
Malam itu Moreno datang ke mansion karena ingin memastikan bahwa putrinya sudah baik baik saja, dan hanya sakit pasca kehamilan yang masih muda,
" Bagaimana keadaanmu sayang"?
" Untuk apa daddy pulang,? apa masih ingat jalan pulang"? "
"Nona jangan berkata begitu dengan orang tua, maaf itu tidak sopan" sahut Adrian yang muncul dari luar membawa nampan berisi makanan,
" Apa urusanmu, aku bicara dengan daddy bukan dengan kamu"
" Suamimu benar sayang, tidak seharusnya kamu ketus begitu dengan daddy, dan lihat dia begitu perhatian dengan istrinya"
" Bukanya daddy tak peduli lagi, untuk apa dan kenapa hampir satu minggu daddy tidak pulang, sudah nyaman dengan Bella, "?
" Ini alasan daddy tidak pulang, kamu sudah memiliki suami yang baik dan bisa mengurus kamu, dan daddy selalu saja terpojokkan dengan ucapan ucapan kamu, bagaimana daddy betah di sini"
" Nona sebaiknya menghormati keputusan daddy, ia bukannya tidak sayang anak atau mengabaikan, tapi nona harus belajar dewasa menyikapi masalah apapun itu"
" Untuk sementara tinggallah kembali di mansion ini pa,, untuk nona, aku mohon" Adrian pun menghiba pada sang mertua,
" Akan aku pikirkan,aku akan istirahat dulu, kita bicarakan besok, dan satu lagi jangan panggil istrimu dengan sebutan nona" anti yang lain, kamu ini suami macam apa"
Setelah ayah mertuanya keluar Adrian mengambil nampan berisi makan malam dan duduk di sisi ranjang untuk menyuapi sang istri,
" Makan malam dulu, ini hampir jam delapan, bayimu butuh nutrisi, dan ini masakan aku semoga nona menyukainya"
" Aku tidak ingin makan nasi jauhkan nasi itu membuatku mual"
" Baiklah, nona makan sayurnya dan buah, atau sandwich,yang penting jangan sampai perutmu kosong, anak itu ada karena nona yang mengadakannya, jadi nona harus memperhatikan kesehatan dan perkembangannya,"
" Aku ingin mencari papanya ke luar negeri, aku ingin Abi tau dan dekat dengan anaknya"
" Itu tidak benar, aku dan daddy tentu tidak mengijinkannya, bahkan kandungan kamu lemah apa nona ingin dia tidak baik baik saja"
" Tapi aku tidak bisa menahan perasaanku, aku merindukannya, bayiku pasti juga merindukannya, "
" Aku tau perasaanmu tapi disini nona jangan egois, kesehatan bayi itu lebih penting" dan lagi aku akan menggantikan tugas papanya aku akan menyayanginya mulai sekarang, aku yakin dia di dalam kandungan nona pasti mendengarnya, ia tak akan kekurangan kasih sayang"
" Ijinkan aku menyapanya, aku akan meraba perut nona sebentar"!
Ausky hanya mengangguk pelan, selama lima bulan mengandung belum pernah sekalipun anaknya mendapat perhatian dari papanya,
__ADS_1
Tanpa pikir panjang dan sedikit ragu, Adrian meletakkan tangan kanannya di atas perut Ausky yang mulai membuncit, ia merabanya perlahan, bahkan seketika Ausky melotot tak percaya bayi di dalam perutnya langsung aktif bergerak merasakan elusan tangan Adrian,
" Hai sayang, aku belum tau apa kamu baby boy atau baby girls, jadilah anak yang baik, jangan bikin mama kamu sakit dan mual hem,, kasihan mama tidak nyaman, baik baiklah di dalam perut mama, meskipun papa bukan papa kandung kamu, papa akan sangat menyayangi kamu sayang, jadilah malaikat kecil yang penurut, oke, "
CUP
" Awwwhh" Ausky memekik keras, sesaat seperti ada tendangan dari dalam perutnya,saat Adrian mengecup lembut perutnya,
" Wah dia sedang mengajak bermain rupanya, lihat perutmu sampai menonjol begini"
Ausky dan Adrian saling menatap dan terkekeh geli bersamaan karena ulah sang baby yang masih di dalam perut Ausky,
Untuk beberapa saat Ausky dan Adrian di buat tertawa geli karena usapan usapan lembut dari tangan Adrian di atas perut itu justru seolah mengundang sang baby untuk terus bermain hingga akhirnya berhenti mungkin ia lelah dan tertidur,
Dari balik pintu sepasang mata masih memandang tak percaya, namun tersungging senyuman lebar, dan akhirnya ia pun pergi dan dalam hati ia berdoa dengan penuh harapan,
Sementara Ausky merasa heran setelah perutnya di elus oleh Adrian ia merasa nyaman tak ada mual atau kram lagi,
" Tidurlah nona harus banyak istirahat,"
" Adrian, bisakah kamu tetap disini, aku rasa anakku memang merindukan papanya,aku akan memberikan berapapun yang kamu butuhkan, asal kamu memberikan perhatian pada bayiku ini"
DEG
" Apa nona tau, kata kata itu membuat hati ini sakit, apa semua hal harus nona ukur dengan uang"? dan ingat, sampai kapanpun aku tak akan pernah menjual kasih sayang pada siapapun, apalagi bayi tak berdosa ini" selamat malam"
CUP
Sebelum Adrian melangkah pergi untuk keluar, sebuah kecupan lembut dan singkat mendarat di perut Ausky lagi meskipun terhalang pakaian, namun cukup membuat hati Ausky menghangat,
" Ini ciuman pertamamu nak, harusnya papa kamu yang melakukannya, tapi dia juga berjanji akan menyayangimu,"
Ausky pun berbaring dan berusaha memejamkan matanya namun ia begitu kesulitan untuk bisa tidur hingga ia memutuskan pergi ke ruang tengah untuk menonton televisi, samar samar telinganya mendengar suara Adrian sedang melantunkan bacaan ayat ayat suci dari dalam mushola kecil yang di bangun Adrian setelah mendapat ijin dari ayah mertuanya,
Ausky pun mengecilkan volume televisi dan berjalan mendekati mushola dengan diam diam, ia melihat Adrian duduk menghadap kiblat dengan Kyushu, baju koko warna putih dan peci hitam, ia juga mengenakan sarung, bagi Ausky itu merupakan pemandangan yang asing, dan melihat sosok lain yang aneh yang mulai merambat masuk kedalam hatinya, ia pun berbalik badan takut Adrian melihatnya namun nahas ia kurang fokus dan saat kakinya melangkah untuk pergi justru ia terpeleset sandal Adrian,dan hampir jatuh, kalau saja Adrian tidak menangkap tubuhnya dengan cepat,
" Aagghh
" Apa yang nona lakukan, berhati hatilah ingat ada nyawa lain di sini, "
Adrian bicara dengan raut muka penuh rasa khawatir karena kecerobohan Ausky, ia juga menekan kata katanya sambil memegang perut Ausky,
__ADS_1
" A- ku, aku hanya ingin"
Ausky bingung harus menjawab apa,namun Adrian tidak peduli dan memapah tubuhnya untuk duduk di sofa depan televisi,
" Aku buatkan susu hangat untukmu tunggu sebentar"!!
Ausky menatap nanar punggung Adrian yang berlalu menuju dapur untuk membuatkannya susu,tanpa sadar ada satu butir air mata yang meluncur begitu saja dari sudut matanya,
Ia mengingat Abi, entah merindukannya entah apa yang dirasakannya kini, ia masih berandai andai,jika pria yang memperhatikan dan memanjakannya adalah Abi bukan Adrian,
" Minumlah selagi hangat, setelah ini beristirahat ini sudah malam, jangan pikirkan apa apa lagi"
Adrian menyodorkan gelas yang berisi susu hangat khusus ibu hamil pada istrinya dan duduk disampingnya, memastikan susu itu diminum sampai habis, ia pun mengambil gelas kosong dari tangan sang istri dan tak lupa ia juga mengambil tisu untuk membersihkan bibirnya yang kotor karena bekas susu,
Ausky yang biasanya ketus dan kasar mendadak diam saja mendapat perlakuan yang begitu manis dari suami penutup aibnya,
" Ayo tidur,,
" Siang aku sudah banyak tidur karena pengaruh obat, aku belum mengantuk"
" Baiklah, aku akan menemanimu disini jika di bolehkan"
Ausky hanya diam dan mengangguk perlahan,
Adrian bangkit dari duduknya dan menuju kamar untuk mengambil laptop ia berpikir akan mengerjakan tugas kuliahnya sambil menemani istrinya, ia sudah berpikir positif melihat perubahan sikap Ausky akhir akhir ini,
Ia berharap pernikahannya bukan semata karena menutup aib putri sang tuan, namun ia berpikir pernikahannya dengan Ausky semata karena Allah yang menakdirkannya,
Adrian kembali ke ruang tengah dan membuka laptop di pangkuannya,dan mulai fokus dengan tugas tugas kuliahnya,
Seperti saran ayah mertuanya ia harus melanjutkan pendidikannya demi karier juga keberhasilannya kelak,
Waktu berjalan dengan cepat tak ada perbincangan antara mereka berdua hingga jam di dinding menunjukkan angka 23.00,tanpa terasa juga tubuh Ausky kini bersandar pada pundaknya karena tertidur,
Adrian pun tersenyum tipis, meletakkan laptopnya di lantai, dan perlahan ia membenarkan posisi kepala istrinya agar berada di atas pangkuannya, ia berpikir jika ia menggendongnya ke kamar takut justru ia terbangun,
Adrian berusaha menahan gejolaknya sebagai pria normal, ia tentu sadar konsekuensinya jika ia nekat dan gegabah, ia hanya berani memandang dan mengagumi wajah cantik istrinya yang terlelap nyaman dalam pangkuannya dan memeluk pinggangnya,
*****
Happy Reading
__ADS_1
🥰🥰🥰
Tbc