Janda Pilihan Mama

Janda Pilihan Mama
melihatnya sedang berdua


__ADS_3

" Jika saatnya tiba dan kamu memang harus jadi istriku, aku akan menunggu waktu itu" maafkan aku, aku belum berani menghadapi kemarahan dan kesedihanmu karena aku penyebab kematian ibumu, tapi sampai kapanpun aku akan menjagamu selalu"


CUP


Satu kecupan yang lembut di berikan Fahmi pada kening Aini yang masih tertidur di ranjang milik sepupu Fahmi,


Fahmi pun keluar dan menemui Monica memberitahukan banyak hal dan tugas pada adik sepupunya itu,


" Hah tugasku banyak banget sih kak, enak saja kakak merugikan waktuku"


" Emang kakak harus bayar berapa, kau ini sama saudara perhitungan banget sih"


" He he he,, iya gitu deh,,kan waktu adalah uang buat Monik,bisa buat shoping"


Fahmi pun mengeluarkan cek kosong pada Monica dan membuat melongo gadis yang baru menginjak kelas 11 di sebuah sekolah menengah atas favorit di Jogja.


" Yakin kak, aku harus menulis sendiri"


" Iya cepat, tapi ingat angka nol tidak boleh lebih dari enam, "


" Uuh menyebalkan, dasar pelit"


Fahmi tersenyum miring dan segera menyuruh Monic membawa makanan ke kamar dan melihat Aini,


Saat Monica masuk Aini juga baru saja tersadar dari pingsan, ia baru menyadari tangannya sudah terpasang jarum infus, dan matanya membola menelisik seisi ruangan itu bahkan waktu sudah jam 19,15 malam,


" Malam kak, syukurlah kakak sudah sadar" kenalkan aku Monica,saya menemukan kakak pingsan di makam dalam kondisi hujan"


" Terimakasih sudah menolongku, namaku Aini,tapi aku harus cepat kembali ke hotel tempatku menginap, mungkin suamiku sedang kebingungan mencari"


" Iya baiklah, di hotel mana kakak menginap, saya akan antarkan, tapi makanlah ini dulu, dan dokter bilang infus itu harus habis dulu baru dilepas"


" Aku akan mengganti biaya perawatan saya setelah sampai di hotel, saya hanya keluar dengan sedikit uang"

__ADS_1


" Ah bukan masalah, ini semua sudah di bayar oleh ka, eh maksud saya ga perlu ini sudah saya bayar, jangan menggantinya" saya ihklas"


Setelah dengan lahap Aini menghabiskan makanan itu, ia pun segera berpamit untuk kembali, sebenarnya ia ingin pulang sendiri namun Monica terus membujuknya untuk mengantar jadi Aini menurut saja, ia pun masih merasa pusing,


Di lobby hotel Abi masih mondar mandir cemas menunggu istrinya yang belum kembali namun tidak berapa lama justru sosok wanita lain yang turun dari taxi datang menghampirinya, dan ia adalah Ausky.


" Kenapa kamu kesini, ada apa,"?


" Sayang kok kamu nanyanya gitu, aku kan mau bantu cari istri kamu katamu dia belum kembali"


" Memang belum kembali, tapi aku akan menunggunya sampai beberapa saat lagi, kalau ternyata belum juga kembali aku akan suruh orang buat membantuku"


" Iya, dan baru saja tiga hari menikah kamu sudah dikecewakan begini"!


" Jangan bicara yang aneh aneh, aku yang justru menyakitinya saat sarapan tadi kita sudah mau jalan ke makam orang tuanya tapi kamu memaksaku menemui kamu"


" Seberapa pentingkah dia di hatimu Bi"


" Dia memang istrimu, tapi aku tau kamu masih mencintaiku, jangan mengelak dari perasaanmu sendiri, harusnya kamu perjuangkan aku, bukan dia"


Ausky justru membuat drama baru, ia duduk di dekat dengan Abi dan menyandarkan kepalanya pada lengan Abi sambil bicara lirih penuh kesedihan,


Disaat yang sama sebuah mobil sport warna merah berhenti di lobby hotel itu, Monica segera turun lebih dulu membuka pintu untuk Aini, sesuai permintaan kakaknya Fahmi, ia harus memastikan Aini tiba dengan selamat dan menjaganya dari segala sesuatu hal yang tidak diinginkan.


Aini turun dan Monic memapahnya,Abi yang masih di tempat itu terkejut melihat kondisi Aini yang berjalan lemah dan bahkan seorang wanita memegang infus yang terpasang ditangannya,


" Aini, apa yang terjadi padamu,dari mana saja aku bingung mencari kamu"Abi lamgsung berdiri dari duduknya dan berjalan menghampiri istrinya.


" Apa mas gak lihat dia sakit, minggir aku akan antar dia ke kamarnya"


" Dia suamiku dek"


" Ohh jadi ini suami kakak, dia tadi sedang mesra mesra sama cewek itu kak,maaf aku gak tau, kalau dia ternyata malah suami kak Aini"

__ADS_1


" Heh, lo kalau punya mulut dijaga jangan asal nuduh"Ausky justru mendekat dan bicara tidak terima,


" Emang kamu siapa kok gak terima dan nyolot gitu, kalau gak merasa ya sudah diam saja, kenapa? emang bener mataku belum buta, aku lihat tadi kamu nempel kaya bekicot di tubuh suami orang, dasar bibit pelakor, wanita ini jangan sampai di kasih kesempatan buat deketin suamimu kak"


Sudah dek, aku lemas ingin istirahat ayo ke kamarku"


Namun tidak disangka Ausky yang tidak terima dengan perkataan Monica justru menarik lengannya dengan kasar dan satu tangan melayang di udara siap menampar wajah Monica.


Tapi sayangnya, Ausky belum tau siapa yang di hadapinya, dengan cepat Monica menangkap tangan Ausky dan justru memelintir tangannya hingga Ausky merintih kesakitan dan menghempaskan tubuhnya hingga tersungkur di lantai lobby,


" Hentikan,kamu siapa membuat keributan disini"


" Bi,, aku sakit"


" Tahanlah, aku akan bawa kamu ke dokter"


" Dan Aini kamu masuklah ke kamar dulu, aku tinggal sebentar"


" Kak, maafkan aku pergi sendiri, tapi dia siapa kak"


Namun Abi tidak menjawabnya, dengan langkah gontai Aini menghampiri suaminya, meraih dan mencium punggung tangannya dengan khidmat dan bertanya tentang Ausky, masih terbayang kepala wanita itu bersandar di lengan sang suami dan satu tangan juga menggenggam jemarinya. namun saat ini ia merasa bukan waktu yang tepat untuk menanyakannya.


Monica segera mengajak Aini untuk segera masuk ke kamarnya agar ia segera bisa beristirahat mengingat kondisinya masih lemas. Aini hanya menatap nanar punggung sang suami yang sedang berjalan memapah wanita itu untuk pergi berobat.


******.


Assalamu'alaikum.


👋🙋👋, readers,salam hangat semangat dan yang penting sehat,


mohon dukungan agar penulis baru seperti saya bisa punya kesempatan juga untuk meramaikan dunia per novelan, terima kasih


TBC

__ADS_1


__ADS_2