Janda Pilihan Mama

Janda Pilihan Mama
Kembalinya Ausky


__ADS_3

Suara ponsel Abi dan pesan yang dibacanya membuat Abi tidak bisa memejamkan matanya untuk terlelap.bayangan masa lalu yang indah bersama Ausky terlintas dalam benaknya. gadis tomboy berambut cepak dengan wajah yang selalu ceria yang sudah mengisi hari harinya selama hampir tiga tahun di masa lalu pun kembali hadir menyeruak kedalam rongga pikiran dan hatinya.


Sekuat apapun Abi berusaha melupakannya ia ternyata belum mampu, meskipun Ausky meninggalkan dirinya dua tahun lebih di luar negeri karena melanjutkan study dan tanpa kabar berita sekalipun bahkan nomer ponsel Ausky juga tidak aktif setiap saat Abi menghubunginya, dan kini ia menghubunginya dan akan kembali pulang ke tanah air, disaat dirinya resmi menikahi Aini.


Suara azan subuh berkumandang di masjid dekat mansion milik Kayla dan Aini mulai membuka mata, sesaat ia tertuju dengan sosok Abi suaminya yang tertidur di sofa,


" Kak, bangun shalat subuh dulu kak"


Aini yang bangkit dari ranjang mencoba untuk membangunkan Abi agar menjalankan ibadah subuh pun gagal karena Abi sama sekali tak bergerak, ia pun menyerah dan beranjak ingin pergi ke kamar mandi namun tangannya mendadak digenggam oleh Abi dan di peluk kedalam dadanya,


" Ausky, ahirnya kamu kembali, jangan pergi lagi"


DEG


Aini tercengang mendengar suaminya mengigau menyebut nama wanita lain,


Ia berusaha melepaskan tangannya dari pelukan Abi dan berjalan ke kamar mandi.


Setelah menjalankan ibadah shalat subuh Aini berdoa dengan Kyushu memohon keberkahan dalam rumah tangganya.


Ia pun turun ke bawah menuju dapur dan memasak untuk sarapan pagi, dalam hati ia terus saja berpikir tentang Ausky, namun ia tidak punya niat intuk bertanya pada Abi, ia menepis bayangan buruk yang tiba tiba melintas menghantui pikirannya.


Saat selesai memasak Aini ingin bergegas ke kamar membangunkan Abi untuk sarapan karena hari sudah semakin siang.


" Pagi menantu mama"


" Pagi nyo,, eh mama"


" Wah senangnya melihat pengantin baru, dari mana harusnya kalian masih dikamar bermalas malasan untuk bangun"


" Aku memasak ma, dan Abi belum bangun, akan aku bangunkan untuk sarapan"


" Baiklah, mama tunggu di meja makan, terimakasih untuk masakannya, harusnya kamu tidak usah repot ada Surti kan"


" Todak apa ma"


Aini berlalu dan masuk ke kamar ia melihat sofa rupanya Abi sudah di dalam kamar mandi, sambil menunggu Abi selesai ia menyiapkan pakaian untuknya, ia duduk dan merias diri walaupun tipis dan natural namun sangat terlihat cantik dan lembut, ia juga mengikat rambutnya bagai ekor kuda memperlihatkan leher jenjang dan putih miliknya.


CEKLEK


Suara pintu kamar mandi terbuka, dan sosok Abi keluar dengan hanya berbalut handuk sebatas pinggang,


" Pakaiannya sudah aku siapkan kak, dan aku tunggu di meja makan untuk sarapan, tadi ponsel kakak juga berdering beberapa kali, mungkin ada panggilan penting"

__ADS_1


DEG


Lagi lagi Abi berdebar gelisah tak karuan, ia takut Aini melihat kalau itu panggilan dari kekasihnya Ausky,


" Terimakasih tunggu aku dibawah"


Aini pun bergegas keluar dan Abi hanya menatap nanar punggung istri cantiknya.


Sebelum berpakaian Abi menyempatkan dulu melihat ponselnya, dan benar saja Ausky melakukan panggilan sebanyak tiga kali saat ia sedang mandi.


(" Sayang, kenapa tak balas pesanku dan jawab panggilanku, apa kamu sudah melupakan aku, jemput aku jam sepuluh siang ini, please, aku merindukanmu sayang")


JLEP


Hati bagai lilin meleleh terbakar api, bumi bagai berputar membuatnya tidak tegak berdiri.


" Ya Tuhan apa yang harus kulakukan"Abi bergumam dalam hati dan sangat gelisah.


Aini dan Kayla sudah menunggunya saat ia turun ke ruang meja makan, matanya menangkap sosok cantik dan lembut wajah Aini,netranya yang teduh wajahnya berseri, hidung mancung dan lesung pipit saat tersenyum menambah aura kecantikan gadis itu terpancar sempurna, pakaian yang casual dan tidak mewah justru menunjukan kesederhanaan yang hakiki, bahkan jika mau dia bisa menggunakan harta warisan almarhum Agastya untuk kemewahannya, namun itu tidak dilakukanya, karena menikmati hidup bukan selalu dan harus menggunakan uang yang banyak.


" Apa kamu akan terus menatap istrimu, dan kalau itu sudah membuatmu kenyang, besok Aini akan mengurangi porsi memasaknya"


Abi melempar senyuman smirk kearah mamanya dan menyambar piring untuk mengisinya, namun bersamaan dengan itu Aini sudah lebih dulu mengambilkan makanan dan menyerahkan padanya,


" Apa, mengapa mama tidak dibicarakan dulu padaku hah,"


" Terlalu lama jika menunggu kesepakatanmu, dan ingat buatkan mama produk baru, jangan lama lama nanti mama keburu tua renta tidak kuat menimangnya"


" Aaggkkhh" mama ini keterlaluan"


Abi yang kesal pun cepat cepat meninggalkan meja makan dan masuk lagi ke kamarnya dengan gusar,


" Susul suamimu, dan bersiap penerbangan jam 10,00 pagi ini,"


" Baik ma"


Didepan pintu Aini berhenti karena mendengar nama Ausky lagi dari bibir suaminya,


" Jemput dia jam 10,00, katakan gue sedang keluar kota dan ingat, jangan katakan apapun saat ini"


Saat tidak terdengar lagi suara suaminya ia pun membuka pintu dan masuk sambil menundukkan wajahnya,


Abi sempat menelisik ekspresi datar wajah Aini, ia takut istrinya mendengar sesuatu yang akan menyakiti hatinya, bagaimanapun ia menyayangi istrinya dan takut menyakitinya, meskipun untuk cinta ia belum bisa membuka hatinya,

__ADS_1


" Bersiaplah, kita pergi ke Jogja tiga hari di sana dan kamu bisa pergi ke makam orang tuamu"


" Baik kak"


Aini hanya memasukan barang barang seperlunya saja untuk kepergiannya karena mereka hanya akan tiga hari di Jogja.


Setelah berpamitan dengan sang mama, mereka pasangan pengantin baru itu pun berangkat menuju bandara SH untuk menuju kota Jogja,


******


" Kemana Abi, mengapa lo yang menjemput hahh,"


" Abi sedang ada urusan di luar kota Sky, gue juga temanya Abi kan tak masalah, besok kalau Abi pulang kalian bisa ketemu"


Ausky, gadis yang bisa dinyatakan memiliki postur tubuh bag model papan atas itu pun terus marah marah dalam perjalanan pulang, bibir tipisnya yang merekah bag kelopak bunga, rambutnya yang panjang hitam tergerai bag iklan shampo, kulitnya putih mulus, bahkan ia tampak seperti boneka hidup,


Bastian berdecak kagum melirik gadis disamping kemudinya itu, dalam hati ia mendesis,dan berpikir jika dibandingkan dengan Aini istri Abi jelas kalah seri, Meskipun Aini juga cantik namun penampilan Aini sederhana sekali, ia lebih suka menutupi tubuhnya dengan hem, tunik, maupun kulot.


" Bas, apa selama ini lo tau sesuatu, apakah Abi punya kekasih saat aku di London"


( " Bahkan dia udah menikah gimana sih lo, salah lo yang jahat ninggalin dia tanpa kabar)


" Apa kau tuli tak dengarkan kataku"


" Lo cantik tapi mulut lo pedes juga"


" Mana gua tau, lo yang pacarnya ngapa tanya gua, tanya sendiri, turun lo ni udah sampai,"


" Ya udah bukain pintu ngapa lo diem aja"


" Busyet, emang gue sopir lo, bodo amat, turun ga turun bodo amat"


Dengan kesal Ausky turun dari mobil dan menuju apartemenya,


Sesampai di apartemennya ia kembali menghubungi Abi, dan hasilnya nomer Abi tidak aktif, ia kesal dan membanting ponselnya dengan kasar.


*****


πŸ‘‹πŸ‘‹πŸ‘‹asalamualaikum


Salam kangen yach buat readers tersayang, baca kisahnya sampai abis biar ga penasaran


Mohon dukungan juga yach, thankyou so much,

__ADS_1


TBC


__ADS_2