Janda Pilihan Mama

Janda Pilihan Mama
INSIDEN 1


__ADS_3

Bening tersenyum kecil mendengar Abi akhirnya mengalah dan menurutinya,


Ceklek


Bening membuka pintu kamar mandi namun hal yang tak di sangka sangka terjadi, karena kesal Abi justru menarik baju Bening dan melotot tajam sekaligus mengumpat kasar,


" Kamu perempuan pertama yang berani menindas seorang Abizard tapi tidak akan terjadi lagi, aku akan membuatmu menyesal"


Abi masih mencengkram tangan Bening dan bersiap melampiaskan amarahnya, ia mendorong tubuh Bening agar terhempas namun sayang sebelum tubuhnya terhuyung ia sempat menarik tangan Abi hingga saat tubuhnya terjatuh di lantai Abi pun ikut terjatuh tepat diatas tubuh bening,kepalanya membentur lantai dengan keras, ia meringis kesakitan dan keluar keringat dingin dari dahinya,


"Arghhh, kepalaku, sa,,sakit sekali tuan"


Namun Abi yang terkejut tidak bisa bangkit dari tubuh Bening karena kakinya yang tak berdaya, ia justru merasakan dadanya menempel pada suatu bulatan yang kenyal dan hangat milik Bening, wajahnya pun begitu dekat dengan wajah Bening yang polos tanpa make up namun sangat segar dalam pandangannya, bibirnya pun sesaat sempat beradu hingga sesuatu di bawahnya menggeliat bangun,


Entah apa yang dia pikirkan saat itu, mata Bening yang terpejam setengah sadar karena nyeri hebat di kepalanya justru menambah sesuatu di bawahnya makin berdiri tegak dan bergerak meronta, tanpa pikir panjang Abi justru me*** sap daging ranum itu dengan rakus, membuat sang empunya perlahan membuka matanya dengan sempurna karena terkejut,


" Memmm


Suara itu tak dihiraukan oleh Abi sebagai laki laki normal ia benar benar sudah tidak bisa menahan hasratnya yang membuncah karena wanita dibawahnya yang meronta ingin melepaskan diri justru terasa sangat menggairahkan.ia terus me**m**t bibir ranum milik Bening yang sangat manis itu, tangannya bahkan mulai masuk kedalam blouse milik Bening dan meremas buah kenyal itu perlahan,


Namun keberuntungan berpihak pada Bening saat Abi mulai menangkupkan satu tangan pada satu bukit indah miliknya, suara ponsel Abi berdering, hingga saat Abi lengah Bening dengan sekuat tenaga mendorong tubuh Abi hingga ia terbebas dari kungkungannya,


" Agrhh,, dasar perawat gila,,,


" Tuan sungguh pria brengsek,aku tidak menyangka, tuan Abi yang terhormat melakukan ini pada perawatnya"


" Hah, salahmu sendiri kamu berani main main dengan aku, ayo bantu aku naik ke ranjang,dan setelah ini keluar dari rumahku,aku memecat kamu,dan aku akan mentransfer gajimu"

__ADS_1


" Kepalaku sakit, aku tidak bisa bergerak, mataku mulai gelap, ini penganiayaan, ah sakit, ah,,


" Hai bangun, bangun gadis liar, bangun,


Namun Bening diam tak bergerak, ia pingsan dan terkapar di lantai kamar itu dan berada persis di sebelah Abi,


" Ah, sial sekali"


Abi pun berusaha bangun dan mencoba duduk, tangannya mencoba meraih tepian ranjang, dan mencari ponselnya, namun ia tidak menemukannya, karena ponselnya jelas berada di atas nakas


Abi memukul mukul kakinya yang tidak bisa ia gerakkan, ia juga frustasi karena sudah menjadi pria tak berguna, bahkan ia juga menyadari ia juga butuh pelepasan saat gairahnya muncul,namun pada siapa ia akan menuntaskannya,


Ia pun kembali teringat pada sang istri dan apa yang telah dilakukannya, ia berselingkuh, menganggap istrinya kotor hanya karena ia menjadi penyanyi cafe, ia anggap istrinya juga menjual tubuhnya, Abi pun tidak ingat kapan terakhir memberikan uang belanja pada sang istri karena ia terlalu sibuk dengan Ausky mantan kekasihnya


Bagaimana Aini bertahan hidup untuk biaya sehari hari dan kuliahnya jika saja ia tak bekerja di cafe itu, karena Aini jelas telah menyumbangkan harta peninggalan almarhum Agastya untuk yayasan sosial,


Lalu bagaimana keadaanya saat ini yang tengah hamil anaknya, ia juga tidak percaya jika berhubungan sekali saja ia bisa hamil,


Tak terasa cairan bening terjatuh di sudut matanya, dan lama kelamaan pun tumpah bersama sesak di dada dan sejuta penyesalannya,


Tok


Tok


Tok


" Masuk,,

__ADS_1


" Abi,, apa ini,, apa yang terjadi dengan Bening hah, kenapa dia"


Kayla yang baru saja masuk terkejut melihat Bening tergeletak pingsan, di lantai depan kamar mandi,


" Pingsan ma"


" Kenapa bisa pingsan, kamu apakan dia"?


" Mama bisa tanya sendiri apa yang terjadi padanya, bawa dia keluar dan mulai saat ini aku tidak akan menggunakan jasanya, aku ingin belajar mandiri,"


" Kamu memang keras kepala, seolah tidak butuh bantuan padahal kamu ini sangat lemah, bukan hanya fisikmu yang lemah, tapi mentalmu juga, tapi kamu tak pernah berpikir, kamu pikir segala hal kamu bisa selesaikan sendiri, tapi mana buktinya, kamu yang enak enakan berselingkuh, kamu menyakiti hati istrimu, nyatanya saat kamu begini, mana selingkuhan kamu itu, apa dia yang membantumu,? mengurus kamu,? bahkan dia sekarang sudah menikah dengan seorang pria muda, semoga kamu puas dengan berita ini"


Kayla menatap datar pada putranya, namun dalam kebingungannya ia segera memanggil Supri sopir pribadinya untuk membantu membawa Bening ke kamarnya,ia juga segera menghubungi dokter,


Abi termenung dan dagunya bertumpu pada pinggiran ranjang tidurnya, bagai tamparan keras yang ia dapatkan mendengar berita bahwa Ausky sudah menikah dengan pria lain,


"๐˜ด๐˜ช๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ฑ๐˜ณ๐˜ช๐˜ข ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ช๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜š๐˜ฌ๐˜บ? ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜จ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜จ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ, ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฏ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ช ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ด๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ด๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ, ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ฏ ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข๐˜ต ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ถ๐˜ฉ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ช๐˜ต๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ต๐˜ช๐˜ฌ๐˜ถ, ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฉ๐˜ช๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ช๐˜ด๐˜ต๐˜ณ๐˜ช, ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ด๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ซ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฑ๐˜ณ๐˜ช๐˜ข ๐˜ญ๐˜ข๐˜ช๐˜ฏ"


Abi terduduk lemas bersandar pada ranjang, matanya terpejam mengingat semua yang telah ia lakukan pada sang istri, ia menyesal mengabaikan istri sebaik Aini, yang tidak pernah meminta ini dan itu, tidak pernah mengeluh bahkan soal nafkah, ia tidak pernah meminta uang, saat Abi jarang pulang ke apartemennya, ia masih sempat menelpon menanyakan kabar dan keberadaanya,mengingatkan untuk makan dan beristirahat, Abi pun tak kuasa menahan diri hingga ia pun terisak sedih,


Pak Supri masuk untuk membantunya naik keatas kursi roda, bahkan ia belum mandi, belum sarapan apalagi minum obat, ia juga dengan bodohnya menolak di bantu oleh Bening perawat pribadinya, hingga insiden itu pun terjadi,


*****


happy reading๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ


๐—ต๐—ฎ๐—ถ ๐Ÿ‘‹๐Ÿ‘‹๐Ÿ‘‹, ๐—ฟ๐—ฒ๐—ฎ๐—ฑ๐—ฒ๐—ฟ๐˜€ ๐˜๐—ฒ๐—ฟ๐˜€๐—ฎ๐˜†๐—ฎ๐—ป๐—ด, ๐˜€๐—ฒ๐—บ๐—ฎ๐—ป๐—ด๐—ฎ๐˜ ๐—ฏ๐—ฎ๐—ฐ๐—ฎ ๐—ธ๐—ถ๐˜€๐—ฎ๐—ต ๐—บ๐—ฎ๐˜€๐—ถ๐—ต ๐—ฏ๐—ฒ๐—ฟ๐—น๐—ฎ๐—ป๐—ท๐˜‚๐˜, ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป ๐—ท๐—ฎ๐—ป๐—ด๐—ฎ๐—ป ๐—น๐˜‚๐—ฝ๐—ฎ ๐˜๐—ถ๐—ป๐—ด๐—ด๐—ฎ๐—น๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—ท๐—ฒ๐—ท๐—ฒ๐—ธ ๐—ผ๐—ธ๐—ฒ,, ๐˜๐—ฎ๐—ป๐—ธ ๐˜†๐—ผ๐˜‚ ๐˜€๐—ผ ๐—บ๐˜‚๐—ฐ๐—ต,

__ADS_1


๐—ง๐—ฏ๐—ฐ


__ADS_2