
Seperti jadwalnya hari itu Armando mendapat undangan makan siang bersama anak anak yatim di panti asuhan, Agastya Bina Kasih, karena perusahaannya menjadi salah satu donatur diantara sekian banyaknya donatur di kota itu,
Ia mengendarai mobil mewahnya sendiri karena Boby sekretarisnya harus menghandle beberapa meeting penting dengan klien.
Bangunan yang luas meskipun tidak megah sudah terlihat di depan mata dan Armando membelokkan mobil memasuki area parkir sebuah yayasan sosial,
Ia melangkah dan beberapa orang petugas khusus menyambut kedatangannya dan mengantar ke ruangan acara dilangsungkan,
" Maaf tuan, nyonya rumah tidak memberi pengecualian pada setiap tamu, mereka yang datang akan duduk di tempat lesehan yang sudah di sediakan "
Seorang pria mengatakan ketentuan yang berlaku pada para tamu tamu,
Armando duduk di karpet yang telah di sediakan dan di depannya hanya ada meja kecil,
" Siapa nyonya rumah yang di maksud pria tadi"
Tak lama kemudian suara mc menggema di ruangan itu dan acara santunan segera dimulai, setelah pembukaan, dan acara doa bersama, sambutan sambutan pun di mulai, dan saat mc menyebut nama seseorang Armando mulai gelisah karena ia baru mengingat nama itu pernah ia kenali,
" Baiklah para hadirin, para tamu undangan, dan anak anak yang berbahagia di siang hari ini mari kita sambut,sosok yang sangat mulia hatinya, yang sangat menyayangi anak anakku semuanya, bahkan sosok itu pun akan kita kenang kebaikannya meskipun anak anakku semuanya nanti sudah menjadi orang yang sukses, dan mandiri hingga mungkin kalian tidak akan selamnya di sini,dialah ibunda kita tercinta, Bunda Aini Fatmawati, beri tepuk tangan yang meriah untuk beliau, dana untuk bunda Aini waktu dan tempat kami persilahkan"
Tepukan tangan meriah dari anak anak panti asuhan yang jumlahnya hampir 200san anak pun menggema mengiringi Aini berjalan dengan anggun dan sopan menuju podium yang disediakan panitia,
Armando membulatkan mata sempurna tak berkedip melihat wanita yang selama ini dia cari ada di depan mata, berawal dari rasa kagum dengan suaranya Armando pun akhirnya menyelidiki status AlinaJaneth penyanyi cafe yang lagi viral dan banyak pengagumnya waktu itu,
(" Dia beda dengan wanita lain, tapi dia tidak bisa kumiliki, huh,, udah istri orang, tapi bagaimana jika aku jadi pebinor,,jika tidak mendapatkannya paling tidak aku bisa dekat dengan dia")
Kata demi kata yang terlontar dari Aini selaku penanggung jawab yayasan sosial Agastya pun selesai dan saatnya acara makan siang,tak lupa Aini mempersilahkan para tamu undangan untuk menikmati makan siang,
Hal itu di gunakan oleh Armando untuk mencari celah agar bisa mendekati Aini, hingga kesempatan itu akhirnya datang juga,
" Selamat siang nyonya Aini "
" Selamat siang tuan, apa saya mengenal anda"?
" Ya, dulu sekali tepatnya hampir satu tahun yang lalu"
" Dimana, dan siapa nama anda"
" Saya Armando dari Wijaya group, saya pengagum berat suara anda nona Alina Janeth"
" Hem, ya baiklah dan itu hanya masa lalu tuan, silahkan menikmati menu makanan kami ya tentunya tidak semewah di restoran mahal"
" Makanan sama saja nona, o ya bagaimana dengan kabar anda, saya sungguh tidak menyangka anda pemilik yayasan Agastya Bunda Kasih ini"
__ADS_1
" Seperti yang anda lihat, saya baik baik saja"
Armando dan Aini pun saling terlibat dalam perbincangan hangat, namun sesekali Armando memperhatikan perut Aini yang mulai membuncit,
Hingga saat itu seseorang yang datang terlambat ke tengah acara menghampiri mereka berdua,
" Selamat siang, maaf saya terlambat"
Aini dan Armando pun menoleh kepada pria di atas kursi roda yang tak lain adalah Abizard
" Siang tuan, benarkah ini tuan Abizard?
" Iya saya Abizard, suami Aini,"
Dalam hati Armando bersorak riang, ia berpikir, akan mudah menggoyahkan Aini jika sang suaminya saja tidak bisa berdiri alias cacat,
Aini hanya berexpresi datar dan berpamit meninggalkan kedua pria tersebut,
" 𝘽𝙧𝙖𝙫𝙤, 𝙨𝙚𝙥𝙚𝙧𝙩𝙞𝙣𝙮𝙖 𝙩𝙚𝙡𝙖𝙝 𝙩𝙚𝙧𝙟𝙖𝙙𝙞 𝙨𝙚𝙨𝙪𝙖𝙩𝙪 𝙖𝙣𝙩𝙖𝙧𝙖 𝙢𝙚𝙧𝙚𝙠𝙖 𝙗𝙖𝙝𝙠𝙖𝙣 𝘼𝙞𝙣𝙞 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙢𝙚𝙢𝙥𝙚𝙧𝙙𝙪𝙡𝙞𝙠𝙖𝙣 Abizard
*****
Di mansion mewah milik Moreno siang itu Adrian sedang tidak enak badan, dari pagi ia tidak datang ke kantor, ia merasa badannya remuk, bibik sudah mengerok punggungnya namun tetap saja ia belum merasa membaik,
Tok
Tok
Tok
" Nona, ada apa"?
Sosok Ausky sang istri pun masuk dan mendekati ranjang tidur Adrian,
" Aku yang harusnya bertanya kamu ada apa? selembek ini ternyata suamiku"
Adriaan tidak menjawab ia hanya diam memang nyatanya ia sedang lemah,
" Ck, aku baru saja tau kalau kamu lembur tiap malam berjaga di perusahaan, apa kamu kekurangan uang, apa kmau kekurangan sandang pangan disini"? jangan pernah membuatku malu, jika daddy tidak membayar kamu yang sudah mau menikahi aku, aku yang akan membayar kamu, ini cek 100 juta cukup untuk hidup kamu"
Deg
Adrian terkesiap mendengar ucapan istrinya, ia sungguh sakit mendengarnya namun ia tidak bisa jika harus berdebat dengan wanita di hadapannya itu, ia pun memilih bangkit dari ranjang dan dengan lemas ia pergi meninggalkan istrinya yang masih berdiri di kamar,
__ADS_1
Ausky hanya menatap dengan kesal dan mengekori langkah Adrian yang berjalan menuju dapur, ia mendekati lemari yang penuh dengan aneka bahan makanan dan minuman, menyeduh minuman jahe agar tubuhnya bisa menghangat, ia pun duduk dalam diam dan mulai menikmati minuman itu,
" Apa kamu tidak mendengarkan aku bicara Adrian"
" Alhamdulilah aku masih bisa mendengar suara istriku"
" Lalu kenapa kau diam dan malah pergi, bukannya menjawab"?
" Lalu jawaban apa yang ingin nona dengar, kalaupun aku memberi jawaban pun, nona pasti tak mau mendengar apalagi percaya, saya akan jawab pertanyaan nona dan setelah ini saya tidak akan menjelaskan apa apa lagi, saya menikahi nona bukan karena iming iming uang dari tuan Reno, tapi saya menikahi nona karena saya ikhlas semata karena Tuhan saya yang mengatur semua kejadian dalma hidup saya"
Ausky hanya diam juga tidak menjawab ia mencoba menatap sinar mata Adrian yang nampak polos penuh ketulusan,
" Jika nona keberatan saya ada di rumah ini, saya akan keluar dan menunggu keputusan selanjutnya dari nona, saya tau saya tidak bisa memantaskan diri saya untuk tetap berada di samping nona"
JLEB
Ausky tentu saja kalah telak dan diam membisu, hingga Adrian menghabiskan minumannya bibik datang menghampiri mereka,
" Aden dan nona, di luar ada tuan Reno dan Dokter"
Adrian pun berjalan sedikit lamban karena kepalanya yang mendadak pusing saat ia bangkit dari duduknya, dan belum sampai ia ke ruang tengah tubuhnya pun terjatuh tidak sadarkan diri,
" Adrian, bi tolong panggil bantuan"
Bibi pun panik dan segera keluar untuk memanggil bantuan sementara Reno dan dokter juga bergegas mendekat,
" Hah berat sekali tubuh anak ini dokter, tunggu satpam saja, "
Dan tak lama kemudian dua orang satpam datang dan mengangkat tubuh Adrian yang berat dan keras iru ke kamar Ausky karena iru perintahnya juga.
Dokter pun memeriksa keadaan Adrian dan dugaan sementara Adrian terserang penyakit tipes.
" Penyakit tipes bisa total bisa di sembuhkan jika berobat dengan benar, namun jika tidak segera diobati akibatnya bisa fatal, perdarahan atau peradangan bisa mengakibatkan lubang pada usus dan itu bisa jadi penyebab komplikasi, ada radang otot dan selaput jantung, pankreas, infeksi ginjal dan juga kandung kemih"
Dokter menjelaskan dan Reno nampak khawatir sedangkan Ausky masih duduk di sisih ranjang menunggu Adrian tersadar, ia merasa bersalah dengan ucapannya tadi dan sedikit menyesalinya,
*****
𝙝𝙖𝙥𝙥𝙮 𝙧𝙚𝙖𝙙𝙞𝙣𝙜😄😆
salam kangen buat pembaca, salam sehat, jangan lupa gerakkan jempol anda!!!!
𝙏𝘽𝘾
__ADS_1
,