Janda Pilihan Mama

Janda Pilihan Mama
Gelang Giok AA


__ADS_3

6 bulan kemudian


Kehidupan Aini terus berjalan dan hubungannya dengan Abi bukan semakin membaik namun semakin jauh,


Abi lebih sering pergi ke luar kota dengan urusan pekerjaan apalagi kini Ausky sudah menjadi sekretarisnya, kadang hari libur pun dia lebih sering menghabiskan waktu dengan mengantar dan menemani Ausky,


Sudah satu bulan Aini terpaksa bekerja menjadi penyanyi di sebuah cafe yang di di kelola oleh Bima teman Abi, namun ia hanya mengambil tiga kali bekerja dalam satu minggu,dan meminta Bima merahasiakan pekerjaannya itu,


Karena hidupnya kosong dan hampa, setelah pulang kuliah ia tidak punya kegiatan yang bisa mengusir kebosanannya karena Abi selalu sibuk dengan pekerjaan dan mantan kekasihnya, ia bekerja di jam 21,00 hingga jam 23,00 tanpa sepengetahuan Abi,


Malam itu jatah ia bekerja dan ia sudah mengganti kostumnya dengan dress putih motif bunga mawar, sebagai ciri khasnya di atas panggung, tak lupa ia memakai topeng dan mahkota putih bulu angsa untuk menutupi sebagian kepala dan wajahnya, hal itu di artikan jika ia hanya menjual suaranya bukan tubuhnya,


Setelah mc memanggil nama samaran untuknya Alena Janetta, ia pun naik ke atas panggung,riuh tepuk tangan pun terdengar meriah mengiringi lagu yang ia nyanyikan,


" Tuan menyukai gadis itu, dia pasti cantik jika tidak menggunakan topeng bulu itu" suaranya merdu sekali,"


Boby yang merupakan asisten Armando Michael seorang pengusaha muda yang sukses, menelisik wajah sang tuan yang tampak mengagumi penampilan Alena, ia sedang membawakan lagu Tak Ingin Usai, milik Keisya Lavronka dengan sempurna,


" Tapi dia tidak menjual tubuhnya sayang sekali tuan"


" Itu justru bagus, artinya dia bukan gadis murahan, tapi aku belum percaya bila belum mendapatkannya, jaman sekarang mana ada gadis bekerja malam hari begini dan ia masih suci"


" Apa tuan menginginkannya


"Hem..


Armando hanya berdehem namun Boby tau bosnya selalu menutup diri dengan wanita manapun sejak kecelakaan yang menimpa sang kekasih Alina Philip dan membuatnya kehilangan nyawanya, dunianya seolah berhenti, meskipun banyak gadis mengejarnya berharap bisa menjadi pasangannya namun Armando tidak berniat untuk membuka hati, ia hanya bertahan dengan masa lalunya bahwa ia mencintai Alina hingga saat ini.


Detik berikutnya Alena pun selesai menyanyikan beberapa lagu, dan seperti biasa ada beberapa orang pria pemuja yang datang menghampiri dan memberikan tips,


Armando pun mengeluarkan benda kecil dari dalam dompetnya dan menyuruh Bobby memberikan gelang giok kecil berinisial A itu pada Alena,


" Tuan apa kau yakin akan memberikan ini pada penyanyi malam itu"


" Hem,


Bobby mengernyitkan keningnya dan melangkah maju mendekati Alena yang masih di kelilingi tiga orang pria pemuja suaranya,


" Selamat malam nona Alena, tuan yang duduk di bangku itu ingin memberikan ini pada nona sebagai salam perkenalan dan hadiah untuk lagu lagu anda yang merdu"

__ADS_1


" Gelang Giok,, ah maaf tuan, ini berlebihan untuk saya, maaf saya tidak bisa menerimanya"


" Tolong hargai pemberian orang lain dan anggap ini rejeki kenapa harus di tolak"


" Tapi ini terlalu berlebihan saya takut kalau kalau di balik pemberian gelang ini tuanmu memiliki maksud"


" Nona jangan khawatir"


" Terima saja Alena, tuan Armando memang orang baik dan dermawan, " suara Ricco manager cafe itu pun menyuruh Alena menerima gelang itu.


Dengan ragu dan canggung Alena menerima gelang itu karena memang ia harus menghargai pemberian orang lain. dan ia pun berterima kasih kepada Armando.


Malam semakin larut saat taksi online yang biasa mengantar jemput dirinya saat pulang pergi ke cafe sudah datang,


Ia bergegas masuk kedalam apartemen seperti biasanya hanya kesunyian malam yang menyambutnya, melangkah masuk kedalam kamar membersihkan tubuh dan segera berbaring,


Tatapannya tertuju pada langit langit kamar ia berharap bisa melihat wajah sang suami sebelum tidur, karena saat ia bangun pagi pun ia jarang menemukan suaminya masih terlihat di rumah, malam yang dingin pun segera membawanya ke alam mimpi,


Langkah Abi terhenti saat kembali di depan meja ruang tamu ia menemukan gelang giok cantik terjatuh di lantai, ia mengambilnya, dan memperhatikannya,


" Apa ini milik Aini, tapi giok ini bernilai ratusan juta,"apa dia menggunakan uang milik almarhum om Agastya"


Setelah membersihkan tubuhnya ia pun berbaring di sebelah tubuh sang istri mencium keningnya lembut dan memeluknya ,


" Maafkan aku, "


Abi pun menyusul ke alam mimpi setelah puas menciumi dan membelai wajah polos sang istri,


Pagi sudah tiba saat Aini terbangun di jam 05,00, Seperti biasa ia sudah tidak melihat Abi sang suami berada di apartemen, dan seperti biasa juga ia menemukan segelas susu hangat dan sepotong roti di atas meja kamarnya,


Ia hanya menghela nafas panjang dan dalam hati bersyukur pada Tuhan atas nikmat yang telah diberikan,


" Apa yang salah dengan pernikahan ini ya Tuhan, haruskah aku gagal mempertahankannya",


Sikap Abi benar benar tidak di mengerti oleh Aini, ia sama sekali tidak berniat ingin membicarakan masalah yang sedang mereka hadapi, jika Aini yang menelepon sekedar ingin mendengar suara sang suami dan menanyakan kabarnya maka Abi akan menjawab jika ia sedang sibuk, bahwa ia baik baik saja,bahwa ia akan lembur, banyak pekerjaan dan sebagainya,


Aini berjalan kaki menuju jalan raya dan ia harus menghemat pengeluaran untuk berangkat ke kampus pun ia harus menunggu angkutan umum di pinggir jalan,


Uang pemberian Abi hanya cukup untuk makan selama beberapa minggu saja, sejak Abi memutuskan membangun usaha sendiri Abi menjadi kesulitan keuangan bahkan ia juga telah di tipu seorang teman dekatnya, rumahnya yang menjadi jaminan usaha bersama dengan temanya pun harus di segel oleh pihak bank karena temanya menghilang tanpa kabar,

__ADS_1


Tin


Tin


Tin


" Nona masuklah kedalam mobil, kita satu arah"


" Siapa anda, dan maaf saya tidak bisa, ikut saya sudah biasa naik angkutan, terimakasih, "


Aini pun menolak dengan halus dan menyetop angkutan umum yang kebetulan kemudian masuk,


" Kau yakin dia Alena penyanyi malam itu Bob,


" Saya yakin, saya sudah menyelidikinya, dia sudah bersuami, tapi suaminya jarang pulang, dia istri dari Abizard Habibie"


"Hah, Istri Abizard naik angkutan umum, dia sendiri sering aku lihat naik mobil mewah bagaimana mungkin',"


" Kamu selidiki tentang mereka aku ingin mengenal lebih dekat dengan wanita itu, "dia wanita yang berbeda"


" Baik tuan"


Bobby menjalankan mobil menuju perusahaan yang di pimpin Armando, namun pada saat lampu merah menyala, Armando melirik mobil yang ada disebelahnya,


" Ikuti mobil Lamborghini di samping kita"


" Untuk apa tuan, kita bisa terlambat sampai di kantor"


" Aku bos nya, apa kau lupa"?


Bobby hanya menggeleng perlahan dan saat lampu hijau ia pun mulai menjalankan mesin mobil dan mengikuti mobil yang ditunjuk tuanya Armando,


*****


Assalamu'alaikum


👋hai readers salam hangat salam sehat


semangat baca, jangan lupa hadiahnya, miss you,, and thank you, wasalam

__ADS_1


TBC


__ADS_2