Janda Pilihan Mama

Janda Pilihan Mama
Ancaman


__ADS_3

" Lepaskan aku, apa salahku padamu, bahkan aku tidak mengenalmu"


Sambil menahan gejolak aneh yang ia rasakan, Aini masih mencoba bertahan dan bicara,


" Tenang nona, kau tidak bersalah, ini namanya takdir" hem,,


Pria yang mengemudikan mobil dengan kecepatan tinggi itu tak peduli dengan ocehan Aini, ia ingin cepat cepat sampai ke pada tempat tujuannya dan menyelesaikan tugasnya,


Mobil pun memasuki halaman parkir sebuah hotel yang tidak terlalu mewah, ia turun dan berjalan memutar untuk membawa Aini,


Saat ini Aini hanya diam tak mampu melawan kakinya terseok mengikuti langkah kaki pria yang membawa dan setengah menyeret tubuhnya,


Pria itu membawa masuk Aini ke dalam sebuah kamar, ia langsung mendorong tubuhnya dengan kasar hingga Aini memekik kesakitan,


" Lepaskan aku, berapa uang yang kau mau tuan, tolong jangan sakiti aku"


" Siapa yang mau menyakitimu nona, dan jangan berdecih kau sedang menahan gairah untuk di sentuh bukan"?


" Tidak,, ini,, ini,, jebakan,, aahh..tidak"


" Tolong aku, kak Abi,, Kak Abi,,


" Hah, dalam mimpi pun Abi suamimu yang brengsek itu tak akan pernah datang"


" Aku akan mengambil miliknya sebagai penukar karena Abi sudah mengambil milikku"hah"


" Ah,, tolong,, tolong aku,,


Aini mulai tidak kuasa, satu persatu kancing bajunya ia lepaskan sendiri, sementara pria itu tersenyum penuh kelicikan dan mulai menyentuh bagian tubuh Aini,


" Ah,,kulitmu sangat halus nona,, mata Abi begitu picik menyiakan dirimu, rambutmu hitam dan wangi, aroma tubuhmu memabukkan, oh, aku seperti ketiban durian runtuh malam ini"


" Jangan tuan,, aku mohon,,


Mata Aini tertutup dan bibirnya bergetar bicara lirih ingin menolak sentuhan tangan pria yang sudah berada di atas tubuhnya, namun nyatanya ia semakin tidak kuasa menahan sesuatu yang terus mendesak, hasratnya begitu membara seolah akan terbakar,


BRAK


BRAK


BRAK


" Lepaskan gadis itu ba******gn"


BUGH


BUGH


" Siapa kau berani menggangguku"


Pria yang sedang berusaha melepas pakaiannya itu tersentak kaget mendapat pukulan bertubi tubi dari pria yang tidak di kenalnya, ia pun bangkit dan dengan garang membalas pukulan Fahmi,


BUGH

__ADS_1


BUGH


Fahmi sempat tersungkur dan mengusap bibirnya yang mengeluarkan darah, namun ia segera bangkit dan kembali menyerang kini ia lebih waspada karena lawannya jelas masih jauh lebih muda dan tenaganya lebih kuat, namun ia harus menyelamatkan Aini itu tekatnya,


Saat yang yang sama Monica datang dan segera mendekati Aini yang sedang mencoba melepaskan seluruh pakaiannya,


" Tenanglah kak, jangan lakukan itu, pakai kembali bajumu,"


" Monica tolong aku,, aku tidak kuat,,


" Kita akan membawamu ke dokter bertahanlah,,


Monica membantu Aini merapikan kembali pakaiannya, dan sejurus kemudian menerjang pria yang sedang berusaha mencekik leher Fahmi,


BUG


BUG


" Ah,, "


Pria iru limbung dan tersungkur di lantai karena tendangan keras dari Monica,


" Kau bawa Aini pulang ke apartemennya, aku akan mencari dan menyeret suami brengsek itu, hanya dia yang berhak membebaskan Aini dari pengaruh obat laknat itu"


" Baiklah, tapi bagaimana dengan pria ini,"


" Aku akan menghubungi anak buahku untuk mengurusnya"


Aini pun di gendong keluar dari kamar hotel itu oleh Fahmi menuju mobilnya, dan Monica berjalan di belakangnya dengan raut wajah cemas,


Aini yang berada dalam gendongan Fahmi justru merangkul leher Fahmi dan menciuminya dengan rakus, Fahmi sekuat tenaga menahan sesuatu yang langsung menggeliat kuat di bawah sana,


" Ah,, sial,, kalau aku tak menyayangimu, aku akan pastikan jika malam ini aku bisa memilikimu"


Sesampai di mobil Fahmi menurunkan tubuh Aini, namun lagi lagi Fahmi mendapat serangan frontal dari bibir Aini, sekuat tenaga Fahmi berusaha menahan diri dan segera menutup pintu mobil,


Monica yang hanya senyum senyum melihat tingkah sang om pun segera berangkat mengemudikan mobilnya menuju apartemen Aini,


Sementara Fahmi mengemudikan mobilnya menuju apartemen Ausky karena ia tau Abi pasti berada di sana, sepanjang perjalanan ia berpikir bagaimana rasanya tubuh Aini, bila bibirnya saja semanis madu,,


*****


" Sayang kamu menginap lagi kan, kenapa gelisah, apa masih kurang itu nya,, hem,,


Abi tidak menjawab entah apa yang sedang ia rasakan ia hanya menatap lembut wajah Ausky yang selalu teduh seperti saat pertama ia bertemu dulu,,


" Tidurlah ini sudah larut, jangan pikirkan kantor, besok beristirahatlah di rumah, biar aku yang mengurus semuanya"


" Tidak, sayang jika aku tak pergi ke kantor, aku pasti tidak kuat menahan rinduku"


" Eh,, gombal banget sih pacar aku"


Cup

__ADS_1


Sebuah kecupan manis mendarat di bibir manis Ausky, dan Abi pun segera membawanya kedalam pelukannya yang hangat,


Namun belum sempat keduanya terlelap, bel di depan pintu apartemen terdengar berkali kali, bahkan tak kunjung berhenti,


" Biar aku lihat dulu"


" Biar aku saja, aku laki laki kalau ada penjahat bagaimana jika kau yang membukanya,"


Abi memunguti pakaiannya yang berserak di lantai, dan setelah rapi ia pun keluar dari kamar menuju pintu,


CEKLEK


" Hah,, dasar pria brengsek, istrimu dalam masalah dan kau bersama wanita lain,, cuihh menjijikkan"


" Apa kedatanganmu hanya ingin mencari keributan denganku, dan lihat ini jam berapa"


" Apapun ocehan kamu, aku tidak perduli, sekarang dengan terpaksa aku harus membawamu pulang ke apartemen, istrimu sakit dan hanya kamu yang bisa menyembuhkannya""


Abi termenung sesaat dan saat menoleh, Ausky sudah berdiri di belakangnya,


" Sayang jangan pergi"


Ausky mengalungkan tangannya di leher Abi dan memohon,


" Tuan Abi yang terhormat, bisa ikut saya sekarang, istri anda dalam bahaya dan saya tidak dapat menolongnya, "


" Jika aku tidak mau bagaimana, aku akan menemuinya besok pagi"


PLAK


Sebuah tamparan keras mengenai wajah Abi,dan darah segar segera keluar dari sudut bibirnya,


" Ikut saya menyelamatkan Aini istrimu, atau skandal perselingkuhan tuan saya sebar di internet, dan dalma waktu 60 menit kemudian perusahaan yang baru saja berdiri terpaksa hancur,, "


" Tuan tidak bisa mengancam dan membawanya"


" Aku tidak punya urusan denganmu wanita pelakor, dasar ******, murahan, rendah sekali derajatmu cih" cantik parasmu tapi hatimu sangat kotor, melebihi comberan"


Fahmi yang sangat muak mengumpat habis habisan, dan segera menyeret tangan Abi dengan kasar,


" Aku bisa berjalan sendiri brengsek"


" Ya,, aku lebih brengsek darimu, yang membiarkan gadis yang di jodohkan denganku menikahi pria brengsek sepertimu" dan melihatnya selalu menderita, setelah malam ini lepaskan dia,!! wanita sebaik dan sepolos Aini terlalu mulia untuk menjadi istri seorang pengecut sepertimu"


" Apa yang kau katakan," jelaskan"


Fahmi sudah tidak peduli lagi, ia terus melajukan mobil dengan cepat dan ingin segera membebaskan Aini dari obat laknat yang entah siapa yang menjebaknya,


****


Assalamu'alaikum


Salam sehat, salma hangat,

__ADS_1


semangat baca dan dukungannya donk jangan lupa, lope you readers,


TBC


__ADS_2