
Sementara itu Aini sudah di ruang perawatan rumah sakit xxx di kota Yogyakarta, karena benturan keras di kepalanya hingga saat ini ia belum tersadar dari pingsan,
Fahmi tampak berjalan mondar mandir di ruang rawat inap Aini dan raut wajahnya terlihat sangat cemas,
" Apa ga capek kak, bolak balik kaya setrika, duduklah, dia cuma pingsan, apa jangan jangan om mulai menyukainya hi hi"
" Hus,, diam kau bocah, emangnya tau apa kamu tentang perasaanku"? menyebalkan,"
" Aku bukan bocah lagi kak, stop panggil aku bocah,umurku sudah 17 tahun, enak saja panggil bocah, lagian meskipun aku bocah, aku tau kak Fahmi mulai menyukai kak Aini, dasar muna"
( 𝙈𝙖𝙨𝙖𝙠 𝙞𝙮𝙖 𝙖𝙠𝙪 𝙢𝙪𝙡𝙖𝙞 𝙢𝙚𝙣𝙮𝙪𝙠𝙖𝙞 𝙜𝙖𝙙𝙞𝙨 𝙞𝙣𝙞,𝙠𝙚𝙨𝙚𝙙𝙚𝙧𝙝𝙖𝙣𝙖𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙢𝙚𝙢𝙗𝙪𝙖𝙩𝙣𝙮𝙖 𝙨𝙖𝙣𝙜𝙖𝙩 𝙘𝙖𝙣𝙩𝙞𝙠 𝙙𝙞𝙖 𝙟𝙪𝙜𝙖 𝙗𝙖𝙞𝙠 , 𝙙𝙪𝙡𝙪 𝙙𝙞𝙖 𝙢𝙖𝙨𝙞𝙝 𝙖𝙣𝙖𝙠 𝙖𝙣𝙖𝙠 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙥𝙤𝙡𝙤𝙨 𝙩𝙖𝙥𝙞 𝙨𝙚𝙠𝙖𝙧𝙖𝙣𝙜, 𝙖𝙝,, 𝙠𝙚𝙣𝙖𝙥𝙖 𝙨𝙚𝙠𝙖𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙖𝙠𝙪 𝙢𝙚𝙢𝙞𝙠𝙞𝙧𝙠𝙖𝙣𝙮𝙖, 𝙙𝙖𝙨𝙖𝙧 𝙗𝙤𝙙𝙤𝙝")
" Tuh kan bengong lagi, udah jujur saja mumpung dia lagi pingsan, bilang kak Fahmi menyukainya"
" Monica"hentikan"!!!
Fahmi yang kesal mendadak bersuara dengan nada tinggi dan cukup keras, ia lupa kalau di depannya ada sosok yang tengah terbaring lemah, hingga kedua mata sosok yang tak lain Aini itu pun mulai membuka mata dan melihat sekelilingnya dengan tatapan mata bingung,
" Kak, kak Aini sudah sadar syukurlah, bagaimana keadaan kakak apa yang kak Aini rasakan, yang mana yang sakit"?
" Monic, dia baru saja sadar, satu persatu kalau bertanya, udah ngomong terus kaya burung beo saja kamu ini hah, "
" Monica, mengapa aku ada disini bersamamu, dan pria jahat yang mengejar aku itu apa dia,,,, "
" Dia sudah babak belur kakak tenang saja, sekarang kak Aini aman bersama aku dan kak Fahmi"
" Itu artinya kamu dan kakakmu yang sudah menyelamatkan aku, terimakasih kak Fahmi dan kamu Monica, aku tak tau nasibku seperti apa jika kalian tidak menolongku"
"Kamu pulang saja ke Jakarta bersama dengan aku dan Monica, aku takut terjadi sesuatu lagi sama kamu"
" Iya kak, mulai sekarang jangan asal pergi sendiri, ada seseorang yang punya niat jahat sama kak Aini,"
" Tapi siapa dan mengapa ia berniat jahat padaku, aku tidak pernah merasa punya musuh"
" Kita akan selidiki kakak tenang saja, kalau begitu makan dulu dan minum obat biar cepat sehat dan kita segera kembali ke Jakarta, "
__ADS_1
" Dimana ponselku, aku harus memberi kabar pada kak Abi dulu"
" Aahhh,,,, perutku sakit kak, aku ke toilet dulu, jaga kak Aini dan suapi dia makan malam, aku tinggal dulu"
( 𝙨𝙞𝙖𝙡, 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙨𝙚𝙣𝙜𝙖𝙟𝙖 𝙠𝙖𝙣 𝙣𝙞𝙣𝙜𝙜𝙖𝙡𝙞𝙣 𝙖𝙠𝙪 𝙙𝙖𝙣 𝘼𝙞𝙣𝙞, 𝙙𝙖𝙨𝙖𝙧 𝙗𝙤𝙘𝙖𝙝, 𝙖𝙬𝙖𝙨 𝙨𝙖𝙟𝙖 𝙠𝙖𝙪")
" A, aku akan menyuapimui"makanlah dulu"
" Aku tidak ingin merepotkan, aku bisa sendiri kak,, aku aghhh,-, kepalaku sa -sakit sekali"
Aini berusaha bangun dari berbaringnya, namun ternyata tubuhnya terasa kaku, kepalanya pun terasa berat dan berputar,
Melihat hal itu Fahmi pun segera memutar bed hospital hingga sedikit terangkat dan Aini bisa sedikit bersandar, ia pun mengambil makanan dan perlahan mulai menyuapkan makanan ke dalam mulut Aini,
Suasana menjadi hening dan canggung, sesekali terdengar denting suara sendok yang beradu dengan piring, Fahmi mencoba menghilangkan rasa gugupnya namun ia juga sesekali memperhatikan wajah ayu Aini,
Hanya pria bodoh yang tidak tertarik dengan wajah ayu nan lembut yang di miliki Aini, tatapan matanya begitu teduh, wajahnya segar alami tanpa make up,bibirnya basah menggoda pria manapun pasti Ingin mengecapnya,
" Hemm aku sudah kenyang kak terima kasih dan apa kak Fahmi menemukan ponselku,l"
" Baiklah, terimakasih"
Aini pun menerima ponsel milik Fahmi, dan mulai memasukkan nomor Abi ia segera mengirim pesan kepada suaminya, meskipun dalam hatinya ada perasaan sedih karena ia harus ditinggalkan suaminya demi menemani wanita lain, namun bagaimanapun juga Abi masih suaminya,
("𝘼𝙨𝙖𝙡𝙖𝙢𝙪𝙖𝙡𝙞𝙠𝙪𝙢 𝙠𝙖𝙠 𝘼𝙗𝙞, 𝙢𝙖𝙖𝙛 𝙗𝙖𝙧𝙪 𝙗𝙞𝙨𝙖 𝙢𝙚𝙣𝙜𝙖𝙗𝙖𝙧𝙞, 𝙖𝙠𝙪 𝙢𝙪𝙣𝙜𝙠𝙞𝙣 𝙗𝙚𝙡𝙪𝙢 𝙗𝙞𝙨𝙖 𝙠𝙚𝙢𝙗𝙖𝙡𝙞 𝙠𝙚 𝙅𝙖𝙠𝙖𝙧𝙩𝙖 𝙢𝙖𝙡𝙖𝙢 𝙞𝙣𝙞,𝙖𝙠𝙪 𝙢𝙚𝙣𝙙𝙖𝙥𝙖𝙩 𝙝𝙖𝙡𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙙𝙖𝙡𝙖𝙢 𝙥𝙚𝙧𝙟𝙖𝙡𝙖𝙣𝙖𝙣 𝙢𝙚𝙣𝙪𝙟𝙪 𝙗𝙖𝙣𝙙𝙖𝙧𝙖, 𝙩𝙖𝙭𝙞 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙖𝙠𝙪 𝙩𝙪𝙢𝙥𝙖𝙣𝙜𝙞 𝙙𝙞 𝙝𝙖𝙙𝙖𝙣𝙜 𝙙𝙪𝙖 𝙥𝙧𝙚𝙢𝙖𝙣, 𝙖𝙠𝙪 𝙝𝙖𝙢𝙥𝙞𝙧 𝙟𝙖𝙙𝙞 𝙠𝙤𝙧𝙗𝙖𝙣 𝙙𝙖𝙣 𝙩𝙚𝙧𝙩𝙖𝙣𝙜𝙠𝙖𝙥 𝙙𝙪𝙖 𝙥𝙧𝙚𝙢𝙖𝙣 𝙩𝙚𝙧𝙨𝙚𝙗𝙪𝙩, 𝙣𝙖𝙢𝙪𝙣 𝙗𝙚𝙧𝙪𝙣𝙩𝙪𝙣𝙜 𝙖𝙙𝙖 𝙙𝙪𝙖 𝙤𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙢𝙚𝙣𝙤𝙡𝙤𝙣𝙜𝙠𝙪, 𝙨𝙚𝙠𝙖𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙖𝙠𝙪 𝙢𝙖𝙨𝙞𝙝 𝙙𝙞𝙧𝙖𝙬𝙖𝙩 𝙙𝙞 𝙧𝙪𝙢𝙖𝙝 𝙨𝙖𝙠𝙞𝙩 𝙭𝙭𝙭 𝙠𝙖𝙧𝙚𝙣𝙖 𝙠𝙚𝙥𝙖𝙡𝙖𝙠𝙪 𝙢𝙖𝙨𝙞𝙝 𝙗𝙚𝙧𝙖𝙩 𝙙𝙖𝙣 𝙥𝙪𝙨𝙞𝙣𝙜" 𝘼𝙞𝙣𝙞 𝙞𝙨𝙩𝙧𝙞 𝙠𝙖𝙠 𝘼𝙗𝙞)
Setelah mengirim pesan pada Abi sang suami,Aini mengembalikan ponsel milik Fahmi, dan mengucapkan terimakasih,
******
Ditempat lain Abi gelisah, ia baru saja turun dari pesawat dengan wajah lelah ia masih harus mengantar Ausky ke apartemennya sesuai permintaanya, kakinya terus melangkah gontai dengan pikirannya tertuju pada wajah sang istri, perasaan bersalah mulai menyelimuti hatinya, ia juga tidak mempercayai dirinya sendiri mengapa setega itu meninggalkan Aini demi wanita lain, bahkan pernikahan mereka belum genap satu pekan,
Setelah sampai di apartemen Ausky,Abi buru buru berpamit pulang meskipun Ausky terus merajuk agar Abi masuk terlebih dahulu, namun ia ingin segera bertemu dengan Aini dan akan meminta maaf atas semua yang terjadi, ia sangat yakin Aini sudah tiba di rumah, ia juga tidak bisa menghubunginya karena handphonenya low bad,
Taxi pun meluncur dengan cepat hingga sampai ke mansion mamanya, dengan langkah lebar ia pun bergegas masuk ke dalam mansion,
__ADS_1
"Assalamu'alaikum,
Hening tak ada yang menjawab
" Assalamu'alaikum,,mama"
"Abi,,kamu sudah pulang nak, , dimana istrimu, apa dia tidak merindukan mamanya main langsung masuk kamar saja"
DEG,
*Aini,, Aini,, memangnya belum sampai rumah ma"??
" Abi, apa maksudmu, apa yang terjadi mengapa kamu pulang sendiri"?
" Aini,, dia,, istriku mengirim pesan padaku katanya ia akan pulang duluan karena aku masih ada urusan dengan seseorang" kalau dia belum sampai rumah lalu kemana"?
PLAKK
Tamparan yang cukup keras mendarat di pipi Abi bahkan sudut bibirnya mengeluarkan sedikit darah,
" Suami bodoh, urusan apa, dan sepenting apa urusan itu, sampai kamu membiarkan istrimu saat berbulan madu hah"
" Maaf ma, aku memang bersalah, aku akan mencarinya"
" Jangan menginjakan kaki di rumah ini sebelum membawa Aini kembali"
Abi pun tak berdaya, ia segera masuk kedalam kamarnya, mengambil power bank agar bisa mencharger ponselnya di perjalanan,
*****
Assalamu'alaikum,
👋👋👋hai hai hai,
salam kangen buat readers semua, salam sehat, semangat baca, jangan lupa mohon dukungannya, selalu
__ADS_1
TBC