Janda Pilihan Mama

Janda Pilihan Mama
Malam pertama setelah sekian lama


__ADS_3

BRAK


Fahmi dengan kesal menutup pintu kamar Aini setelah berhasil menyeret Abizard masuk ke dalamnya,


Ia bergegas keluar dengan perasaan marah dan ingin sekali menghabisi pria brengsek yang menikahi gadis kecil dari masa lalunya, berjuta penyesalan dalam hatinya seakan menyesakkan dadanya, karena ia mengabaikan pesan dari paman Aini agar Fahmi menikahi dan menjaganya,


" Kenapa kita meninggalkannya om, bagiamana jika kak Aini di sakitinya"?


" Kau ini, masak kita akan menunggu orang bercinta, hah"kita pantau dari jauh, setelah ini kita akan membujuk agar Aini meninggalkan pria brengsek itu"


Di dalam kamar, Aini terbaring lemah, mulutnya mendesis menahan sesuatu yang tak tau apa itu artinya, yang dirasakannya hanyalah hasrat yang ingin segera dituntaskan nya, Monica sudah merendam tubuhnya dengan air dingin namun hingga tubuhnya menggigil dan bibir membiru, itu semua tiada hasil,


Abi tersenyum mengejek melihat tubuh mungil istrinya hampir polos tanpa pakaian dan selimut,


", " Kak,, Abi,,


Aini bangkit dari ranjang dan memeluk tubuh suaminya,


" Aku merindukanmu kak"


" Apa kau sengaja melakukan ini agar aku menyentuhmu hah, bahkan aku jijik melihat tubuhmu, berapa banyak pria yang sudah membelinya"


Sesaat mata Aini terbelalak mendengar tuduhan suaminya, namun ia tak peduli apapun, ia tetap menyerang suaminya dengan sentuhan sentuhan yang membuat Abi juga semakin terbakar gairah,


BRUK,


Abi menghempaskan tubuh sang istri ke atas ranjang, dan terdengar pekikan keras dari mulut Aini,


" Baiklah, jangan khawatir aku akan membayar mahal atas tubuhmu ini Aini, dan setelah ini pergilah kemanapun kau suka, dan dengan pria manapun juga yang kau mau"


Setelah mengatakan itu,, ia sempat terpana sejenak melihat keindahan tubuh sang istri namun sejurus kemudian ia sudah mengungkung tubuh sang istri,

__ADS_1


Abi juga memperlakukannya dengan kasar,


" Rasakan ini ja*****g"


Aini memekik dan menggigit bibir bawahnya karena merasakan sakit yang luar biasa,


Aini merasakan miliknya terkoyak dan lebih perih lagi hati Aini karena suaminya sendiri menghinanya, menuduhnya kalau ia adalah ja*** ng


Abi berhenti sesaat merasakan sensasi yang luar biasa yang belum pernah ia rasakan bersama istrinya, setelah Aini cukup tenang Abi pun melanjutkan permainannya hingga entah berapa kali ia mengulangnya hingga tubuhnya kelelahan, ia bermain dengan dua wanita malam itu,tubuh Aini bagai candu hanya dalam hitungan menit saja,


Abi menumpahkan laharnya di dalam rahim sang istri tanpa pengaman, dan betapa nyaman ia bermain tanpa pengaman, ada rasa tenang tanpa khawatir sedikitpun, jika tidak karena rasa lelah yang mendera Abi pasti bermain sampai pagi, Tubuhnya tumbang dan tertidur pulas, tanpa sehelai benang pun yang menempel,


Aini masih setengah sadar saat ia menatap sosok Abizard seorang suami yang dirindukannya, dan betapa sedihnya melihat kenyataan suaminya menyuruhnya pergi, karena ia tak percaya pada dirinya, bahkan suaminya bermain kasar layaknya ia adalah wanita penjaja tubuh,


Dengan kepala yang masih pusing dan tubuh yang terasa remuk ia berjalan ke kamar mandi dengan terseok karena area sensitifnya juga sangat dirasakan sakit,


Setelah membersihkan tubuhnya dan berganti pakaian, Aini mengambil koper dan memasukkan pakaian juga dokumen penting ia sudah bertekad pergi dari Abi sesuai perintahnya, Aini pun mengetik pesan ke nomor suaminya untuk berpamitan


((" Maafkan semua salah aku kak, aku pergi sesuai permintaanmu, semoga kebahagiaan selalu bersamamu dan dia setelah ini"))


Aini menatap wajah tampan suaminya dan mencium keningnya perlahan kemudian ia pergi keluar dari apartemen dengan air mata yang luruh tanpa henti, , waktu menunjukkan pukul 03,23, pagi itu Aini berjalan semakin jauh dan berhenti pada sebuah halte bus, untuk menunggu bus paling pagi yang mungkin segera akan lewat saat subuh tiba,


Aini bermaksud pergi ke desa di mana Adrian dan Adriana tinggal untuk menenangkan diri setelah itu baru dia akan memutuskan langkah berikutnya,


***


Matahari bersinar hangat masuk melalui celah celah tirai jendela pagi itu, Abi membuka matanya perlahan, tubuhnya serasa kaku, ia pun merenggangkan kedua tangannya dan menggeliat perlahan, masih ada rasa kantuk yang tertinggal namun seperti biasanya meskipun ia hanya tidur beberapa jam dalam semalam, paginya ia pasti bangun untuk aktifitasnya,


Ia masih terdiam bahkan menarik selimutnya kembali untuk menutup tubuh polosnya, dan menoleh ke samping, ia teringat istri yang semalam di gaulinya untuk pertama kalinya setelah sepuluh bulan menikah, ia sudah lupa mengingat kapan terakhir tidur seranjang dengannya,


Abi mengingat betapa tubuh sang istri terasa berbeda, liang yang masih sempit bahkan istrinya menjerit kesakitan saat ia memaksa benda pusakanya masuk, Abi benar benar merasakan kenikmatan yang luar biasa, tubuh mungilnya meliuk liuk indah di bawahnya,

__ADS_1


Abi tersenyum namun sesaat senyuman itu hilang,


" Kemana dia"??


Abi berpikir Aini seperti biasanya saat bangun pagi ia membuat sarapan untuknya di dapur. bahkan ia lupa kapan terakhir ia sarapan bersama sang istri dan memakan masakannya,


Ia pun bangkit membersihkan tubuhnya dan setelah selesai dan berganti pakaian, matanya menangkap bekas berwarna merah di atas spray ia pun bermonolog kalau Aini masih perawan, dan ia satu satunya yang pertama,pantas saja liangnya begitu sempit dan nikmat, Abi segera pergi ke dapur kecil di apartemen itu namun sepi, bahkan perabot terlihat sedikit berdebu karena lama Aini tinggal bersama mamanya di mansion,


" Aini,, di mana kamu "?


Abi berbisik sendiri dan kembali ke kamar, ia berpikir keras mengapa ia bisa mengira sang istri menjual diri demi uang, ia menatap nanar foto pernikahannya dengan Aini, dalam foto itu Aini sedang menatapnya lembut dan ia memeluk pinggang rampingnya dengan senyuman,


Kini senyuman itu hilang berbulan bulan yang lalu saat hatinya memutuskan meninggalkan apartemen dan hidup bersama mantan kekasihnya.


Ia mencari ponselnya dan membuka pesan satu persatu, bahkan ada beberapa panggilan tak terjawab dari Ausky yang di abaikan karena ia menyalakan mode hening pada ponselnya,


Dan pesan dari nomor yang tidak di simpan dan tidak ada namanya membuat matanya melotot betapa terkejutnya setelah membacanya, pesan itu pasti dari Aini,


Seperti pria yang kesurupan Abi kebingungan dan segera menghubungi nomer Aini berkali kali namun ponselnya tidak aktif,


" Ya Tuhan, bagaimana ini, dia pergi ke mana, dan mengapa nomor istriku bahkan bisa tak ada di ponselku"


" Aku meragukan istriku, mengiranya menjajakan tubuhnya demi uang, meninggalkan dan menyakiti perasaanya,apa yang telah kulakukan bahkan aku sendiri berselingkuh, mama,, mungkin ia ke mansion mama"


*****


Assalamualaikum


hai 👋🙋,, salam sehat semangat buat pembaca yang aku sayangi,


Masih lanjut yah, dan mohon dukungannya,

__ADS_1


Terima kasih say, lope you so much,


TBC


__ADS_2