
Pagi pagi buta saat suara adzan subuh berkumandang keluarga Moreno sudah di gegerkan dengan panggilan telepon dari kepolisian tentang pencurian yang terjadi di perusahaan dan Adrian yang kritis di rumah sakit,
" Sayang bangun suamimu kritis di rumah sakit, Ausky bangunlah kamu ini kalau sudah tidur, ayolah Ausky, suamimu kritis kita ke rumah sakit"
" Apa dadd ini masih malam, huh mengganggu saja"
" Ausky,, dengar suamimu kritis di rumah sakit, ia menyelamatkan berkas penting perusahaan daddy ia terluka parah di keroyok pencuri itu"
" Oh Tuhan, dia semalam tidur di sini, dan mengapa aku juga disini hah"
Karena kesal melihat tingkah putrinya Reno segera pergi meninggalkan kamarnya dan bergegas keluar untuk pergi ke rumah sakit, sopir yang mengantarkannya juga menceritakan keadaan Adrian semalam,
" Harusnya kamu mencegahnya Yo, bukannya mendukung menantuku pergi, jika terjadi sesuatu padanya aku orang paling bersalah, apalagi dia menyelamatkan berkas perusahaan"
" Saya sudah melakukannya tapi tuan Adrian tetap tidak mengindahkan peringatan saya, ia justru meminta saya tidak menceritakan pada nona"
" Adrian memang pria yang baik, namun sayang putriku menyadarinya belum menyadarinya"
Sesampai di rumah sakit, Reno bergegas menemui dokter dan menanyakan keadaan Adrian,
" Maaf tuan Reno, tuan Adrian mengalami pendarahan yang cukup banyak hingga kondisinya kritis dan maafkan kami tim dokter sudah berjuang keras, namun tuan Adrian belum bisa kami tangani karena stok darah di rumah sakit ini tidak ada yang cocok"
" Ya Tuhan, ambil darah saya dokter, siapa tahu cocok, lakukan secepatnya dan tolong lakukan yang terbaik untuk menyelamatkan menantu saya dokter,"
" Baiklah tuan, mari ikut kami ke ruang lab untuk mengecek darah anda"
" Aryo kamu hubungi beberapa orang siapapun untuk mencari darah yang dibutuhkan Adrian"
Aryo pun mengangguk dan berjalan keluar dari ruangan Adrian dan di lobby akhirnya ia diberondong pertanyaan oleh nona mudanya Ausky,
Ausky pun tak kuasa saat sampai diruang ICU dimana Adrian terbaring lemah dan kritis, tangisnya pecah seketika melihat keadaanya,
" Adrian, maafkan aku, harusnya aku menjagamu dan mencegah kamu pergi, hal ini harusnya tidak terjadi padamu, hiks,, hiks,, bertahanlah, jika kamu begini siapa yang akan menyayangi bayiku, hiks,, hiks,, bertahanlah kamu harus kuat, demi diriku dan bayiku, "
" ๐๐ถ๐ฉ๐ข๐ฏ ,, ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฃ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฃ๐ข๐ช๐ฌ, ๐ต๐ข๐ฑ๐ช ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฎ๐ฐ๐ฉ๐ฐ๐ฏ ๐ด๐ฆ๐ญ๐ข๐ฎ๐ข๐ต๐ฌ๐ข๐ฏ ๐๐ฅ๐ณ๐ช๐ข๐ฏ, ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ซ๐ข๐ฏ๐ซ๐ช ๐ซ๐ช๐ฌ๐ข ๐๐ฏ๐จ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฌ๐ฆ๐ฉ๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ญ๐ข๐ช๐ฏ ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข ๐ด๐ถ๐ข๐ฎ๐ช๐ฌ๐ถ ๐ฎ๐ข๐ฌ๐ข ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ด๐ฆ๐จ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฑ ๐ซ๐ช๐ธ๐ข ๐ณ๐ข๐จ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฎ๐ฐ๐ฉ๐ฐ๐ฏ ๐ฌ๐ข๐ฃ๐ถ๐ญ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ฆ๐ฉ๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ข๐ฌ๐ฌ๐ถ, ๐ด๐ฆ๐ญ๐ข๐ฎ๐ข๐ต๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ด๐ถ๐ข๐ฎ๐ช๐ฌ๐ถ, ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ถ๐ด๐ข๐ฉ๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ซ๐ข๐ฅ๐ช ๐ช๐ด๐ต๐ณ๐ช ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ญ๐ฆ๐ฃ๐ช๐ฉ ๐ฃ๐ข๐ช๐ฌ ๐ญ๐ข๐จ๐ช, ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ฆ๐ณ๐ช๐ฎ๐ข๐ฏ๐บ๐ข, ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ถ๐ด๐ข๐ฉ๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ค๐ช๐ฏ๐ต๐ข๐ช๐ฏ๐บ๐ข, ๐ฌ๐ข๐ฃ๐ถ๐ญ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฑ๐ช๐ฏ๐ต๐ข๐ฌ๐ถ ๐๐ถ๐ฉ๐ข๐ฏ, ๐ฉ๐ช๐ฌ๐ด,, ๐ฉ๐ช๐ฌ๐ด๐ด,
Ruangan ICU terbuka dan beberapa dokter masuk untuk membawa Adrian menuju ruang operasi,
" Dokter, selamatkan suamiku dok, aku mohon berapapun biayanya, selamatkan nyawa suamiku"
" Nyonya sedang hamil jangan berpikir yang berat berat, doakan saja semoga suami nyonya selamat"
Sementara Adrian menjalani operasi, di tempat lain Adriana merasa gelisah entah karena apa, bahkan ia tidak menghabiskan sarapannya pagi itu,
__ADS_1
" Ada apa denganmu dek, apa karena si dia tidak menghubungi kamu semalam"
" Apaan sih kak, aku sedang kepikiran kak Adrian aku merindukannya, bagaimana kabarnya aku belum sempat menemuinya selama di kota ini"
" Ya baiklah, aku akan menemani kamu menemuinya, kamu telepon dia dan buatlah janji kapan dan dimana tempatnya"
" Baiklah jika kakak ijinkan, aku akan menghubunginya"
Dengan wajah sumringah, Adriana menghubungi nomor sang kakak, pertama, kedua, ketiga, belum ada jawaban, namun ia akan mencobanya lagi, dan akhirnya panggilan yang entah keberapa kalinya ia pun mendapatkan jawaban,
" ๐๐ด๐ข๐ญ๐ข๐ฎ๐ถ๐ข๐ญ๐ข๐ช๐ฌ๐ถ๐ฎ ๐ฌ๐ข๐ฌ,? ๐ฃ๐ข๐จ๐ข๐ช๐ฎ๐ข๐ฏ๐ข ๐ฌ๐ข๐ฃ๐ข๐ณ ๐ฌ๐ข๐ฌ ๐๐ฅ๐ณ๐ช๐ข๐ฏ, ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฑ๐ข ๐ด๐ถ๐ด๐ข๐ฉ ๐ด๐ฆ๐ฌ๐ข๐ญ๐ช ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ฉ๐ถ๐ฃ๐ถ๐ฏ๐จ๐ช๐ฎ๐ถ ๐ฌ๐ข๐ฌ, ๐ข๐ฑ๐ข ๐ฌ๐ข๐ฌ๐ข๐ฌ ๐ฃ๐ข๐ช๐ฌ ๐ฃ๐ข๐ช๐ฌ ๐ด๐ข๐ซ๐ข"?
" Dengan siapa ini, aku istrinya jangan coba coba mengganggu suamiku"?!!
Adriana terperangah mulutnya melongo mendengar jawaban seorang wanita dari ponsel sang kakak,
" ๐๐ด,, ๐ช๐ด๐ต๐ณ๐ช, ๐ซ๐ข๐ฅ๐ช ๐ฌ๐ข๐ฌ ๐๐ฅ๐ณ๐ช๐ข๐ฏ ๐ด๐ถ๐ฅ๐ข๐ฉ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ช๐ฌ๐ข๐ฉ, ๐ฌ๐ข๐ฑ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฑ๐ข ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ต๐ข๐ถ"
" Itu bukan urusanmu apa kepentinganmu, apa kau wanita penggoda seperti yang sering dibicarakan orang hah" kau belum tau sedang berhadapan dengan siapa, jadi jangan coba coba"
" ๐๐ข๐ฉ, ๐ข๐ฏ๐ฅ๐ข ๐ด๐ข๐ญ๐ข๐ฉ ๐ด๐ข๐ฏ๐จ๐ฌ๐ข ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ข๐ฅ๐ข๐ญ๐ข๐ฉ"
Belum sempat Adriana menyelesaikan kalimatnya panggilan pun terputus.
" Kak, ada suara wanita mengaku kalau dia istri kak Adrian, bahkan di jutek ketus menyangka aku wanita penggoda"
" What,? benarkah begitu, lalu apa kamu tidak menanyakan kebenarannya"
" Ia memutus sambungan telepon begitu saja, saat aku menghubunginya lagi ponselnya sudah tidak aktif"
" Aku akan menyuruh orang untuk mencari informasi, kamu tenang saja,"
" Kak aku jadi khawatir dengan kak Adrian, kak tolong aku menemukan di mana kak Adrian tinggal"
" Tentu saja jangan khawatir berpikirlah yang baik baik insyaallah hasilnya baik"
" Selamat pagi"
" Assalammualaikum om"
" Eh,, lupa lagi aku ulang deh,
" Assalamu'alaikum nona Aini dan nona Adriana"
__ADS_1
" Silahkan duduk om, ada perlu apa sepagi ini"
Raymon menggaruk tengkuknya yang tidak gatal dan bingung harus menjawab apa?,
" Mampir saja, cuma mau tahu keadaan nona berdua"
" Yakin cuma itu om"? pasti ada tujuan lain kan"?
" Dek, kenapa diam saja, itu di sapa, sukur dibuatkan teh, masak ada tamu diam saja"
" Iya kak,"
Adriana hanya menjawab sepatah kata dan membuat bingung Raymon yang melihatnya,
" Apa nona Ana baik baik saja, kenapa dia cemberut begitu, tidak biasanya, apa dia tidak suka ada saya bertamu"?
" Bukan begitu om,dia sedang memikirkan kakaknya, dia khawatir terjadi sesuatu dengan kakaknya"
" O ya, aku baru ingat pagi ini di televisi ada kabar tentang tragedi di perusahaan terkenal kalau tidak salah Reno's group, ada pencurian berkas dan ada korbannya juga namanya Adrian dan Hermawan sekarang mereka kritis di rumah sakit,
" Adrian, benarkah nama itu om"?
PYAR
Mendadak gelas berisi teh panas yang di bawa Adriana jatuh dan pecah berserakan di lantai.
" Kak Adrian jangan jangan itu kak Adrian, tolong aku antarkan aku ke rumah sakit tersebut, aku takut itu kakakku, dia bekerja sebagai satpam, hiks,, hiks,, ayo om tolong antarkan aku memastikannya"
" Tenanglah dek lihat kaki kamu terkena pecahan kaca, di kota ini bukan hanya satu saja nama Adrian, ayolah jangan panik begitu,?
" Kak Adrian satu satunya keluargaku, bagaimana aku bisa tenang"
" Baiklah aku akan mengantarkan nona memastikannya, apa itu Adrian kakak nona apa bukan, tapi aku obati dulu luka di kaki nona dan berhentilah menangis"
Aini hanya bengong melihat perlakuan manis Raymon untuk Adriana, ia ikut terharu, dan juga sedih karena hal itu mengingatkannya pada Abi sang suami, betapa ia juga sangat perhatian padanya meskipun itu hanya sebatas rasa kasihan saja,
*****
Happy reading๐๐๐
Salam hangat, mohon maaf di bab awal banyak terjadi kesalahan tidak ada konten dewasa namun Kepencet mengandung konten dewasa sebelum mengedit, tapi isinya tidak ada mengandung konten dewasa sebanyak itu, terimakasih atas perhatiannya,
TBC
__ADS_1