
Waktu bergulir begitu cepat, hari itu akhirnya keajaiban datang untuk Aini dan Kayla karena mendapati Abi tersadar dari koma selama tiga bulan lamanya,
Aini dan Kayla pun merasa bersyukur bisa melihat orang yang mereka sayangi sudah sembuh dari sakitnya, namun kenyataan pahit dan kecewa tidak bisa di pungkiri karena Abi menyebut nama Ausky untuk pertama kalinya saat ia tersadar, ia meracau memanggil nama Ausky, bukan Aini sang istri atau Kayla sang mama,
" Bagaimana rasanya Bi, mana yang masih sakit,? ini istrimu dia yang menjagamu selama ini,!!
" Aini, terimakasih"
Abi hanya mengucapkan kata itu pada istrinya, ia merasa serba salah, ia sadar sudah banyak menorehkan luka di kehidupan Aini, ia masih bingung dengan situasi,
" Ma,, Ausky mengandung anakku, aku sudah berjanji untuk bertanggung jawab, bisakah mama membantuku"??
"Dan maafkan aku Aini, selama ini telah membuatmu terluka, sejujurnya setelah malam itu aku ingin bicara tentang kelanjutan hubungan kita, namun kamu pergi begitu saja"!!
" Bi, kamu masih terbaring lemah di sini dan kamu sudah berpikir aneh aneh, bagaimana dengan Aini istrimu, apa kamu akan menggantung hubunganmu dengan Aini selamanya"
" Kak, pikirkan kesehatanmu dulu, anggap aku tidak ada di tengah hubungan kalian, anggap aku orang ketiga di antara kalian berdua, aku akan pergi karena kak Abi sudah sadar, semoga kak Abi bahagia dengan nona Ausky, dan aku minta kak Abi talak aku sekarang juga di depan mama, dan masalah kita selesai"
" A- apa Aini, jangan bicara seperti itu, kamu akan tetap jadi menantu mama sampai kapanpun"
" Maaf ma, cinta itu tak bisa di paksakan, saya akan bahagia kalau kak Abi bahagia, melihatnya sembuh begini aku sudah bahagia,"
" Hiks,, hiks, maafkan mama nak, putra mama ternyata bukan suami yang baik untukmu, maafkan mama, kamu menderita begini karena permintaan mama,dan ijinkan mama tetap ikut menjaga cucu mama, tinggallah di mansion mama, jangan kemana mana meskipun kamu tidak bisa bersama Abi putra mama yang tidak tau diri itu"
" Mama bilang cu- cucu mama, cucu yang mana, Ausky dan bayinya akan tinggal bersamaku di apartemen bukan dengan mama, ia pasti tidak mau"
" Ya tinggallah sesuka hatimu dengan wanita manapun yang kau mau asal itu di apartemen kamu" Aini dan anak yang dikandungnya akan tinggal bersama mama di mansion mama, karena sampai kapanpun cucu mama hanya satu, dia yang akan jadi pewaris keluarga Habibie, bukan anak dari rahim wanita yang hamil di luar nikah itu"
" Aini, kemasi barang barang kamu kita pulang, biarkan dia dirawat oleh suster, kita tidak ada gunanya tetap berada di sini"
" Apa maksud mama, aku baru saja sadar dari koma kenapa mama main tinggal begitu saja, dan jelaskan apakah cucu mama adalah anak yang di kandung Aini, apakah mungkin dia hamil anakku, sedangkan aku hanya melakukannya sekali"
" Cukup kak,!!!! cukup kau hina aku, dulu kakak menuduhku ja*** ng, sekarang mau meragukan anakku bukan anakmu, aku tidak terima, sampai kapanpun aku tidak terima, kau boleh menghinaku sesuka hatimu, tapi kau tidak berhak menghina bayi tak berdosa ini, bahkan aku berani bersumpah, atas nama tuhan, aku hanya di sentuh suamiku saja, dan mulai saat ini aku akan pergi dari hadapan pria seperti kak Abi, karena anakku tidak pantas menyebutmu dengan sebutan ayah, walau suatu saat nanti kak Abi datang merangkak di kakiku untuk bertemu anakmu, aku tidak akan membiarkan anakku menyebutmu ayah"
" Aini,, ka- kamu, ah maaf,, maafkan aku yang telah menyakitimu,aku tidak bermaksud,,
__ADS_1
Ceklek
Pintu ruang rawat inap Abi pun tertutup karena Aini dan Kayla sudah meninggalkannya, ruangan kembali sepi, Abi hanya bisa menghela nafas panjang tak tau harus berbuat apa ia tidak menyangka Aini akan hamil, dan sementara ia juga harus bertanggung jawab dengan anak yang dikandung Ausky,
" Aku ingin ke kamar mandi, ah,, tapi kenapa kakiku tiba tiba berat dan sulit bergerak, apa yang terjadi, ahh,, ini sakit dan sulit,, jangan jangan aku,, ah tidak mungkin aku lumpuh, ah tidak tidak"
" Dokter,, dokter,,, dokter,,
Abi berteriak teriak memanggil dokter karena rasanya ia tidak percaya kalau kakinya harus lumpuh, sedangkan rasa ingin buang air kecil sudah tidak tertahan lagi hingga akhirnya dia mengompol di celana, ia sangat merutuki nasibnya kini, bahkan tidak ada yang membantunya,
" Mama kau tega sekali dengan anak kandungmu sendiri, mama lebih mementingkan menantu dari pada aku"
CEKLEK,
Suara pintu terbuka dan muncul dokter juga perawat di belakangnya,
" Bagaimana tuan Abi, apa yang anda keluhkan,"
" Kaki saya berat tidak bisa bergerak, apa saya lumpuh dok"
Dokter membuka selimut untuk memeriksa kaki Abizard, namun sungguh terkejut dokter itu melihat celana Abi basah kuyup karena ken**** g di celana,
" Istri saya pingsan, dan berapa lama dia menjaga saya dok"?
" Hampir dua bulan ia tinggal di kamar ini, dia sama sekali tidak pergi kemanapun dia merawat tuan dengan baik, dan sabar, ia juga yang setiap hari berinteraksi dengan tuan untuk kesembuhan tuan",
" Saya akan menyuruh perawat pria membersihkan tubuh tuan dan baru akan saya periksa kaki tuan"
(" Aini maafkan aku, semoga kamu selalu bahagia walau tanpa aku nantinya,")
*****
Adrian baru saja kembali dari kantor tepat saat jam makan malam, mansion sangat sepi, bi Retno kepala pelayan tergopoh menghampiri dan menyambutnya dengan senyuman lebar,
" Aden sudah pulang, sini biar bibi yang bawakan tasnya,"
__ADS_1
" Tidak usah bi, aku bukan majikan bibi, anggap aku seperti anak bibi,jangan begitu"
" Den Adrian sekarang menantu tuan Reno, saya harus hormat"
" Pada dasarnya manusia itu sama saja bi, di mata Tuhan yang membedakan bukan hartanya, tapi keimanannya, akhlaknya "o ya bi apa nona sudah pulang"?
" Den Adrian memang pria yang shaleh, nona sudah pulang tapi dia belum makan malam, saya takut kalau bicara padanya dia sangat sensitif sejak hamil"
" Siapkan makan malamnya, biar aku antar ke dalam kamarnya"
Setelah makanan untuk Ausky di panaskan, Adrian membawa nampan berisi makanan juga susu hamil untuk Ausky, pintu kamar terkunci, namun Adrian sudah di beri kunci cadangan oleh Moreno sang mertua,
Pintu terbuka dan Adrian melihat istrinya tertidur di dalam gulungan selimut tebal, mulutnya mendesis seperti kedinginan, karena penasaran Adrian mendekat dan menempelkan punggung tangannya pada kening Ausky,
" Badanmu panas, bangunlah sebentar makan walau tak enak mulutmu, dan minum susu dulu"
Ausky samar samar mendengar suara dan perlahan membuka mata dengan malas,
" Untuk apa kamu disini, dan bagaimana kamu bisa masuk hah"
" Kamu itu demam, tapi masih juga kuat marah marah, mau cepet tua??kasihan bayi kamu, dia mendengar dan akan meniru sifat ibunya"
" Aku tidak butuh ceramah kamu, cepat keluar,"
" Aku tau nona belum makan, jika nona yang lapar aku tak akan peduli, tapi bayi tak berdosa itu kelaparan, aku tidak tega, makanlah,"!!!
Adrian bergegas keluar untuk pergi ke apotik membeli obat demam untuk istrinya,
Di kamar, Ausky mengelus perutnya, meskipun lidahnya pahit, ia harus makan demi janin yang dikandungnya,
(" Sayang, seharusnya papi yang menyuapi mommy, meraba perut mommy, berbicara dengan kamu, kita merindukan daddy, kita besok akan menemuinya")
Ausky mulai menyuapkan makanan kedalam mulutnya,dalam keheningan kamar itu, ia benar benar merasa kesepian, sejak sang daddy tidak pulang ke mansion, ia hanya diam, tidak ada yang bisa diajak berbicara,
*****
__ADS_1
Happy readingππ₯°π₯°
TBC