Janda Pilihan Mama

Janda Pilihan Mama
Dilema


__ADS_3

Dua minggu pun berlalu kini kondisi Aini pun sudah membaik ia bisa berjalan dengn normal lagi tanpa bantuan penyangga,


" Kamu sudah sehat sekarang apa rencanamu?


Abi memulai pembicaraan pagi itu dengan Aini, hampir dua minggu ia tinggal di rumah kost yang ada didekat kamar kost Aini hanya untuk bertanggung jawab atas Kesalahannya,


" Aku ingin mencari pekerjaan, apapun itu yang penting halal, dan melanjutkan kuliah bagaimanapun caranya, "


" Baiklah, pulanglah kerumahku, kamu bisa bekerja di butik mamaku, dan kuliah"


Aini hanya diam dan menunduk, ia tau posisinya sangat sulit bila harus menumpang dirumah orang yang bukan saudaranya,


" Aku tidak akan merepotkan siapapun, meskipun aku hidup sendiri, aku akan jalani takdirku dengan iklas"


Abizard melihat wajah ayu Aini yang terlihat sendu dan penuh kesedihan, betapa ia merasa iba dan entah mengapa ingin rasanya ia melindungi gadis didepanya itu.


" Aini, dengarkan aku, meskipun pertemuan kita diawal adalah sebuah tragedi, namun percayalah aku dan mamaku berniat baik, anggaplah kami keluargamu juga" setelah ini aku akan mengantarmu ke makam om Agas"


" Terimakasih,tapi aku masih ragu bila harus menumpang di rumah nyonya Kayla,


" Permisi tuan, ini sarapan yang anda pesan"


" Baik letakan dimeja dulu"


" Sarapan dulu, mama dan kakakku sedang menuju kesini untuk menjemputmu pulang"


Aini hanya bergeming, ia lelah menjelaskan bahwa dirinya tidak akan tinggal di rumah nyonya Kayla, apalagi harus serumah dengan Abizard.


******


Hari pun berganti, Aini yang hanya bisa berdamai dengan keadaan pun tinggal di rumah nyonya Kayla, ia juga melanjutkan kuliah yang sempat tertunda,ia juga bekerja di butik nyonya Kayla namun waktunya menyesuaikan jadwal kuliahnya,


Pagi itu Abizard sudah menunggu Aini di mobil untuk mengantarkannya ke kampus karena ada jadwal kuliah pagi,


Aini bergegas keluar rumah setelah berpamitan pada nyonya Kayla dan berjalan cepat masuk kedalam mobil,


" Maaf kak, menunggu lama, aku menyiapkan obat untuk nyonya dulu setelah mencuci piring"


" Hemm, ada mbak Surti kan untuk mencuci piring" kamu bisa telat masuk kampus apalagi nanti kalau jalanan macet"


" Makanya biar aku naik ojek online saja, biar jalanan macet masih bisa menerobos"kak Abi tidak usah repot mengantarkan aku"


" Ini perintah mama, jangan menolak, aku digaji buat antar jemput kamu" hehe,, ini bisnis yang menguntungkan"

__ADS_1


" Apa, kak Abi bilang apa"? jadi nyonya menggaji kak Abi sebagai sopir aku, ahh keterlaluan kak Abi ini"


Abi pun mendekati Aini yang masih termenung bingung, wajah mereka sangat dekat, bahkan hembusan nafas keduanya menghangat menerpa kulit wajah masing masing,


" Kak, mau apa"?


Aini merasa aneh jantungnya berdegup kencang, pria yang dia kenal diawal arogan dingin dan kasar tiba tiba berubah begitu tampan dan lembut,


" Aku pasang dulu seat belt nya " dan ingat, mama aku menggaji aku juga karena aku anaknya, aku butuh uang mama, kamu butuh tumpangan, jadi jangan bawel"


Aini bernapas lega, ia sempat salah paham kalau saja Abi akan menciumnya,


Perjalanan menuju kampus lumayan lancar dan tanpa ada pembicaraan yang penting diantara mereka, setelah Aini turun di depan gerbang kampus dan masuk ke halaman kampus,


Abi bergegas melajukan mobilnya ketempat ia janjian dengan sahabatnya Bima,


Bima mengelola sebuah cafe yang lumayan rame, apalagi jam istirahat siang, namun karena ada hal penting yang harus ia bahas dengan Bima, ia datang lebih pagi agar bisa leluasa berdiskusi,


Ia menghela nafas berat mengingat permintaan mamanya agar ia menikahi Aini,


Secara fisik Aini gadis yang cantik, lembut, baik, taat agama, pandai, pekerja keras, pintar memasak dan bahkan ia sangat menyayangi dan mengurus mamanya dengan sangat baik,


Namun jauh di lubuk hatinya Abi masih belum bisa move on dengan cinta pertamanya, Pingkan Ausky Putri yang kini kuliah di London dan bahkan sudah dua tahun berlalu tak pernah ada kabar darinya,


Memarkirkan mobil dan masuk kedalam cafe yang masih sangat sepi, hanya ada dua meja yang terisi pengunjung,


" Hai bro, lo udah lama berdiri disitu, ayo mau duduk dimana,? sapa Bima yang muncul dari arah ruangan samping cafe tersebut,


" Belum lama juga, Bim bisakah lo mengajakku kedalam aku serius ada hal penting nih"


" Oke, kita keuanganku saja di atas"


Abi mengikuti sahabatnya Bima naik tangga kecil dan masuk ke ruang pribadi Bima.


" Lo ada apa, katanya serius, ceritakan mungkin gua bisa bantu, tapi kalau gak ya sorry aja"


Meskipun awalnya ragu, akhirnya Abi menceritakan masalahnya pada Bima,


" Hahaha,, timbang dikawinin aja lo bingung, enak kali punya bini, ada yang ngurus, malam ga kedinginan juga"


" Dasar parno lo Bim, masalahnya gue gak cinta ma itu perempuan, dia memang cantik, baik, pandai masak, sayang banget ma mama gue, tapi"!!!


" Tapi apa, udah terima aja dia, kurang apa lagi, kalau lo ga terima buat gua aja, itung itung lo bantu istri gua"??

__ADS_1


JEDERRR


" Lo gila ya, mau ngeduain bini,gimana bini lo"


" Lo tau kan udah tiga tahun gue nikah, belum juga dapat orok, ternyata bini gue yang bermasalah dengan kandungannya"


" Terus, bini lo nyuruh lo kawin lagi gitu"


" Aku sih ga mau, dia yang rengek terus, "gimana boleh gadis itu buat gua, kalau lo ga mau"sayang kan mubazir"


" Dia udah jande Bim, tapi umurnya baru 19 jalan, tapi mama aku yakin dia masih virgin, suaminya ga bisa cangkul ladang karena sakit"


" Hahhh,, yang bener lo,, siapa suaminya, apa dia diceraikan apa gimana"?


" Dia istri om Agastya saudara sepupu mama aku" aku emang dekat dan ada rasa sayang tapi aku sadar itu bukan cinta, aku cuma kasihan dia sebatang kara"


" Udeh, terima aja, cinta bisa datang belakangan, kalau lo maksa ga bisa jalani gua pesan buat gua aja tu gadis"


" Pala lo, enak jidat lo kalau ngomong, dia bukan barang, "mana ada wanita sudi dimadu"


" yang penting adil, bisa saja" dan pastinya gua akan adil sama dua bini, palingan ya bini baru lebih sering dikelonin dari pada ditinggal kerja"


" dasar otak mesum lo Bim,"


" Gua belum bisa move on sama Ausky, aku masih ngarep dia pulang, dan balikan sama gua, "


" Timbang gadis gak bener lo arepin, nyesel baru tau rasa lo nanti"


Setelah berbincang cukup lama, Abi pamit untuk pergi dan cafe mulai rame karena jam istirahat siang sudah tiba, Abi masih duduk di kursi pengunjung, rencananya mau nunggu Aini usai jam kuliah daripada bolak balik jemput,


Ia masuk ke mobil mengambil laptop miliknya, dan mulai membuka dan menggulir perkembangan pasar saham siang itu.


Sesekali terbayang wajah ayu Aini dan sesekali terbayang wajah manis Ausky,


******


๐Ÿ˜ฎ๐Ÿ˜ฎ๐Ÿ˜ฎwah payah ya bang Abi


jangan jangan buat tragedi dua โค๐Ÿ’žhati ntar


selamat malam buat Readers, happy reading,


TBC

__ADS_1


__ADS_2