Janda Pilihan Mama

Janda Pilihan Mama
gadis manja


__ADS_3

Di sebuah kamar mewah, seorang wanita baru saja terkejut mengetahui fakta


Ausky menatap sang daddy dengan sorot mata sulit di artikan, ia baru saja mendengar dan mengetahui sebuah fakta bahwa Adrian adalah anak kandung sang deddy,


" Dad, hiks, hiks, berarti Adrian adalah abangku, hiks, hiks, selama ini aku memperlakukannya dengan buruk maafkan aku dad,


" Sudahlah yang lalu biarlah berlalu, daddy minta mulai saat ini sayangi dan hargai ketulusan Adrian, dia pria yang baik dan daddy minta jangan katakan apapun padanya, daddy akan menunggu saat yang tepat untuk mengatakannya"


" Aku yang tidak tau apapun aku selalu sombong menjadi putrimu, ternyata aku bukan siapa siapa hiks,, hiks,,


" Sayang kamu tetap putriku, tak ada yang berubah, daddy menyayangimu, dulu saat ibumu pergi karena ulah oma Dewi, deddy selalu membawa kamu bekerja setiap hari, karena daddy ingin mencurahkan semua perhatian dan kasih sayang deddy "


" Sekarang deddy hanya meminta satu hal, jaga pernikahan kalian, jangan sampai hal buruk yang menimpa deddy terjadi pada kalian berdua"


Ausky mengangguk dan terisak di dalam pelukan pria yang sudah 20 tahun lebih menyayanginya,


" Apapun akan kulakukan untuk kebahagiaan daddy, terima kasih atas semua pengorbanan daddy, aku akan membantu mencari putri kandung deddy agar kita bisa berkumpul dan hidup bahagia"


", Daddy bersyukur kamu sekarang sudah bisa berpikir dewasa, dan apa dua hari Adrian pergi adakah kamu merindukannya,apa kamu sudah menerima dia sebagai suamimu,?


" Emm, a,, aku tentu merindukannya daddy, secara cucu daddy ini pengenya di manja terus oleh papa sambungnya"


" Debay nya atau mamanya yang minta selalu dimanja hah"deddy iri dengan kalian, tak ada yang manjain deddy, semua wanita yang deddy sayangi pergi"


" Dad, deddy bisa menikah lagi jika ada wanita yang dad sukai"


" Kamu serius izinkan dad nikah lagi,?


" Dad harus bahagia di hari tua,


Belum usai obrolan mereka suara deru mesin mobil yang masuk ke garasi pun terdengar,


" Dad, abang pulang"


" Iya, sekarang sambut suamimu dengan senyuman manismu, bahagiakan putra daddy seperti daddy membahagiakanmu sayang"


Ausky pun mengerti dan merapikan rambut juga wajah kusutnya, kemudian keluar untuk menyambut sang suami yang baru saja turun dari mobilnya dengan banyak bawaan,


" Assalamu'alaikum,

__ADS_1


" Salam, abang sudah pulang sini aku bantu bawain tas abang, kemarikan itu juga jas abang"


" Sayang ini berat, tidak usah, bawa ini saja,


Adrian tersenyum canggung mendengar istrinya kali pertama memanggilnya abang,


Ausky menerima jas milik sang suami dan sebuah paper back, mereka berjalan beriringan masuk ke dalam kamar, Adrian meletakkan tas kerja juga kopernya, duduk sebentar di sofa, dan menepuk tempat kosong di sebelahnya, Ausky pun paham dan segera duduk di samping suaminya,


Adrian merengkuh pinggang besar milik Auski dan menoleh kesamping memberi kecupan di kening sang istri bertubi tubi,


" Apa yang terjadi kenapa menunduk begitu, bilang saja jika tidka suka"


" Ti,, tidak bang, aku hanya, hanya belum mandi, masih bau"


" Ya tuhan ini jam berapa, dan ada apa sampai jam segini belum mandi, jangan bilang juga kalau kamu belum sarapan"


Ausky makin menunduk dia memang tidak bernafsu untuk makan, namun saat Adrian menatap heran menunggu jawaban istrinya terdengar suara


𝘬𝘳𝘢𝘬𝘬, krukk


Ausky menahan rasa malu dan Adrian segera menarik dan menuntun tangan istrinya keluar dari kamar menuju meja makan,


Adrian pun segera membuka kulkas, mengeluarkan sayur bayam sosis juga ikan, ia hanya ingin masak yang simpel, cah bayam, ikan goreng,


Reno yang melihat drama itu menggeleng perlahan, dalam hati ia bangga memiliki putra yang sangat berhati lembut seperti putranya, bagaimana tidak dia baru pulang dari luar kota harusnya sang istri yang melayaninya, namun ini justru terbalik, Adrian berkutat di dapur bahkan ia belum sempat mengganti pakaiannya,ia hanya menggulung lengannya dan memakai apron memasak,


Reno pun tersenyum bangga, dan hari itu ia berniat mengunjungi Adriana dan mengajaknya kerumahnya, ia pun bersiap siap, namun belum sempat pergi tiba tiba bel pintu rumah pun berbunyi, ia segera menuju pintu untuk membukanya,


Ceklek


" Selamat siang tuan, maaf mengganggu,


" Anda siapa dan ingin bertemu siapa apa saya mengenal anda,


" O ya, saya Hans, dan ini istri saya Ira, kami ingin bertemu nona Ausky dan tuan Adrian,


" Oh ya baiklah, silahkan masuk dulu, silahkan duduk, Adrian baru saja kembali dari luar kota, ia sedang mengurus istrinya Ausky yang sedang hamil besar,


" Terimakasih kami akan menunggu,

__ADS_1


Reno pun masuk kembali menuju ruang makan dan menyampaikan tentang tamu yang ingin bertemu dengan mereka berdua,


Ausky yang sedang duduk manis pun segera bangkit, namun Adrian segera mendudukkannya kembali,


" Sarapan dulu, habiskan makanan ini, setelah itu mandi baru menemui bu ira, biar aku dulu yang ke depan,


" Baiklah bang, terimakasih sarapannya,


Setelah Adrian keluar Reno duduk disamping Ausky,


"Lain kali jangan begini, kasihan suamimu baru pulang dari jauh harus melayani kamu, belajarlah mandiri, tugas istri melayani suami bukan sebaliknya,"


" Iya aku sadar kok dad, tapi aku tak bisa menolak perintah suamiku, dia yang ingin memasak untukku, bukan aku yang minta,dia seperti daddy selalu memanjakan aku, ya mau aku tolak kan sayang hem"


" Hem kamu dasar gadis manja karena daddy yang membiasakannya dari kecil tapi sekarang kamu seorang ibu juga istri, harus berubah lebih dewasa , kamu beruntung memiliki Adrian, hatinya sangat lembut,


Reno dan Ausky pun mengobrol tak ingat lagi di depan ada yang menunggunya hingga Adrian menggeleng perlahan melihat istrinya masih memakai baju yang sama,


" Sayang,, ya tuhan, apa istriku juga menunggu suaminya memandikanya pah"?


Adrian menepuk jidatnya dan menuntun istrinya masuk kedalam kamar dan ingin memandikanya juga,


Sementara Reno pun terpaksa keluar menemani tamunya yang sudah sedikit resah karena ingin bertemu dengan Ausky, namun nyatanya ia belum keluar juga,


" Maafkan putriku, aku terlalu memanjakanya dari kecil hingga kini dia masih manja, tadi suaminya pulang dari luar kota ia belum sarapan menunggu suaminya memasak untuknya baru ia sarapan, sekarang ia belum mandi dan mungkin menunggu dimandiin suaminya,


Ira dan Hans saling menatap dan mengulum senyuman,mereka cukup terharu ayah angkatnya juga suaminya sangat memanjakan putri mereka,


Tak lama kemudian dari arah pintu tengah Ausky sudah rapi dan cantik berjalan keluar dengan Adrian,


Mata Hans tak berkedip menatap sosok bumil cantik di depanya itu, namun tangan sang istri segera meremas tangannya seolah mengisyaratkan agar jangan terlalu baper dulu,


*****


HAPPY READING😍😍😍


Masih lanjut yah, ikutin terus sampai tamat, dan mohon menggerakkan jempolnya,


see you again πŸ™‹

__ADS_1


Tbc


__ADS_2