
" Makanlah dulu sayang, jangan di paksakan untuk terus berada di sini, ingat kandungan kamu, *
" Iya ma, mama jangan khawatir aku yakin kak Abi akan segera sadar, semalam dia bahkan sudah mengigau memanggil mama"
" Oh benarkah itu, semoga harapan kita segera terwujud sayang,"dan apakah kamu akan memaafkannya"?
" Aku sudah memaafkannya ma, namun untuk bersama lagi aku tidak yakin, karena nona Ausky juga menanti pertanggung jawaban dari Abi, ia mengandung anak kak Abi"
" Ya Tuhan, bagaimana kamu tau, tolong perjuangkan putraku, hanya kamu menantu mama,tidak ingin yang lain"
" Kita tidak tau rencana tuhan ma,aku sudah ikhlas apapun keputusan kak Abi, dia tidak mencintaiku, mana bisa aku memaksanya ma"!
" Maafkan mama nak, mama selalu berpikir positif cinta akan datang seiring berjalanya waktu,Abi pasti akan menyadari ketulusan hatimu suatu saat nanti, bersabarlah sayang"
" Saya sudah bersabar ma, di hari bulan madu kita pun wanita itu sudah menggangguku, dia mencari cara bagaimana memisahkan aku dan suamiku, dan suamiku juga memilih menemaninya dari pada aku istrinya"
" Mama sangat mengerti kesedihan kamu, mama pernah mengalaminya sayang"
" Benarkah itu ma,jadi maksud mama,papanya kak Abi,, se- selingkuh juga"
" Bukan papanya Abi,dia suami pertama mama, tapi untungnya mama belum hamil karena memang dia tidak menyentuh mama"
Saat perbincangan mulai serius, mereka dikejutkan dengan suara aneh dari mulut Abi yang masih tertutup selang oksigen,suara itu seperti orang yang hendak mengeluarkan dahak, Aini pun memencet tombol darurat untuk memanggil petugas kesehatan di rumah sakit itu,
Dokter pun masuk diikuti dua orang perawat, dan segera memeriksa kondisi pasien,
" Ini interaksi yang sangat bagus nyonya, sepertinya kondisi tuan Abi semakin membaik, tolong beri dia stimulasi terus agar syaraf syaraf di pusat otaknya kembali bekerja dengan normal "
Kayla dan Aini pun bahagia menerima kabar itu, namun kesedihan juga kembali terlihat pada wajah Aini, mengingat saat suaminya tersadar ia harus merelakannya untuk wanita lain yang juga mengandung anaknya, bahkan Abi juga mencintainya,
" Mama tau apa yang kamu pikirkan, tapi tolong jika Abi terbangun dari koma, kamu jangan pergi meninggalkannya, masalah dengan Ausky kita cari jalan keluarnya bersama sama"
" Maaf ma, tapi aku sudah rela yang penting kak Abi bahagia, aku dan anakku akan bisa melewati ini berdua,kita akan biak baik saja tanpa kak Abi, mama jangan khawatir"
" Tidak nak jangan bawa cucu mama pergi, sekalipun Abi bersama wanita itu, kamu dan cucuku todak akan kemana mana, mengertilah"
" Itu sulit untukku ma"
Dan saat itu juga terdengar lagi suara dari mulut Abi yang mendesis seperti orang yang sedang marah, Aini dan Kayla yang sudah mendapat arahan dari dokter pun terus mengajaknya berbicara dan mencoba menenangkannya,
__ADS_1
" Aku yakin kamu mendengarkan aku kak,dan cobalah raba perutku ini, disini ada anakmu, apa kamu tidak capek dan lelah tidur hampir tiga bulan, jika dalam waktu dekat kamu tidak bangun, aku akan membawa anakmu pergi jauh sampai kakak tidak bisa menemukan aku, aku yakin walau kak Abi membenciku kak Abi tidak mungkin membenci anakmu, ayolah bangun kak"
Aini terus bicara sendiri di dekat telinga Abi, sedangkan Kayla hanya duduk do sofa dan menyandarkan punggungnya yang sudah lelah, tak lama kemudian Aisyah datang untuk menjemputnya karena takut mamanya akan jatuh sakit bila terlalu lelah,
" Maafkan aku Aini, bukanya aku membiarkan kamu mengurus Abi sendirian, tapi aku khawatir jika mama kelelahan, lagi pula Abi tidak usah di jaga pria brengsek ini sudah menyakitimu, tinggalkan saja,kamu berhak mendapatkan kebahagiaan bukan penderitaan"
" Kak, aku akan menjaganya sampai ia tersadar, jika hal itu terjadi baru akan pergi, aku akan pastikan suamiku baik baik saja sebelum aku pergi"
" Mama tidak salah menentukan pilihan, kamu wanita pilihan mama yang tepat untuk Abi, namun sayang Abi tidak bisa melihat, mata hatinya tertutup"
" Mama selalu berdoa untuk kebahagiaanmu nak, mama lelah, titip Abi"
" Iya ma, mama harus banyak istirahat jangan khawatirkan aku, aku tidak apa apa disini"
Setelah kepergian Kayla dan Aisyah, Aini pun mencoba berbaring di sofa dan memejamkan mata, ia hanya berpura pura kuat didepan mama mertuanya, sebenarnya hatinya gelisah, badanya pun mulai payah karena setiap malam tidak bisa tidur nyenyak,
Sementara itu di mansion mewah milik Moreno, Ausky masuk keruang kerja sang daddy dengan wajah kesal,
BRAK
" Ada apa denganmu,dan apa apaan ini, apa kau tidak punya sopan santun dengan orang tua hah"
" Apa yang ingin kau tanyakan, bukankah jelas itu amplop yang berisi gajinya Adrian, bagus ia memberikannya padamu, itu artinya dia suami yang bertanggung jawab, dan daddy tidak salah memilih menantu"
" Hah, menyebalkan,berapa daddy membayarnya untuk menikahi aku,? dan kembalikan uang ini padanya, aku tidak butuh uangnya"
" Kamu ini benar benar konyol, kamu pikir ia melakukanya demi uang, bahkan ia tidak menerima apapun dari daddy"
" Aku tidak percaya dad, aku akan buktikan kalau dia hanya mengincar harta kita, sikapnya saja yang polos, dia pasti pria jahat"
" Tidak ada pria jahat yang mau menikah dengan wanita yang sudah hamil dengan pria lain, dan tidak ada pria baik yang selingkuh di belakang istrinya seperti Abi yang selalu lamu puja itu"
" Itu gambaran jika kau ingin membandingkan Adrian dengan Abi" buka mata hati kamu sebelum menilai Adrian, bawa uang ini, dia sudah bekerja keras untuk uang ini, jangan nilai dari jumlahnya, tapi kamu harus nilai dari ketulusannya"
" Aku tidak sudi, buang saja jika daddy tidak ingin di mengembalikan padanya"
" Ya tuhan,kamu sebenarnya anak siapa"
" Entah,aku menyesal daddy lebih membelanya dari pada aku putri daddy"
__ADS_1
"Daddy mau istirahat, terserah apa katamu, tapi daddy yakin kamu akan menyesal menyiakan pria sebaik Adrian"
" Dadd,,
Setelah Moreno keluar dari ruang kerja Ausky pun kembali ke kamarnya, ia kesal dan membanting pintu dengan keras,ia juga bermaksud membersihkan tubuhnya dulu sebelum beristirahat,
Namun ia heran karena pintu kamar mandinya tertutup dan terdengar suara gemericik air di dalam, saat yang sama ia tertegun di depan pintu karena pintu kamar mandi terbuka dan keluar sosok Adrian yang hanya berbalut handuk sebatas pinggang saja,
"Aaaaaa,,,
Ausky spontan berteriak melihat Adrian dengan pesonanya yang tiada tara,
Ausky kesusahan menelan salifa dan segera berbalik badan menghindari pandangan Adrian,
" Pakai bajumu dan cepat keluar dari kamarku,lancang sekali kmau masuk ke kamarku bahkan memakai fasilitas kamar mandi aku, cepat keluar"
" Hemm, aku memang akan keluar malam ini aku akan kerja lembur, dan ruan Reno yang menyuruhku tinggal di kamar istriku, bahkan barang barang ku semua sudah di pindahkan kesini"
" Hah,, keluar kataku"!!!
" Dengan handuk ini saja maksudmu"? ayolah nona orang akan mengira kita habis olahraga, apa itu maumu hem"
" Dasar brengsek,,
Ausky pun mengalah keluar dari kamar dan kembali membanting pintu,
" Ternyata ide om Bastian memang brilian"aku tidak mau tunduk begitu saja di tindas wanita,sudah untung aku menolongnya, ya Allah, kenapa nasibku begini, mau jadi apa rumah tanggaku kelak dengan menikahi wanita arogan sepertinya"
Setelah berpakaian rapi Adria keluar dari kamar ia harus bekerja lembur sebagai satpam di perusahaan mertuanya sendiri karena harus mengganti uang milik Bastian yang telah ia pinjam,
*****
Happy readingππ₯°
Assalamu'alaikum
Salam sehat, semangat, mohon dukungannya selalu terimakasih lope youπ
Tbc
__ADS_1