Janda Pilihan Mama

Janda Pilihan Mama
Tragedi 2


__ADS_3

",Kita mampir sebentar ke apartemen Aini, aku bawakan makanan ringan dan vitamin untuknya"??


" Ciee,, ada yang mulai perhatian nih, ehem,,


" Emang salah dia tanggung jawabku setelah ibunya tiada, aku sudah berjanji pada pamannya di hadapan jasad ibunya"


Mobil mewah yang di kendarai Fahmi dan Monica pun melaju dengan kecepatan cepat menuju apartemen Aini, dan tak lama kemudian mobil itu pun berhenti.


Monica bergegas lebih dulu dan memencet bel, namun beberapa kali bel berbunyi pintu tak kunjung di buka,


" Apa mungkin dia pergi bekerja"


" Tidak kak, beberapa menit lalu aku mengirim pesan ia ada di rumah masih pusing katanya"


" Jangan jangan"Monica dan Fahmi bicara serentak dan saling menatap sebentar,


Pikiran buruk pun melintas di pikiran Monica dan Fahmi hingga mereka memutuskan untuk mendobrak pintu,


BRAK


BRAK


BRAK


Monica dan Fahmi berlari menuju arah kamar pikiran mereka semakin buruk saat melihat suasana di ruang tamu yang terlihat berantakan, ada vas bunga yang pecah,


TOk


TOK


TOK


Pintu tak kunjung terbuka dan Fahmi pun segera mendobrak pintu kamar Aini dengan kencang,


BRAKK


" Bedebah, lepaskan dia,


Pemandangan yang mengejutkan di mana seorang pria sedang mengungkung tubuh polos Aini dan mencumbunya, dan seorang pria sedang merekam kejadian itu dengan kamera ponselnya,


Keduanya terkejut sementara tubuh Aini bergetar ketakutan bermandi peluh dan air mata sedang berusaha melepaskan diri dari pria yang sedang berusaha memperkosanya itu,


" Brengsek"


BUUGGH


Fahmi menarik pria yang diatas tubuh Aini dan memukulnya dengan keras hingga ia tersungkur di lantai, saat pria itu hendak bangkit satu tendangan keras pun kembali melayang ke tubuhnya hingga ia terhempas dan menabrak tembok kamar, darah segar keluar dari dari hidung dan mulutnya.


Sementara Monica di luar kamar menghajar pria yang satunya dengan geram, ia menyerang membabi buta hingga pria itu diam tak bergerak di atas karpet ruang tamu,


Monica mengikat tangannya dengan ikat pinggang pria itu, dan masuk ke dalam kamar,


Fahmi sedang mengikat pria yang merintih kesakitan,


Aini duduk di sudut tempat tidur dan menunduk dengan tangisan, tubuhnya telah tertutup selimut yang di berikan Fahmi


" Tenanglah kak, mereka akan segera di hukum, aku sudah menghubungi polisi"

__ADS_1


" Huuu,, huuu,, hiks, hiks,,


Monica memeluk tubuh Aini yang masih bergetar dan basah oleh keringat dingin,


Fahmi masuk kembali ke kamar setelah mengurus dua pria itu untuk di serahkan pada polisi, ia membawa air putih dan memberikan pada Aini,


" Apa kamu baik baik saja, pria itu belum sempat melakukan itu kan"?


Pertanyaan Fahmi frontal membuat Aini mendongak dan menatapnya,Aini hanya menggeleng perlahan,


" Terima kasih, jika kalian tak datang entah"


Aini kembali menangis, dan Monica membantunya berjalan kedalam kamar mandi untuk membersihkan jejak mulut pria yang hampir memperkosanya itu, nyatanya kakinya masih lemas karena ketakutan yang berlebihan yang dirasakannya


Setelah tubuhnya bersih dan tenang Aini mencoba menghubungi Abi sang suami. namun ponselnya tidak aktif,


Monica ingin mengajak Aini tinggal di apartemen Monica dan Fahmi, Namun Aini menolaknya,


Fahmi pun mengusulkan agar Aini sementara tinggal di mansion mama mertuanya,


****


Mansion mewah milik Kayla terlihat sepi satpam yang terkantuk-kantuk mendatangi mobil mewah yang berhenti di depan pintu gerbang utama mansion tersebut,


Aini segera keluar dari mobil dan menghampiri satpam yang berjaga,


" Pak aku Aini, bukakan pintu gerbang aku dan saudaraku ingin masuk, "


" Selamat malam nona muda, tapi nyonya pasti sudah tidur jam segini, ada apa nona malam malam berkunjung"


" Ada hal penting , aku harus bertemu mama"


Satpam yang selalu membawa kunci cadangan pun membuka pintu utama, dan mereka segera masuk,


Bibi Fahra yang mendengar pintu terbuka pun keluar dan terkejut melihat nona mudanya pucat dan berjalan di papah oleh Monica,


Setelah masuk Fahmi menyuruh bibi memanggil nyonya Kayla,


Kayla turun ke ruang tamu dan terkejut melihat kondisi menantu kesayangannya, wajahnya pucat, bibir bergetar dan membiru, matanya sembab karena menangis terlalu lama,


" Apa yang terjadi denganmu sayang"? dan dimana suamimu"?


" Ma,, mama,, huuu,,, hiks,,, hiks


Aini kembali terisak saat mama mertuanya memeluk tubuhnya dan membelai rambutnya dengan lembut,


" Ceritakan apa yang terjadi denganmu nak"!!


Fahmi pun menceritakan dengan detail tentang hal buruk yang baru saja menimpa Aini, dengan kesal ia juga menceritakan perilaku Abi terhadap Aini, meskipun mata Aini terus menatap Fahmi seolah ingin melarang ia menceritakan hal buruk tentang rumah tangganya namun Fahmi tidak peduli,


Merasa sakit hati gadis kecilnya di masa lalu di perlakukan buruk oleh suaminya, Fahmi pun merasa ia berhak menjaga Aini,


" Ya Tuhan, mengapa kamu tidak bercerita pada mama nak,apa kamu tidak menganggap mama ada"


" Ini masalah rumah tanggaku ma, aku dan kak Abi,,


" Ayo kita ke rumah sakit, kamu harus mendapat perawatan intensif tubuhmu panas dan lemas,"

__ADS_1


Aini menggeleng namun mama mertuanya tetap memaksa, dan Fahmi pun dengan suka rela mengantar ke rumah sakit,


******


" Sayang maukah kau menginap di apartemenku lagi"


Ausky tiba tiba duduk diatas pangkuan Abi saat ia mengemasi peralatan kerjanya, waktu sudah menunjukkan pukul 00,12,


" Aku akan mengantarkan mu, dan setelahnya aku pulang dulu, ada dokumen yang harus aku bawa ke kantor besok,


" Baiklah, ayo kita berangkat"


" Sky,, terima kasih"


" Untuk apa"?


" Untuk semuanya"


Keduanya meninggalkan kantor dan sampai di apartemen mewah milik Ausky, Abi sebenarnya tak ingin turun dari mobil namun tatapan mata gadis di depannya berkata lain, tatapan itu masih seperti dulu batin Abi, senyuman itu pun masih seperti dulu, semua rasanya masih seperti dulu namun bagaimana dengan Aini,


Dan pada akhirnya Abi turun dan mengikuti langkah gadis cantiknya itu masuk kedalam,


" Aku siapkan air hangat dulu"? badanmu pasti sangat lelah"


Abi hanya terdiam menatap punggung gadisnya dan menyandarkan kepalanya pada sandaran sofa, matanya terpejam sesaat mengingat sang istri,


Teringat Aini di kelilingi banyak pria dan berebut memberi hadiah malam itu di cafe saat ia selesai menyanyi,


"๐˜ธ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ช๐˜ต๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ, ๐˜ฉ๐˜ถ๐˜ฉ" ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ต๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฉ๐˜ฎ๐˜ถ, ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ซ๐˜ช๐˜ซ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ")


Batin Abi bergejolak hebat, namun sesaat ia kembali tenang dan tersenyum melihat gadisnya tersenyum ke arahnya dan membawanya masuk ke kamar untuk membersihkan tubuhnya,


" Sayang, aku menginginkanmu lagi"


CUP


Kecupan bibir manis milik gadisnya telah membakar dan menyengat seperti aliran listrik, hingga malam semakin larut dan mereka pun mengulang percintaan mereke kemarin malam dan mengulang beberapa kali setelah terjadi di kamar mandi hingga berakhir di ranjang, karena lelah seharian bekerja juga lelah karena pertempuran panas itu Ausky pun terlelap terbang ke alam mimpi, dengan tubuh yang masih polos,


Namun Abi yang sempat mencharger ponselnya segera meraih benda pipih itu dari atas meja, dan menghidupkan daya,


Tujuh kali panggilan dari Aini istrinya.


Sebelas kali panggilan dari mamanya,


DEG


****


Assalamu'alaikum


salam sehat, salam hangat, ๐Ÿ˜ก๐Ÿ”ฅ


hai sayang๐Ÿ’•


kasih vote donk sedikit,


I miss you,

__ADS_1


TBC


__ADS_2