Janda Pilihan Mama

Janda Pilihan Mama
Mendadak Sah


__ADS_3

Pagi sudah menyapa, burung burung berkicau di ranting ranting dahan, embun masih menempel di dedaunan, mentari masih bersembunyi di balik mega dengan malu malu, di dalam balutan selimut seorang wanita masih terlelap, setelah semalam bergadang hingga menjelang subuh kini matanya masih tertutup rapat,


" Hah,, ini anak gadis jam segini masih tidur, "


" Sayang bangun ini sudah siang kamu harus segera di rias, sayang,, sayang putri daddy, bangunlah"


" Uhhh ada apa ini masih malam, mengganggu saja"


" Ayolah bangun ini hari pernikahanmu, apa kamu ingin anakmu diolok orang sebagai anak haram di sekolahnya nanti"


Namun Ausky justru menutup rapat rapat selimut tebalnya hingga menutupi kepalanya, seolah tidak mau tau apa yang dikatakan sang daddy,


" Baiklah jika kau tak mau bangun aku akan menyuruh calon suamimu yang membangunkan,dia tentu akan girang ikut masuk kedalam selimut kamu"


" ahh, daddy kau benar benar jahat, aku bukan anak anak lagi please, hentikan semua ini" aku bahkan belum mengenalnya"


" Tak kenal maka tak sayang,begitu kenal dan seiring berjalanya waktu kalian pasti akan bisa saling menyayangi" dia pria yang baik"


Ausky yang kesal segera membuka selimutnya dan menghempaskannya ke sembarang arah, niatnya ingin pergi keluar dan berlari namun suara ketukan pintu menghentikanya,


TOK


TOK


" Masuklah,


" Selamat pagi tuan dan nona, "


Dua orang wanita cantik masuk dengan membawa dua koper rupanya dia seorang MUA yang di pilih Moreno untuk membantu merias putrinya,


" Buat putriku bagai seorang dewi, hingga mata suaminya akan terus memandangnya tanpa berkedip"


" Baiklah tuan, nona sudah cantik itu bukan pekerjaan sulit,


" Mari nona saya akan membantu nona memakai lulur sebelum mandi, nanti tubuh nona akan lebih halus dan wangi"


Dengan wajah di tekuk Ausky mengikuti semua arahan dua wanita tersebut, ia kini pasrah dengan takdirnya, ia tidak ingin anaknya kelak di cemooh orang orang karena tidak memiliki ayah, hatinya gelisah teringat Abi ayah bayinya yang kini belum tersadar dari koma,


" Nona sangat beruntung, calon suami nona sungguh tampan dan terlebih sangat sopan"


" Itu benar nona ia pasti pria yang sangat lembut, nona harus hati hati kemarin di salon ada artis cantik yang mencoba menggodanya namun dengan tegas ia menolaknya"

__ADS_1


" Sudahlah aku pusing mendengar ocehan kalian berdua, lanjutkan prosesnya aku ingin cepat cepat selesai"


Setelah di bantu membersihkan diri di kamar mandi Ausky pun mulai di make over, tidak butuh waktu terlalu lama ia pun sudah tampil cantik dengan gaun pengantin indah rancangan almarhum sang mommy, ia melihat pantulan dirinya dalam cermin dan tidak percaya impian masa kecilnya terwujud memakai gaun pengantin berwarna pink dusty seperti keinginannya, dan saat itu mommy yang sangat menyayanginya menggambarkan model gaun itu untuknya,


Rambutnya dibiarkan tergerai hanya ada hiasan bunga senada diatas kepalanya menyerupai sirkam,


Ruang tamu sudah menjadi rame kedatangan para tamu yang berasal dari keluarga dekat dan relasi bisnis Moreno saja, pernikahan itu sengaja digelar tertutup tidak ada media maupun wartawan yang meliput,


Tidak lama kemudian penghulu pun datang dan dipersilahkan duduk di tempat yang sudah resmi di sediakan,


Para tamu mulai berbisik bisik menantikan calon menantu keluarga Sungkar alias mempelai pria yang belum terlihat di ruangan itu,


Dan di dalam sebuah ruangan khusus di paviliun belakang mansion utama tampak pria tampan berjalan di iringi asisten Moreno yang di tugaskan mengurus semua kebutuhan mempelai pria,


" Kau terlihat sangat tampan, nona muda pasti akan menyukaimu kelak asal kau bersabar dan pandai merayunya"ucap Sbastian sang asisten pada pria muda itu,


" Aku tidak yakin, dan pernikahanku hanya sebatas rasa kemanusiaan saja, aku tidak berani hanya untuk sekedar berharap pun, aku sadar diri tuan"


" Jangan kalah sebelum perang kau harus berjuang, atau kau punya kekasih di desa, hah"?


" Aku pria miskin mana ada gadis mau sama diriku, aku belum punya pacar"


Sbastian berjalan mengiringi pria muda yang sudah berpenampilan sempurna itu,


Ausky memilih menutup wajahnya dengan bunga yang di genggamnya, dan Moreno menggandeng lengan putrinya menuruni tangga dengan perlahan, ia sudah hampir tiba di tempat acara akan dilangsungkan dan sesaat kedua netranya melihat sosok pria muda yang sangat tampan berbalut jas pengantin, ia berjalan gagah didampingi asisten Sbastian menuju tempat yang sama, kedua pemilik netra saling mengunci pandangan mereka,


" ๐˜ฑ๐˜ณ๐˜ช๐˜ข ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ช ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ช๐˜ฉ๐˜ข๐˜ต๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข, ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข"Ausky bergumam dalam hati merasa bisa bernapas lega karena calon suami penutup aibnya tidak buruk dan masih muda juga tampan,


" Kamu terpesona dengannya sayang, hem"


" Dad,, apa apan kau ini, " terimakasih pria penutup aibku tidak buruk rupa dan tidak tua, "


Moreno terkekeh geli saat putrinya bicara berbisik di telinganya,


Para tamu pun mulai fokus saat kedua mempelai duduk berdampingan di depan penghulu karena akan segera di mulai ijab qobul nya,


Setelah menjawab beberapa pertanyaan dari penghulu maka ijab qobul pun di mulai,


" ๐˜˜๐˜ฐ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ญ๐˜ต๐˜ถ ๐˜ฏ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ข ๐˜ธ๐˜ข ๐˜ต๐˜ข๐˜ซ๐˜ธ๐˜ช๐˜ซ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ข ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ญ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ณ๐˜ช๐˜ญ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ป๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ถ๐˜ณ ๐˜ธ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ฉ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ฉ๐˜ช๐˜ธ๐˜ข๐˜ญ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ถ ๐˜ธ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช๐˜บ๐˜ถ ๐˜ต๐˜ข๐˜ถ๐˜ง๐˜ช๐˜ฒ,


" Bagaimana para saksi apakah sah"

__ADS_1


SAH


Serentak suara para saksi menggema di ruang tamu yang menjadi majelis pernikahan dua insan berbeda generasi itu, seperti arahan penghulu istri harus mencium punggung tangan suaminya sebagai penghormatan, Ausky dengan canggung pun meraih punggung tangan Adrian pria desa asisten sang daddy yang mendadak menjadi suaminya,


Adrian pun dengan rona wajah yang memerah memberanikan diri mengecup ubun ubun dan dahi Ausky putri bosnya yang mendadak menjadi istrinya,


Ucapan selamat dan doa terus di ucapkan para tamu undangan dan akhirnya proses pernikahan pun selesai, waktu sudah menunjukkan jam 16,30 sore itu, Adrian pun mulai bicara pada Ausky meski dengan canggung,


" Aku harus sembahyang ashar,saya tinggal dulu tuan dan nona, maaf tidak bisa menyalami keluarga yang nanti berpamit pulang"


" Tidak apa lakukan kewajiban kamu sebagai muslim bahkan aku berharap putriku bisa kau pimpin juga nantinya,"


" Insyaallah tuan, saya siap asalkan nona mau saya menjadi imam nya"


" Hai, kamu ini menantuku sekarang, jangan panggil tuan lagi malu di dengar orang,


Ausky hanya memasang wajah datar dan dingin pada kedua pria di hadapannya, ia masih syok dengan keadaan yang memaksanya saat ini,


Adrian mengangguk dan berlalu menuju kamarnya, sementara Ausky juga ingin pergi namun tangan sang daddy menahannya,


" Tunggulah sebentar sampai semua tamu pulang, tidak enak di lihatnya kan"


Ausky mencebik sebal dan kembali duduk, saat seorang gadis belia menghampirinya,


" Selamat tante, wah pokoknya selamat tante dapet suami mirip oppa oppa dari korea,emang kenal di mana sih tante, carikan aku yang mirip om Adrian dong"


" Karin, benar kamu Karin kan putrinya om Johan, kalau ngomong ya jangan asal nyerocos saja kamu"


" Ih gak asal nyerocos tante, tadi ibu ibu juga pada bilang begitu, suami tante kaya oppa oppa,boleh gak tan nanti di kenalin,"


Ausky mulai berpikir negatif baru dua jam menikah sudah ada bibit ulat bulu di kehidupan rumah tangganya,


Tak lama kemudian Adrian pun tiba di ruang tamu itu lagi, dan nampak mulai berbaur dengan Moreno dan keluarga yang lain, saat mata Karin menangkap sosok Adrian ia pun spontan melangkah ke arahnya,pemandangan itu membuat Ausky nampak muak dan pergi ke kamarnya.


****


๐˜ซ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ฃ๐˜ช๐˜ต ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ค๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ณ๐˜ถ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฏ๐˜ฐ๐˜ฏ๐˜ข ๐˜ˆ๐˜ถ๐˜ด๐˜ฌ๐˜บ๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„


๐˜ข๐˜ด๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ช๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ฎ


๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ข๐˜ต ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ค๐˜ข ๐˜ด๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ต, ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฐ๐˜ฉ๐˜ฐ๐˜ฏ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ถ๐˜ด dukunganya๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™

__ADS_1


__ADS_2