Janda Pilihan Mama

Janda Pilihan Mama
Siapa wanita itu


__ADS_3

Seorang pria tampan berjalan mondar mandir di ruangan kerjanya, gelisah menunggu kabar dari anak buahnya yang diutus mengawasi dan menjaga Aini Fatmawati, gadis yang baru saja menikah dengan Abizard.


TOK


TOK


TOK


"Masuk"


" Siang tuan Fahmi, "


" Maaf baru datang, saya baru saja berbicara dengan informan yang saya tugaskan ke Jogja"


Bram, pria berkaca mata tebal itu duduk dan mulai memberikan keterangan yang di butuhkan sang tuan, ia memang asisten pribadi Fahmi Abraham, ceo perusahaan Abraham group,


" Lalu kabar apa yang kamu dapatkan, apa gadisku baik baik saja"?


" Awalnya semua baik baik saja tuan,, siang hari ia begitu bersemangat dan bahagia,bahkan Abi bersedia mengayuh becak untuk nona Aini, namun sore itu Abi meninggalkan nona Aini di kamar sampai semalaman Abi tidak kembali dan baru kembali pagi hari sekitar jam 3,30 pagi hari,


" Ada urusan apa dia tega meninggalkan gadisku sendirian di hotel"apa dia sudah gila, mereka pergi untuk berbulan madu bukan"?


" Abi menemui kekasihnya yang baru pulang dari London tuan, sepertinya Abi masih mencintai gadis itu, bahkan Abi masuk ke kamar gadis itu"


BRAK


" Pria brengsek kau Abi" lihat apa yang akan kulakukan, kalau kau berani menyakiti gadis kecilku"


Fahmi terlihat sangat murka, wajahnya tegang dan memerah, tangannya mengepal kuat, dan menggebrak meja dengan kasar,


" Berani sekali dia mempermainkan gadisku aku tidak akan biarkan siapapun menyakitinya,"


" Kapan tuan akan menjelaskan kepada nona hal yang sebenarnya" jika saja tuan berkata jujur hal ini tak akan terjadi, nona bisa bahagia bersama tuan"


" Aku belum siap melihat kemarahannya, aku juga belum siap melihat kesedihannya"dan lagi aku terlalu tua untuk gadis seumuran Aini, aku tidak yakin dia akan menerimaku"


" Belum waktunya, aku akan membiarkannya bebas dulu, kalau dia memang akhirnya bahagia aku akan menyimpan hal besar ini selamanya, aku hanya perlu menjaganya dari jauh"


" Cari tau dan selidiki wanita yang malam itu bersama Abi"jangan biarkan siapapun menyakiti gadis kecilku"


Bram pun menunduk hormat dan segera keluar dari ruangan VIP milik tuanya,


******

__ADS_1


Aini pagi itu sudah terlihat cantik dengan pakaian casual, ia hanya menggunakan celana kulot hitam, kemeja warna cream, dan dimasukan kedalam celananya, rambutnya diikat dengan pita berwarna cream, sepatu berwarna senada, bahkan tas selempang kecil juga berwarna senada,ia juga menyiapkan pakaian couple untuk sang suami yang sedang mandi,


Sekilas ingin bertanya kemana Abi pergi semalam dan dengan siapa ia bertemu, namun niat itu hanya tersembunyi di dalam hati, ia baru memulai kehidupan barunya tiga hari yang lalu, pikiran buruk pun harus ia tepis untuk kebaikan hubungannya dengan sang suami.


Aroma sabun oplosan melon jadi andalan yang membuat aroma khas tersendiri bagi tubuhnya yang ramping dan mempesona itu,siapapun yang bertemu tidak akan menyangkal pesona Aini yang polos dan lembut,


TING,, TING,, TING,,


TING,, TING,, TING,,


Suara Ponsel Abi menggema di kamar tersebut, Aini melihat ada panggilan dari nomer yang bernama Whit Rose,, ia bergeming sejenak, ingin rasanya mengangkat panggilan itu, namun ragu, hingga panggilan itu berhenti,


Namun baru saja ia ingin beranjak menjauhi nakas tempat ponsel sang suami berada, panggilan itu pun kembali terdengar, dan takut itu penting Aini segera menggeser tombol hijau dan mendekatkan benda pipih tersebut mendekatkan ke telinganya,


" Hallo Abi, aku menunggumu di restoran semalam kita bertemu untuk sarapan pagi" datanglah"


DEG


DEG


DEG


Aini hanya mematung tanpa ada niat untuk membuka suaranya, dan menahan degup jantungnya yang seolah sedang berpacu.


Karena tak kuasa menahan entah rasa apa yang sesungguhnya tengah dialaminya ia pun menggeser tombol merah, menghapus log panggilan itu karena takut Abi marah ia lancang mengangkat panggilan di ponselnya,


Suara wanita dari seberang sana merusak mood Aini pagi itu,


CEKLEK


Abi berjalan keluar dari kamar mandi dan menatap aneh pada sang istri yang diam menunduk terduduk di pinggiran ranjang,


" Nini, kamu baik baik saja" wajahmu agak pucat apa kamu tidak enak badan, "


" A,, a,, aku baik, "


Aini sebisa mungkin menyembunyikan rasa galau karena panggilan dari seorang wanita yang menunggu suaminya untuk sarapan berdua,


" Apa,, kakak jadi mengantarkan aku ke makam ayah ibuku, atau"?


" Atau apa,, kenapa diam"? kita sudah sepakat berziarah ke makam ayah ibumu kan, "? apa kau berubah pikiran, ingin menundanya,"?


" Aku takut merepotkan kakak, jika kakak sibuk dan ada urusan lain, aku bisa sendiri"

__ADS_1


JLEB


Hati Abi seketika bagai dicubit, dan rasanya sakit, Aini istrinya tiba tiba mengingatkannya pada Ausky yang hari itu juga meminta jatah waktu padanya untuk ditemani,


" Tentu aku akan menemani istriku"ayo kita berangkat, kamu semalam tidak makan, lambungmu kosong, dan kita cari tempat untuk sarapan dulu"


Abi menyelesaikan persiapannya dan berjalan menuju arah almari untuk mengambil tas pinggang, ia juga melirik ponselnya, memasukkannya kedalam tas, memakai jam tangan mewahnya, tak lupa kaca mata juga, ia terlihat sangat tampan dan maskulin,


Abi juga tersenyum saat menyadari bahwa baju yang dikenakannya ternyata cauple dengan sang istri,


Abi menggenggam jemari sang istri yang masih terdiam membisu dan membawanya keluar dari kamar,


Seribu pertanyaan pun muncul di benak Aini meskipun kakinya terus melangkah mengikuti sang suami,


Bagaimana tidak, baru tiga hari menikah ia sudah mendengar suara wanita memanggil sayang pada suaminya dan sedang menunggunya untuk sarapan berdua.


(" siapa wanita itu kak") ia hanya bicara dalam hatinya yang terus merasa gelisah,


" Kamu mau sarapan apa, ayo duduklah, hari hampir siang aku takut kita kehujanan saat ke makam ayah ibumu"


" Apa saja kak"


Abi makin merasa aneh melihat perubahan wajah sang istri, bahkan Aini hanya mengaduk aduk makanan itu dan hanya menyuapkan beberapa sendok saja ke dalam mulutnya,


Dertt


Dertt


Dertt


Suara ponsel Abi yang bergetar, membuyarkan lamunan Aini, ia terus menunduk tanpa tau apa yang sedang dirasakannya, ,


*****


Asalamu'alaikum


👋👋👋hai readers tersayang, kangen banget ni, andai kita bisa jumpa darat ya, pasti seru bisa punya banyak teman.


Ikuti terus kisahnya sampai ahir,, cus lanjut,,


And, mohon dukunganya, thankyou,,


TBC

__ADS_1


__ADS_2