
Pagi menjelang siang Ausky membawa Adrian pergi keluar dari kamar rawat inap untuk sekedar berjemur di taman kecil samping rumah sakit,
" Aku saja yang dorong kursi rodanya kak ipar"
" Biar aku saja gak apa apa"
" Ck, biar adek saja, nona nanti capek badanku berat, aku juga bisa jalan kalau saja kalian tidak memaksa"
" Memangnya kenapa kalau di dorong istri"
" Bukan apa apa, aku hanya takut nona kelelahan"
" Berhentilah panggil nona padaku, aku bukan nona nona lagi, apa kamu tidak lihat perutku besar"
" Lalu aku panggil apa"
Mendadak Adriana berbisik di dekat telinga sang kakak, membisikkan sesuatu, yang membuat Adrian melotot,
" Baiklah nyonya, saya bisa panggil nyonya, dan apa nyonya tidak marah"
" Apa,!!!,,, apa aku setua itu huh"
" Kalau di panggil sayang marah gak kak"goda Adriana,
" Jangan mimpi kakak kamu tidak mungkin memanggilku begitu "?
" Tu kan,, kak ipar ngambek, kakak gak peka sih huu,,
Adrian termenung sebentar, dan akhirnya menyiapkan jawaban yang mungkin bisa membuat mood bumil itu kembali baik,
" Baiklah kalau nona tidak keberatan aku akan panggil mamah saja untuk mengajari dedek bayi besok kalau lahir"
" Terserah saja mana yang terbaik untuk anakku ke depannya"
" Nah gitu dong masak, suami istri kaku,gak asik, romantis dikit dong, tidur aja pelukan, giliran panggilan ga bisa sesuaikan huh"
" Hah,, kamu masih kecil jangan sok tau, "
__ADS_1
" Kenyataanya gitu pagi buta aku lihat sendiri kakak dan kak ipar nyaman banget pelukan di ranjang sempit,tuan Reno juga melihat, ia jadi saksi juga, rasanya pengen aku abadikan tapi ponselku mati"
Adrian dan Ausky hanya menunduk dengan pipi memerah karena malu, mereka tidak sadar merasa nyaman tidur berdua, hingga lupa tempat dan terlihat oleh adiknya,
" Udah ayo jalan, keburu panasnya tinggi,
Ausky mendorong kursi roda Adrian menuju taman kecil dan disana mereka menikmati hangatnya matahari pagi, udara yang sejuk, juga bunga warna warni, Adriana tentu saja sadar diri dengan alasan mencari camilan ia sengaja meninggalkan mereka berdua,
" Maafkan aku semalam tidak bermaksud memeluk, "
" Hem,, itu hak kamu"
" Hak,, hak aku apa maksud nona"?
"Sudahlah tidak usah di bahas, nyatanya bayiku selalu tenang saat kamu sentuh"
"Ada hal yang ingin kutanyakan, apa kamu berniat menceritakan tentang pernikahan kita yang sebenarnya pada adik kamu,?
" Dia satu satunya keluargaku, apapun itu karena dia sudah tau aku akan bercerita, tapi jika nona tidak setuju aku akan diam, aku sadar diri sekarang, dan bukankah setelah bayi itu lahir nona akan bercerai dariku?
" Apa kamu berharap seperti itu"? dan memang aku juga bahkan tidak pantas untuk pria manapun, aku sudah hancur oleh keegoisanku sendiri, aku merebut hak orang lain,setelah ini aku tidak mungkin berharap pada siapapun lagi"
Adrian juga diam membisu, ada rasa iba namun juga ada rasa ragu untuk mengatakan dan mengakui perasaannya,
" Aku juga begitu nona, mana ada nona berharap padaku, aku hanya orang miskin bahkan gajiku saja tidak bisa menunjang kehidupan istriku, aku sangat malu pada diriku sendiri, saat tuhan sudah mengamanahkan istri padaku aku tidak bisa memberinya apa apa, maaf, nona masih pantas dan berhak bahagia dengan pria yang sepadan"
Ausky semakin menunduk sedih, tanpa terasa justru wajahnya sudah basah oleh air mata, ia berusaha menyembunyikannya, ia pun berpaling dan berdiri berjalan menjauh dari Adrian,
"πΌπ πͺ ππ£πππ£ π¨ππ ππ‘π π’ππ§ππ£ππ πͺππ’πͺ π£π€π£π, ππ πͺ π©ππ π₯ππ§ππͺπ‘π ππππππ’ππ£π π’ππ¨π π‘ππ‘πͺ π ππ’πͺ, π©ππ₯π ππ πͺ π§πππͺ, π ππ’πͺ π₯ππ¨π©π ππ ππ£ π’ππ£πππ£ππππ₯π πͺ π’ππ‘ππ πͺπ ππ£ ππ£π π¨ππ’πͺπ πππ’π πππ§π©π, πππ£ ππ πͺ π©ππππ π©ππ§ππ’π πͺπ£π©πͺπ πππ‘ ππ£π"
Adrian dengan susah payah mendekati istrinya ia tau yang dirasakannya saat ini namun, ia ingin lebih sabar lagi menunggu hingga Ausky sendiri yang meminta dan mengatakan kemauannya,
" Daripada menangis disini, lebih baik pulang, aku tidak ingin mama dedek bayi kelelahan, aku biar di jaga oleh adeku"
"πππ’ππ"Ausky menoleh dan menatap Adrian yang juga sedang menatapnya,
" Pulanglah mama dedek bayi, jangan khawatirkan papa dedek bayi hem,"
__ADS_1
Adrian sengaja menggombal sedikit agar bumil itu tidak bersedih lagi,
" Apa tidak suka aku disini, jika itu jawabannya aku akan pulang"
Ausky yang memang mood nya sedang memburuk itu pun berusaha meninggalkan Adrian untuk pergi, namun sebelum itu terjadi Adrian sudah menggapai tangannya hingga ia terduduk di atas pangkuan Adrian,
Saat wajah mereka begitu dekat hanya pikiran yang bicara sendiri sendiri,
" Sejak awal, nona tidak menyukaiku bukan, sekarang aku akan bertanya dan jawab jujur, apakah setelah dedek bayinya lahir, nona menginginkan bercerai dariku?
Ausky hanya diam tidak bisa menjawab
" Jika nona tidak menjawab berarti nona memang menginginkannya, dan aku memang harus sadar diri aku siapa"
Adrian akhirnya juga menunduk sedih, namun tak disangka kedua tangan sang istri justru melingkar di lehernya, ia juga menyembunyikan isakan tangis di dalam ceruk leher suaminya,
" Hai,, ada apa ini, kenapa menangis lagi,"?
" Apa ada pria yang tulus menerimaku di dunia ini"? aku benci diriku, aku malu, aku salah, aku juga sadar diri" kamu berhak mendapatkan wanita baik baik"
" Saat aku mengucap janji suci pernikahan dan bersumpah atas nama Tuhan, saat itu pula aku berjanji untuk tulus menerima pasanganku, jika nona tidak keberatan aku akan berusaha menjadi pendamping dan suami yang tulus menerima kekurangan pasangan"
" Jika begitu,apa kamu bisa dan menerimaku, anak ini bukan darah daging kamu,aku juga sudah tidak perawan seperti impian para pria saat ia menikahi wanita"
" Saat kita berdua besok masuk surga bersama di sana istriku akan jadi permaisuriku dan ia akan selalu perawan untukku, jadi perawan atau tidak bagiku sama saja, karena aku belum pernah,,,, itu dengan wanita manapun"
" Maukah kamu memulai dari awal bersamaku, menjadi papa anakku,aku akan berusaha menjadi wanita yang lebih baik lagi dan ajari aku mewujudkannya"
" Tentu saja, aku bersedia, tapi aku mohon lupakan Tuan Abi, biarkan dia juga bahagia dengan istrinya nona Aini, selama ini nona Aini sudah sangat menderita,diselingkuhi, dikhianati, bahkan ia sempat di ragukan, dihina seolah dia seorang ja****g,ia bekerja karena Tuan Abi tidak memberinya nafkah, tapi ia tidak menjual diri seperti tuduhannya"
Ausky pun terdiam mengingat sosok Aini yang lemah lembut, ia juga mengingat semua kejahatannya pada Aini,menyesal jelas ia menyesal, karena cintanya yang buta, akhirnya ia sendiri yang terjebak, saat mengharap Abi yang menikahinya, pria itu tak juga tersadar dari koma, bahkan saat tersadar ia pun lumpuh dan hanya bisa memakai kursi roda untuk berjalan, ia juga tidak mungkin lagi mengharapkan Abi, karena ia pun sudah mulai memikirkan perasaan Adrian, yang jelas sudah berbaik hati dan tulus menerimanya,
*****
happy readingπ₯°π₯°
Mohon tinggalkan jejak walau sedikitπlope you,,,
__ADS_1
TBC