Janda Pilihan Mama

Janda Pilihan Mama
Tragedi 1


__ADS_3

Pagi pagi buta saat suara adzan subuh berkumandang keluarga Moreno sudah di gegerkan dengan panggilan telepon dari kepolisian tentang pencurian yang terjadi di perusahaan dan Adrian yang kritis di rumah sakit,


" Sayang bangun suamimu kritis di rumah sakit, Ausky bangunlah kamu ini kalau sudah tidur, ayolah Ausky, suamimu kritis kita ke rumah sakit"


" Apa dadd ini masih malam, huh mengganggu saja"


" Ausky,, dengar suamimu kritis di rumah sakit, ia menyelamatkan berkas penting perusahaan daddy ia terluka parah di keroyok pencuri itu"


" Oh Tuhan, dia semalam tidur di sini, dan mengapa aku juga disini hah"


Karena kesal melihat tingkah putrinya Reno segera pergi meninggalkan kamarnya dan bergegas keluar untuk pergi ke rumah sakit, sopir yang mengantarkannya juga menceritakan keadaan Adrian semalam,


" Harusnya kamu mencegahnya Yo, bukannya mendukung menantuku pergi, jika terjadi sesuatu padanya aku orang paling bersalah, apalagi dia menyelamatkan berkas perusahaan"


" Saya sudah melakukannya tapi tuan Adrian tetap tidak mengindahkan peringatan saya, ia justru meminta saya tidak menceritakan pada nona"


" Adrian memang pria yang baik, namun sayang putriku menyadarinya belum menyadarinya"


Sesampai di rumah sakit, Reno bergegas menemui dokter dan menanyakan keadaan Adrian,


" Maaf tuan Reno, tuan Adrian mengalami pendarahan yang cukup banyak hingga kondisinya kritis dan maafkan kami tim dokter sudah berjuang keras, namun tuan Adrian belum bisa kami tangani karena stok darah di rumah sakit ini tidak ada yang cocok"


" Ya Tuhan, ambil darah saya dokter, siapa tahu cocok, lakukan secepatnya dan tolong lakukan yang terbaik untuk menyelamatkan menantu saya dokter,"


" Baiklah tuan, mari ikut kami ke ruang lab untuk mengecek darah anda"


" Aryo kamu hubungi beberapa orang siapapun untuk mencari darah yang dibutuhkan Adrian"


Aryo pun mengangguk dan berjalan keluar dari ruangan Adrian dan di lobby akhirnya ia diberondong pertanyaan oleh nona mudanya Ausky,


Ausky pun tak kuasa saat sampai diruang ICU dimana Adrian terbaring lemah dan kritis, tangisnya pecah seketika melihat keadaanya,


" Adrian, maafkan aku, harusnya aku menjagamu dan mencegah kamu pergi, hal ini harusnya tidak terjadi padamu, hiks,, hiks,, bertahanlah, jika kamu begini siapa yang akan menyayangi bayiku, hiks,, hiks,, bertahanlah kamu harus kuat, demi diriku dan bayiku, "


" ๐˜›๐˜ถ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ ,, ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ช๐˜ฌ, ๐˜ต๐˜ข๐˜ฑ๐˜ช ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ฐ๐˜ฉ๐˜ฐ๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข๐˜ต๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ˆ๐˜ฅ๐˜ณ๐˜ช๐˜ข๐˜ฏ, ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ซ๐˜ช ๐˜ซ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข ๐˜Œ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ถ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฉ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ญ๐˜ข๐˜ช๐˜ฏ ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ด๐˜ถ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฑ ๐˜ซ๐˜ช๐˜ธ๐˜ข ๐˜ณ๐˜ข๐˜จ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ฐ๐˜ฉ๐˜ฐ๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฉ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ฌ๐˜ถ, ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข๐˜ต๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ถ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ถ, ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ถ๐˜ด๐˜ข๐˜ฉ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ช๐˜ด๐˜ต๐˜ณ๐˜ช ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ฉ ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ช๐˜ฌ ๐˜ญ๐˜ข๐˜จ๐˜ช, ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข, ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ถ๐˜ด๐˜ข๐˜ฉ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ค๐˜ช๐˜ฏ๐˜ต๐˜ข๐˜ช๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข, ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฑ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ต๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜›๐˜ถ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ, ๐˜ฉ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ด,, ๐˜ฉ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ด๐˜ด,


Ruangan ICU terbuka dan beberapa dokter masuk untuk membawa Adrian menuju ruang operasi,


" Dokter, selamatkan suamiku dok, aku mohon berapapun biayanya, selamatkan nyawa suamiku"


" Nyonya sedang hamil jangan berpikir yang berat berat, doakan saja semoga suami nyonya selamat"


Sementara Adrian menjalani operasi, di tempat lain Adriana merasa gelisah entah karena apa, bahkan ia tidak menghabiskan sarapannya pagi itu,

__ADS_1


" Ada apa denganmu dek, apa karena si dia tidak menghubungi kamu semalam"


" Apaan sih kak, aku sedang kepikiran kak Adrian aku merindukannya, bagaimana kabarnya aku belum sempat menemuinya selama di kota ini"


" Ya baiklah, aku akan menemani kamu menemuinya, kamu telepon dia dan buatlah janji kapan dan dimana tempatnya"


" Baiklah jika kakak ijinkan, aku akan menghubunginya"


Dengan wajah sumringah, Adriana menghubungi nomor sang kakak, pertama, kedua, ketiga, belum ada jawaban, namun ia akan mencobanya lagi, dan akhirnya panggilan yang entah keberapa kalinya ia pun mendapatkan jawaban,


" ๐˜ˆ๐˜ด๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ช๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ฎ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฌ,? ๐˜ฃ๐˜ข๐˜จ๐˜ข๐˜ช๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฃ๐˜ข๐˜ณ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ˆ๐˜ฅ๐˜ณ๐˜ช๐˜ข๐˜ฏ, ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ด๐˜ถ๐˜ด๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฉ๐˜ถ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ช๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฌ, ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ช๐˜ฌ ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ช๐˜ฌ ๐˜ด๐˜ข๐˜ซ๐˜ข"?


" Dengan siapa ini, aku istrinya jangan coba coba mengganggu suamiku"?!!


Adriana terperangah mulutnya melongo mendengar jawaban seorang wanita dari ponsel sang kakak,


" ๐˜๐˜ด,, ๐˜ช๐˜ด๐˜ต๐˜ณ๐˜ช, ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ˆ๐˜ฅ๐˜ณ๐˜ช๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฉ, ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ต๐˜ข๐˜ถ"


" Itu bukan urusanmu apa kepentinganmu, apa kau wanita penggoda seperti yang sering dibicarakan orang hah" kau belum tau sedang berhadapan dengan siapa, jadi jangan coba coba"


" ๐˜๐˜ข๐˜ฉ, ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ด๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ด๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ"


Belum sempat Adriana menyelesaikan kalimatnya panggilan pun terputus.


" Kak, ada suara wanita mengaku kalau dia istri kak Adrian, bahkan di jutek ketus menyangka aku wanita penggoda"


" What,? benarkah begitu, lalu apa kamu tidak menanyakan kebenarannya"


" Ia memutus sambungan telepon begitu saja, saat aku menghubunginya lagi ponselnya sudah tidak aktif"


" Aku akan menyuruh orang untuk mencari informasi, kamu tenang saja,"


" Kak aku jadi khawatir dengan kak Adrian, kak tolong aku menemukan di mana kak Adrian tinggal"


" Tentu saja jangan khawatir berpikirlah yang baik baik insyaallah hasilnya baik"


" Selamat pagi"


" Assalammualaikum om"


" Eh,, lupa lagi aku ulang deh,


" Assalamu'alaikum nona Aini dan nona Adriana"

__ADS_1


" Silahkan duduk om, ada perlu apa sepagi ini"


Raymon menggaruk tengkuknya yang tidak gatal dan bingung harus menjawab apa?,


" Mampir saja, cuma mau tahu keadaan nona berdua"


" Yakin cuma itu om"? pasti ada tujuan lain kan"?


" Dek, kenapa diam saja, itu di sapa, sukur dibuatkan teh, masak ada tamu diam saja"


" Iya kak,"


Adriana hanya menjawab sepatah kata dan membuat bingung Raymon yang melihatnya,


" Apa nona Ana baik baik saja, kenapa dia cemberut begitu, tidak biasanya, apa dia tidak suka ada saya bertamu"?


" Bukan begitu om,dia sedang memikirkan kakaknya, dia khawatir terjadi sesuatu dengan kakaknya"


" O ya, aku baru ingat pagi ini di televisi ada kabar tentang tragedi di perusahaan terkenal kalau tidak salah Reno's group, ada pencurian berkas dan ada korbannya juga namanya Adrian dan Hermawan sekarang mereka kritis di rumah sakit,


" Adrian, benarkah nama itu om"?


PYAR


Mendadak gelas berisi teh panas yang di bawa Adriana jatuh dan pecah berserakan di lantai.


" Kak Adrian jangan jangan itu kak Adrian, tolong aku antarkan aku ke rumah sakit tersebut, aku takut itu kakakku, dia bekerja sebagai satpam, hiks,, hiks,, ayo om tolong antarkan aku memastikannya"


" Tenanglah dek lihat kaki kamu terkena pecahan kaca, di kota ini bukan hanya satu saja nama Adrian, ayolah jangan panik begitu,?


" Kak Adrian satu satunya keluargaku, bagaimana aku bisa tenang"


" Baiklah aku akan mengantarkan nona memastikannya, apa itu Adrian kakak nona apa bukan, tapi aku obati dulu luka di kaki nona dan berhentilah menangis"


Aini hanya bengong melihat perlakuan manis Raymon untuk Adriana, ia ikut terharu, dan juga sedih karena hal itu mengingatkannya pada Abi sang suami, betapa ia juga sangat perhatian padanya meskipun itu hanya sebatas rasa kasihan saja,


*****


Happy reading๐Ÿ˜„๐Ÿ˜ƒ๐Ÿ˜€


Salam hangat, mohon maaf di bab awal banyak terjadi kesalahan tidak ada konten dewasa namun Kepencet mengandung konten dewasa sebelum mengedit, tapi isinya tidak ada mengandung konten dewasa sebanyak itu, terimakasih atas perhatiannya,


TBC

__ADS_1


__ADS_2