
𝙁𝙡𝙖𝙨𝙨 𝙗𝙖𝙘𝙠 on
Arumbi, wanita itu terus berjuang menghidupi putrinya Aini Fatmawati, dengan berjualan kue dan gorengan, dengan box plastik terikat di belakang sepeda ontelnya, ia berkeliling desa bahkan ia juga ke desa sebelah yang penting dagangannya habis dan mendapatkan upah untuk kebutuhan sehari hari.
Sepeninggal sang suami Prasetya Alif karena gagal ginjal yang dialami, ia pun berjuang sendiri menghidupi Aini putrinya ia juga harus membayar hutang hutang yang ia gunakan untuk pengobatan suaminya selama dirawat di rumah sakit sebelum meninggal,
Namun hari itu rupanya menjadi hari yang nahas bagi Arumbi, sedang mengayuh sepedanya berkeliling kampung menjajakan kue yang masih banyak, tiba tiba dari belakang sebuah mobil mewah menyerempet sepeda ontelnya hingga Arumbi terpelanting jatuh ke bahu jalan dengan darah mengucur dari kepala juga bagian wajahnya.
Seorang pria tampan dengan tubuh yang gagah dan tegap keluar dari mobilnya, dan segera berlari menghampiri wanita yang sudah tergeletak pingsan dan bersimbah darah,
Warga yang melihat kejadian itu berlarian menuju tempat terjadinya kecelakaan dan mengancam pria itu untuk bertanggung jawab atau warga akan menghakiminya dan melaporkanya ke polisi,
" Tolong bapak bapak, hubungi keluarga korban agar menyusul ke rumah sakit Pelita Harapan saya akan segera membawanya ke rumah sakit itu"
Pria itu pun melajukan mobilnya dengan cepat membawa Arumbi ke rumah sakit dan sesampainya ia pun segera mendapatkan penanganan khusus karena keadaanya sudah kritis,
Namun sayang disayang pendarahan di kepala Arumbi tidak bisa dihentikan, bahkan saat kakak sepupunya Zaenal datang ke rumah sakit keadaan Arumbi sudah sangat kritis dan tak lama kemudian dokter pun menyatakan bahwa Arumbi tidak tertolong dan meninggal dunia.
Suasana duka menyelimuti kediaman Arumbi saat jenazahnya tiba di rumah itu, Aini putri semata wayangnya Arumbi sudah tidak dapat lagi menahan tangisannya, ia baru saja pulang sekolah dan melihat keadaan ibunya sudah tidak bernyawa,
" Kamu yang ikhlas nduk, relakan kepergian ibumu, agar arwahnya tenang disisih Allah, masih ada pak de, kamu akan baik baik saja bersama pak de,"bersabarlah nduk, doakan agar ibumu mendapat tempat yang baik disisih Allah, SAW.
__ADS_1
" Ibu,,, kenapa harus menyusul ayah,, aku sekarang yatim piatu ibu,, hiks,, hiks,, ibu,, aku ingin bersamamu, bawalah aku ibu,,, "jahat sekali orang yang sudah membunuh ibu,, dia pembunuh,, hiks,, hiks,,
Fahmi Abraham pria yang menjadi penyebab meninggalnya Arumbi merasa sangat sedih dan juga sangat terpukul melihat kesedihan dan mendengar tangisan Aini, gadis yang baru berusia lima belas tahun itu,bahkan ia masih menggunakan baju seragam SMP yang baru saja pulang sekolah saat mendapati ibunya telah tiada,dan meninggalkannya untuk selama lamanya.
Fahmi segera menghubungi pengacaranya Ridwan Ajie agar datang ke rumah Arumbi.,beberapa perangkat desa setempat rupanya sudah sepakat membantu Zaenal kakak sepupu Arumbi, untuk berjuang menuntut keadilan Arumbi dan Aini putri yang ditinggalkan,
Setelah para perangkat setempat dan Zaenal berunding dengan Fahmi Abraham, kesepakatan pun akhirnya tercapai, demi kebaikan kedua belah pihak,
Fahmi harus menghidupi Aini sampai lulus kuliah dan punya kehidupan mapan, Fahmi juga harus melunasi hutang piutang korban semasa hidupnya, dan yang terakhir Zaenal sedikit ragu namun tetap mengatakannya.
" Tuan, saya juga ingin anda menikahi Aini keponakan saya bila nanti dia sudah dewasa, karena tuan juga harus memikirkan nasib Aini kelak, siapa pria yang mau menikah dengan gadis yatim piatu, bahkan jika tuan sudah menikah saat ini pun saya mohon tetaplah menikahi gadis malang itu, dia sebatang kara tuan, kasihanilah dia"
" Terimakasih tuan, saya tentu tidak ragu sekarang untuk masa depan dan kehidupan Aini, saya serahkan kepada tuan mulai saat ini"
Akhirnya kehidupan baru Aini gadis yatim piatu itu pun dimulai, ia tinggal di rumah dengan sang paman Zaenal,agar Aini ada yang selalu menjaga dan tidak kesepian Fahmi mencarikan ART, untuk tinggal di rumah Aini,
Dan singkat cerita ART itu justru akhirnya menikah dengan sang paman Zaenal, karena mereka ternyata saling jatuh cinta, kehidupan Aini kini mulai membaik, ia tidak kesepian dan juga tidak kekurangan materi hingga ia pun menyelesaikan pendidikan SMA,
Karena Aini pelajar yang berprestasi, ia pun diterima di perguruan tinggi negeri di Jakarta, ia pun pergi ke Jakarta untuk studinya dan disitulah Aini akhirnya bertemu dengan Agastya dan menikah dengannya.
Awal pertemuan dengan Agastya bukan sebuah kesengajaan, siang itu saat jam kampus usai Aini sedang menunggu Angkutan umum untuk pulang ke rumah kost nya, namun belum sempat mendapat mobil angkutan umum, Aini melihat seorang pria berteriak minta tolong karena ia terjatuh dari kursi rodanya dan kesusahan untuk bangkit dan duduk di atas kursi roda itu kembali.
__ADS_1
"Mari om saya bantu, kenapa bisa jatuh, berhati hatilah, jalanan disini ramai, apa om sendirian saja"?
" Terimakasih nona, kau baik sekali, saya datang bersama ibu saya, tapi entahlah dia mendadak meninggalkan saya"
" Saya akan mengantarkan om pulang dimana alamat rumah om"
" Saya akan mengunjungi renovasi bangunan rumah kost yang saya sewakan alamatnya disitu tidak jauh dari sini"
" Baiklah om, kebetulan saya juga kost disitu, kalau begitu mari om, saya gak nyangka ternyata om yang punya gedung kost kostan itu"
Aini pun menyetop taxi karena tidak tega melihat keadaan pria yang duduk di kursi roda itu harus naik angkutan umum.
******
Assalamu'alaikum..
👋👋👋🙋hai readers tersayang, apa kabar semoga baik dan sehat ya. amin.
ikuti kisahnya terus, jangan lupa mohon dukungannya, oke terimakasih.
TBC
__ADS_1