang ga sakit perut itu nanti buahnya asam semua, awas asam lambung naik kak"! celoteh Adriana yang bingung melihat Aini ingin makan rujak yang buahnya asam semua,


" Aku ingin sekali memakanya dek, kan tidak tiap hari juga, ayo sana mau jajan apa kamu tinggal pesan"


" Kak yakin boleh jajan yang aku inginkan, "aku mau makan sosis dan bakso bakar kak"


" Ya udah sana beli sampai kenyang, dan pesan saja setelahnya kamu kesini lagi aku ga enak makan sendirian"


" Oke"


Adriana berlalu untuk memesan makanan yang diinginkannya, dan saat itu juga terdengar suara motor matic berhenti, seorang pria paruh baya turun dari motornya dan masuk kedalam warung,,


" Siang juragan Umar, tumben datang kemari apa istri ada yang ngidam rujak lagi"


" Hah, jangan asal ngomong kau, emang gak boleh aku kemari buat beli rujak" itu pesanan siapa, "?


" Oh,, ini pesanan nona cantik yang di depan" tunggu sebentar saya antar ini buat nona itu dulu"


Pria paruh baya yang di di panggil juragan Umar itu pun akhirnya menempati tempat duduk berhadapan dengan Aini, dan membuat Aini risih juga canggung karena mata pria itu terus tertuju ke arahnya,


" Sendirian non, boleh saya duduk di sini ya"?


" Silahkan pak"


" Bu, jadi berapa rujaknya, mau saya bawa pulang saja"


" 12 ribu non, "


" Ini bu,"Aini mengeluarkan uang seratusan ribu berniat membayar dan pergi dai warung itu, karena nafsu untuk makan rujaknya sudah hilang bersamaan dengan kedatangan pria paruh baya yang membuatnya risih,


" Lho kok buru buru pergi non, kan belum di makan rujaknya"?!


" Masih banyak kerjaan pak, permisi"


" Wah maaf non, kembalianya belum ada,masih sepi, nanti jam anak anka pulang sekolah baru rame"

__ADS_1


" Ya susah bu, kembalinya buatibu saja"!


" Ya jangan non ini kebanyakan, tunggu say akan tukar dulu ke penjual lainya"


" Saya iklas bu, permisi"


Aini berjalan kearah sepeda ontel milik Adriana dan matanya menyapu ke jalanan dimana berjajar pedagang yang berjualan namun ia tidak menemukan Adriana,


" Cari siapa non, kalau mau pulang saya bisa antarkan non pakai motor saya, daripada naik ontel"


Lagi lagi pria itu menghampiri Aini yang sedang kepanasan menunggu Adriana,


" Maaf pak, dan terima kasih tapi saya menunggu adik saya, permisi"


"( Sombong amat,"!!, awas kau dan lihat apa yang bisa aku lakukan") peia paruh baya itu bergumam dan masih duduk di atas motor maticnua ia menyalakan sebatang rokok.


Aini pun berjalan mencari Adriana menuju ke arah para pedagang yang sedang berjualan,akhirnya dari jarak yang masih cukup jauh Aini bisa melihat Adriana sedang berjalan sambil membawa bungkusan plastik berisikan bakso bakar,


Mata Aini juga menyapu seluruh area tempat itu, dan tidak sengaja ia melihat lahan kosong dan berspanduk tulisan di jual,


Aini segera mengambil foto tanah itu dan menyimpan nomer kontak yang tertulis di bawahnya,


" Maaf kak lama menunggu ya" Adriana menghampiri Aini yang masih sibuk dengan gawainya,


Adriana menggelengkan kepalanya dan segera mengajak Aini menuju sepeda ontelnya, mengayuh ke arah toko bu Siti yang menurutnya paling komplit,


Dan lagi lagi Aini di buat tidak nyaman, saat belanja di toko bu Siti, pria yang tak lain adalah juragan Umar itu juga mengikutinya sampai di sana,


" Wah, ga sengaja ketemu lagi ya non, sering sering belanja di mari non, karena hanya toko saya yang jualanya komplit"


Juragan Umar mendekati Aini dan ongin membawakan belanjaanya namun bu Siti segara memanggilnya,


" Pak, kamu dari mana sih, bukanya bantuin jualan malah keluyuran, si Atun libur, ibu capek gak ada yang ngerjain kerjaan rumah"


" Iya nanti ku bantu, aku antar belanjaan nona ini dulu, kasihan berat"


" Ah tidak usah juragan, saya bisa bawabawa sendiri, permisi"


Adriana yang paham akan sifat juragan Umar yang tidak bisa melihat wanita cantik itu pun mengambil alih belanjaan Aini dan berjalan menuju ontelnya untuk segera pulang,


Adriana mengayuh ontel dengan cepat cepat dan segera sampai dirumah, setelah masuk membawa belanjaanya, ia juga cepat cepat mengunci pintu,


" Ada apa denganmu dek"? kenapa siang siang pintu harus di kunci"

__ADS_1


" Mulai besok kakak jangan keluar rumah, itu juragan mesum pasti ada niat ngejar ngejar kakak, aku gak akan biarkan itu terjadi"


" Tidak ingin sudhon tapi sejak di warung rujak dia liatin aku terus matanya nakal banget makanya aku gak jadi makan rujak di sana"


" Juragan Umar orang yang berkuasa, ia punya banyak harta, tanahnya banyak, dia udah punya istri toga kak"


" Hah,, yang bener dek"?


" Yang jualan tadi bu Siti istri pertama, yang kedua juga buka toko di ujung kampung, istri ke tiga malahan masih gadis seumuran aku, dia masih sekolah saatdi hamili oleh juragan Umar, dengan iming iming sebiah motor matic"


" Ya Allah, tega banget sih tuh orang"


" Ayo kita makan kak, daripada enek mikir juragan mesum itu, aku sudah lapar"


" Perutku rasanya ga enak aku mlaas makan nasi, aku mau mkaan rujak saja,"


" Jangan kak, nanti kalau dibiarin kak Aini bisa sakit perut, makandi paksakan walau sedikit'"


" Iya dek, kamu baik banget sama kakak, kakak merasa punya adik sungguhan, selama ini kakak kesepian, hidup tanpa saudara, masih beruntung juga mama mertuaku menyayangiku, walaupun suamiku tidak"


Tanpa terasa air bening jatuh ke pipi, Aini menghela nafas panjang, dan tertunduk lesu, memegang plastik bungkus rujaknya,


" Kak, jangan bersedih, nanti ada saatnya kita pasti bahagia, "ibuku pernah bilang padaku waktu ia masih hidup"


" 𝘫𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘱𝘦𝘳𝘳𝘯𝘢𝘩 𝘭𝘢𝘳𝘶𝘵 𝘥𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘬𝘦𝘴𝘦𝘥𝘪𝘩𝘢𝘯 𝘵𝘦𝘳𝘭𝘢𝘭𝘶 𝘥𝘢𝘭𝘢𝘮, 𝘬𝘢𝘳𝘦𝘯𝘢 𝘬𝘦𝘴𝘦𝘥𝘪𝘩𝘢𝘯 𝘩𝘢𝘯𝘺𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘤𝘢𝘳𝘢 𝘈𝘭𝘭𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘯𝘥𝘦𝘬𝘢𝘵 𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘬𝘪𝘵𝘢, 𝘈𝘭𝘭𝘢𝘩 𝘮𝘢𝘩𝘢 𝘱𝘦𝘤𝘦𝘮𝘣𝘶𝘳𝘶, 𝘪𝘢 𝘤𝘦𝘮𝘣𝘶𝘳𝘶 𝘮𝘦𝘭𝘪𝘩𝘢𝘵 𝘬𝘪𝘵𝘢 𝘣𝘢𝘩𝘢𝘨𝘪𝘢 𝘥𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘳𝘪𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘭𝘶𝘱𝘢𝘬𝘢𝘕𝘠𝘈, 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘴𝘦𝘥𝘪𝘩𝘢𝘯 𝘬𝘪𝘵𝘢 𝘩𝘢𝘳𝘶𝘴 𝘴𝘦𝘳𝘪𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘪𝘯𝘨𝘢𝘵𝘕𝘠𝘈"


" Iya dek terimakasih atas semua kebaikan kamu, " aku harus semangat, dan semoga dikampung ini aku akan bisa memulaikehidupanuang baru yang lebih baik, ayo kita makan"


Namun belum sempat mereka makan suara pintu sudah di ketuk,


TOK


TOK


TOK


******


Asalamualaikum,


hai 👋👋👋, sayang salma sehat semnagat yah,


masih lanjut, dan mohon dukunganya, love you,,

__ADS_1


TBC


__ADS_2